《BADMINTON IN LOVE》Part 21
Advertisement
Pagi hari di area latihan badminton youngdae dan liliyana beserta joonki sudah berada disitu, niatnya adalah mengantar liliyana latihan tapi youngdae sempat beberapa kali ikutan bermain juga walaupun hanya permainan ringan ringan.
Semakin hari kesehatan youngdae semakin membaik, pengobatan yang dijalani dengan rajin dan asupan gizi yang terpenuhi membuat proses penyemmbuhan berjalan dengan baik.
Liliyana yang berada di lapangah sebelah dengan youngdae selalu memperhatikan permainan youngdae
"Young, jangan capek capek,"kata liliyana
"Iya,"kata youngdae
Beberapa saat kemudian liliyana sudah selesai tetapi youngdae belum selesei akhirnya liliyana masuk ke lapangan youngdae.
"Young maennya udah, ini udah lama lho,"kata liliyana
"Bentar lagi, ini lagi seru, please ya,"kata youngdae
"Woy ci minggir," kata ahsan dan mengarahkan kock ke liliyana
"Iya woy sabar,"triak liliyana dan minggir kelapangan
"Ci, tolong ambilin bajuku di mobil ya, buat ganti ini,"kata youngdae
"Ya,"kata liliyana
Liliyana pun langsung menuju ke mobil ditemani grasilla poli.
Sesampainya dilapangan lagi youngdae sudah di pinggir lapangan dengan telanjang dada. Liliyana dan grasilla poli yang berada di pinggir lapangan hanya bengong melihatnya.
"Wehhh gila ci, itu badan bagus bener,"kata grasilla poli
"Dasar tukang pamer,"kata liliyana cemberut
"Gila ci, aku ngak yakin itu badan orang yg sakit,"kata poli
Tak lama setelah itu youngdae, hayom, ikhsan dan owi pun datang.
"Ci mana baju aku,"kata youngdae
"Nih, ihh dasar tukang pamer,"kata liliyana
"Panas ci, gerah. Udah lama ngak maen kan gerah,"kata youngdae
"Gila loe bro badan bagus bener,"kata owi
"makasih bro,"kata youngdae
"Gue juga ngak kalah bagus kok,kata owi
"Ehh curut badan dia mah kayak roti sobek kotak kotak, lha elu yang ada kayak roti tawar datar kalau ndak kayak bakpao tuh yang buncit mau pamer pamer,"kata liliyana
"Astaga ci, lu tega banget ama gue, temen loe nih,"kata owi ngak trima
Advertisement
Setelah selesei berolahraga mereka memutuskan untuk berbelanja dan lanjut pulang ke apartemen. Selama ini youngdae dan liliyana memang tinggal dalam 1 apartemen tapi mereka mengetahui batasannya sehingga tidak menjadi masalah.
Sesampainya di apartemen liliyana langsung bergegas ke dapur untuk memasak makanan malam sedangkan youngdae bertugas untuk memandikan joonki.
Makan malampun sudah siap dan youngdae, joonki dan liliyana langsung bergegas makan dengan sangat berisik, acara makan mereka jauh dari kata tenang.
"Joonki mau tambah lagi?"tanya liliyana
"ngak ma, ntar perut joonki kayak bakpao ngak kayak roti sobek kayak papa,"kata joonki polos
"Haduh salah ngomongkan aku,"batin liliyana
"sapa bilang? joonki kan masih anak anak jadi ngak papa makan banyak besok kalau udah gede nah baru perutnya kayak papa,"kata youngdae
"oh gitu ya pa, okey ma aku mau nambah lagi, sayur sama lauk,"kata joonki
"makasih,"kata liliyana sambil memberikan sayur dan lauk ke joonki.
Selesei makan liliyana dan youngdae memutuskan untuk menemani joonki belajar, acara belajar yang awalnya sangat kondusif dan efektif berubah menjadi sangat tidak kondusif karena baru 30 menit belajar membaca joonki sudah mengeluh bosan.
Beberapa menit kemudian youngdae baru sadar jika hp nya tertinggal di kamar, awalnya youngdae ingin mengambilnya sendiri tapi karena joonki memintanya untuk membantunya mengambar, akhirnya liliyana yang mengambilnya.
Sesampainya di kamar youngdae, liliyana langsung mengambil hp yang berada di atas meja kerjanya. Sebelum pergi, liliyana melihat terdapat dua surat. Awalnya liliyana tak ingin membacanya tapi melihat sisi depan salah surat yang terdapat bendera korea selatan. akhirnya dia memutuskan membacanya.
Sedangkan youngdae yang menunggu lama di kamar joonki merasa terdapat suatu hal yang aneh dengan lamanya liliyana kembali, akhirnya dia memutuskan menyusul liliyana dengan terlebih dahulu meminta joonki untuk tidur.
"Kau membacanya?"kata youngdae yang langsung masuk kekamarnya
"Young,"kata liliyana dengan kaget
"Sini,"kata youngdae sambil mengandeng liliyana menuju tempat tidur
Advertisement
Akhirnya mereka duduk di tempat tidur itu, dan liliyana memberikan suratnya ke youngdae.
"itu suratnya baru aku terima kemaren, dan ya itu surat tentang hasil kesehatanku dan tentang surat putusan wajib militer yang akan aku jalani,"kata youngdae
"kapan?,"kata liliyana lesu
Youngdae melihat itu langsung menaruh suratnya di atas nakas dan secara tiba-tiba dia merebahkan kepalanya diatas pangkuan liliyana
"ehhh,"kata liliyana kaget
"kapan? aku wamil ya, kalau disurat itu aku wamil mulai pertengahan november,"kata youngdae
"Berapa lama?kata liliyana
"maunya?,"kata youngdae
"young serius,"kata liliyana
"ngak lama kok, cuma 1 bulan kok,"kata youngdae
"kok cepet? bukannya seharusnya 2 tahun? kata liliyana
"aku ngak mau lama lama ninggalin kamu sama joonki, apalagi kalau cara makan joonki yang seperti tadi, aku ngak bisa lama lama wamil,"kata youngdae becanda
"ah kamu itu bisa aja, serius young, emangnya wamil ngak dapet gaji ya?,"kata liliyana
"dapet kok tapi kalau buat biayain belanja baju, tas dan perlengkapan yang lain yang berjuta juta itu ya ngak akan sanggup,"kata youngdae
"ih kan itu cuman 1x aja,"kata liliyana
"iya, iya, selama aku wamil biar joonki disini aja ya, dia sepertinya sudah betah di indonesia,"kata youngdae
"Ya, cuma 1 bulan kan?,"kata liliyana
"iya wamil emang 1 bulan tapi kayaknya aku akan di korea cukup lama mungkin bisa 6 bulan,"kata youngdae
"kok lama?"kata liliyana
"setelah wamil aku nanti akan bertemu dengan sponsorku untuk membicarakan kelanjutan karir ku, ya dan hasil kesehatan juga membuktikan kalau kakiku sudah kembali kekeadaan semula,"kata youngdae
"Rencana kamu selanjutnya apa?"kata liliyana
"ehhmm, rencananya aku sepertinya aku akan mencoba maen di single, aku akan maen hingga staminaku memang sudah tak bisa untuk maen,"kata youngdae
"ya kalau emang seperti itu ya,"kata liliyana
"kau tak papa kan?"kata youngdae
"kenapa? aku ngak masalah kok,"kata liliyana enteng
"ngak marah atau menyuruhku cepat ke indonesia?,"kata youngdae
"ngak, kalau itu udah rencanmu aku akan dukung kok dan selama kamu di korea jangan lupa aja sama kiriman uang joonki aku tak masalah,"kata liliyana becanda
"ah serem yang terakhir,"kata youngdae sambil membenamkan kepalanya dilekuk perut liliyana
"hahaha, apanya yang serem kamu mah ada ada aja,"kata liliyana
"lho kamu kan masih ada bonus olimpiade rio kemaren dan kayaknya ngak ada habisnya,"kata youngdae
"Ya biarin kan biar tambah banyak,"kata liliyana
"yayaya, ehmm ci kok tadi gede ya,"kata youngdae
"he? apa yang gede,"kata liliyana bingung
"Perut mu kok gede, banyak lemaknya itu,"kata youngdae yang langsung membenamkan kepalanya diperut liliyana
"young, ahh udah sana jauh jauh,"kata liliyana sambil memdorong kepala youngdae
"ngak mau empuk,"kata youngdae
"aishh kamu itu, pokoknya uang bulanan naik 2x lipat,"kata liliyana
"yayaya, naikin aja,"kata youngdae
Sedangkan diluar kamar ternyata joonki melihat tingkah laku liliyana dan youngdae dikamar, awalnya joonki ingin kekamar youngdae karena tak menemukan liliyana dikamarnya. Joonki berniat meminta ijin untuk mengambil pasta gigi tapi melihat kelakuan kedua orang tuanya. Joonki memutuskan untuk mengambilnya sendiri.
"Ahhh dasar mama dan papa, kalau mau mesra mesra itu pintu di tutup kan bisa, udah lah aku udah gede juga,"kata joonki kesal dan langsung ke kamar
Advertisement
- In Serial437 Chapters
Demesne
A (NOT LitRPG) Dungeon story Out on the frontier of a new continent, the wizard Lori and her group of settlers try to build a community for themselves in a land actively hostile to intelligent life. With their wits, their will, and their newly built Dungeon to protect them against the Iridescence, they should be fine. If they can survive the lack of infrastructure. And the deadly beasts they need to hunt for food. And other settlements poaching their people. And idiots who don't get exactly what having to settle somewhere entails. And dragons... A slow slice-of-life fantasy town-building story. Updates Mondays, Wednesdays, and Fridays. Find exclusive content on Patreon. Don't forget to leave a review! Cover by JackOfheart
8 246 - In Serial245 Chapters
A Solitary God In A Dark Multiverse
Eons ago a devastating and apocalyptic battle took place that rocked every dark and loathsome corner of the multiverse. In the aftermath of the battle, deities, demon-lords, old ones, arch-devils, angel kings and archon queens, not to mention other cosmically powerful entities were totally obliterated. Despite this history-changing occurrence, life found a way and life went on in a godless multiverse for an unimaginable length of time. And in time, even the mightiest and most popular gods were nearly forgotten. But one day, in a universe unlike our own, an altogether fantastic and magical universe, a deity is born. A new deity. A deity of a nebulous morality. Join the aforementioned morally unbound deity as he embarks on a quest to gain power, worshippers, and glory. This story features a deity as its protagonist, but it's a deity who starts off alone in a dark and harsh multiverse. He needs worshippers to grow in power and has to earn his victories intelligently. He seeks to gain worshippers, discover the truth behind his genesis, and become the deity he is meant to be. He is a protagonist who will hurt others, and he's unafraid to kill and destroy what he can't control. This is his story. If lore intrigues you, consider dropping by the World Anvil! It is chock full of juicy lore, and history, and it is slowly expanding as I add new articles to it. It is a place for me to write out the major details and introduce readers to the grander complexities that the story doesn't always let me write out in detail. If that is neat to you, here's a link: https://www.worldanvil.com/w/the-multiverse-lucianowrites If you like the story, join our Discord! To support the story & help the author consider donating! https://ko-fi.com/lucianojoshuagonzalezvegahttps://www.paypal.com/paypalme/LucianoG679https://cash.app/$LucianotheWriter
8 151 - In Serial71 Chapters
Experimental Dungeon Novel
In which a necromancer brings to life a destroyed dungeon core. [participant in the Royal Road Writathon challenge]
8 204 - In Serial29 Chapters
The Lost Lord: Aymon Chronicles
There has been bad blood for centuries between the Skadjans and the Osknians. It was only a matter of time before the Skadjans attempted to take back what was originally theirs from the start-- the continent of Osknia. Caught up in the crossfire is lord of Khudril, Alaric Aymon, who is taken by pirates amidst the chaos of a Skadjan-led siege and shipped off to a far away land where Goblins rule and a high price is the reward for an Osknian lord. However, the journey to Gobblesfled is not as straight forward as it would seem, even for seasoned pirates of the sea. As Alaric Aymon attempts to find his way back home, he is beginning to realize the rise of the Skadjans is not without a darker magic spurring them on, and there may be much darker implications for his beloved land of Khudril, and worse, for all of Osknia.
8 165 - In Serial11 Chapters
Blade n Blood (Feature Film Script) -- Post Apocalyptic
A man seeks redemption by vowing to kill seven killers in the City of Blood...(Sin City meets Blade Runner) The Feature film script my upcoming Steam Visual Novel Game is the prequel to. (Our storefront on Steam is now up where you can wishlist the game -- A Crown of Thorns.)
8 170 - In Serial17 Chapters
The Adventures of Rat Damon
12/20/2021: we're back to work! Rat Damon reflects on his life of adventuring, both before and after meeting Jack Jensen of earth. He recounts many of his experiences, both happy and sad. He regales you with the tales of power found and love lost. This is a side-adventure based on our The Other Guys series. Rat Damon makes an appearance in Heroes of Last Resort but is much more than a simple rat. What I will post here is going to be a lot rougher than Heroes as I am writing and posting as I go along, so my apologies go out to you in advance! However, I will revise as needed as we go along. As writing isn't my full-time gig, the posting of new material here will likely be a bit irregular and as far as what length this book will be, it remains to be seen. This was originally envisioned to be a 30-40k word novella but one never knows where the story will take me. Do not fret, book 2 in the series is well on its way, in fact much farther along than this novel(la?). We will see where Rat Damon takes, I guess! Thank you for reading and I hope you enjoy this as much as I had writing it.
8 78

