《BADMINTON IN LOVE》part 30
Advertisement
Kedatangan lee youngdae ke indonesia bertepatan dengan laga badminton yang akan diselenggaran, tepatnya di surabaya.
Setelah sampainya di indonesia, lee youngdae tak lantas menemui liliyana, dia berencana menyiapkan kejutan untuknya. Rencana itupun dia persiapkan dengan sangat matang bersama dengan teman teman liliyana dan dirinya.
Hari pertandingan pun dimulai, lee youngdae dan liliyana secara kebetulan berada di lapangan yang bersebelahan. Tak seperti pertandingan sebelumnya yang mereka saling dukung, sekarangpun mereka tak saling sapa satu sama lain.
"Sebegitu bencinya kau young denganku,"kata liliyana yang melihat youngdae
Youngdae sejujurnya tau dia dilihatin oleh liliyana tapi dia tak ingin menyapanya,
"Young, itu si liliyana liatin kamu mulu,"kata seong
"Udah biarin aja,"kata youngdae
"Kasian youngdae,"kata seong
"Emang kamu ngak liat wajahku yang nahan pengen peluk dia, udah fokus ke pertandingan, kita harus sampai final,"kata youngdae
Pertandinganpun dimulai lee youngdae dan liliyanapun masing masing serius dengan pertandingannya. Setelah pertandingan liliyana langsung bergegas ke penginapan.
Tantowi sebelum menyusul liliyana, dia menghampiri youngdae yang sudah selesai juga.
"Ah young kau liat tu si cici,"kata owi
"Iya aku titip ya, sebentar lagi kok"kata youngdae
"Sip bos, sukses,"kata owi
Suasana di penginapan atlit terlihat berbeda saat owi datang, tampak bebrapa atlit sedang kumpul dan ternyata mereka sedang melihat adegan drama liliyana menangis sambil peluk jongki
"Astaga itu cici kenapa,"kata owi
"Hus diem daripada lu ntar tinggal nama,"kata greys
Akhirnya setelah puas memeluk jongki, liliyanapun melepaskan jongki.
"Huft, akhirnya,"kata jongki
"Jongki, papamu jahat tau ngak, masak mama dicuekin,"kata liliyana
"Sabar ma,"kata jongki
"Sapa kek, senyum kek, ngak jongki. Mana dia senyumnya malah ke cewek lain, buka baju lagi, kan sebel,"kata liliyana
"Ahh jongki rasa mama cariin jongki papa aja,"kata jongki
"NGAK BISA,"kata liliyana teriak
"Astaga jantungku,"kata vita
"Ngak bisa jongki, papamu itu ya papa youngdae, dia juga makin ganteng, makin keren, ngak boleh pokoknya,"kata liliyana
"Cieeee,"kata owi
Yang langsung diplototin liliyana
"Sabar ci, tunggu sampai turnamen ini kelar,"kata vita
"Emang abis turnamen ada apa?,"tanya liliyana
"Maksutnya abis turnamenkan cici bisa ketemu youngdae buat nyeleseinnya,"kata debby
"Nah itu maksutku,"kata vita
"Ayoo ma kekamar, aku ngantuk, oh ya mama mandi dulu,"kata jongki
"Iya,"kata liliyana langsung ke kamar
"Om tante, ingatkan jongki buat besok minta mainan ke papa, pakek aja sok kejutan segala,"kata jongki yang langsung pergi
Advertisement
"Hampir aja ci,"kata debby
"Iya makasih ya deb,"kata vita
Pertandingan sudah mencapai tahap semifinal dan liliyana dan youngdae keduanya berhasil masuk ketahap berikutnya.
Semua persiapan kejutanpun hampir selesai. Tinggal menunggu babak final dan kemudian semua akan terlaksana.
Malam sebelum final, youngdae sibuk menelfon beberapa orang dan orang yang dia telfon adalah nikhun.
"Khun, besok udah disurabaya kan?,"kata youngdae
"Iya besok pagi kita terbangnya,"kata nikhun
"Jangan lupa pakai penyamaran,"kata youngdae
"Iya kita lebih pinter dari kamu kali kalau nyamar,"kata nikhun
"Okey sip, aku ngak mau ntar kalau pada heboh gara gara kalian,"kata youngdae
"Iya siap bos,"kata nikhun
Ya nikhun yang berasa di bali bersama victoria, junki,iu,joongki,hyekyo,jiwon dan changwook dan untuk persiapan mereka dia serahkan ke nikhun.
Sedangkan persiapan untuk teman temen liliyana dia serahkan ke owi dan untuk keluarga dia serahkan ke seong dan vita.
Pertandingan final pun dimulai, dimulai dengan pertandingan ganda putri, tunggal putri, tunggal putra, dan ganda putra lanjut terakhir ganda campuran.
"Wi kok kita di akhir bukannya harusnya pertandingan ke 3 ?,"kata liliyana ke owi
"Ehmm itu, permintaan dari panitia ci, ya kita ngikut aja, kan ya ngak ngaruh juga,"kata owi
"Ngaruh dasar, kan aku jadinya harus liat youngdae maen dulu,"batin liliyana
Pergantian jadwal itu memang sudah diatur oleh lee youngdae, untuk menyuseskan rencananya.
Pertandingan lee youngdaepun tiba, seperti biasanya kehadiran youngdae selalu menimbulkan kehebohan.
Liliyana yang di samping lapangan hanya melihatnya, dengan tatapan jengah dan sebal.
Pertandinganpun dimulai, bebrapa kali lee youngdae harus jatuh bangun memenangkan pertandingan itu..
"Hyung, kita harus menang,"kata youngdae
"Iya iya tau,"kata seong
Pertandinganpun harus dilalui dengan game ke3, huhh gila. Pada game ke3 lee youngdae tak ada habisnya memberikan smash ke lawannya, bak tenaganya tak ada habisnya. Hingga seongpun dibuat bengong dengan tenaga temannya itu. Sampailah di poin poin kritis 18 -19. Youngdaepun segera mengakhirinya dengan smashan tajam. Hingga point menjadi 18-21 kan diapun menang.
Menyambut kemenangan itu lee youngdae langsung ke fans fans, sedangkan liliyana di samping lapangan hanya dapat melihatnya.
"Udah ci, ayo maen,"kata owi
Pertandinganpun dimulai, beberapa kali liliyana bermain eror dan tak elak langsung ditegur oleh pelatih dan owi. Teguran yang dilakukan pelatih tak seperti biasa, pelatih dan owi menegur liliyana dengan sangat keras dan hampir memicu kemarahan liliyana.
Advertisement
"Udah ngak usah bawel, Cepetan maen,"kata liliyana
"Astaga,"kata owi
Permainkan pun lanjut dimulai kemabali,
Liliyana langsung melancarkan serangan serangan maut, beberapa kali dia smash dan permainan cantik di depan net. Jatuh bangunpun dialakukan.
"Kamu pasti bisa,"kata youngdae yang diruang tunggu dan melihatnya dari tv
Tak berapa lama hadirlah nikhun, vuctoria, jiwon, changwook, junki, iu, jongki dan hye kyo.
"Akhirnya kalian datang,"kata youngdae
"Kita pasti datang buat kalian,"kata changwook
Pertandingan liliyanapun telah selesai dan akhirnya dia memenangkannya
Langsunglah liliyana dan owi menuju ke podium penghargaan, setelah lagu indonesia raya bersenandung dan penghargaan dilakukan. Tampak adanya perbedaan.
Secara tiba tiba lagu afgan-rosa (kamu yang kutunggu ) bersenandung dan secara tiba tiba ribuan shuttlecock berjatuhan dan memenuhi lapangan.
Dan tak diduga duga datanglah
Masing masing pasangan membawa karangan bunga dan langsung memberikan ke liliyana. Tak heran kedatangan mereka menimbulkan kehebohan luar biasa. Dan diposisi paling akhir datanglah lee youngdae.
Lee youngdae langsung menghampiri liliyana, dan lagsung mengeluarkan susuatu berbentuk shuttercock tapi berwarna bening dan dalamnya terdapat cincin.
"Ribuan shuttlecock itu adalah jumlah setiap menitnya kita berpisah, setiap menitnya kita tak saling menyapa dan setiap menitnua kita melewati semua penderitaan kita, dan melalui ribuan shttercock ini aku akan memintamu untuk menemaniku di ribuan menit bersamaku, ribuan menit yang akan kita lalui bersama.","kata youngdae
Youngdaepun langsung mengeluarkan cincinnya
"will you marry me, liliyana natsir ?,"kata youngdae
Liliyana yang mendapatkan kejutan ini masing shock, tak hanya artis artis korea itu tapi teman teman dan keluarganyapun datang.
"Yes, youngdae,"kata liliyana yang langsung memeluk youngdae
Persetujuan liliyanapun mendapat sorakan bahagia dari semuanya.
"Gila, gila youngdae,"kata ihsan
"Maksut loe apa san ?,"kata jonathan
"Noh ngak liat berapa banyak itu cock yang dia pakek, dan ini yang paling gila,noh liat siapa itu yang dia bawa gila itu artis artis korea jo, ahh gila si song hye kyo,"kata ihsan
"Lebay,"kata ihsan
"Selamat ya young,"kata owi
"Iya untung aja diterima,"kata youngdae
"Congratulation lee youngdae liliyana natsir,"kata nikhun,victoria,junki,iu,jongki,hyekyo,jiwon,changwook secara bersamaan
"Thanksyou, gyus,"kata lee youngdae
"Young, kamu kenal mereka,"kata liliyana
"Iya dong mereka, teman temanku,"kata youngdae
(Anggap dlm bahasa inggris..hahaha)
"Selamat datang liliyana, kamu akan jadi anggota grub kita, wah semoga kau suka ya,"kata victoria
"Grub?,"kata liliyana
"Iya grub kunpul aja, kan karena para laki laki kita itu apartemennya sebelahan jadi kita harus akur ya,"kata hye kyo
"Ahh itu wanita wanita kalian,"kata youngdae
"Oh ya perkenalkan aku han jiwon,"kata jiwon
"Victoria,"kata victoria
"Lee jee eun, atau iu,"kata iu
"Song hye kyo,"kata hye kyo.
Akhirnya yang laki lakipun juga berkenalan, setelah selesai dengan para artis itu, liliyanapun langsung dihampiri oleh keluarganya
"Akhirnya adek aku, nikah juga,"kata calista
"Ih nikah apa kak, belum,"kata liliyana
"Youngdae sudah melamarmu ke papah dan mamah,"kata calista
"Young,"kata liliyana yang langsung melirik ke youngdae
"Buat antisipasi kalau tadi ditolakan udah daper restu dari orangtuamu,"kata youngdae
"Astaga young kamu,"kata liliyana
Langsung mereka menghampiri orangtua liliyana dan youngdae, berpelukan dan sesekali petuah mereka dapatkan. Setelah petuah dari A-Z mereka dapatkan mereka dihampiri teman teman atlit.
"Gila ci, selamat ya,"kata vita
"Oppa, kau romantis sekali,"kata greys
"Gila lho bro gue ngak nyangka eksekusinya bakal kayak gini,"kata owi
"Ehh kalian juga ikutan?,"kata liliyana
"Iyalah ci, gila gila gue ngak kira itu shuttlercocknya banyak amet,"kata ginting
"Itu itu ada artis, huahh kau paling the best,"kata ihsan
"Kau tak rugi besar young?,"kata ahsan
"Tak ada ruginya buat dia,"kata youngdae
"Huekkk,
Jawaban youngdae langsung dihadiahi cubitan diperutnya oleh liliyana.
"Astaga muntah aku, ngak usah sok romantis deh,"kata owi
"Iya soksokan banget, mana pakeknya shuttlercocknya yang bagus lagi,"kata vita
"Ngak, gini deh itu shuttlercocknya emang yg terbaik, ya kali aku pakai bekas, kan buat moment yang istimewa harusnya yang terbaik,"kata youngdae
"Dan coba deh kalian liat berapa banyak wartawan yang meliput dan banyaknya artis yang datang, coba kalian pikirkan,"kata youngdae lagi
"Itu produkmu sendiri,"kata hendra
Dan dijawab anggukan
"Dan berapa banyak berita yg akan tersebar,"kata ahsan
"Tak hanya di berita olahraga, infotaimenpun bisa,"kata greys
"IKLAN GRATIS,"kata mereka serempak
"Astaga young, kau ternyata licik,"kata owi
"Sorry gue ngak licik, tapi cerdik. Iyakan ci,"kata youngdae
Hanya dihadiahi senyuman oleh liliyana
"Gila loe young,"kata hendra
"Lumayan gyus, biaya nikahan juga ngak murah bro,"kata youngdae
"PAPA,,,,MAMA,"teriak lee jongki
"Anak mama,"kata liliyana yang menghampiri jongki
"Ah sebel aku,"kata jongki
"Sebel kok ngomong ngomong,"kata youngdae
"Biarin, awas papa ya, jongki mau minta mainan yang banyak,,banyak sekali,"kata jongki
"Iya iya, nanti papa belikan,"kata youngdae
"Jongki mau adek juga yang banyak juga,"kata jongki
"Siapp jongki, iya kan ma,"kata youngdae merangkul liliyana
"Hee apaa?,"kata liliyana
Hayyyyy akhirnya bisa lanjut ini cerita, makasih ya udah jadi pembaca setianya..
Gilaa ini part yg panjang sekali..
Aku tunggu comentnya yaaa..
Saran, kritik aku tunggu
Terima
Advertisement
- In Serial184 Chapters
The Immortal
A story of a man who thought he had lost everything, only to be given a new chance with a particular caveat. Will he achieve his goals this time around? Will he bite off more than he can chew? Will he discover what he had tossed aside in his previous life? Find out when he is taken to a world quite unlike our own. An attempt at a slightly more serious and somber isekai cheat story.
8 538 - In Serial36 Chapters
Ars Magica
Our vision comes back into focus. Our eyes, while being able to perceive the immediate surroundings, still leave us with our minds uncomprehending towards what is actually occurring. Sure, there are definitive things that we can focus on, like the fact that we're either out upon the open sea or the open ocean, there not being much of a difference with no land in sight, as well as the fact that we appear to be upon a haphazardly constructed metal boat, whose seams are barely able to keep a hold of themselves in the crashing waves. However, that does not let us understand what exactly is causing the waves in the first place. If we were to rewind time, we'd find ourselves upon a calm sea under a peaceful sky with the only difference, being a small whirlpool that would be the precursor towards this uproar around the boat. Lightning flashes in the sky, with no clouds being near, and anyone actually manning the boat has either died towards the cause of the smashing tides in the first place, or are fighting amongst the flashes of lightning, all while trying not to become devoured, demolished, and utterly decimated by the beast roiling in the whirling waves. To better understand exactly what is happening here, there is one singular event that needs to be understood, that needs to be explained, and that is the arrival of a creature named Dave. Stepping back from current events and going towards this creature's first appearance in the world, we begin to hear the sound of water slowly dripping across rocky ground. The cavern is utterly silent except for this one constant, its cause feeding channels downwards, sloping towards cracks in the rubble along the floor from broken stalagmites and stalactites. And there, lying on top of something which had fallen over recently, judging from its cracks, is a person, the creature named Dave. His form is fast asleep, either from the impact or from an intoxication, judging from the smell upon its breath. A bright light suffuses into it for a second, giving life towards the pale skin, before it slowly dies down back to the comfortable black of the cave that it's within. Before this moment in time, Dave did not exist in the physical world. At least, not in the reality that he finds himself born into. We do not know whether or not his existence is simply a cosmic joke, or something that is being played out on purpose. All that we do know, is that one moment, the body was not in the cave, and simply formed in the next. The actual earliest time that we know Dave exists, is the interpolation of the memories of J-209, which we'll begin looking into shortly to gain context towards the coming narrative that is being written and hastily trying to keep itself written. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Warning: This story has several things which might turn its readers away. The first is that this story has shifting points of perspective. Don't worry about that previous sentence too much though, as the main character will always have a first person perspective associated with them. However, any other character from which we're viewing the story from will either be in third-person, as we are not necessarily in their shoes at the moment, or in first person, given that the narrator is an actual physical presence within the story. For the most part, chapters will be self-contained with their perspectives, so there will not be an abundance of switching perspectives within the same chapter. The most that an average reader would have to worry about is the fact that perspectives can switch between chapters. The second thing is that the main character is a bit on the 'special' side of things. He's not exactly mentally there most of the time, so there will be some times that his personality or his thoughts do not actively align with his actions. The third, and final thing of importance, is the fact that past the first couple of chapters, nothing has been planned in advance. There are arcs and plots that I want to do, want to implement, or have already been set into motion from our main character's introduction to the world, but the method that I use for my story writing and generating leads towards a bit more random chance being enabled. Basically...there's a lot of dice rolling behind the scenes. To not complicate the story further than its regular LitRPG elements, the rolls will not be publicly available. However, there will be knowledge within the author's notes on whether or not there were positive or negative critical rolls that had occurred within the chapter. You have been warned. Updates: Mondays & Fridays (Schedule permitting) Typical Chapter Length: (2,000-3,000)
8 112 - In Serial20 Chapters
Sir Grace Wachinga, Order of the Hatchet
Grace Howard, a tough street girl in Virginia could become a knight -- if she survives her education. She learns to fight and be a refined lady. She finds good friends, vicious enemies, and finally love and family. The Knight Riding School produces young knights capable of protecting victims the FBI and other agencies cannot. Police policies do not bind them. Carrying swords, knives, and other medieval weapons, they wear bulletproof vests, and use their horses and wolves as fighting and survival partners. I post a chapter about every two weeks, not for the writing part but for editing but because the editing process is so demanding. I give great thanks to those who have helped me learn the art and craft of writing a story, so easily told but written in blood.
8 194 - In Serial31 Chapters
Silence ✔️
Zelda Harkinian is a girl with impaired hearing and has been bullied mercilessly for it her entire life. Years later, one of her former tormentors, Link Forrester, sets out to make amends, in hopes of earning her forgiveness and help with the new problems he now faces. ••The Legend of Zelda and its characters belong to Nintendo. Cover art was created by Finni Chang. If you would like your art removed, please pm me!Inspired by the Japanese animated movie "Koe No Katachi" (A Silent Voice). All writing is mine. Please do not repost my work anywhere else.Highest Rank: #1 in Zelink3rd place in the Popularity Contest under the Modern AU category for the Zelda Watty Awards 2018!Word Count: 52KPublished: January 22, 2017 11:07 PMCompleted: May 2, 2017 10:51 AM-KatyWritesStuff- ©
8 178 - In Serial33 Chapters
Dark Remains: A Maggie Power Adventure (Maggie Power #1)
"This powerful historical novel vividly evokes London in 1842 and the terrifying plight of 13-year-old Maggie Power and her younger brother Tom. Fine characterization...and skilled pacing make this a real page-turner."Publishers Weekly on this 2011 Amazon Breakthrough Novel Award Semi Finalist.After the death of her mother and imprisonment of her revolutionary father, thirteen-year-old Maggie Power is plunged into a world of poverty and violence. Promising to protect her younger brother - come what may - she scavenges upon the mudflats of the Thames, haunted by the constant shadows of hunger and disease.That is, until a chance encounter with a charitable countess, who rescues her from the brutal streets of 19th century London. But Maggie's troubles are just beginning. For the rich life presented to her by the mysterious countess comes at a dreadful price.A suspenseful, historical mystery, Dark Remains takes the reader on a journey through the dark heart of early Victorian London.
8 72 - In Serial15 Chapters
Coming home|Linstead|
Erin works for Hank voight who also happens to be her father they work in intelligence together. Erin's boyfriend Jay is overseas since he is in the Rangers. Will he make it home her?
8 101

