《[✓] Mate || Park Jihoon》Chapter 37.
Advertisement
Jihan POV
Hari ini adalah hari kelulusan untuk semua mahasiswa dan mahasiswi di kampus Fakultas Seoul National University, hari dimana semua orang berhasil mewujudkan mimpi mereka untuk menjadi sarjana muda yang akan menjadi seseorang yang sukses di masa depan.
Saat kaki ku melangkah masuk ke dalam koridor kampus dengan toga yang ku pegang dan baju tunik yang menjadi impian semua anak kampus aku bisa melihat senyum bahagia merekah di wajah mereka semua, tidak pernah aku berpikir bahwa empat tahun lamanya sudah berlalu dimana masa-masa pahit sudah aku lewati semuanya di kampus ini.
Kuliah di kampus seperti ini adalah impian semua orang, mengejar cita-cita mereka untuk menjadi orang yang sukses di masa depan, banyak perjuangan yang telah dilalui oleh kami sebagai mahasiswa maupun mahasiswa di kampus, susah maupun sedih sudah banyak kami rasakan, rasa sakit karena perjuangan pun sudah kami lewati bersama dan itu semua demi masa depan yang cerah yang sudah menunggu kami.
Entah kenapa kaki ku membawa aku untuk berkeliling kampus mengamati seluruh gedung yang sudah seperti rumah kedua untukku menuntut ilmu di sini, koridor yang sepi karena semua anak kampus sedang berada di lapangan menunggu jam mulai membuat aku betah berjalan-jalan sendirian di koridor, kalo kalian bertanya dimana jihoon jawabannya dia menyuruhku untuk berangkat dulu ke kampus karena ada hal yang harus dia lakukan terlebih dahulu di rumah.
"Park Jihan!."
Aku menolehkan wajahku kebelakang saat mendengar suara yang familiar di telingaku.
"Yujin! Sooyoung!." Ucapku melihat mereka yang begitu cantik memakai baju yang sama dengan ku.
Mereka berjalan mendekati ku, aku bisa melihat wajah bahagia mereka dari senyuman di bibir mereka.
"Ah aku senang sekali karena kita lulus bersama tahun ini." Ucap Sooyoung.
"Aku juga senang karena di kelulusan tahun ini, akhirnya aku dikasih kesempatan untuk berbuat baik dan menjadi teman kalian berdua." Ucap Yujin.
"Aku juga." Ucapku tersenyum lebar.
"Pengumuman untuk semua mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Seoul National University mohon berkumpul di lapangan karena acara kelulusan akan segera di mulai."
"Oke, ayok kita ke lapangan."
"Let's go." Ucapku dan yujin, Sooyoung merangkul pundak kami berdua dan berjalan menuju lapangan.
Saat di lapangan semua anak kampus yang lulus tahun ini pun berdiri berbaris rapi, aku bingung harus mengekspresikan seperti apa dibalik sisi aku sangat senang tapi dibalik sisi lagi aku sedih karena tahun begitu cepat berlalunya.
*Foto para mahasiswa-mahasiswi berkumpul*
Saat aku sedang menatap ke depan tidak sengaja mataku menoleh ke samping dimana ada jihoon yang berdiri selisih tiga baris dari ku, bisa dibilang ia sangat tampan memakai baju itu aku tersenyum saat pandangan mata kami bertemu, aku tidak menyangka jika pria yang dulunya menyebalkan yang slalu menggangguku kini menjadi suami sah ku bahkan kami lulus bersama tahun ini.
Saat acara kelulusan selesai aku sangat bahagia, benar-benar bahagia karena aku mendapatkan predikat sebagai salah satu mahasiswi dengan nilai terbaik tahun ini, saat acara selesai kami berfoto-foto dengan keluarga masing-masing, ya mama dan papa datang di acara kelulusan ku dan jihoon mereka memberikan ucapan selamat untuk kami berdua.
Advertisement
"Akhirnya anak kita jadi sarjana juga pa, selamat ya untuk kalian berdua." Ucap mama Jihan.
"Iyah ma, papa masih tidak nyangka kalo Jihan sudah sebesar ini, papa bangga sama kamu sayang, papa juga bangga sama kamu jihoon." Ucap papa.
"Terimakasih pa! Ma!." Ucap kami berdua.
"Congtrast buat kalian berdua ya, kalian sudah membuktikannya sama kami, kalo kalian bisa melakukan yang terbaik." Ucap Papa Hyunsik.
"Mama bangga sama kalian, tapi ingat ini bukan akhirnya, kalian harus menghadapi masa depan yang sudah menunggu kalian." Ucap mama Shoji.
"Pasti dong ma." Ucap Jihoon.
"Oh ya, Jihan kamu kan sudah lulus lalu langkah selanjutnya kamu mau kerja di kantor jihoon atau tidak?!."
"Aku mau di rumah aja pa, ngurus rumah dan ngurusin bayi besar ini juga." Ucapku yang mengundang gelak tawa mereka, tidak untuk jihoon pria itu memasang wajah sebalnya karena aku memanggilnya bayi besar.
"Ya sudah kalo gitu, jihoon sesuai janji papa sama kamu kalo sudah lulus kamu boleh pegang perusahaan papa yang satunya lagi, jadi mulai besok kamu sudah boleh pegang perusahaan papa yang sudah menjadi nama kamu sekarang."
"Baiklah, Jihoon janji akan menjaga amanah papa baik-baik, dan akan menjalani perusahaan papa dengan sebaik-baiknya."
"Papa percaya sama kamu jihoon."
Di sela-sela obrolan kami, aku melihat teman-teman kami yang berdiri di depan sana dengan melambaikan tangannya kearah kami.
"Ma! Pa! Aku sama jihoon mau ke teman-teman dulu ya."
"Iyah sayang, buatlah kenang-kenangan sebanyak mungkin karena nanti kamu akan merindukan masa-masa bersama mereka." Ucap Mama Jihan.
"Baik ma, ayok ji." Ucapku.
Saat aku dan jihoon sudah berada diantara sungchan, Sooyoung, mashiho dan yujin, kami terus mengukir senyum bahagia di hari kelulusan ini.
"Congtrast untuk kalian semua, akhirnya kita lulus bersama tahun ini." Ucap mashiho.
"Congtrast juga buat kamu Shiho, kita sudah melakukan yang terbaik tahun ini." Ucap Jihoon.
"Yaps, dan aku bakalan kangen Dimana kamu selalu mentraktirku makan di kantin." Ucap mashiho.
"Aish, kamu kan akan selalu bertemu denganku nanti di kantor, oh ya sungchan setelah ini kamu mau kemana?!."
"Entahlah, mungkin aku akan mencari pekerjaan atau menjual lukisan ku ke pameran seni."
"Kalo gitu bagaimana kamu kerja di kantor ku saja jadi sekretaris kedua, kebetulan papa menempati janjinya untuk memberikan perusahaan nya ke aku, bagaimana kamu mau?!."
"Terima saja sungchan, kapan lagi kamu akan di traktir oleh jihoon." Ucap Mashiho.
"Haha baiklah, aku mau."
"Nah gitu dong." Ucap jihoon tersenyum lebar merangkul pundak sungchan.
"Ayo angkat toga kalian masing-masing momen ini harus di abadikan." Ucap Yujin.
"Sekali lagi!." Teriak mashiho.
"Yaa! Mashiho, cepat kasihan itu yang pegang kameranya pegal." Sarkas Jihoon.
"Aku tidak kebagian tempat!." Ucap Mashiho.
"Yaa! Mashiho kau foto dari balik semak-semak itu saja." Ledek Sungchan.
"Aish, kau pikir aku sejenis jihoon yang suka bersembunyi dibalik semak-semak." Ucap Mashiho, jihoon memutar bola matanya malas saat lagi-lagi namanya dibawa-bawa.
Advertisement
"Hitungan ketiga teriak kimchi, oke."
"Satu! Dua! Tiga!."
"KIMCHI!!."
CEKREK!!
Kami mengabadikan banyak foto bersama saat ini, Ya, hari ini adalah hari bahagia untuk kami berenam, bukan hanya kami si tapi semua anak kampus yang lulus tahun ini, Dan ini lah waktu yang kami tunggu-tunggu dimana melempar toga dengan teriak lulus adalah sebuah sejarah yang begitu di nanti-nanti.
"1!2!3!."
"LULUS!!."
Hari membahagiakan untuk kami semua saat melihat ribuan toga terbang melayang ke atas bersamaan lalu jatuh bersamaan dan itu semua akan abadi teringat di memori ku.
Saat acara selesai, aku dan jihoon berjalan ke taman kampus menikmati waktu sebelum kami pulang ke rumah.
"Selamat untuk kelulusan kamu." Ucap Jihoon.
"Selamat juga untuk kelulusan kamu, aku senang karena kita bisa lulus bersama." Ucap Jihan.
"Aku juga." Ucap jihoon tersenyum manis.
"Aku punya sesuatu buat kamu."
"Sesuatu?! Apa?!."
Saat Jihoon mengeluarkan sebuah kalung dari balik saku celananya aku benar-benar kaget karena kalung ini adalah kalung yang aku inginkan saat aku dan jihoon pergi ke mall sebulan lalu, aku tidak pernah memintanya untuk membelikan kalung dengan harga tiga puluh juta ini.
"Kalung ini kan, kamu beli?!."
"Iyah, kebetulan papa memberikan aku uang yang menjadi gaji aku akhir-akhir ini, lalu aku berpikir selama ini menikah aku tidak pernah memberikan apapun ke kamu, jadi saat aku lihat kamu tertarik sama kalung ini, aku diam-diam membelikan kalung ini untuk kamu, kamu menyukainya?!."
"Aku sangat suka, terimakasih jihoon." Ucapku memeluk tubuhnya itu.
"Sama-sama." Ucapnya tersenyum manis.
Aku melepaskan pelukanku lalu menatap wajah jihoon, aku tau kenapa wajah jihoon terlihat bahagia tapi matanya seperti sedang memendam sesuatu yang membuat tatapan matanya sendu.
"Kalo kamu bisa kasih aku hadiah, aku juga punya sesuatu untuk kamu."
"Apa?!."
"Tutup mata kamu, dan ulurkan tangan kamu." Aku tersenyum saat melihat jihoon menuruti apa yang aku ucapkan, saat itu juga aku mengeluarkan benda kecil dan panjang ke telapak tangannya.
"Buka mata kamu."
Aku bisa melihat matanya terbuka dan terfokus pada benda yang berada di tangannya, saat dia melihat benda itu senyum lebar merekah di bibirnya ia langsung menatap wajah ku.
"Happy birthday papa, dari jihoon kecil yang masih ada di perut mamanya." Ucapku mengelus perutku yang sudah sedikit menonjol karena sudah memasuki satu bulan, benda yang aku berikan itu adalah sebuah testpack yang aku coba sebulan lalu untuk ngecek apakah aku hamil atau tidak.
Ya, dua bulan lalu saat aku mual-mual memang hasilnya belum kelihatan jika aku hamil, namun, berjalan sebulan aku terkejut saat testpack menunjukkan dua garis merah yang berarti aku sedang hamil.
"Kamu hamil Jihan?! Serius?! Kamu hamil?! Argh makasih tuhan, makasih sayang." Ucap jihoon bahagia yang langsung memeluk tubuhku.
"Maaf aku baru kasih tau kamu, tadi nya aku mau langsung kasih tau kamu tapi aku pikir-pikir ulang tahun kamu tepat saat kita lulus jadi sekalian aja aku kasih hadiah untuk kamu." Ucapku.
"Tidak masalah, tidak apa-apa, aku benar-benar sangat bahagia sekarang di hari kelulusan sekaligus ulangtahun aku, kamu kasih hadiah yang luar biasa untukku, terimakasih."
"Sama-sama." Ucapku kembali memeluk tubuhnya.
Aku bisa melihat jihoon berjongkok tepat di dekat perut ku, ia mengelus perut ku dengan penuh kasih sayang.
"Hai anak papa, terimakasih sudah hadir di dalam perut mama kamu, tumbuh yang baik ya sayang sehat terus didalam sana, jaga mama kamu, papa dan mama akan selalu bersama kamu dan menunggu kamu lahir di dunia ini, papa sayang kamu."
Aku mengelus rambut hitamnya saat dia mencium perutku, ia pun berdiri dan menatapku lalu mencium keningku.
"Cie yang mau jadi papa." Kami menoleh ke samping dimana di sana ada teman-teman dan keluarga kami
"Selamat ulangtahun bro dan selamat akhirnya bentar lagi jadi papa." Ucap Mashiho.
"Thanks Shiho." Ucap jihoon.
"Akhirnya kami punya ponakan juga nanti, happy birthday juga untuk bos jihoon." Ucap sungchan.
"Selamat ya jihoon! Jihan! Kayaknya tanpa traktiran kurang seru." Sindir Yujin.
"Aku setuju!." Ucap Sooyoung.
"Iyah Iyah, pulang dari sini kita makan siang bersama dan aku yang akan traktir." Ucap Jihoon.
"Jihoon, kamu sudah mau jadi papa jadi jaga Jihan dan calon anak kalian itu baik-baik." Ucap papa Hyungsik.
"Mama setuju, jaga istri kamu, turutin semua ngidamnya." Ucap mama Shoji.
"Iyah Ma! Pa! Jihoon tau kok, jihoon pasti bakalan jagain Jihan dan anak kami."
"Jihan selamat ya sayang, di jaga anak pertama kalian, jangan kecapean dan jangan makan yang sembarangan, minum susu untuk ibu hamil, dan ikuti apapun yang jihoon ucapkan untuk kebaikan kamu." Ucap mama.
"Papa tidak bisa mengatakan apapun selain papa bahagia karena akhirnya akan gendong cucu, tapi tetap kamu harus berhati-hati karena sekarang di dalam rahim kamu ada anak kalian berdua, dan untuk kamu jihoon papa percayakan Jihan sama kamu, dan selamat ulang tahun juga boy."
"Terimakasih papa! Mama!." Ucap mereka berdua.
"Ya sudah kalo gitu, karena aku lagi bahagia jadi ayok kita pergi makan siang aku yang traktir." Ucap jihoon.
"LET'S GO!." Percayalah itu teriakan mashiho dan sungchan yang paling keras.
Ya, dan hari ini aku tandai sebagai hari bersejarah yang sangat penting dalam hidupku, kelulusan, ulang tahun jihoon dan kehamilan ku, hari yang sangat penting dalam hidupku maupun jihoon dan aku sangat berterimakasih atas apa yang telah aku lewati selama ini yang menumbuhkan seribu kebahagiaan untukku.
Advertisement
- In Serial58 Chapters
Craftsman System In My Hero Academia (COMPLETED!)
An avid fan of My Hero Academia was killed by a bored goddess and was being forced to reincarnate into his favorite anime. But he wasn't going in there without any help whatsoever! He is given the Craftsman System to aid him in his journey in this new but familiar land. Come and read along as Antoine builds his way to the top while also being the biggest asshole he can!
8 264 - In Serial56 Chapters
Hell Pawn
A man finds himself in unknown place with lost memories of few past days. Although it could be a trouble for others, this guy doesn't give a [censor].Wait! What are you doing? Are you trying to die?As we find the reason MC wants to end his life, he finds the reason why he can't. Being almost immortal shall he live good or bad?And shall he forgive those, who made him live this way?
8 120 - In Serial7 Chapters
LIlith's Firstborn
The legend says that the Forbidden Fruit made the first two humans – Adam and Eve – intelligent, but what if it was the other way around? What if the Forbidden Fruit took most of their humility, their intelligence, their kindness, etc. away and turn them into the discriminating, angry, and hateful humans that they are? What if the only way to turn back into their former selves was to lead a good life on Earth to cleanse their souls? The legend also says that Lilith was a demoness who fled from Heaven and was granted mercy when she showed humility and proved that her soul was still worthy of saving despite all her wrongdoings. What if, after centuries of sinning, Lilith finally found her way back to kindness? What if God forgave Lilith for her crimes? What if she gave birth to a baby after she had repented? And what if that baby is the only human soul in existence that isn’t tainted by the Forbidden Fruit or her past sins? Tallitanya of Lilith inherited her mother’s immortality and grew up at a rate much slower than an average human so she had witnessed the rise and fall of empires even though she is physically and mentally 21 years old. She was born on Earth, but she moved to Heaven when she was physically 5 years old and didn’t return until she was 18 years old. She was tasked, by God himself, to guard over the Forbidden Tree which had since been replanted on an isolated island on Earth. She loves that job, and she loves that she was given direct instructions instead of having to figure out what God’s so-called ‘mysterious plans’ for her was. Centuries went by. Tallitanya is 21 years old when the Final Judgement is nigh. As an immortal who has yet to have a real affiliation with Heaven or Hell, Tallitanya has received a personal invitation from the Antichrist who wishes to recruit Tallitanya. Heaven also sends its angel – Michael – to inform Tallitanya that as a human, her soul would also be judged by God. She was ordered to leave her post as the Forbidden Tree’s guardian so that she could get to know the other humans before she makes an actual decision about who she wants to align herself with. The second she steps out of the island, it disappears. Turns out, her message from God was faked, and so was her mission. The devil had tricked her, and as the guardian of the Forbidden Tree, she must recover the tree and the island, or humanity will perish within the year.
8 136 - In Serial8 Chapters
Bunker: Post Apocalypse Fantasy Base Building
I was sentenced to ten years as a lab rat for the crimes of deviant behavior and wrong think. My time passed in the blink of an eye, and the world changed. The archaeologies lay ruins, the polis are gone, monsters and madmen roam the streets, and the remnants of magically enhanced thermonuclear war strive to survive just one day longer. Where do I fit in with all this? Well, there's no government to incarcerate me for building a bunker this time.
8 75 - In Serial33 Chapters
Am I really though? (Sanderssides HumanAU)
Remus, the fun health teacher. He doesn't give two fucks about anything the kids do in his class, or his attitude towards certain topics and the kids love him. One day one of the new kids throws him off...and he decides it's enough of that. (Roman is the drama teacher, Patton is the Principal, and Logan the English teacher) ****⚠️TW⚠️****Kidnapping/Torture/Forcing someone to throw up/SelfharmThe sides ages in this book: Remus- 28Roman- 28Patton- 28Logan- 28Janus- 16Virgil- 16❗️this has not been edited and there are a lot of plot holes in this series so if yah notice something feel free to comment about it so I can possibly fix when I finally go about doing so! It's a mess of a series so just good luck❗️
8 110 - In Serial19 Chapters
airplane// mashikyu ff
"why can't I travel to Korea in peace?" 'An Airplane ticket for a tangled journey to find the author of his favorite book suddenly became a disaster.' Highest ranking ; #1 in Mashikyu #2 in Airplane A Yg Treasure Box Fanfic Started: 1/22/19 Ended: 2/7/19 Boy X Boy Mashiho X Junkyu
8 167

