《ayayay, jinjoo-lokal》; they don't know about us
Advertisement
***
Yujin sama Minju di basecamp sekarang. Jam udah nunjukin pukul 7 malem, tapi diantara dua manusia itu ngga ada yang berniat untuk saling meninggalkan.
Setelah pensi selesai, Minju narik Yujin ke basecamp buat makan bareng. Tapi sikap Yujin yang diem terus bikin Minju nyadar, laki-laki itu masih mikirin hal tadi.
"Lo budek ya?" celetuk Minju, Yujin noleh
"Gua? Budeg?"
Minju muterin bola matanya. "Gausah lo sembunyiin, Jin. Gue tau lo masih terngiang-ngiang sama hal tadi"
Yujin senyum. "Jelas gua kepikiran, itu hal yang baru buat gua, Minju"
"Maksudnya?" Minju ngangkat sebelah alisnya.
"Iya, terlihat sama orang-orang, jadi bahan gunjingan, muncul ke permukaan. Itu semua hal yang baru buat manusia kaya gua, Ju.—"
"Gua lebih suka untuk diem di basecamp. Karena ya, cuma tempat ini yang bisa gua terima." lanjut Yujin,
Minju diem ditempatnya. Apa ini gara-gara dia sendiri? Apa ini gara-gara Minju dateng ke kehidupan Yujin dan bikin Yujin harus nerima hal-hal yang ngga seharusnya terjadi?
Ngehela nafas, Minju natap Yujin. "Gue, minta maaf"
Minju ngeliat tatapan heran dari Yujin.
"Untuk?"
"Semuanya. Hal-hal yang udah terjadi sama lo setelah ketemu gue, rasa-rasanya gue cuma bawa hal buruk buat lo" jelas Minju. Jujur, Yujin kaget sama penuturan perempuan itu.
Minju? Minta maaf? Yujin ketawa dalem hati, dimana cewe arogan itu? Sekarang keadaannya malah kaya ga dikasi makan seminggu. Lemes.
"Minju"
Minju diem ditempatnya waktu tangan Yujin ngegenggam tangannya. Pandangan itu saling ketemu.
Dari jarak sedekat ini, Minju semakin yakin dan semakin ngga mau menampik kalo, laki-laki dengan mata cokelat terang itu bener bener menawan.
Minju ngerasa seluruh tubuhnya menghangat. Yujin nunjukin senyumnya,
"Mereka ngga tahu tentang kita, Minju" kata Yujin pelan, tapi unsur ketegasan disana masih terdengar.
Minju semakin dalam natap Yujin.
"Mereka cuma cemburu karena gua bisa sedekat ini sama primadona sekolah" lanjut Yujin, Minju nunjukin senyum kecilnya.
Advertisement
"Mereka ngga bisa berada diposisi gua, Minju"
"Mereka ngga tau segimana terpukulnya gua nahan perasaan ini" kalimat itu bikin Minju ngebuka mulutnya sedikit.
"Mereka ngga tau, kalo gua sayang sama lo"
Dua-duanya hening. Yujin masih natap Minju dengan genggaman tangan yang semakin menguat.
Ngerasa ngga ada perubahan apapun, Yujin mutusin kontak mata dan ketawa kecil. Tangannya tergerak buat ngacak rambut Minju.
"Gua, cuma ngungkapin perasaan gua selama ini, Ju. Gua ngga minta balasan apapun, karena gua tau hubungan kita saat ini juga udah diluar kendali gua" kata Yujin,
Lagi, Yujin senyum trus tangannya genggam Minju. "Yuk balik"
Sampe ditangga, Minju narik baju Yujin pelan. Bikin Yujin yang satu tangga dibawahnya berhenti dan nengok ke Minju.
Dalam cahaya remang, Yujin ngga tau kalo cewe itu lagi gigit bibir bawahnya nahan sesuatu.
"Kenapa, Ju?"
Minju ragu. Minju tertarik, tapi Minju ragu. Perasaan dia harus dibuktiin.
"Lo sayang gue?" tanya Minju waktu posisi mereka udah sejajar. Yujin garuk tengkuknya kikuk.
"Seperti yang lo tau"
Minju ngehela nafasnya. Trus natap Yujin. "Cium gue, Jin"
Sementara Yujin udah mematung. Tunggu, ieu teh naon? :(
"Cium gue"
Mau nolak, tapi rezeki. 🌚
Dengan satu gerakan, Yujin nempelin bibirnya diatas bibir Minju.
Minju ngerasa tubuhnya bener bener berhenti bekerja. Yang dia rasain cuma perasaan menggelitik, rasa hangat, dan kopi dari bibir Yujin.
Ya maap, Yujin abis minum gud dey.
Tapi setelah itu, Minju yakin sama perasaannya. Dengan tangan yang mengalung dileher Yujin, itu udah jadi bukti bahwa Minju ngga keberatan akan perasaan itu.
Mereka. Saling menyatu. Di tangga basecamp. Malam setelah pensi.
—tbc
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
Advertisement
- In Serial71 Chapters
Dragon Road: How I Rise in My New Life
Unbeknownst to most life in the vast universe, there exists worlds with life that nestle within cracks in the void of the physical plane of existence. Whether these worlds are the realms of the afterlife is unknown, but what is clear is that sometimes… some things… physical or not… real or not… tend to slip into the cracks… This is my story... Of how I died filled with regret, but was given a chance to live my new life (though not the way I expected) hoping to gain what I desire the most. Power... Women... and most important of all... Family. * Arc 1: An End and A Beginning * Arc 2: Journey to the New World * Arc 3: The All-Treasure Pavillion
8 226 - In Serial55 Chapters
Light Bane
It all started with the adventure at sea... Hans Rezmirn had always wanted an adventure, and he found it. He met different people, but most importantly, he met many friends and people he would learn to trust. One, in particular, was a dragon he saved from her own sadness, and gave her hope. But the end of their adventure was only the prelude of an adventure that would test them more than just strength. A new threat is coming for them, and no one would be prepared for it. They would learn how not to trust the light.... Follow the adventurers in a fictional world where rules of magic and cultures, along with geographical locations and technology were entirely their own. Enjoy the story where dragons rule the sky and beyond, along with protagonists who were not entirely human in appearance and race, but relatable all the same. Buy me a Coffee!
8 156 - In Serial22 Chapters
ivories ᝰ k.bakugo ✓
❝𝐈 𝐌𝐈𝐒𝐒𝐄𝐃 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐈𝐍𝐆 𝐇𝐄𝐑 𝐏𝐋𝐀𝐘❞[email protected] - date: 10/11/2020𝐈𝐕𝐎𝐑𝐈𝐄𝐒 ╭┈─────── ೄྀ࿐ ˊˎ- -ˏˋ こんにちはˊˎ- 𝘪𝘯 𝘸𝘩𝘪𝘤𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘰𝘸𝘦𝘳 𝘰𝘧 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘤 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘴 𝘢 𝘣𝘳𝘰𝘬𝘦𝘯 𝘧𝘳𝘪𝘦𝘯𝘥𝘴𝘩𝘪𝘱╰┈➤**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*𝙗𝙖𝙠𝙪𝙜𝙤 𝙭 (𝙛𝙚𝙢.) 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
8 128 - In Serial21 Chapters
The Ritual of the Summoned Ones
When humanity was on the brink and their Gods dying, a desperate attempt was made to save the survivors. A Ritual was created a Ritual so strong that it's survived the end of Humanity, that it survived the end of God's that created it.The Ritual of the Summoned Ones. This a story of one of them. Originally Posted on Webnovel.
8 191 - In Serial109 Chapters
Useless Facts
Useless facts you didn't need to know!
8 177 - In Serial6 Chapters
[C]Seksa seorang isteri ✔ •Park Jimin•
Cerita ini mengisahkan seorang perempuan yang bernama Min Yoorin yang sudah menjadi isteri kepada seorang lelaki yang menjadi pasangan hidupnya iaitu Park Jimin.Perasaan benci dan dendam Jimin pada Yoorin tak pernah terpadam sejak Yoorin menjadi anak angkat keluarganya sejak mereka menemui Yoorin yang terbaring lemah di tengah jalan raya ketika waktu hujan pada waktu tengah malam.Jimin menyimpan perasan benci terhadap Yoorin kerana Yoorin adalah punca kematian ayahnya.Yoorin:Kenapa awak benci sangat dengan saya?Apa salah saya?Beritahu saya apa kesalahan yang telah saya buat sehingga menyebabkan awak terlalu bencikan saya?Jimin:Aku benci kau sebab KAULAH PUNCA AYAH AKU MATI!!!!DISEBABKAN KAU,AYAH AKU SANGGUP DERMA JANTUNG DIA KAT KAU HANYA GARA GARA KAU!!!DAN SEJAK KAU HADIR DALAM HIDUP KELUARGA KAMI,KELUARGA AKU TAK PERNAH LAYAN AKU MACAM ANAK DIAORANG SENDIRI!!!APA YANG KAU NAK,SEMUA KAU DAPAT.TAPI KALAU AKU MINTA,AKU TAK DAPAT.BILA AKU TANYA OMMA DAN APPA KENAPA OMMA DAN APPA TIDAK PEDULIKAN AKU,DIA CAKAP KAU PERLUKAN KASIH SAYANG SEBAB KAU TRAUMA DENGAN KISAH SILAM KAU!!!!!KAU HANYA PEMBAWA BALA DALAM KELUARGA AKU!!!!Namun lama kelamaan,Jimin sedar bahawa hatinya sudah terpaut kepada Yoorin.Jimin:BODOH!BODOH!BODOH!!!!KAU BODOH JIMIN!!!KAU BODOH!!!!!!ASAL PERASAAN BODOH NI HADIR DALAM HATI AKU!AKU BENCI PERASAAN NI!AKU BENCI KAU YOORINN!!!AKU BENCI DENGAN PERASAAN AKU NI!!!Yoorin:Selamat tinggal,Jimin.Semoga kau bertemu dengan jodoh awak.Mungkin sampai sini sahaja hubungan kita.Awak berhak Dapat isteri yang lebih baik dari saya.Halalkan makan dan minum saya dan ampuni dosa saya sepanjang hidup sayaMampukah Jimin dan Yoorin mempertahankan cinta mereka? sehingga akhir hayat mereka?Start:6/12/2019Finish:16/06/2020
8 118

