《[✓] Mate || Park Jihoon》Chapter 10.
Advertisement
Malam harinya Jihan yang dijemput oleh jihoon untuk ke kampus kini mobil jihoon sudah sampai di halaman depan kampus.
"Jihan, aku tunggu di sini kalo ada apa-apa hubungin aku secepatnya, mengerti." Ucap jihoon.
Jihan mengangguk,"Iyah, yasudah aku masuk dulu ya."
Mendapatkan anggukan kepala dari jihoon, kemudian Jihan pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam koridor kampus, memang si kampus kalo sudah malam terasa lebih menyeramkan dibandingkan saat langit cerah, bahkan, mahasiswa dan mahasiswi yang kuliah malam tidak sebanyak saat pagi maupun siang.
Jihan berjalan di koridor sendirian untungnya jadwal hari ini hanya satu pelajaran saja, andai Sooyoung juga dapat jadwal kuliah malam pasti dia sudah bersama Sooyoung saat ini.
"Aish, kenapa tiba-tiba mau buang air kecil seperti ini, tidak bisa apa menunggu saat jam pulang nya saja!." Sarkas jihan, tak bisa menahan lagi Jihan pun pergi menuju toilet wanita.
Saat Jihan berjalan di koridor yang berbeda bulu kuduknya tiba-tiba berdiri sendiri karena melihat seluruh tempat sepi, sunyi dan juga gelap cahaya di koridor menuju toilet memang minim itu pun hanya dibantu oleh cahaya lampu yang berdiri di ruang-ruang kelas.
"Kok jadi serem begini si, apa aku tahan aja ya, mana merinding begini."
Jihan berhenti melangkah tepat dua puluh langkah lagi menuju toilet, jihan menelan Saliva nya kasar saat buluk kuduk nya terus berdiri.
"Konon katanya, kalo malam hari kampus kita ini bakalan jadi tempat uji nyali, itu sebabnya jangan pernah pergi ke kamar mandi sendirian."
"Memangnya ada apa?! Hantu?! Masih aja percaya dengan yang namanya hantu, Sooyoung dengar ya hantu itu tidak ada."
"Hantu itu ada Jihan, aku pernah dengar beberapa cerita dari mahasiswi yang dapat jadwal kuliah malam, mereka karena saking kebelet nya mau buang air kecil pergi ke toilet wanita, dan saat mereka lagi cuci tangan di wastafel mereka lihat sosok wanita berbaju putih dengan noda darah di bajunya, rambut nya hitam panjang lalu bola matanya hilang satu sedang berdiri di belakang mereka, yang lebih menyeramkan nya lagi kaki nya tidak menapak di lantai melainkan ngambang di udara, ih serem."
Jihan yang mengingat saat Sooyoung menceritakan kepada dirinya tentang cerita horor di kampus ini mendadak mengeluarkan keringat dingin, ia sebenarnya tidak percaya dengan yang namanya hantu tapi kenapa sepertinya ia berubah pikiran saat melihat Koridor kampus menjadi menakutkan seperti ini.
"Apa yang diceritakan Sooyoung benar ya, ada hantu di toilet tapi masa iya hantu itu ada, bukannya hantu itu cuman mitos."
Dengan keberanian yang Jihan punya, ia berniat untuk menepis jauh-jauh rasa takut itu, Jihan kembali berjalan mendekati pintu toilet dengan keberanian yang dia miliki saat ini.
"Tidak apa-apa Jihan, tidak ada yang harus kamu takuti." Ucap Jihan menyemangati dirinya sendiri.
Advertisement
Tap!
Tap!
Jihan terdiam saat mendengar suara langkah kaki, ia menelan Saliva nya kasar lagi-lagi buku kuduknya berdiri sendiri, Jihan memberanikan diri untuk melihat kebelakang saat ia melihat kebelakang tidak ada siapapun dibelakangnya.
"Jangan ganggu please, aku cuman mau buang air kecil aja kok." Ucap Jihan dengan nada gemetarnya.
Jihan kembali melangkahkan kakinya mendekati pintu toilet wanita, saat sudah di depan pintu belum juga membukanya Jihan dibuat takut saat mendengar suara keran menyalah dari dalam.
"Apa di dalam ada orang?! Tapi dipikir-pikir aku sudah berdiri di dekat sini Udah sepuluh menit tapi tidak ada siapapun yang keluar dari toilet."
BRURURUGG!
BRURURUGG!
Jihan terkejut mendengar suara pintu yang di pukul keras dari dalam, dengan nafas memburunya Jihan berjalan mundur dari depan pintu toilet wanita, ia menelan Saliva nya kasar dengan tatapan waspada ke pintu toilet.
KRETEK!
"Argh!!." Jihan berlari dengan teriak keras saat mendengar suara yang entah dari mana yang membuatnya Takut.
Jihan menutup telinganya lalu berlari pergi dari koridor sampai akhirnya..
BRUKKK!!
"Huaa jangan ganggu aku, aku mohon jangan ganggu aku please, aku cuman mau ke toilet aja Bukan mau ganggu kamu mbak hantu." Ucap Jihan dengan tangan menutupi wajahnya.
"Jihan! Yaa! Park Jihan, kamu ini kenapa?! Aku jihoon bukan hantu."
Jihan yang mendengar suara jihoon langsung menatap kearah jihoon, benar saja dia jihoon bukan hantu.
"Jihoon, tadi di toilet suara, pintu di dobrak, huaa serem banget." Ucap jihan.
"Yaa! Bicara pelan-pelan, ada apa?! Kenapa kamu lari-larian seperti tadi, di toilet ada apa memangnya?!."
"Tadi aku mau ke toilet tapi pas sampai di koridor gelap banget terus aku ingat ceritanya Sooyoung kalo di toilet itu ada hantu, tapi aku tidak percaya melainkan tetap berjalan kearah toilet, pas aku mau sampai di depan pintu aku dengar suara langkah kaki tapi tidak ada siapa-siapa, terus pas aku mau masuk ke dalam ada suara keran air menyalah setelah itu suara pintu di dobrak dari dalam makanya aku takut terus lari."
"Mana ada yang namanya hantu, itu cuman mitos doang Jihan."
"Awalnya aku mikir begitu, tapi tadi aku dengar sendiri kok, aku beneran mendengarnya, jihoon."
Jihoon tertawa kecil lalu menganggukkan kepalanya.
"Kalo begitu ayo kita buktikan."
"Bu-buktikan?! Maksud kamu kita ke toilet lihat sendiri gitu?!."
"Iyah, kata kamu dengar suara aneh kan jadi lebih baik kita periksa sendiri saja, kalo kamu tidak mau ikut ya sudah aku saja yang pergi."
Jihan menahan lengan kekar jihoon yang hendak pergi meninggalkan sendiri.
"Aku ikut." Ucap Jihan dengan wajah imutnya.
Jihoon mengangguk sambil tersenyum, Jihan memegang lengan kekar jihoon saat rasa takut itu masih ada, saat mereka sudah sampai di depan pintu toilet suara keran air masih menyalah yang membuat jihoon menatap kearah Jihan.
Advertisement
"Tuh kan masih nyala kamu dengar sendiri, aku tidak berbohong, jihoon." Ucap Jihan.
Belum selesai dengan kebingungannya jihoon dibuat kaget saat mendengar suara keras seperti dobrakan Pintu di dalam kamar mandi.
"Jihoon kita pergi aja yuk, kalo hantunya marah gimana, ayok pergi aja." Ucap Jihan.
"Aku penasaran sebenarnya siapa malam-malam seperti ini berada di toilet dan membuat suara berisik seperti ini." Ucap jihoon.
"Kamu mau ngapain?!." Tanya jihan saat jihoon hendak membuka pintu toilet.
"Aku mau lihat siapa yang ada di dalam, kalo kamu takut berdiri di belakangku saja." Ucap Jihoon.
Jihoon yang tidak memiliki rasa takut sama sekali itu pun mulai membuka pintu toilet wanita sedangkan Jihan sudah menutupi matanya dengan tangan ia tidak ingin melihat wajah hantu itu yang katanya menyeramkan.
Saat jihoon sudah membuka pintu toilet, ia membuang nafas beratnya.
"Paman Lee." Ketus Jihoon.
"Ha?! Paman?! Bukannya kata Sooyoung hantu nya wanita kok Jihoon panggilnya paman." Batin Jihan.
"Yaa! Jihan buka matamu." Ucap Jihoon.
"Tidak mau, aku tidak mau melihat wajah menyeramkan hantu itu."
"Lihat dulu baru kau akan tau dia hantu atau bukan." Ucap jihoon.
Jihan pun membuka matanya dan menatap ke dalam pintu toilet yang sudah terbuka lebar, ia mengerutkan keningnya saat melihat petugas kebersihan berada di dalam toilet.
"Lho, paman Lee?! Sedang apa di sini?! Mana hantunya."
"Hantu apa maksudmu, disini mana ada hantu." Ucap paman Lee.
"Ta-tapi tadi aku dengar suara, tunggu sebentar apa itu semua ulah paman?!."
"Tadi saya ditugaskan untuk membetulkan pintu toilet ini karena rusak, dan kebetulan ember di toilet pada kosong makanya saya isikan, dan untuk suara keras tadi itu saya lagi pakai palu ini untuk mengencangkan paku nya, maaf jika kamu ketakutan seperti itu."
"Astaga paman, aku pikir benar kalo ada hantu." Ucap Jihan mengerucutkan bibirnya.
"Sudah kubilang tidak ada yang namanya hantu, tidak percaya." Ucap Jihoon.
"Ya kan aku tidak tahu kalo ternyata paman Lee ada di dalam toilet." Ketus Jihan, lalu tatapannya beralih kepada paman Lee,"Lalu suara yang aku dengar di luar itu apa ya?! Suara langkah kaki."
"Oh, itu pasti teman nya paman yang lagi patroli membantu paman malam ini, baru saja dia keluar mau ambil minum, maaf sekali lagi jika kamu ketakutan seperti itu."
"Tidak paman, tidak apa-apa aku yang seharusnya minta maaf karena telah berpikir kalo memang benar ada hantu di toilet."
"Tidak apa-apa."
"Yasudah, sana katanya mau buang air kecil." Ucap Jihoon.
"Paman, kamar mandi nya tidak rusak semua kan." Tanya jihoon.
"Tidak kok, hanya pintu yang ini saja yang rusak."
"Aku tunggu di sini." Ucap Jihoon, Jihan menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Lima menit kemudian Jihan keluar dari toilet dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan lalu bergegas keluar dari toilet.
"Sudah?! Ayok pulang." Ucap jihoon.
"Kok pulang, aku ada kelas malam ini." Ucap Jihan.
"Dosen mengundur waktu pertemuan karena kendala sesuatu, apa kau tidak melihat handphone?! Di grub kelas diberitahukan, makanya aku masuk kedalam mencari kamu."
"Huft, tau gitu buat apa aku datang ke kampus, tapi terimakasih sudah membantuku tadi."
"Tidak masalah, sudah menjadi tugasku untuk melindungi kamu." Ucap Jihoon mengelus rambut Jihan.
"Oh ya Jihan, sepertinya besok aku akan menjemputmu agak siangan, karena mashiho memintaku untuk menjemputnya di bandara dia baru saja kembali dari Jepang."
"Tidak apa-apa, lagian jadwal foto prewedding nya juga sore kan."
"Iyah, yasudah ayok pulang."
Mereka berdua berjalan keluar dari koridor kampus menuju mobil untuk menghantarkan jihan pulang kerumahnya.
*****
"Yujin, kau sudah bertemu dengan pria idaman mu itu?!."
"Sudah dong ma, mama tau tidak?! Aku senang banget karena akhirnya bisa bertemu dengannya lagi."
Yujin berjalan kearah sofa dan duduk di samping mamanya.
"Tapi kamu yakin, dia juga menyukai kamu, yujin?! Bagaimana kalo tidak."
"Ih mama kok bilangnya begitu si, mama tuh harusnya dukung aku dong." Ucap yujin mengerucutkan bibirnya.
"Haha baiklah, mama akan selalu mendukung kamu sayang, kalo memang pria itu cocok untuk kamu dekati saja terus, mama yakin kok pria itu tidak mungkin tidak tertarik dengan anak gadis cantik mama satu ini." Ucap mama tersenyum manis mengelus rambut panjang yujin.
"Pasti dong ma, lagi juga anak-anak kampus selalu mendukung aku supaya dekat dengan jihoon, jadi aku yakin aku bisa mendapatkan jihoon."
"Mama percaya kok, kamu itu berhak mendapatkan apapun yang kamu mau." Ucap mama.
"Oh ya, dimana papa?!." Tanya yujin.
"Di sini sayang." Papa yang baru saja keluar dari kamarnya berjalan duduk di samping yujin.
"Kenapa?! Sepertinya wajah anak papa senang sekali hari ini?! Ada apa?!." Tanya Papa.
"Biasa pa, urusan anak remaja." Ucap mama.
"Oh, papa ngerti sekarang, kamu pasti lagi berbunga-bunga sekarang, jadi bagaimana?! Kamu mau kenalin papa dengan pria idaman kamu itu."
"Kalo soal itu nanti saja ya aku kenalin ke mama dan papa, untuk saat ini biarkan aku yang mendekati nya dulu."
"Baiklah, papa akan menunggu sampai kamu mau mengenali pria itu ke kami." Ucap papa mengelus rambut yujin yang sedang memeluk tubuh papanya itu.
Advertisement
- In Serial131 Chapters
Ebony Chitin - Eclipse
Richard Adams is something of a talented alchemist. One of the few magical professions that have anything to do with some kind of science. Everything was going swimmingly, until the 'cold night' incident happened. With it being determined as his fault, that such a thing happened. He was promptly exiled until he could return to Eclipse with a new 'discovery' for his field. What he didn't expect; was that he'd run into a strange humanoid monster that could seemingly heal any life threatening wound in a matter of seconds. Certainly this would be what he needs to become a master alchemist. The first step on a multi series journey. Please excuse the earliest chapters and their poor grammer. Ebony Chitin follows Richard Adams, and Mimi on their Journey to understand each other and the world around them. Due the the exploratory nature of such a claim, it will cover many different topics. This was my first attempt at actually writing a story, and because of that I will not edit it. I'd suggest reading the second part as it comes out as most of the things within this book will be recapped. Though if it becomes popular I hope it might inspire some of you readers to write your own stories. Cover Art by Rose Dragon
8 140 - In Serial90 Chapters
The Complex
When Nick and his family find themselves in a strange complex filled with shadows, he’s given an opportunity. While the hellish complex is filled with nightmarish horrors, it also offers adventure for those courageous enough to explore it’s halls. Never one to think too hard about the consequences of his rash choices, Nick dives head first into a world of shadows, subterfuge and skullduggery. With his trusty hands and questionable wit, Nick looks to forge his own path through the darkness.---------------------------------------Upload Schedule is Mon, Tues, Weds, and Thurs. Or at least that's what I aim for!
8 105 - In Serial16 Chapters
Beast Master, The Makings of a Monster Master.
A young man tries to find family in a video game-like world. After, earth is invaded by monsters, all while trying to overcome his social anxiety. This is a fanfiction within takes place in Completionist Chronicles by Dakota Krout. This Story takes place begins around Books 3-4. I'm not affiliated with Mountaindale Press in any way, nor I will gain no monetary profit from this work. Any and all rights and credits are reserved for and deserved by its original creators. Please go support or check out the wonderful people there.
8 99 - In Serial30 Chapters
Trolls world tour A Trollex Story
King trollex as the main focus of the story while he goes through the journey of saving his music with the help of new friends This is a trolls World tour fanfic that I wrote in my spare time to take the characters and put them in a plot that I'd personally like to see. This plot may not be for everyone so if you don't care for it please don't be a hater and simply exit from the story.
8 208 - In Serial23 Chapters
♡︎Scarier than Monday♡︎ Richie Tozier x reader
What happened when Trashmouth fall in love with Beverly's cousin __________________________________________Richie Toriez x fem!readerThis grammar suck, sorry
8 346 - In Serial11 Chapters
httyd 1 x reader
Y/n Carefree L/n the Third. That's you.A royal and a great warrior. And you are about to fall in love with those devious creatures.. Those crazy terrifying dragons. Read on to see just how crazy your life can get.I created this because apparently I don't have enough fanfics to work on.
8 70

