《Soul In Seoul》#Part 20 (Romantic Couple)
Advertisement
'SOUL IN SEOUL'Author Author
Beberapa hari kemudian, di kelas 3-1 SMA Meongso telah tampak keseriusan siswa-siswi memperhatikan setiap penjelasan dari gurunya. Saat itu Guru Nam yang mengajar pelajaran kimia dengan semangat memberikan penjelasan di depan kelas. Pelajaran kimia memang tidak selalu diajarkan di laboratorium dan sesekali pengajarannya di kelas serta riset-riset keluar gedung yayasan. Tak jarang siswa-siswi diberikan tugas untuk meneliti tentang zat kimia apa saja yang ada disekitar rumah mereka, mengolahnya dan melakukan berbagai eksperimen didalamnya.
"Choi Moo Gak,.. Yong Ri Sa,.. setelah pelajaran ini selesai, kita bicara sebentar." Pinta Guru Nam yang berdiri dibalik meja guru.
Mendengar itu, Yong Ri Sa yang sedari tadi menundukkan kepalanya menghadap buku yang ada di mejanya langsung mengangkat kepala dan menganggukkan kepala tanda mengiyakan. Begitu pula dengan Choi Moo Gak yang sedari tadi menyalin tulisan yang ada di papan tulis, langsung mengalihkan perhatiannya.
Setelah pelajaran usai, Yong Ri Sa dan Choi Moo Gak langsung keluar mengikuti Guru Nam. Masih tak jauh dari ruang kelas 3-1, Yong Ri Sa pun bertanya sambil masih berjalan disamping Guru Nam. "Seonsaengnim, apa yang ingin anda bahas dengan kami? Kenapa hanya kami berdua?"
"Karena peringkat kalian. Banyak yang ingin saya bahas. Tentang lomba ilmiah, beasiswa perguruan tinggi dan masih banyak lagi. Salah satunya, termasuk kebiasaanmu yang tidak pernah mengikuti pelajaran kimia jika waktunya di lab." Jawab Guru Nam singkat dan terlihat menahan kemarahannya. Memang bukan tanpa alasan Guru Nam marah. Setiap kali jadwal di laboratorium, Yong Ri Sa selalu membolos dan bahkan sama sekali tak pernah menginjakkan kaki di laboratorium.
Mendengar itu, Yong Ri Sa langsung diam dan mengikuti langkah kaki Choi Moo Gak dan Guru Nam. Ia terus berjalan disamping mereka hingga mereka sampai di laboratorium kimia. Tiba-tiba kaki Ri Sa terhenti saat akan memasuki pintu. Tangannya mendadak gemetar dan keringat dingin pun sempat keluar dari keningnya. Ingatan tentang air keras yang disiramkan ke wajahnya saat berada di laboratorium masih melekat kuat dan menjadi trauma mendalam dalam dirinya.
"Kamu kenapa?" tanya Choi Moo Gak ketika melihat keanehan pada diri Yong Ri Sa.
"Joesonghamnida,.. saya harus pergi." Ucapnya diikuti langkah cepat ke balkon di lantai yang sama dan saat itu sedang tak ada orang di tempat itu.
Ketakutan, kesakitan, kepedihan dan rasa panas pada wajahnya tiba-tiba muncul kembali. Trauma itu otomatis mensugestikan pada dirinya untuk merasakan kembali pada detik-detik dia harus kehilangan wajah aslinya. Dia terduduk lemah di sudut pagar, gemetar ketakutan dan terus menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "ahhh,..!" desahnya berulang kali ketika ia seperti kembali merasakan kesakitan itu.
"Kamu kenapa?" tanya Choi Moo Gak baru sampai di balkon.
"Ka! Biarkan aku sendiri." Ucapnya yang masih gemetar dan berusaha mengatur nafasnya.
"Ri Sa-ya,.. gwaenchanh-a?" tanya Guru Nam.
Gemetar tangan, airmata dan keringat dingin telah menjawab pertanyaan Guru Nam tersebut. Saat itu Yong Ri Sa memang sedang tidak baik-baik saja. Trauma masa lalu yang tak diketahui orang lain kecuali kakaknya itu terus menghantui fikirannya. Ia terus gemetar ketakutan dan tanpa sadar menggenggam tangan Choi Moo Gak dengan sangat erat.
Disaat Yong Ri Sa sudah bisa lebih tenang, mereka pun membantunya ke UKS agar bisa istirahat.
"Kenapa Ri Sa seperti ini? Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Yong Ri An yang baru datang menjenguk adiknya di ruang UKS SMA Meongso. Saat itu Yong Ri Sa sudah tidur lelap.
"Aku juga masih bingung kenapa dia seperti ini. Dia memang selalu menghindari lab, tapi selama ini dia tak pernah menghindari zat kimia. Bukankah ini aneh?"
"Jadi dia tadi dipaksa datang ke lab?" Tanyanya datar dengan terus menatap lekat adiknya yang tengah berbaring.
"Ani (tidak). Tadi Guru Nam ingin mengajak kami berbicara, tapi tidak bilang jika bicaranya di lab. Jadi kami hanya mengikuti langkah kaki Guru Nam tanpa tau tempat mana yang akan jadi tempat berbincangan kami." Jelasnya.
Advertisement
"Ternyata trauma itu masih menghantuinya. Sampai kapan akan terus seperti ini?" gumam Yong Ri An yang ternyata masih bisa didengar oleh Choi Moo Gak.
"Trauma? Trauma apa?" tanyanya penasaran.
Yong Ri An diam sejenak sebelum menjawab, "Ada kejadian-kejadian yang membuat dia trauma untuk memasuki lab, bukan sesuatu yang ada didalamnya, tapi ruangannya lah yang membuat dia ketakutan. Dan fakta inilah yang membuat dia terlihat lemah terlepas dari semua keunggulan yang dia miliki."
"Kejadian-kejadian? Apa tidak hanya satu tragedi yang terjadi di lab sehingga membuatnya trauma?"
"Lebih tepatnya seperti itu. Aku harap kamu mengerti kenapa dia menyembunyikan traumanya ini dari kalian semua. Dan aku minta jangan paksa dia untuk datang ke lab lagi. Yahhh,.. meskipun itu kedengarannya mustahil, karena pada dasarnya banyak pelajaran yang mengharuskannya datang ke lab apalagi ini adalah SMA Meongso."
"Mungkin aku tidak bisa janji, tapi aku akan berusaha membuat dia tidak harus masuk ke lab untuk mengikuti pelajarannya."
Yong Ri An tersenyum tipis setelah mendengarnya.
Di sore hari dan masih di hari yang sama di White House tepatnya di Golden Room, Yong Ri Sa baru selesai membersihkan badannya. Dengan masih menggunakan baju handuk putih dan sesekali menggosok-gosokkan rambutnya yang basah dengan handuk putih, ia keluar dari kamar mandi di kamarnya. Baru sekali melangkahkan kakinya, ia sudah melihat Kang Jung Tae dengan santainya duduk bersandar dan menselonjorkan kakinya di ranjang Ri Sa. Wajah Ri Sa langsung berubah masam.
"Bagaimana kamu bisa masuk ke kamarku? Aku yakin pintunya sudah aku kunci tadi." Sedikit jengkel.
Kang Jung tae langsung mendongakkan kepalanya dan mengarahkannya ke Ri Sa namun masih di posisi yang sama. "Ternyata ingatanmu tak sebagus itu. Jika tidak bisa masuk lewat pintu, masih ada jendela yang bisa digunakan. Bukankah balkon kamar kita jaraknya tidak begitu jauh?" ucapnya.
"Balkon? Aisshhh benar juga. Apa mungkin malam itu dia juga lewat balkon? Tapi kan saat itu dia sedang mabuk, mana mungkin dia ingat ada balkon disitu dan mana mungkin bisa fokus jika mau lompat. Bisa aja dia malah jatuh dan mati dengan ketinggian seperti ini. Apalagi ini adalah lantai 3." Ucapnya dalam hati.
"Hei,.. malah ngelamun!" tegur Kang Jung Tae.
"Kamu ngapain disini? Apa kamu ingin tidur disini lagi?"
"Sepertinya ide bagus. Terutama jika kamu mau menemani dan bukannya malah meninggalkanku seperti malam itu."
"Hya! Michyeoss-eo? (hei! kamu gila?)." Ri Sa benar jengkel dengan kata-kata yang keluar dari mulut Kang Jung Tae. "Cam! (tunggu!) soal malam itu, apa kamu ingat sesuatu? Saat mabuk apa yang terjadi padamu dan apa yang kamu lakukan? Apa kamu ingat?" selidik Ri Sa.
"Memangnya apa yang harus kuingat? Apa ada hal yang penting?" jawabnya ringan.
Yong Ri Sa melipat tangannya diperut. "Bagaimana jika kamu membuat masalah saat itu? Apa kamu tidak akan bertanggungjawab?"
"Kenapa aku harus tanggung jawab? Memangnya apa yang telah kulakukan?"
Yong Ri Sa langsung mengerutkan dahinya dan membatin, "Apa dia benar-benar tidak mengingat kejadian malam itu? Apapun yang dia katakan dan apapun yang dia lakukan, apa semudah itu dia melupakannya? Yahhh emang sih saat itu dia mabuk dan kemungkinan besar dia akan lupa. Baguslah jika dia memang tidak ingat telah lancang menciumku. Jadi kami berdua tak perlu merasa canggung."
"Kudengar tadi kamu benar-benar gemetar ketakutan, ternyata kamu sudah baik-baik saja sekarang." Ucap Kang Jung Tae diikuti menurunkan kakinya dari ranjang Ri Sa.
"Apa kamu mengkhawatirkanku?" menahan tawa.
"Ani. (tidak). Untuk apa aku menghabiskan waktuku untuk sesuatu yang tak penting." Kilahnya sambil langsung berdiri dan ancang-ancang akan pergi.
"Aisshhh,.. sesuatu yang tak penting? Bahkan mabuk-mabukan, berbuat onar saja masih kamu lakukan. Bilang saja kamu khawatir. Itu lebih bagus kan, jadi kita seperti sudah benar-benar seperti keluarga."
Advertisement
"Jangan terlalu berharap!" salah tingkah.
Yong Ri Sa justru langsung tak bisa menahan tawa lagi. "Tak ada salahnya kan untuk saling memberi perhatian dan saling khawatir. Kita kan sudah jadi keluarga." Canda Yong Ri Sa dengan ekspresi cerianya yang sudah sangat jarang ia tunjukkan pada orang-orang.
"Terserah deh kamu mau nganggapnya gimana." "Ahh,.. aku hampir lupa. Apa kamu akan datang ke ulang tahun Choi Moo Gak? Kamu kan nggak punya pasangan, sedangkan tema ulang tahunnya adalah romantic couple. Nggak mungkin kan kamu akan jadi orang ketiganya sahabatmu."
Yong Ri Sa terdiam sejenak. "Mungkin aku tidak akan datang." Singkatnya.
"wae? (kenapa?) apa kamu tidak diundang? Apa mereka benar-benar telah membuangmu?"
"Ani. Tadi kan kamu juga sudah mengatakannya. Untuk apa aku datang jika tak ada pasangan? Emangnya aku mau jadi obat nyamuk?"
"Ckckckck,.. sungguh malangnya nasibmu. Apa kamu tidak datang dengan Yong Ri An saja?" tak lama kemudian Jung Tae langsung menarik kembali ucapannya, "Ah ya,.. dia kan sudah ada pasangan. Terus dia tega pergi meninggalkan adik kesayangannya?"
"Tak usah menjelekkan Oppa didepanku." Sebal.
Kerlap-kerlip lampu hias tertata rapi dan indah di salah satu aula Cessa Hotel malam itu. Puluhan pasangan muda mudi bergandengan tangan memasuki ruangan berukuran 35x40 meter tersebut. Tak ketinggalan, sebuah kue ulang tahun bertingkat 3 dengan lilin berangka 19 diatasnya telah duduk megah di sebuah panggung ukuran sedang di depan aula. Ya, ini adalah perayaan ulang tahun Choi Moo Gak yang ke-19. Di hari spesialnya itu, ia mengenakan setelan kemeja, jas, celana, sepatu dan dasi kupu-kupu serba warna putih. Begitu pula yang menjadi pasangannya saat itu yang tak lain adalah calon tunangannya, Yoon Yeom Mi yang mengenakan dress selutut warna putih dengan hiasan permata warna perak. Sepanjang waktu itu Choi Moo Gak terlihat tidak benar-benar merasa bahagia. Matanya terus berkeliling ke seluruh penjuru ruangan berharap menangkap seseorang yang sangat ia tunggu. Dalam fikirannya, tak mungkin kan orang itu tidak datang meski sudah diundang? Apa dia akan melewatkan begitu saja acara ini walaupun tempatnya berada di gedung yang sama dengan tempat ia bekerja?
"Saengil Chukae,.. (Selamat ulang tahun,..)" seru Heo Yoon Woo yang baru datang bersama Yong Ri An pada Choi Moo Gak yang masih berdiri tak jauh dari pintu masuk bersama Yoon Yeom Mi.
"Gumawo,.. (Terima kasih)" balas Choi Moo Gak. "Ah,.. kalian hanya datang berdua? Apa dia tidak datang?" tanyanya.
"Maksud kamu Yong Ri Sa?" tanya Yong Ri An.
Choi Moo Gak hanya tersenyum tanda mengiyakan pertanyaan itu.
"Mungkin dia lebih mementingkan kerjaannya dari pada acara ini. Kalau dia mau kan, harusnya dia bisa langsung turun dan gabung disini." Celetuk Heo Yoon Woo.
"Tadi sih dia sudah siap-siap akan berangkat pas aku akan jemput Heo Yoon Woo. Ku kira dia udah sampai duluan." Ujar Yong Ri An.
"Dia datang sendirian?" tanya Yoon Yeom Mi.
Yong Ri An menggelengkan kepalanya.
"Terus siapa pasangannya?" tanya Yoon Yeom Mi lagi.
Belum sempat Yong Ri An menjawab, Choi Moo Gak yang melihat ke arah pintu masuk menangkap pemandangan yang membuatnya langsung mengernyitkan dahinya dan menggumam tak percaya, "Kang Jung Tae? Jadi pasangan Yong Ri Sa adalah Kang Jung Tae. Apa mereka sudah benar-benar akur?"
Heo Yoon Woo langsung menoleh ke belakang sebentar dan kembali ke posisinya awalnya.
"Happy Birthday Sunbae,.." ucap Yong Ri Sa yang saat itu memakai dress selutut tanpa lengan warna biru langit.
"Ku kira kamu tak akan datang." Ujar Choi Moo Gak.
"Nggak mungkin lah dia nggak datang. Dia kan sudah punya pasangan. Iya kan?" Kata Kang Jung Tae diikuti merangkul bahu Yong Ri Sa yang langsung mengernyitkan dahinya karena terkejut.
"Tapi ini romantic couple,.. bagaimana bisa sepupu jadi pasangan? Dimana letak romantisnya?" Choi Moo Gak merasa gerah melihat Kang Jung Tae merangkul Yong Ri Sa.
"Apa salahnya dengan itu? Yang penting kan datang memenuhi undangan. Nggak masalah kan datangnya dengan siapa?" celetuk Yong Ri Sa yang berusaha menutupi perasaan yang sudah lama ia redam demi sahabatnya.
"Ah,.. mungkin kamu lupa ya? Meskipun statusnya sepupu, tapi kami tidak ada ikatan darah yang sama, latar belakang berbeda dan satu lagi, kami memiliki marga yang berbeda. Jadi tak ada masalah kan jika suatu saat nanti kami akan menikah?" imbuh Kang Jung Tae yang langsung membuat Yong Ri Sa menoleh kearahnya.
"Sepertinya kalian sudah tak waras." Choi Moo Gak terlihat cukup emosi atas kecemburuannya melihat kedekatan Yong Ri Sa dan Kang Jung Tae. Ia pun langsung pergi dari gerombolan Yong Ri Sa, Yong Ri An, Kang Jung Tae, Heo Yoon Woo dan Yoon Yeom Mi.
Tak lama kemudian adalah waktu inti dari acara perayaan ulang tahun itu yakni peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun. Semua tamu berkumpul mendekat ke panggung. Nyanyian selamat ulang tahun pun tak lupa menggema di ruangan itu sebelum Choi Moo Gak meniup lilin berangka 19 itu. Setelah itu tiba waktunya pemotongan kue. Potongan pertama ia berikan kepada ibunya dan potongan kedua ia berikan kepada ayahnya. Sedangkan potongan ketiga, ia sempat ragu akan memberikannya pada siapa. Dengan piring kecil yang sudah berisi potongan kue ditangannya, ia sempat memandang Yong Ri Sa yang berdiri bersama tamu-tamu lain didepannya. Dalam hatinya ia sangat ingin memberikan potongan itu padanya. Ketika Yong Ri Sa menyadari pandangan Choi Moo Gak tertuju padanya, ia langsung menggerakkan mulutnya seperti mengatakan, "Berikan ke Yoon Yeom Mi." Tanpa mengeluarkan suara dengan senyum yang seperti dipaksakan. Dan ternyata yang menyadari arah pandangan Choi Moo Gak tidak hanya Yong Ri Sa. Keluarga Choi dan keluarga Yoon juga menyadari tatapan nanar itu.
Dengan ketidaknyamanan hatinya, Choi Moo Gak pun memberikan potongan kue ketiga pada Yoon Yeom Mi yang saat itu memang berdiri tak jauh disampingnya. Yong Ri Sa langsung menundukkan kepalanya sejenak menahan rasa sakit dalam dadanya yang kembali muncul kala melihat momen tersebut.
Setelah acara inti, langsung masuk ke acara temanya yakni dansa dengan diiringi lagu-lagu slow romantis. Para tamu undangan berdansa ria bersama pasangannya masing-masing. Di tengah-tengah ada yang sempat saling tukar pasangan. Tak terkecuali Yong Ri Sa, Kang Jung Tae, Yong Ri An, Heo Yoon Woo, Choi Moo Gak dan Yoon Yeom Mi. Mereka saling bergantian bertukar pasangan dengan tetap berdansa bersama. Saat tangan Yong Ri Sa terlepas dari Kang Jung Tae lagi, Choi Moo Gak langsung meraihnya dan otomatis Yong Ri Sa berpasangan dengan Choi Moo Gak dan Kang Jung Tae berpasangan dengan Yoon Yeom Mi. Rasa canggung dan kaku tampak jelas di wajah mereka berdua, terutama wajah Yong Ri Sa. Mereka semua menggerakkan badannya sesuai ritme musik yang diputar saat itu. Semakin lama semakin slow dan romantis. Namun, ditengah-tengah keromantisan itu tiba-tiba listrik padam dan membuat semua orang berhenti menari namun tetap berdiri di posisi sebelumnya.
Dalam kegelapan itu Yong Ri Sa menyebar pandangan ke sekelilingnya. "Ada apa ini? Tidak biasanya listrik padam di Cessa Hotel. Sepertinya aku harus ikut memeriksanya." Gumamnya dengan merenggangkan tangannya yang ada di genggaman Choi Moo Gak dan ancang-ancang akan beranjak dari hadapan pasangan dansanya saat itu.
Saat menyadari tangan Yong Ri Sa merenggang, Choi Moo Gak justru mengeratkan kembali genggaman itu dan menarik Yong Ri Sa sehingga jarak mereka justru semakin dekat. Dengan cekatan tangan Choi Moo Gak yang tidak menggenggam tangan Yong Ri Sa pun langsung beralih menarik leher Yong Ri Sa dan menempelkan bibirnya ke bibir Yong Ri Sa. Bibirnya bergerak perlahan dan sesekali menghisapnya dengan lembut meski Yong Ri Sa sempat sedikit memberontak. Adegan itu tidak berlangsung terlalu lama, sebab mereka sadar sedang berada di tengah-tengah banyak orang.
Yoon Yeom Mi menyuguhkan tatapan kecewa pada mereka berdua yang membuat Yong Ri Sa merasa tidak enak hati pada sahabatnya itu.
"Apa mungkin Yeom Mi melihat yang dilakukan Sunbae padaku tadi? Bagaimana ini?" Dumel Batin Yong Ri Sa.
>> Part 21
Advertisement
- In Serial459 Chapters
Reincarnated As a Fox With System
Reincarnated as a fox by mistake, Tang Li Xue got a system that can help her evolve and reach Deity hood as her compensation. In the vast immortal world full of powerful cultivators, demonic beasts, and mysterious spirits, how could Tang Li Xue survive as a fox?There’s no other way, Tang Li Xue must continue to level up, to evolve, to regain her human form, and to become an overpowered fox deity that stands above all!Let’s join Tang Li Xue on her journey to break pass all dangers and become stronger step by step!
8 3412 - In Serial73 Chapters
Cyber Samurai - A Cyberpunk LitRPG
What would you do if you woke up in a cyberpunk world? With no recollection of the past, Damien suddenly finds himself in a futuristic city filled with high-tech cyberware, flying cars, and sci-fi katanas. But how did he get here? A new virtual reality system that wiped out his memories? An elaborate dream? Who knows? And honestly, who cares? It’s not every day that you get to join a ragtag group of outcasts and live out your fantasies in a cyberpunk setting. From evading corrupt law enforcement, to bounty hunting, to taking part in gang wars; there’s always something to do in the city of Neopolis. Not to mention the fame and fortune that comes with being a cyber samurai. With so much to do in such a crazy world, where should one set their sights to? For Damien, the answer is simple. He’s gonna take over the entire city, and he’s gonna have a damn good time doing it.
8 209 - In Serial21 Chapters
The Lost Ones
Warning: Blood, Lots of killing and death, foul language and dark twisted humorDrake awakens not knowing who or what he is. Confused and lost he meets another, a girl in the same boat as him. Neither know how they got there or what has happened to them But they quickly realize they have tails and a strength they somehow know surpasses anything a human can do. As they experience the things they somehow know about, yet had never experienced, they learn just how their world really works.
8 228 - In Serial14 Chapters
Apocalypse? Paradise.
It's was a little cloudy on that spring morning. The day the world ended and the apocalypse started for humanity causing 80% of the population to turn into bloodthirsty deranged husks of their former selves, preying upon the remaining fifth of the population trying to survive. As for those different from the society at large? Who don't fit in with the societal rules? Who we called monsters even before the apocalypse? The broken creatures who wore human masks even before the day the world ended, now crawling out from the darkest dephts of the society to unveil themselves. Did they too witness the end of the world, or the creation of paradise? Cover from pixabay. https://pixabay.com/photo-2935144/
8 136 - In Serial60 Chapters
The Girl Who Saw Tomorrow » Harry Potter
❝I solemnly swear that I am up to no good...❞Margaret Adelaide Xenakis had a pretty normal life until the age of 14. And then she got struck by lightning.As if nature's unnecessary assault was not enough, it leaves her with 'voodoo stuff' instead - powers of telekinesis, telepathy, teleportation, and whatnot.Now at 16, trying to deal with the loss of her twin brother while suppressing her destructive powers, the struggling teen has much on her platter already. When she gets struck by lightning once again and wakes up in an unfamiliar place surrounded by way too many redheads, a bushy-haired girl and a bespectacled boy with a lightning-shaped scar on his forehead... Let's just say Margaret's life might've gotten weirder than she could have ever imagined.Reading the Harry Potter books had been just a hobby. But suddenly, Margaret is burdened with the weight of knowing the future. She has to not only weave her way through the Wizarding World and fight in a war she had believed was fictional, but also save everyone who did not deserve to die in the crossfire.Talk about tough luck.~Warning: probably contains plot boo-boos like the someinclusion of movie storyline :)This is NOT an OC X Harry Potter story.All Rights Reserved © April Rayne🎖️ Reader's Choice Fanfic Winner → THE PASSION AWARDS🎖️ Best Blurb (First Place) → THE SIREN AWARDS🥇1ST PLACE → THE PAPER AWARDS🥇1ST PLACE → THE VINTAGE AWARDS🥇1ST PLACE → THE ORCA AWARDS🥇1ST PLACE → THE THRONE AWARDS🥈2ND PLACE → THE AURORA AWARDS🥈2ND PLACE → WINGS OF IGNIS AWARDS🥈2ND PLACE → THE VIZARD AWARDS🥈2ND PLACE → TRICOLOUR TRIENNIAL AWARDS🥉3RD PLACE → THE ROCKSTAR AWARDS🥉3RD PLACE → THE TRAVEL AWARDS🥉3RD PLACE → BOOKS GOT TALENT🥉3RD PLACE → THE SIREN AWARDS
8 238 - In Serial22 Chapters
The Demon and The Avenger (Sasuke Love Story)
I am loved but hated. I am kind yet blood thirtsy. I'm sweet but poisionous I am your deepest and most darkest fear. I am many things but what I am...is a demon. But the question is... can a demon ever fall in love?
8 169

