《Bloodthirsty (END)》Chapter 25 - -
Advertisement
Tak semudah itu merelka putus asa. Mereka justru lebih memilih melawan manusia itu dibandingkan lari walaupun jumlah mereka kalah banding dengan manusia gila itu. Keen sambil terus mengambil anak panah dan melesatkannya tepat di kepala mereka. Tak tertinggal Alixhs yang terus me;lompat kesana kemari sembari melemparkan pisau dan memcabutnya kembali serta menghajar habis-habisan orang tersebut. Disaat mereka telah kehabisan total seluruh tenaga mereka, tiba-tiba melesat sebuah benda.
Prang..........
Tiba-tiba lorong manjadi gelap. Keen dan Alixhs yang tadi berdiri tak berdaya, kini tangannya ditarik oleh 2 orang.
"Kalian baik-baik saja? Maaf tak mengangkat panggilanmu Keen."
"Tak apa. Terima kasih telah membantu."ucap Keen mulai lega.
Segera mereka ber-4 meninggalkan lorong gelap ini dan pergi ke laboratorium segera. Dengan cepat Jie membuka pintu dan menyuruh lainnya untuk masuk duluan. Setelah itu Jie menutup rapat pintu laboratorium dan menguncinya. Kini mereka selamat. Namun, tiba-tiba muncul sesosok bayangan manusia yang tengah berdiri dan berjalan menghampiri mereka ber-4. Semua menahan napas khawatir. Seketika Felyx reflek hendak melemparkan pisaunya, namun oleh Jie dihentikan.
"Ia manusia normal."ucap Jie.
"Apa maksutmu?"tanya Felyx.
"Akan kutunjukkan."balas Jie.
Segera Jie menyalakan lampu laboratorium dan segera mereka ber-4 tahu siapa orang tersebut.
"Suster Leyla?"ucap Keen tak percaya.
"Ya, ini aku. Tenang, aku belum terinfeksi. Jika kalian tak percaya, periksa saja tubuhku."ucap orang tersebut yang ternyata suster Leyla.
"Syukurlah jika itu kau."ucap Alixhs.
"Kalian sedang apa kemari?"tanya suster Leyla menatap mereka ber-4.
"Kami hanya ingin membuat obat penawar."Jawab Keen.
"Obat penawar?"tanya suster itu kembali.
"Felyx telah membuat-"dengan cepat Allixhs menutup mulut Keen untuk tak mengungkap hal yang tidak seharusnya.
"Tenang saja. Aku sudah tahu semuanya kok."
"Darimana??"tanya Keen heran dan curiga.
"Saat Jie dan Felyx datang kerumah sakit tadi pagi. Mereka mengatakan mengenai virus. Dan jika kupikir-pikir ini berkaitan dengan orang-orang gila tadi. Bukankah begitu?"
Advertisement
"Benar."jawab Felyx.
"Dan mengapa kau disini??"tanya Jie.
"Tentu saja menunggu kalian. Aku tahu kalian akan kembali kesini. Bukankah ini tempat yang penting bagi kalian?"
"Tentu."
"Cepat kita lakukan tugas kita. Lebih cepat lebih baik."ucap Felyx mengakhiri obrolan.
Mereka pun memulai misi baru mereka dan dibantu oleh suster. Misi membuat obat penawar kini dimulai!.
Pukul 21.30..........
"Akhirnya selesai juga, lebih baik kita makan dulu."ucap Jie seraya membagikan satu bungkus roti dan sekotak susu kepada masing-masing orang.
Mereka memilih beristirahat sebentar dan makan untuk memulihkan tenaga mereka. Kini mereka berhasil membuat serum penawar. Namun jumlahnya masih sangat terbatas. Hanya kisaran 30an. Namun, sudah lebih cukup dibanding tak ada sama sekali.
"Masing-masing mendapat 6 serum."ucap Felyx seraya membagikan serum tersebut.
"Bagaimana cara menggunakannya?"tanya sang suster.
"Kau cukup menyuntikan serum itu tepat di pembuluh nadimu. Mereka akan bereaksi 5 detik."jelas Jie.
"Baik."
"Tapi, kita harus mencari ichi dulu."ucap Felyx.
"Memang kenapa? Apa kau masih ragu dengan serum ini?"tanya Keen curiga.
"Berhentilah curiga Keen! Felyx hanya ingin mecobanya saja. Lagipula selama ini ia tak pernah salah."ucap Jie yang sepertinya mengerti raut wajah Keen yang curiga.
"Tentu saja aku sangat mempercayai teman baikku ini! Mana mungkin aku bisa berfikir seperti ini. Maafkan aku Felyx karena menuduhmu yang tidak-tidak."ucap Keen seraya memeluk Felyx.
"maafkan aku Keen........." ucap Felyx dalam hati.
"Kalau begitu, kita harus kembali sekarang!"
"Benar! Kita harus kembali ke universitas!"
Mereka akhirnya keluar dari laboratorium setelah melihat kondisi luar yang baik-baik saja. Sama seperti tadi. Awalnya tenang.
Advertisement
- In Serial6 Chapters
The Rising of a God
The story of how William Hughes became the strongest being in the universe. This story is not and will never be written in perfect English. So don't expect too much, but I will always do my best to make it as readable as possible. There will be probably one Chapter per week.
8 97 - In Serial69 Chapters
Black God of Lightning.
Lucas is an orphan who worked hard to achieve good grades. But before he could realize his dream, he died... However, a God "invites" him to another world where magic is used and gives him a system! Can Lucas reclaim his former dreams but in another world? Can Lucas become the strongest despite being different from the rest of the population? Adventure: CheckSystem: Check Follow: CheckFavourite: CheckAm I shameless: Check Join Lucas on his road to becoming the Black God of Lightning!
8 92 - In Serial13 Chapters
Mages of Temberlon: Snippets from Landrea
Prequel to the main Mages of Temberlon story. A side project to try and get me writing again. My goal is to write one snippet every week day until the end of March 2022. Main story (currently on Hiatus): https://www.royalroad.com/fiction/36322/mages-of-temberlon-growing-shadows Discord: https://discord.gg/tsvz8V9
8 168 - In Serial215 Chapters
A Nightmare on Earth
When Michael Walters awakens inside a dungeon, he's not aware that it's only the beginning to a world of horror. Monsters have appeared all across the Earth, savaging the populous. The only hope anyone has is the appearance of the mysterious World System, a vast conjuring of immense scale and power. But even that isn't enough to fully stem the tide. After all, the System doesn't care if you survive. With such lackluster support, it is up to the survivors, including Michael, to secure their futures. Facing possible extinction and unable to stop quarreling amongst themselves, humanity is but steps into the apocalypse. In a dying world, anything can kill you, and survival always comes with a cost.
8 455 - In Serial6 Chapters
Mujahadah
"Aku nak move on." Bibir milik Qurrotun Inn tak pernah lekang dengan ucapan sebegitu."Aku dah bosan dengan move on kau tu." Komen Farhana yang merupakan kawan baru yang paling rapat sejak Inn pindah sekolah.Bibir mudah menyebut tapi hatinya masih berbolak-balik dek kerana dicengkam dengan perasaan yang mendalam.***"Saya solat 5 waktu Alhamdulillah cukup,tapi saya banyak buat dosa.Saya nak berubah, tapi susah. Ustaz tolong beri tips untuk saya."Luahan itu ditulis atas kertas kecil oleh Ahmad Seth Yusuf sebaik sahaja Ustaz Syafi'e membuka sesi soal jawab setelah selesai talaqi kitab di surau sekolahnya.
8 91 - In Serial6 Chapters
Unbeknownst Tragedy [Classroom of the Elite]
[The White Room] She shall die. He shall not react. Why? Because he is unbeknownst to such Tragedy. [Classroom of the Elite]
8 161

