《Bloodthirsty (END)》CHAPTER 17 -DEBT-
Advertisement
Hari Selasa 4 April, Pukul 09.05 di parkiran universitas...........
"Lyx! Mending loe duluan aja deh ke sentral suara."kata Jie keluar dari mobilnya tak terkecuali bagi Felyx.
"Eh! Loh...kok Cuma aku aja to?"tanya Felyx penasaran.
"Ada urusan dadakan Elyx. Gak usah khawatir kalek. Aku nih laki-laki."balas Jie berlari berbeda arah dengan Felyx.
"Gue sih emang gak peduli amat sama loe. Tapi cepet nyusul gue ya, penting!!"ucap Felyx lalu berlari naik tangga ke atas menuju universitasnya.
"Gampang deh! Nanti gue nyusul secepat kilat."jawab Jie nyantai banget padahal lagi suasana tegang.
Di kantin universitas........
Niat mau beli makanan sama ngasih tahu ke ibunya tapi malah bikin kezel.
"Eh...mas ngapain lari-lari kayak dikejar hantu aja."kata seorang wanita tua pada Jie. Tapi gak tua amat sih.
"Hehehe......namanya anak muda bu... harus semangat dong! Oh ya bu, saya mborong semua makanan instannya ya?"
"Lho...apa gak kebanyakkan itu mas? Tapi sih ada untungnya buat saya sih. Hehehe...."ucap ibu tersebut yang ternyata penjaga kantin di universitasnya.
"Hehehe...tapi utang dulu ya bu? Kan sama anak ganteng kan gak apa-apa bu. Nanti bonnya saya ganti di akhirat deh bu."
"Lho kok di akhirat to..?"
"Karena situasi gak menentu bu. Lagian mending ibu ihklasin aja semua jajan buat saya semua. Karena gak bakal ada yang mau beli makanan lagi disini bu."ucap Jie yang terlihat mulai serius.
"Lho...emang makanan disini pada gak enak apa?"tanya ibu kantin penasaran.
"Bukan itu bu. Sekarang denger baik-baik ya bu, ini serius. Ibu mending sekarang pulang ke rumah kunci semua pintu dan mesti punya persediaan makanan deh bu. Dan jangan deket-deket sama orang yang kelakuannya aneh deh bu, apalagi yang terluka dengan darah banyak di tubuhnya. Kalau ibu liat, langsung kabur aja bu jangan di deketin."tutur Jie menjelaskan dengan cara bodohnya agar ibu mengerti. Karena pasalnya, mana ada ibu kantin yang tahu soal virus-virus kayak gitu.
Advertisement
"Lho bukannya harus ditolonginnya?"
"Sekali jangan ya jangan bu. Ibu masih mau hidup gak?"
"Ya masih mau lah mas....kayak besok mau kiamat aja."
"Serius bu. Soalnya mereka dah treinfeksi sama virus bu."kata Jie semakin serius.
"Virus tuh apa mas? Kayak gimana bentuknya? Oh.....Virus influenza ya mas? Apa ada virus baru lainnya ya mas?"tanya sang ibu yang makin kacau aja pertanyaannya.
"Hadeh....ibu satu ini susah amat ya yang jelasin."batin Jie, "Bukan itu bu, maksut saya virus yang akan merubah seseorang menjadi......menjadi......menjadi apa ya.....halah kayak gak waras lah bu. Mana susah yang jelasin."
"Maksutnya gimana ya mas?"
"Halah...!!! Masa dari tadi gak ngerti sih bu! Makin jengkel aja! Dah ah aku mau mborong semuanya. Terus jangan lupa habis ini langsung pulang aja! Jangan lewat rumah sakit Seaince. Dah dulu ya bu. Saya ngebon dulu, tapi kalo bisa ihklasin aja bu soalnya gak bakal bisa bayarnya."ucap Jiie agak kesal dan beranjak lari meninggalkan kantin menuju sentral suara.
"Ooo....jadi harus pulang sekarang ya..."ucap ibu ber-o lalu beranjak menutup kantin dan segera pulang.
"Ooo....jadi gitu ceritanya."ucap Keen.
"Loe pinter juga ya. Dalam situai darurat seperti ini masih bisa berfikir 2 langkah ke depan. Kalo kayak gini mah gue bisa kenyang. Tapi gak apa nih loe ngebon?"
"Santai aja dong Lixhs. Lagian ini juga rejeki anak sholeh. Makan aja....lagian ibunya ihklas kok."jawab Jie.
"Jadi loe niatnya pengin ke kantin ya?"
"Ya iyalah....soalnya gue mikir nanti gue makan siang pake apa? Gue harus bersyukur nih dikaruniai otak berlian kayak gini."kata Jie menyanjung dirinya sendiri. Merasa hebat.
"Tapi ngeselin banget sih ngomong sama ibu kantin. Greget! Rasanya pengin tak potong-potong tuh."kesal Jie mengingat kejadian tadi.
"Kalo gitu kita bagi makanannya buat besok dan seterusnya. Dan setelah makan kita siap-siap, ok?!"ucap Alixhs membagi jatah makanan.
Advertisement
"Hm...."balas Felyx biasa.
"Kayaknya bakal seru nih!"ucap Jie berasa gak sabaran menunggu moment menegangkan, yang paling dianya ketakutan sendiri.
"Eh! Ngomong-ngomong pacar loe gimana tuh Keen?"tanya Alixhs sambil mengunyah makanannya.
"Jangan berharap yang macem-macem dong! Tapi sih dah gx ada harapan."ucap Keen.
"Lho juga yang ngomong serem banget. Masa sama pacar sendiri diomong gitu, apa gak kasian loe sama dia?"
"Emang kenyataan gitu kok."jawab Keen santai.
"Tapi, ngomong-ngomong Elyx keren banget ya bisa buat virus kayak gitu."ucap Alixhs keceplosan. Padahal itu kalimat dilarang.
"Kamu tuh Lixhs, kalo ngomong tuh dipikir dulu deh. Lagian Felyx juga gak tahu tuh virus dari mana."ucap Keen sambil menatap Felyx yang tetap diam mendengar ucapan Alixhs.
Seketika ruangan hening.......
"Dah istirahat dulu aja. Dah jam setengah 4 nih. Setengah jam lagi berangkat nih! Jangan lupa siap-siap ya."ucap Yun Jie memecah keheningan.
"Hm............
Advertisement
- In Serial155 Chapters
How to get lost: a wanderers guide
Most people have a really hard time getting lost. They wander the same old haunts for years, never looking over that next hill. Luckily, I have never once known where I am! So come my intrepid friends, sit at my fire that I might teach you the wonders of wander. (Cover courtesy of Not_A_Hat, writer of overgrowth)
8 136 - In Serial13 Chapters
Goblin Artist
Cover Art by the talented SocS (https://www.royalroad.com/profile/84137) Even if I grow in strength and somehow avoid dying during a hunt or some moronic tribal war, how long can I really expect to live? Twenty years? Ten? Is this my fate? To struggle to survive every day, only to die after a dozen odd years? Rhys awakes to find himself trapped in the body of a young goblin. In his previous life he was a successful artist, but now he faces a strange new world reduced to the most pitiful of dungeon dwelling monsters and with no survival skills to aid him. His only hope comes from a single sentence he hears during the advancement ceremony: “Some attributes exceed the limits of the current race.” Now his goal isn’t just to survive. He will push through the boundaries of his species to evolve further. The path ahead is long and arduous. Especially for a young goblin trapped in a small dungeon of a dying town. In order to succeed, he will have to forge bonds with those around him and rise to the challenges waiting for him. But will stepping further into the path of a monster really bring him closer to regaining his lost humanity?
8 127 - In Serial35 Chapters
Dawn of the Gods
[participant in the Royal Road Writathon challenge] Dean was a newb to dive gear, but it didn't matter. He was playing in a party with his three best friends, all experienced players in dive games, and he'd figure it out as they went along. Eventually, he'd get good enough that they could beat the game. He just didn't expect the only way out was to beat the game. Or a rogue update that disabled the pain suppression settings, make it harder to level up, and reset his character stats every time he respawned. With an unstoppable Orc invasion led by a Shadow Wraith bearing down on their spawn point, they're only hope of survival is founding a new city, building a new spawn point, and defending it from the Orcs. All as a level one character. **************************************************************************************** As a note, I'm starting to edit earlier chapters, so some chapters will have a [Revised] tag attached, indicating that they're an edited version.
8 117 - In Serial28 Chapters
instagram | mark lee
in which a girl gets noticed by an idol on instagram
8 91 - In Serial21 Chapters
Humor
This is a book of jokes for us teenagers, if you don't like it don't read it! :) THANKS!
8 241 - In Serial5 Chapters
Loverboy || Nishimura Riki
‹‹𝘖𝘩 𝘨𝘰𝘥.›› 𝘠𝘶𝘯𝘫𝘪𝘯 𝘳𝘰𝘭𝘭𝘴 𝘩𝘦𝘳 𝘦𝘺𝘦𝘴. 𝘠𝘰𝘶 𝘴𝘵𝘢𝘳𝘦 𝘢𝘵 𝘩𝘦𝘳, 𝘤𝘰𝘯𝘧𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘣𝘦𝘧𝘰𝘳𝘦 𝘢 𝘴𝘵𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘪𝘳 𝘰𝘧 𝘢𝘳𝘮𝘴 𝘸𝘳𝘢𝘱𝘴 𝘢𝘳𝘰𝘶𝘯𝘥 𝘺𝘰𝘶 𝘧𝘳𝘰𝘮 𝘣𝘦𝘩𝘪𝘯𝘥.‹‹𝘛𝘩𝘦𝘳𝘦'𝘴 𝘮𝘺 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘶𝘳𝘪𝘵𝘦 𝘨𝘪𝘳𝘭.›› 𝘠𝘰𝘶 𝘴𝘩𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘸𝘩𝘦𝘯 𝘕𝘪-𝘒𝘪'𝘴 𝘩𝘰𝘵 𝘣𝘳𝘦𝘢𝘵𝘩 𝘵𝘪𝘤𝘬𝘭𝘦𝘴 𝘰𝘯 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘯𝘦𝘤𝘬. 𝘠𝘰𝘶 𝘣𝘪𝘵𝘦 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘭𝘪𝘱, 𝘯𝘰𝘵 𝘸𝘢𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘰 𝘢𝘤𝘬𝘯𝘰𝘸𝘭𝘦𝘥𝘨𝘦 𝘵𝘩𝘦 𝘩𝘦𝘢𝘵 𝘳𝘪𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘰 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘤𝘩𝘦𝘦𝘬𝘴. ‹‹𝘔𝘪𝘯𝘥 𝘪𝘧 𝘐 𝘴𝘵𝘦𝘢𝘭 𝘩𝘦𝘳 𝘢𝘸𝘢𝘺, 𝘠𝘶𝘯𝘫𝘪𝘯?››^sneakpeek^Highest ranks in#2 enhypenff#10 riki#1 nishimura#4 enhypenfanfiction#1 enhypenrikiWhen the captain of the basketball team joins the art club.Warning: you might die of cuteness, cuz ni-ki is adorablefluff, a lil angst, high school romance, young love, sickening sweetness- Happy Ending!- Mention of some Enhypen members (they play basketball)- Y/n Y/l/n- Art club- Science club: chemistry- Basketball- Ni-Ki is whipped- Ni-Ki is the captain of a basketball teamSlightly inspired by High School Musical 3, but without the musical part (just some scenes + basketball if you count it)
8 113

