《Timeless [ Kaisoo GS] ✔️》#6
Advertisement
🙈😻
" Baekhyun! " seru seseorang yang Baekhyun menghentikan langkahnya dan berbalik mencari sumber suara yang memanggilnya dan hanya menghela nafas malas saat melihat Chanyeol yang tengah berlari kearahnya, pria itu berhenti dihadapan Baekhyun dan terlihat kelelahan dengan nafas memburu.
" ada perlu apa?" ujar gadis itu yang bahkan tidak berniat melirik Chanyeol sama sekali.
Baekhyun cukup gerah dengan kelakukan pria dihadapannya ini karna menempel terus padanya seperti parasit hanya karna ingin mendapatkan Kyungsoo. Baekhyun sendiri merasa bersalah pada Kyungsoo karna memaksanya untuk menerima pria ini agar dia terbebas dari pria bertelinga peri ini.
" kau melihat Kyungsoo?"
" dia tidak ada kelas hari ini. Kau bisa mencarinya dirumah, sudah ya" ujar Baekhyun yang terlihat malas menanggapi pria itu dan langsung berbalik namun langkahnya terhenti saat Chanyeol menarik tangannya.
" Bisa kita bicara? kelasmu sudah selesai kan?"
***
" Strawberry squash dan Strawberry cheese cake?" ujar pria itu yang membuat Baekhyun tersentak kaget sedangkan pelakunya hanya tersenyum memamerkan deretan giginya dan duduk dihadapan gadis itu yang membuat Baekhyun jengah.
" kau mau bicara apa?" tanya gadis itu sambil memotong cheese cake dihadapannya dan memasukannya kedalam mulut tanpa mengucapkan terimakasih sama sekali.
" aku bertengkar dengan Kyungsoo"
" lalu apa hubungannya denganku?" dengus gadis itu, sudah dia duga hal ini berhubungan dengan Kyungsoo.
" bantu aku untuk berbaikan dengannya, Baek."
" Kau yang punya masalah kenapa aku juga yang harus turun tangan menyelesaikannya ?"
"ayolah baek. . . kau kan sahabatku." ujar pria itu sambil menggegam tangannya yang membuat Baekhyun langsung menepisnya.
" kau bukan sahabatku, kau hanya memanfaatkanku "
"Ayolah. . . beri tahu apa yang Kyungsoo suka aku akan melakukannya."
" Tunggu sebentar. Kau sudah hampir 3 bulan berkencan dengan Kyungsoo dan kau masih tidak tahu apa yang dia suka?" tanya Baekhyun yang hanya mendapat anggukan dari pria itu.
" kau tahu jadwal kuliah Kyungsoo?" tanya Baekhyun yang hanya di jawab dengan gelengan kepala.
" jadwal kuliahku?"
" hari selasa kau kuliah seharian, lalu rabu dan jum'at, benar kan?"
" kalau begitu, makanan apa yang Kyungsoo suka"
" aku tidak tahu."
" kalau aku?"
" eiii.... itu mudah saja, tentu semua hal yang berbau strawberry benar bukan?" jawab pria itu bangga.
" Yak! bagaimana bisa kau tahu apa yang ku suka tapi kekasihmu sendiri tidak!!" seru Baekhyun yang terlihat sangat kesal bahkan beberapa orang melirik ke meja mereka hingga Chanyeol langsung bangkit dari kursinya dan membungkuk meminta maaf.
Baekhyun bingung harus menghadapi pria ini seperti apa dan yang membuatnya makin heran adalah bagaimana bisa pria ini menyandang gelar mahasiswa jenius, mengingat tingkahnya yang masih kekanakan dan tentu saja menyebalkan. Sangat! Baekhyun sendiri juga cukup penasaran dari mana pria itu tahu apa yang dia suka. Seperti hari ini saja, dia belum memesan apapun namun sudah ada makanan dan minuman yang dia inginkan.
" aku tahu karna intesitas kita bertemu lebih banyak" dengus pria itu sambil menjatuhkan wajahnya keatas meja yang membuat Baekhyun menghela nafas.
"itu salahmu, kau malah mengangguku bukannya kyungsoo"
" aku tidak akan terlihat keren jika melakukannya langsung pada Kyungsoo. . ."
" baiklah terserah kau saja. " dengus Baekhyun yang memilih menarik gelas minumnya. Sudah beberapa kali dia berkata seperti itu dan selalu mendapat jawaban yang sama.
" apa Kyungsoo punya teman pria? teman kecil?" Baekhyun menyeringit bingung saat pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut pria di hadapannya.
" kau pikir Kyungsoo manusia gua?! tentu saja dia punya teman"
"apa sedekat itu hingga dia tinggal serumah? Kyungsoo bahkan sempat bilang jika dia tidak mengingat temannya itu. Apa kau mengenalnya Baek?" pertanyaan itu sontak membuat Baekhyun membeku bahkan cheese cake yang ada diujung garpunya terjatuh kembali keatas piring dan hal itu cukup membuat Chanyeol curiga.
Advertisement
"Di bukan temannya kan Baek? Jadi benar dia selingkuhan Kyungsoo?"
" Jangan bicara sembarangan atau garpu ini melayang ketelinga Yodamu." sungut Baekhyun sambil mengarahkan garpu yang ia pegang kearah Chanyeol yang membuat pria itu sedikit kaget.
" bagaimanapun juga dua orang itu adalah sahabatku sejak kecil dan berani kau menyakiti dua orang itu maka kau akan berhadapan denganku. kau paham?!" ancam Baekhyun yang membuat pria itu hanya mendengus meletakan kembali kepalanya di atas meja, sedangkan Baekhyun memilih membuang muka kearah kaca besar yang langsung memperlihatkan keramaian diluar cafe.
" dan jika dia muncul, itu artinya kau lah yang penjadi penganggu." gumam gadis itu tanpa bisa di dengar oleh Chanyeol.
***
" Jangan mendekat!! " Seru Kyungsoo tiba-tiba yang membuat Jong-in kaget, gadis merentangkan tangannya tanda untuk tetap menjaga jarak dan hal itu cukup membuatnya geli.
" kenapa kau takut sekali? " ujar pria itu sambil duduk di meja makan sedangkan Kyungsoo masih mengawasinya dari dalam dapur.
"tetap menjauh dariku radius 2 meter atau kau tau akibatnya"
"astaga hanya karna moring kiss kau jadi setakut itu,soo? sudah kubilang kau itu istriku, masih untung aku tidak minta lebih." goda pria itu sambil terus menatap Kyungsoo yang terlihat lebih panik.
Ada secuil perasaan bahagia melihat gadis itu kebingungan karenanya, terlebih pagi ini merupakan satu awal yang bagus mengingat sekalipun Kyungsoo menolaknya dan hingga melarangnya mendekat, tapi dilihat dari cara gadis itu memukulnya, bicara dengannya, menatapnya sungguh tidak terlihat bahwa dia akan membunuh Jong-in malah terlihat bahwa dia sedang menutupi rasa malunya, bahkan sekarang dia sedang memasak karna satu kata lapar keluar dari mulut Jong-in.
"berhenti bicara hal konyol Kim Jong-in!! ini masih pagi demi tuhan!"
"kau masih belum percaya aku ini suamimu? wahh aku sedih sekali. . ."
" kalau begitu tunjukan bukti padaku jika kau memang suamiku" sungut gadis itu sambil berdecak pinggang dengan apron yang melindungi bagian depannya dan spatula yang ia pegang, bahkan dimata Jong-in semua itu terlihat sangat manis.
Pria itu berdeham lalu pura-pura berpikir untuk memberikan bukti pada gadis didepannya.
"hmm. . . aku tidak membawa surat pernikahan kita karna kupikir buat apa aku membawanya, cincin aku memakainya tapi percuma juga itu tidak bisa dipakai sebagai bukti. . . foto hmm datang kesini saja aku telanj. . ."
" berhenti bergumam sendiri jika kau tidak bisa menjawabnya. Dan berhenti mengatakan aku istrimu!" sungut Kyungsoo yang memotong ucapan Jong-in lalu memilih melanjutkan acara masaknya.
" Bagaimana kalau kubuktikan dengan tubuhmu?" celetuk pria itu yang membuat Kyungsoo langsung berbalik sambil melempar manguk plastik yang ia pegang ke arah pria itu dan sukses mendarat tepat di kepalanya.
"Yak,Kau! pria mesum! keluar dari rumah ku!!" Jerit Kyungsoo sekuat tenaga yang tampaknya tak memberi pengaruh apapun pada Jong-in.
" kau punya beberapa tahi lalat ditubuhmu dan kurasa hanya akan terlihat jika kau telanjang"
"Hentikan Kim Jong-in!"
" ada satu di antara belahan dadamu"
"Yak! " jerit Kyungsoo yang terlihat panik dengan wajahnya yang mulai memerah dan hal itu malah membuat Jong-in makin ingin menggodanya.
" eumm. . . di tengkukmu satu, di perut bagian bawah kanan dua, di jari manismu satu. . ."
" Hentikan! "
" ah. . . dipangkal paha kananmu juga didekat lututmu lalu. . . tunggu sebentar kalau tidak salah ada juga di bo. . ."
" berhenti atau pisau ini melayang kearahmu, Kim Jong-in!!" jerit gadis itu yang terlihat frutasi. Dia bahkan tidak tau ada tahi lalat sebanyak itu dibagian tubuhnya dan pria itu tau? dia benar-benar harus mengeceknya sendiri.
" wajah mu merah soo." kekeh Jong-in merasa menang menggoda gadis itu.
" diam kau?!" sungut gadis itu sambil berbalik memunggungi Jong-in lalu kembali berkutat dengan bahan makanan.
Advertisement
Gadis itu melirik kearah jari manisnya dan benar saja ada tahi lalat disana dan juga lututnya. Kyungsoo menggeleng mengenyahkan pikiran bodohnya. sedangkan Jong-in hanya terkekeh geli melihat tingkah Kyungsoo dari belakang.
"kau yakin tidak mau bukti lagi?"
"YAK!!!"
***
Baekhyun melambaikan tangan kearah pria yang baru saja memasuki cafe, memang sedikit aneh karna dengan cuaca seperti ini pria itu malah berbalut kaus hitam, masker dan topi lengkap untuk menutupi identitasnya meskipun hak itu sia-sia karna Baekhyun langsung mengenali pria itu.
Baekhyun memang memilih menetap di cafe saat Chanyeol menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Gadis itu malah memerintah Chanyeol untuk pergi kerumah Kyungsoo agar dia berhenti menganggunya.
" kau sudah lama menunggu, Baek?" tanya pria itu sambil duduk di hadapan Bakhyun dan melepas maskernya.
" yaah sudah hampir 5 jam aku duduk disini karna Park yoda sialan itu. " dengus gadis itu yang hanya di balas kekehan kecil dari pria dihadapannya.
" apa kau berpapasan dengan Chanyeol, Kai?" Tanya Baekhyun.
Memang benar pria di hadapannya adalah Kim Jong-in, pria yang ia nantikan selama ini dan sempat membuatnya syok karna pria itu tiba-tiba muncul dirumah sakit tepat dihadapannya.
" iya, tapi tidak secara langsung. dia tidak melihat wajahku. Wae?"
" dia mengintrogasiku tadi"
" kau akan terbiasa dengannya" ledek Jong-in sambil menyeruput americano ice yang memang sengaja Baekhyun pesan untuk Jong-in.
"Maaf untuk yang waktu itu, aku tidak bermaksud. . ."
"aku tahu kau syok saat melihatku berdiri dihadapanmu padahal itu suatu hal yang tidak mungkin. aku memakluminya" cegat Jong-in berusaha agar gadis itu tidak terus merasa bersalah karenanya.
" Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan. . ." gumam gadis itu sambil mengaduk-aduk cokelat yang ada dihadapannya, matanya kembali berkaca-kaca, bertanda bahwa pertanyaanya tentu akan membuatnya menangis
"tanya apa?"
"malam itu, sebenarnya apa yang terjadi hingga kalian berakhir seperti itu? siapa yang melakukan semua itu?" tanya gadis itu yang tanpa sadar satu titik air mata jatuh ke pipi gadis itu sedangkan Jong-in hanya tersenyum mengusap air mata di pipi Baekhyun dan sedikit merapih kan rambut gadis itu.
" semuanya begitu cepat Baek, aku yang pertama tak sadarkan diri jadi setelah itu aku tidak tahu apapun, aku tidak tahu bagaimana Kyungsoo dan Sehun berakhir di jurang."
" Tapi kau tau bukan siapa yang menusukmu? katakan padaku siapa orang itu. " ujar gadis itu yang terlihat kalut seolah akan menyerbu orang itu tepat saat namanya meluncur dari mulut Jong-in.
" Baek tenanglah"
" siapa yang bisa tenang saat dia tahu ketiga sahabatnya mengalami kejadian mengerikan dan hanya aku yang baik-baik saja! Sehun, dia bahkan sudah berjanji padaku. . . hiks kita bahkan belum memulai apapun demi tuhan. . . hiks hiks "
" ini. . . " ujar Jong-in yang tiba-tiba menyodorkan sebuah boneka beruang cokelat kearah Baekhyun. Gadis itu menatapnya bingung dengan mata sembabnya dan Jong-in hanya tersenyum lalu menekan perut beruang itu.
" kau yakin ini bisa merekam?"
Baekhyun tersentak kaget saat suara orang yang ia kenal keluar dari dalam boneka itu, bahkan dia tidak bisa menahan tangisnya hingga dia harus menutup mulutnya dengan kedua tangan menahan isakannya. Baekhyun menatap Jong-in memastikan bahwa suara itu milik pria yang sedang ia pikirkan dan tentu Jong-in memahami arti tatapan Baekhyun dan menjawabnya dengan anggukan kepala.
" kau yang lebih bodoh, itu sudah mulai terekam"
"ehem. . umm. . . Baek, sebelumnya jangan astaga bagaimana aku harus mengatakanya!" sungut suara didalam boneka itu terdengar frustasi yang tanpa sadar membuat baekhyun terkekeh ditengah tangisnya.
" tadi kau lancar-lancar saja bicara denganku"
" keluar kau!"
terdengar suara pintu tertutup lalu suara helaan nafas yang cukup panjang dan memberikan jeda hening disana.
" A..a .a.. test, eum hai baek. Kau pasti bingung kenapa aku memberikan boneka ini dan dengan tidak gentlenya merekam suaraku seperti orang bodoh. Aku hanya tidak siap melihat wajah kecewamu. "
" kau tahu aku dan Jong-in mengejar-kejar Kyungsoo bukan? kami berdua mencintai orang yang sama."
" Dan lebih bodohnya lagi aku yang tahu bahwa Kyungsoo sudah memilih Jong-in dari awal namun masih tetap memaksakan diri bahwa aku bisa merebutnya dari Jong-in dan menyingkirkan kenyataan bahwa ada orang lain yang tersakiti oleh sikapku."
" Baek, maafkan aku. selama ini mengabaikanmu meskipun aku tahu semuanya tentang perasaanmu. Aku baru sadar ada sesuatu yang hilang saat kau marah bahkan menjauhiku, maafkan aku Baek"
" Dan Baek, bisa kau bantu aku melupakan semua ini? aku akan berusaha memandangmu mulai sekarang, jadi kau juga harus bersama denganku selama mungkin dan jangan berfikir bahwa ini bentuk dari rasa ibaku, tidak baek. Aku aku tidak suka kau mengabaikanku. "
"ehem... ini harusnya kukatakan secara langsung tapi. . ."
" Kali ini biarkan aku menjagamu, Jadilah kekasihku, Byun Baekhyun "
Tangis Baekhyun pecah saat mendengar suara terakhir yang terekam di boneka itu. Gadis itu menyembunyikan wajahnya di kedua tangannya yang terlipat diatas meja, sedangkan Jong-in hanya diam sambil mengusap kepala gadis itu.
" Maafkan aku, hanya ini yang bisa ku berikan padamu."
***
Jong-in menghentikan mobilnya di pelataran apartemen milik Baekhyun. Pria itu memang memaksa untuk mengantarnya pulang karna dia tahu baekhyun masih sangat terpukul bahkan syok mengingat dia baru saja mendengar kenyataan mengerikan dari cerita Jong-in. Gadis itu bahkan masih memeluk erat boneka peninggalan Sehun dengan tatapan matanya yang kosong.
" Baek, sudah sampai" Gadis itu menerjab sebelum akhirnya menoleh kearah Jong-in lalu bergegas melepaskan seatbelt yang melingkar di tubuhnya.
" Jika butuh sesuatu katakan saja padaku, aku akan membantu semampuku." ujar Baekhyun sambil membetulkan posisi tas yang ia pakai.
Baru saja membuka pintu mobil gadis itu kembali masuk lalu mengobrak abrik isi tasnya. Jong-in hanya diam tanpa berani mengintrupsinya.
" ini" ujar Baekhyun sambil menyerahkan selembar foto. Terlihat empat orang remaja yang duduk ditengah lapangan.
" Foto terakhir kita. Baekbeom oppa mencetaknya untukku, kurasa kau bisa memilikinya."
"astaga bajuku demi tuhan Kyungsoo" desah pria itu nampak tidak suka melihat gambaran dirinya yang mengenakan sweater soft pink dengan jelana jeans aneh layaknya orang tua. dia terpaksa memakainya karna permintaan Kyungsoo, dia bilang agar dia juga punya teman dengan pakaian yang jelek juga.
" siapa suruh kau menuruti Kyungsoo. lihat rambutnya, bukankah dia memotong rambutnya sendiri hingga terlihat berantakan?" kekeh Baekhyun melihat sosok Kyungsoo yang terlihat seperti bapak-bapak dengan rambut dan poni yang kelewat pendek.
" dan kau merengek kesakitan karna dengan bodohnya mengenakan heels padahal kau hanya anak kecil terlebih bajumu, kurasa kau sengaja menyamakan warnanya dengan Sehun" dan hanya dibalas dengusan gadis itu.
Suasana dalam mobil tiba-tiba hening, Baekhyun mencengkram kuat boneka yang ada di tangannya dan untuk sekian kalinya dia menangis.
" Aku berjanji tidak akan melakukannya dan aku berjanji akan melindungi Kyungsoo."
***
Gadis itu berdiri menatap guci abu yang bertuliskan nama Oh Sehun yang ada dihadapannya lalu dengan perlahan mengambil salah bingkai foto yang ada didalam kotak itu.
"bahkan di makammu saja masih ada foto mereka, bukankah menyebalkan oppa?" ujar gadis itu sambil melempar bingkai itu sembarang hingga pecah tak beraturan. dia tersenyum lalu meletakan sebuah kotak di samping guji itu lalu di gantinya bingkai foto tadi dengan bingkai baru dan meletakan setangkai bunga krisan didalamnya.
"aku akan menyusulmu oppa, tapi sebelum itu aku harus mengirimnya keneraka. "
***
" ada apa kau kesini?" tanya Kyungsoo yang berdiri didepan dada menatap pria jakung itu dengan malas.
" maafkan aku kyung, aku tahu aku kekanakan. aku hanya tidak bisa melihatmu mengabaikanku"
" aku memaafkanmu, sekarang pulang lah. "
"kita masih bersama kan kyung?"tanya Chanyeol yang terlihat was-was atau bahkan takut jika harus mendengar sesuatu yang tidak ingin dia dengar keluar dari mulut kyungsoo.
" ak. . ." ucapannya tercekat saat matanya bertemu dengan sosok yang juga menatapnya dari dalam mobil. namun bukan itu saja yang membuatnya bungkam, melainkan benda kenyal yang menyentuh bibirnya meraup pelan lalu melepaskannya. Entah mengapa Kyungsoo merasakan sesuatu yang sangat salah hingga membuat dadanya terasa sesak, terlebih saat pria itu tidak melepaskan tatapannya.
--
Advertisement
- In Serial40 Chapters
Long Live The Mad Wife!
Six years ago, Feng Chuge, who was 10 years old, became a disgrace to the entire Feng Family because she was incapable of cultivating. She was then expelled from the family. When the number one killer of the 21st century possessed her body, the world was in turmoil. Calling me trash? Saying that I don't have any spiritual force? Then I'll let you see who's the genius who changed her fate!
8 639 - In Serial45 Chapters
Little Bite Luna
She isn't short. She is bite sized. Anita Rosaline Nightshade has always been small. 4'11 height but a 6'7ft attitude.She might be small, but she sure is feisty.But no one knows of the feisty little beast, because no one ever made her angry.Until he steps in...****"Stop picking me up!" I whined, pouting.His eyes turned a shade darker as a small smirk played at his lips. He bent down and kissed my cheek. "I can't, your so tiny."I huffed, crossing my arms. "I'm not tiny. I'm average.""More like bite sized." He laughed. "I will call you My little bite size Anita."But everyone knew she was the Little Bite Luna.
8 453 - In Serial56 Chapters
Under The Crescent Moon: Power, Corruption & Lies/Laughing Stock (A Final Fantasy IX Fanfiction)
Power, Corruption & Lies: "Post hoc, ergo propter hoc". The priori; with the bad moon rising at the horizon, beyond the heavy and mysterious sea of Mist, no blood is thicker than the ink belonging to a collection of stories, tails, vignettes, thoughts, reckonings, short poems of a world who revolves around the tip of the spear, gray alike the clouds that lightened and obscured of their own history. Laughing Stock: "If faith is what driven us together in search of ourselves, then we must try to do it on a leap". The posteriori; from the idyll to the youth to the decay of substance, life goes on and on in this real life fantasy, alike the path taken by the Crescent and her ancestors, who once shared of same blood ingrained on that red coat. While her youth dreams are kept alive, only the fear, the failure and the spea can block the way to achieve a purpose in a life under the rain. Power, Corruption & Lies (First Half) Playlist: www.youtube.com/playlist?list=PLi2LnK5cla-Pt5__QAm9j0CjgkxSchK_2 Laughing Stock (Second Half) Playlist: https://www.youtube.com/playlist?list=PLi2LnK5cla-OqVuuxMfJKFbTfBIwciysc Thanks: Myushu for Practice Medicine and Prince of Thieves, Meriko for Duty and Honor, Ayrith for Sum Of Memories, Guardian1 for Thirteen Ways To Say Goodbye, and JotaTe for The Last Cherry Blossom, among many other authors and their stories who had influenced me over the time.
8 139 - In Serial6 Chapters
(Un)Luckiest Person On Earth?
His black hair falls on his face as he flips open his side bag. He puts his hand into the bag and pulls out a whitemask with a black 'I' on it. He smirks as he pulls it on, once he had put it on he murmured "Ine-Kenos"-----This is a story about a child named Nathan Young, and his journey through the magical side of his world.[A/N- Hello! this is a semi serious series about Nathan Young and Strange Earth! Anyways, I am going to try to write 1k each couple of day, also english is my second language so my english is going to be horrendous.]
8 147 - In Serial30 Chapters
The Immortal Cure
Her mother is an alcoholic, her job sucks, her world is complicated, but that doesn't deter Rosalie Jean from her dreams of living a normal life. Unfortunately, she's about to discover that normal, isn't her calling card. With a stubborn personality and her heart on her sleeve, trouble is bound to throw her into a world of chaos. Rosalie soon discovers that some myths, are real - Vampires.
8 169 - In Serial51 Chapters
Killed by My Stalker (Complete)
After being killed by my stalker, I found myself being reincarnated in a murder mystery novel I was reading right before I died.Instead of the heroine, I was reincarnated as the heroine's best friend Lilian Lemaire who dies early in the story from a serial killer who likes stalking and killing pretty young girls at night. Her death sets the beginning of a chain of murders.Victorian murder mystery!#1 - shortstory#1 - reincarnation#1 - josei#1 - obsession#2 - murder#2 - torment#4 - drama#20 - tragedy#20 - adultfiction⚠️ SMUT WARNING ⚠️TRIGGER WARNING: Torture and sexual abuse!Author note: Story is definitely not for children and includes explicit scenes >.Short chapters for easy reading 📖 Each chapter takes about 1 minute to read. Short story that you can finish in a day! Please remember to vote!Status Updated: CompletedMy first original short story! Thank you for reading.
8 278

