《Timeless [ Kaisoo GS] ✔️》#12
Advertisement
Even when darkness came while walking on this far path
We held hands and were always together
Do Kyungsoo - Crying out
Entah apa karna keberuntungan atau refleknya dan si sopir mobil itu begitu tajam yang jelas dia selamat.
" nona! apa kau gila?! bagaimana jika aku menabrakmu! kau tidak lihat lampunya masih merah! aku tidak mau tanggung jawab urus saja luka mu sendiri!!" seru pria paruh baya itu sebelum akhirnya kembali melajukan mobilnya meninggalkan Kyungsoo yang tengah di kerumuni orang-orang.
Tidak ada luka yang berarti, hanya lacet di siku dan pinggulnya yang terasa sakit karna terbentur badan jalan. Gadis itu langsung menoleh, mencari orang yang berkemungkinan besar mendorongnya dan dia hanya melihat seorang gadis yang tengah menutupi wajahnya sebatas hidung menggunakan tudung jaketnya dan menyeringai sebelum beranjak pergi dari balik kerumunan.
" Soo~ya gwaenchana? mana yang sakit katakan padaku eoh?" ujar Jong-in yang tiba-tiba muncul dengan wajah panik dia bahkan meneliti setiap jengkal tubuh Kyungsoo yang membuatnya mencengkram tangan Jong-in.
" Gwaenchana. . ." ujar Kyungsoo sambil berusaha mengulas senyum. tapi tidak dengan Jong-in, pria itu langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya pergi dari jalan. Kyungsoo bahkan masih bisa merasakan tangan pria itu yang gemetaran.
"Aku baik-baik saja Jong-in~a. . . kau tak perlu. . "
"aku perlu Soo~ya. . . " potong Jong-in dengan mata yang menatap tajam kearah depan menuju mobilnya.
"karna aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika kau terluka "
***
Kris menyentak jas yang ia kenakan setelah turun dari mobil menatap tajam beberapa orang sudah berjejer menyambutnya dan seperti biasa, sekretarisnya, Ong Seongwoo berada di belakangnya. Dia tampak tidak menyukai tempat dimana dia berdiri sekarang, rumah besar yang menghancurkan keluarganya, tidak bukan rumah itu, tapi orang yang ada didalamnya yang menyerupai iblis. Pria itu bahkan tidak berniat untuk menyapa beberapa orang yang mungkin sengaja di pasang untuk melindungi rumah itu.
Pria itu terus berjalan mengikuti pengawal yang mengarahkannya hingga sampai di hadapan pria paruh baya yang tengah duduk dengan angkuhnya, membuat siapapun enggan mendekat atau mungkin menyapanya.
" kau datang juga, duduklah" ujar pria itu sambil meletakkan gelas yang ia pegang dan mengulas senyum yang sama sekali tidak indahkan oleh Kris, pria itu hanya membungkuk lalu duduk di hadapan pria itu, menatap dengan dingin pria paruh baya di depannya.
"Kapan kau datang ke Korea"
" kurasa anda tidak perlu berbasa-basi tuan, karna jelas anda tahu kapan saya mendarat disini"
" bagaimana dengan istrimu, kudengar . . ."
" sejak kapan kau peduli? Bahkan putramu meninggal di tangan putrimu sendiri saja kau bungkam." potong Kris yang terdengar sangat dingin, entah mengapa dia tidak suka dengan pria dihadapannya yang dulu sempat ia panggil ayah menanyakan kehidupannya. Tidak setelah kematian Sehun yang jelas merupakan putra kandungnya.
" ambil alih lah perusahaan karna aku sudah tua." ujar pria itu sambil mengangkat cangkir teh yang ada diatas meja lalu mengesapnya perlahan. Kris tidak menyadari bahwa tangan pria pruh baya didepannya gemetaran.
" Sudah kukatakan aku tidak butuh hartamu dan jika itu yang kau inginkan lebih baik saya pu. . "
" Yeon hee" potong pria itu tepat saat Kris berdiri untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Pria tua itu meletakan sebuah amplop cokelat yang cukup tebal diatas meja yang membuat Kris menyeringit bingung dengan maksud pria tua itu.
" bacalah maka kau akan menemukan dimana Yeon hee" ujar pria itu lagi sambil meletakan cangkir itu diatas meja, bahkan senyum pria itu sedikit membuat Kris sakit. Terlalu lembut untuk ukuran tuan Oh yang terkenal dingin.
Dia memang menyadari bahwa pria dihadapannya ini sangat berbeda dari terakhir kali dia melihatnya, dia terlalu kurus dari sebelumnya bahkan dia bisa melihat sebuah plester luka kecil di punggung tangannya yang sangat jelas menujukan bahwa pria itu tidak baik-baik saja, terlebih senyum yang sama sekali tidak lepas dari wajahnya, sangat berbeda dari sosok pria tua yang ada diingatannya.
Advertisement
Kris melonggarkan dasi yang melingkar erat di lehernya lalu duduk kembali dikursi yang sama dan langsung mengambil berkas yang ada diatas meja. Wajahnya memperlihatkan bagaimana isi dokumen yang ada ditangannya yang bahkan tanpa dia sadari dia sudah merepas ujung dokumen yang dia pegang.
" dan satu permintaanku," celetuk pria itu yang membuat kris mengangkat kepalanya untuk menatap pria dihadapannya
" tangkap putriku itu hidup atau mati"
" putrimu? lucu sekali, kau yang membuatnya tumbuh seperti monster sekarang kau berniat menyuruhku membunuhnya? " ujar Kris sinis sambil menyerahkan dokumen itu pada Seongwoo
" Ya. kau benar, setelah itu kau boleh membunuhku dan sebelum itu, tanda tangan ini " pria tua itu bahkan sama sekali tidak menyangkalnya yang membuat Kris makin kesal, bahkan sangat jelas terdengar gemeletuk gigi pria itu.
" Sebenarnya apa yang kau inginkan"
" Manfaatkan saja pria tua ini selagi dia masih hidup dan yah hartaku ini sebagai kopensasi agar aku bisa melihat anak dan istrimu" ujar pria tua itu tanpa ragu bahkan hampir bisa di bilang terlihat sangat bahagia dengan ucapan yang baru saja dia katakan yang membuat Kris tidak tahan hingga dia langsung bangkit dari kursinya dan berjalan kearah pintu.
Pria paruh baya itu hanya menghela nafas sambil menyandarkan punggungnya ke punggung sofa menghilangkan ketegangan di bahunya. yah. . .dia hanya pria tua yang kesepian dan meratapi kebodohannya.
" namanya Tao, Hwang Zi Tao" ujar Kris yang sama sekali tidak berniat membalik tubuhnya untuk sekedar menatap pria tua itu yang terlihat sangat bahagia mendengar apa yang Kris ucapakan.
" aku akan meminta istriku untuk mengunjungimu nanti dan lagi. . ."
" Jangan seperti itu lagi, karna kau tidak terlihat seperti dirimu, Abeoji" lanjut pria itu sebelum kahirnya menghilang dari balik pintu itu.
***
" Tunggu Zhang seongsaengnim, bagaimana bisa. . ."
" tidak adil jika kau berada di bangsalku Do Kyungsoo~sii." potong Yixing yang membuat Kyungsoo akhirnya bungkam, karna memang yang dikatakan Yixing semuanya benar. Sangat tidak adil jika dia di bangsal penyakit kejiwaan sedangkan residen lain berada di bangsal yang bisa di bilang untuk tidur saja sulit.
Yixing menghela nafas lalu menepuk bahu Kyungsoo yang membuat gadis itu mengangkat kepalanya .
" Aku tahu kau ingin belajar lebih banyak di bangsal ini, hanya saja kau juga harus tahu rasanya sebagai dokter karna kau dokter Kyungsoo~ya dan akupun tahu UGD bukan tempat yang mudah untuk residen, bahkan aku sekalipun, tapi setidaknya kau bisa belajar dari sana." ujar Yixing berusaha memberikan pengertian pada gadis dihadapannya.
Memang alasannya memindahkan Kyungsoo ke UGD memiliki alibi yang kuat_untungnya memiliki alibi yang kuat walaupun alasan sebenarnya karna permintaan Suho yang membuatnya mau tidak mau membuang gadis itu ke bangsal UGD. Dia bahkan bisa melihat kekecewaan yang tergambar di wajah gadis itu tapi semua ini juga demi kebaikannya.
"ah. . . bagaimana jika begini saja, kau ku beri izin untuk menangani Yanxi, karna ku rasa dia lebih terbuka denganmu di bandingkan dengan ku" celetuk Yixing yang membuat Kyungsoo seketika mengangkat wajahnya yang terlihat berbinar, seolah dia mnadapatkan jackpot yang sangat menguntungkannya.
" benarkah, Zhang seongsaengnim?! Tuhan terimakasih" jerit gadis itu yang langsung menghambur, memeluk Yixing yang membuat gadis itu tersentak kaget dengan gerakan implusif Kyungsoo, namun deik berikutnya dia langsung tersenyum sambil menepuk punggungnya.
" Syaratnya kau harus menyelesaikan tugasmu di UGD baru kau bisa menemui Yanxi. ah. . . kau bisa menemuinya sekarang"
" Zhang seongsaengnim, kau yang terbaik!"
" berhenti bertingkah seperti anak kecil! sudah sana pergi. " perintah Yi xing yang langsung mendapat anggukan semangat yang membuat gadis itu seketika berlari meninggalkan Yixing.
"Yak! jangan lupa laporanmu!"
***
" jadi kau di pindahkan ke UGD eonnie?" tanya gadis itu yang bahkan terlihat hampir menangis yang membuat Kyungsoo hanya tersenyum sambil mengalungkan lengannya di bahu gadis itu.
Advertisement
Disinilah mereka berdua, ditaman rumah sakit dengan tangan yang masing-masing memegang cup ice americano. Kyungsoo sengaja mengajak gadis ini keluar untuk menghirup udara segar sekaligus melihat respon gadis itu pada keramaian dan yah, gadis itu masih terlihat ketakutan hingga dia selalu bersembunyi di punggungnya bahkan saat dia kafetaria dia sama sekali tidak berani melepaskan cengkaramannya dari lengan Kyungsoo dan menyembunyikan wajahnya dipunggung Kyungsoo.
" hei kau tak perlu sedih seperti itu, kau kan sudah boleh keluar dari kamarmu " ujar krungsoo sambil mengusak rambut gadis itu.
" tapi kau jadi sangat sibuk. menyebalkan" sunngut gadis itu yang membuat Kyungsoo tersenyum geli, gadis ini memang baru berusia 20 tahun, masih di bilang anak-anak.
" aku masih bisa kekamarmu, Zhang seongsaengnim sudah mengizinkanku untuk itu tenang saja" ujar Kyungsoo yang kali ini membuat gadis itu tampak tersenyum dfengan binar diwajahnya.
"wooo. . . kau keren eonnie"
" kau juga keren, jangan pernah berpikir kau sendiri lagi, arra?" gadis itu hanya mengangguk, menjawab ucapan Kyungsoo yang membuat Kyungsoo kembali mengusak kepalanya. yah gadis itu tampak lebih baik dari sebelumnya dengan kaki dan tangannya yang terikat dan terlihat ketakutan pada siapapun yang yang terlihat di depan matanya.
" ah. . . Yanxi~ya, kau memiliki keluarga?" celetuk Kyungsoo yang seketika merubah air muka Yanxi, gadis itu langsung menunduk lalau menggeleng sebagia jawaban.
" maaf bukan maksudku, tapi jika kau tidak ada tempat untuk pulang kurasa aku bisa menyarankanmu tinggal di panti asuhan yang ku kenal. Kau mungkin bisa membantu suster disana dan aku tentu akan mengujungimu, kau mau?" Yanxi masih saja diam sambil menatap kakinya yang berayun karna tidak sampai menyentuh tanah terlebih kakinya yang masih terbungkus gips.
"jangan takut mereka tak akan menyakitimu"
" apa aku masih belum sembuh?" gumam gadis itu yang masih saja menunduk.
" kau sudah sembuh. siapa bilang kau sakit."
" angkat kepalamu, kau tidak akan menemukan uang di tanah yang ada kau malah akan jatuh tersandung" celetuk Kyungsoo yang membuat gadis itu seketika mengangkat kepalanya.
" kalau kau menunduk seperti itu, sama saja kau lemah, Yanxi~ya, kau akan terlihat sangat lemah sekalipun kau kuat dan kau akan terus diremehkan meskipun mereka tidak pantas meremehkanmu. Jadi, angkat kepalamu dan tatap orang yang bicara padamu agar tidak ada lagi yang meremehkanmu." terang Kyungsoo yang membuat Yanxi langsung menatap kagum mendengar ucapan Kyungsoo.
" kenapa keren bukan? sayangnya itu bukan kata-kataku. seseorang pernah mengatakan hal itu pada anak kecil dan tanpa sengaja aku mendengarkannya."
***
Suho menatap orang yang berada disudut cafe yang baru saja ia masuki dengan tatapan tidak suka, sedangkan pria yang berdiri disamping pria itu langsung mengenalinya dan membungkuk memberi salam hingga pria yang sejak tadi terdiam menyadari kehadiran Suho ikut berdiri. Dengan langkah gontai, suho berjalan mendekati pria itu.
" lama tak bertemu Suho~ya. . ." sapa Kris sambil mengulurkan tanganya kearah Suho hanya saja pria itu sama sekali tidak berniat membalasnya, dia langsung duduk dan menatap tajam kearah Kris.
" katakan saja apa yang kau inginkan, Kris, aku cukup lelah untuk basa-basi"
" kau berubah banyak ternyata"
" setelah tahu kau dalang dari kematian Sehun dan tragedi yang menimpa adikku, tentu aku harus berubah bukan?"
Kris sedikit tersentak kaget saat mendengar pernyataan Suho tapi dia juga tidak berniat mengelak saat ini karna memang itu yang sebenarnya. Pria itu langsung memberikan isyarat pada sekretarisnya untuk memberikan berkas yang sejak tadi ia bawa ke pada Suho.
" Kyungsoo dalam bahaya, kau tak akan bisa mengenali Yeon hee yang sekarang bahkan aku juga termasuk. itu semua berkas yang kau perlukan untuk menjebloskan aku dan adikku kepenjara walaupun semua itu tidak akan mengembalikan Sehun tapi setidaknya aku bisa menebus sedikit rasa bersalahku."
"kuharap kau menggunakannya dengan baik, hubungi aku jika kau perlu bantuan, karna aku sudah tak peduli adikku ditemukan hidup atau mati."
***
" Yaa. . sebentar. ." teriak Chanyeol sambil menarik paksa kaus yang ada dilemarinya lalu memakainya langsung, mengabaikan tetesan air dari rambutnya. Pria itu melempar handuk yang tadinya memilit di pinggangnya yang sekedar menutupi bagian intimnya lalu di gantikan dengan celana dalam dan celana training hitam.
Pria itu kembali mendengus kesal saat bel rumahnya kembali terdengar, membuat pria itu tanpa sadar membanting pintu lemari lalu membuka pintu kamarnya kasar, bel itu berbunyi di tengah acara mandinya dan terus berbunyi memekakan telinga karna terdengar tidak sabaran yang membuat pria itu berniat menyemprot siapapun yang berani mengusik ketenangan apartementnya ini, sekalipun hanya dia penghuni lantai ini. dan dia gagal marah saat melihat sosok gadis yang entah bagaimana bisa terlihat begitu menawan dengan senyum yang jarang sekali di perlihatkan untuknya, bahkan seolah terjadi slow motion di matanya saat melihat gadis itu sekarang.
" aku balas dendam, habis mandi ya? Kau punya wine?" ujar gadis itu yang langsung menerobos masuk kedalam apartement Chanyeol, sedangkan pria itu masih membeku di depan pintu dengan tatapan kosong seolah nyawanya terbang entah kemana.
" Yak! Park dobi!"
" Ye?" jawab Chanyeol yang membuat Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepala bingung dengan tingkah pria itu, bahkan baru saja dia menyahut dengan sangat formal.
"aku tahu aku cantik, tapi jika kau berdiri didepan pintu seperti itu, siapa yang akan memberikan ku wine!"
"Aa. . . yak tunggu! bagaimana kau bisa masuk, Baek?" seru pria itu sambil menujuk kearah Baekhyun yang hanya menghela nafas sambil mengeleng heran dan memilih menyusuri apartement pria itu sendirian_lebih tepatnya menengok isi kulkas pria itu.
" kepala mu terbentur ternyata astaga. . ." gumam gadis itu berbeda dengan mulutnya, wajah gadis itu terlihat sangat bahagia karna baru saja menemukan harta karun di balik lemari pendingin khusus yang sejak pertama mencuri perhatian gadis itu.
Bahkan tanpa ragu gadis itu langsung menyisir deretan brand wine yang berjejer rapi dan tanpa perlu pria itu jelaskan Baekhyun sudah tahu bahwa pria itu menyusunnya berdasarkan tahun pembuatannya.
" sedang apa kau disini"
" kau tidak dengar Park Chanyeol~sii?? Balas dendam." ujar gadis itu penuh penekanan dengan sebotol wine di pelukannya lalu menutup pintu lemari pendingin itu dengan pinggulnya dan meninggalkan Chanyeol yang masih membuntutinya.
"Rumah mu lumayan juga, kau tidak keberatan aku mencuri minumanmu bukan? kau ada game baru?" tanya gadis itu yang dengan mudahnya mengganti topik hingga membuat Chanyeol yang pada dasarnya masih linglung dengan kemunculan gadis itu membuatnya makin bingung untuk menjawab pertanyaan Baekhyun.
Sedangkan gadis itu sejak tadi berputar-putar entah mencari apa yang jelas sedikit mengerutu karna tak menemukan benda yang dia cari hingga matanya menemukan korek api dan meletakan botol wine diatas meja lalu membakar leher botol itu yang perlahan mengakat Cork_sponge yang menutup botol wine itu.
Chanyeol yang melihatnya hanya mendesah sebelum akhirnya merebut wine itu lalu membukanya dengan alat pembuka botol wine dan dengan sekali tarik lalu memberikan gelas yang cukup mewah untuk wine.
" waa. . . peka sekali. Jadi kau mau membelikan game terbaru, atau kau mau bertanding di LoL_League of Legend dengan ku? Eum. . . kurasa CSGO_Counter Strike Global Offensive juga seru, kau mau bertanding? tunggu . . . kau pun. . ." ucapan gadis itu tercekat saat Chanyeol tiba-tiba mengangkat tubuh Baekhyun lalu mendudukannya diatas meja makan bersama dua gelas wine yang sejak tadi memang berada disana.
" Baiklah Byun Baekhyun, kau tahu aku sedang mengincarmu bukan? jadi kenapa seolah seakarang kau tengah melemparkan diri padaku hm?"
" dan kau terlihat bodoh, tentu saja aku ingin melihatmu kelimpungan " ujar gadis itu yang kali ini malah dengan sengaja melingkarkan lengannya di leher Chanyeol membuat pria itu menelan ludahnya dengan susah payah.
" kau sedang menantangku hm?"
" yah. . . aku memang dari tadi menantangmu berduel. Kau pilih mana LoL atau CSG. . ." Ucapan Baekhyun tercekat saat Chanyeol dengan rakusnya memangut bibi gadis itu, mengesapnya bahkan mengigitnya untuk memperoleh celah agar dia bisa menjelajah rongga mulut gadis itu.
Pria itu bahkan tidak memberikan jeda untuk sekedar menarik nafas dan parahnya lagi, Baekhyun seolah juga ikut hanyut dalam permainan Chanyeol meskipun di masih sedikit memiliki kendali dirinya sendiri. Gadis itu memberontak dengan memukul dada Chanyeol agar dia segera melepaskan pangutannya.
"kau mau membunuhku huh?" dengus gadis itu sambil mengusap saliva yang membasahi bibir dan dagunya lalu menenggak kasar wine langsung dari botolnya membiarkan wine yang sudah tersedia di gelas.
" sayangnya aku ingin berduel denganmu di ranjang, eotthe?"
***
" Yak! kenapa kau membawaku kesini?!" Ujar Kyungsoo
" siapa suruh kau tidur, ayo turun." kekeh Jong-in sambil melepas seatbelt yang melingkar di tubuhnya dan Kyungsoo. Kyungsoo sendiri masih kaget saat mengetahui dimana dia sekarang, salahnya memang yang tidur selama perjalanan. Entah mengapa hari ini sangat melelahkan bagi Kyungsoo dan beruntung dia di perbolehkan pulang hari ini. Namun sayangnya pria ini mengacaukan jadwal tidurnya dengan membawanya kesini, pantai. Entah orang gila mana lagi yang rela menyetir mobil berjam-jam untuk sekedar melihat pantai.
" bukankah aku sudah bilang jika aku dipindah ke UGD mulai besok?!" dengus Kyungsoo tak terima yang hanya di balas dengan senyuman lalu meninggalkan Kyungsoo sendiri didalam mobil sedangkan pria itu langsung pergi kearah bibir pantai.
Bahkan yang terlihat sekarang hanya lampu kecil dari nelayan yang tengah melaut dan pantulan cahaya perumahan di permukaan laut, tentunya suara deburan ombak dan semilir angin dingin yang berhembus membelai rambut mereka berdua.
Dua hari terakhir Jong-in memang terlihat lebih pendiam dari biasanya dan sedikit lebih dingin terlebih sejak kejadian saat dirinya hampir di tabrak mobil membuat pria itu tak pernah melepasnya barang sejengkalpun terkecuali di rumah sakit.
Seperti sekarang, dia duduk di tepi pantai membenamkan jari kakinya kepasir dan menatap lurus kearah laut malam dalam diam. Bukan hanya Jong-in, kakaknya pun sama, bahkan akhir-akhir ini pria itu tampak berantakan saat tiba dirumah, tak bisa diajak bicara atau bahkan bercanda barang secuil.
" ada yang ingin kau katakan padaku, Jong-in~a?" tanya Kyungsoo sambil memposisikan diri duduk disamping pria itu dan ikut menatap kearah laut.
" kau ingat batu Amber milik Sehun?"
Advertisement
- In Serial46 Chapters
His Cheetah | Soulmate/Hybrid | Jimin x Reader✔
At last, it was your turn to meet Jimin. The double heartbeats of your nearing soulmate was pounding harder than ever. You then moved your legs and stood in front of the man. You tried to keep your fangirling inside of your head and avoided eye contact with him. "Don't be afraid," he softly said. You take a big deep breath and slowly lift your head. The moment your eyes meet his gaze, an unimaginable feeling rushed in like a tidal wave. The feeling was so incredible, nothing how you would have ever thought it would've. Your breath catches in your throat. Your heartbeat exceeds its normal amount. The only thing you can do is stare; Jimin the exact same way. And at that moment, you smelled something you would have never noticed before. . . Park Jimin is a hybrid.*** In which Y/N L/N is a Cheetah hybrid and meets her soulmate Park Jimin at a fan meet.***Started: April 25, 2020Ended: August 29, 2020***#1 in 박지민 out of 256 stories.#1 in 지민 out of 271 stories. (OMG)#1 in j-hope out of 10K stories. (AHH)#1 in PARKJIMIN out of 41.5K stories. (HOLY SHIIIIIIIIIIIIT plz pardon my French)#1 in 방탄소년단 out of 3.2K stories.#1 in RM out of 27.6K stories.#1 in fanfiction out of ONE POINT FOUR MILLION stories. (WHAT THE ACTUAL FLYING F WORD GUYS AHHHHHHHHH!!!!!)#1 in fanfic out of ONE MILLION stories.#1 in Bangtan out of 61.2K stories. (AAAAAAAAACK)#1 in jungkook out of 190K stories. (EEEEEK)#2 in namjoon out of 69.3K stories. (YAYYYYY)#1 in hybrid out of 14.1K stories. (REEEEEEE)#2 in bangtansonyeondan out of 292K stories. (🤯)#2 in bts out of 292K stories. (🤯🤯)#2 in bangtanboys out of 292K stories. (🤯🤯🤯)#1 in soulmate out of 15.3K stories. (😮)#1 in Jimin out of 130K stories. (AHHHH)***Cover by @KimGits
8 124 - In Serial35 Chapters
Switch Up
Claire and Blair were once inseparable since birth. As twins they have spent every moment of their lives together as best friends, but that changes when high school comes and Claire decides she'd rather be popular and Blair decides she'd rather be a wallflower. The two grow apart until one day, Claire discovers that her secret crush, Carter, has a not so secret crush on Blair. Hoping to win Carter's heart, Claire seeks Blair's help and through that the two sisters uncover secret after secret about one another.
8 182 - In Serial38 Chapters
When The Sun Sets In The East
37-year-old Genevieve Ukaji has never been the one to play outside the rules but one mistake of a one night stand with a younger man puts her on the rails and consequences come faster than she'd ever expected. * * *☆ FEATURED ON @WattpadStars reading list (stars did NaNo), @Romance (Romance spotlight: Featured stories), @AmbassadorsNG reading list, @Wattpad reading lists (escape through stories) (strong female leads), @WattpadExplorer reading lists (#CelebrateBlackStories), (Black girl magic) (April, Editor's pick) and @ContemporaryLit reading lists (Hot picks) (contemporary romance) (celebrate women's history month)☆Successful banker, Genevieve Ukaji had never made a plan to stay single till the age of 37 but it so happens that's her life story. Her mother can't seem to stop reminding her that she's turning forty soon and in need of a life partner. The people at work, also, can't seem to stop making her the topic of gossip and now, she just had to wake up in a stranger's bed. Regardless, Gene is ready to put it all behind her. Well, that is until the stranger walks into her home, LITERALLY, and she realises the BIG age difference between them.Genevieve is too ashamed and she wants nothing more to do with him but it doesn't seem the same for the cute stranger who keeps pushing her buttons in the darnest ways.That is not all, she finds out a little life is growing inside her. It would seem the universe was toiling with her but is the little glimmer of hope really happiness knocking on her door or a shadow of it? What is she to do when the society begins to make her the topic of gossip and her family can't seem to wipe the disappointment off their faces?Keep reading to find out.THIS IS A NaNoWriMo2020 PROJECT.THIS BOOK IS COMPLETEPremiered: 06/11/20Completed: 29/11/20Edited with the help of @SabaUmmeSalma
8 109 - In Serial10 Chapters
Kazuya miyuki x reader
Just when you thought your life was crumbling, you find yourself in the world of your fictional lover. You wake up in the world of anime you know as diamond no ace. What will you do when you suddenly find your fantasy crush, Kazuya Miyuki, right in front of you?
8 194 - In Serial24 Chapters
Cabin lover
This is a toga x uraraka love story When uraraka one day goes out to a winter cabin she finds a unconscious blonde haired girl and takes her inside over time the blonde has her hair down so uraraka does not know who she is the two soon fall in love over time
8 146 - In Serial18 Chapters
#MaAn Short Stories
Some things that might never happen in the show, happens here.
8 215

