《LOVENEMIES [END]》105 - Seperti Orang Mesum
Advertisement
Sebelum datang ke Jeonju, Bae Sooji dipandang memiliki peluang yang sama untuk berada di tingkat pertama seperti Kim Sowon dan Jung Yerin untuk kompetisi 500 meter. Ini karena hasil yang luar biasa untuk kompetisi terakhir.
Namun, setelah mengetahui tentang kondisi Kim Myungsoo, Pelatih Kim tidak lagi menaruh harapan besar pada Sooji. Sudah cukup baginya jika Sooji tidak menyerah di tengah perlombaan. Sebelum kompetisi, dia memberi banyak petunjuk dan instruksi pada Sowon. Namun, dia hanya memiliki satu kalimat untuk Sooji. "Santai saja dan jangan stres."
Pada akhirnya, satu demi satu, Sowon dan Yerin mengalami masalah. Sowon melakukan kesalahan dan jatuh keluar dari jalur di perempat final. Sedangkan Yerin, di semi-final, sambil meletakkan tangannya di atas es saat berbelok, dia secara tidak sengaja menangkap peseluncur Italia di belakangnya yang mencoba menyalip dengan paksa. Kedua kontestan didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran.
Sebaliknya, Sooji yang — di bawah tatapan simpati semua orang — meluncur dengan diam-diam ke final "A".
Pelatih Kim memiliki perasaan yang tidak bisa dijelaskan bahwa surga sepertinya membodohinya.
Namun, saat daftar nama lengkap final dirilis, hampir semua pelatih Korea putus asa.
—Dari empat orang di final "A", tiga orang bersalah dari Cina.
Praktek umum industri olahraga Cina tidak baik. Seringkali, mereka akan menggunakan cara yang curang untuk memastikan mereka menang. Salah satu contohnya, wasit akan melakukan panggilan bias dalam pertandingan sepak bola. Contoh lain, dalam pertandingan bulutangkis, mereka akan menggunakan AC untuk mengendalikan arah angin dan membantu negara mereka untuk mencetak gol...
Singkatnya, banyak metode curang dan tak tahu malu terlibat.
Malpraktek semacam ini juga meluas ke olahraga es Cina. Tim seluncur cepat Cina kuat. Namun, kemampuan mereka untuk melakukan trik kotor juga merupakan yang terbaik. Pisau es mereka sudah menghambat banyak atlet. Jika ada dua atlet Cina dalam kompetisi yang sama, seseorang akan bertanggung jawab untuk ikut campur dengan kontestan lain dan memastikan bahwa rekan setimnya berada di tempat pertama. Itu adalah modus operandi mereka.
Sekarang, Sooji akan melawan tiga orang Cina sendiri.
Semua pelatih merasa kecewa. Bagaimana bisa ini masih disebut kompetisi? Dia harus fokus untuk bertahan dalam pertandingan ini!
Sebelum kompetisi dimulai, Pelatih Kim menjelaskan pada Sooji dimana dan bagaimana dia bisa menjadi sasaran.
Hari ini, Sooji tampak lebih tenang dari biasanya. Setelah mendengarkan Pelatih Kim, dia hanya mengangguk dan bahkan tidak berbicara.
Pelatih Kim menghela napas ringan. "Pergilah. Ingat, keselamatan adalah yang utama."
Sooji mengangguk lagi.
Dia naik ke arena.
Dia ditugaskan di jalur pertama karena dia memiliki hasil terbaik di semi final. Ketika komentator langsung mengumumkan namanya, para penonton bertepuk tangan meriah.
Bagaimanapun, itu adalah tanah asal Korea. Sebagian besar penonton berasal dari Korea.
Wajah Sooji tanpa ekspresi saat dia meluncur ke garis awal. Sebelum masuk ke posisi awal, dia tiba-tiba menutup matanya dan mengangkat kedua tangannya, membawa telapak tangannya ke bibir.
Kebanyakan orang mengira dia mencium telapak tangannya. Hanya satu orang yang tahu bahwa bukan itu yang sedang dia lakukan.
Dia mencium sarung tangan.
Satu demi satu, nama para atlet diumumkan. Masing-masing dari mereka tiba di garis awal.
Suasana tegang dan hampir tidak ada yang berbicara. Stadion besar itu sunyi.
Komentator televisi juga diam.
Pistol meledak.
Seolah-olah Sooji sudah memasang saklar yang diaktifkan di tubuhnya. Dia melaju hampir tepat saat pistol itu menembak. Dalam sekejap mata, dia memimpin dan meningkatkan jarak antara dirinya dan peseluncur kedua.
Kemudian, sedikit demi sedikit, jarak itu ditarik lebih jauh lagi.
Sooji mendominasi balapan dan meninggalkan semua orang dalam debu.
Kalian ingin melakukan pelanggaran? Kalian harus menangkapku terlebih dahulu.
Sorakan penonton cukup untuk mengguncang tanah dan mengguncang gunung. Komentator televisi berteriak,"Bae Sooji, lakukanlah! Pertahankan keunggulanmu! Semangat! Hanya ada satu putaran tersisa! Semangat, semangat, semangat! Ah! Bagus sekali, cantik! Selamat, Bae Sooji, selamat untuknya! Tempat pertama ini tidak mudah..."
Advertisement
Komentator tiba-tiba menangis.
Semua orang tahu apa yang dialami gadis itu dari kemarin sampai sekarang. Mereka tahu tekanan besar yang dia pikul saat menghadapi kompetisi ini. Ketika daftar nama kompetisi dirilis, simpati semua orang terhadapnya melebihi antisipasi mereka. Sebagian besar orang sudah membantu memunculkan alasan untuk Sooji agar dia bisa menyerah dengan tenang.
Tapi bukan Bae Sooji namanya jika dia menyerah semudah itu.
Jadi bagaimana jika tekanannya hebat? Jadi bagaimana jika seluruh tim Cina bermaksud menyabotasenya?
Lanjutkan.
Aku tidak takut.
"Selamat untuk Bae Sooji! Generasi baru memang mengantarkan era baru. Dalam dirinya, aku melihat cahaya peseluncur generasi ini."
Setelah para juri memverifikasi hasilnya, Sooji meluncur melintasi es sambil mengenakan bendera Korea Selatan. Ini adalah hak istimewa pemenang. Dia merasa puas setelah menang. Namun, dia tampak tidak terlalu bersemangat. Seolah-olah jiwanya ditinggalkan di rumah sakit dan dia tidak bisa membangkitkan semangatnya apa pun yang dia lakukan.
Saat dia meluncur sambil mengenakan bendera, dia melambaikan tangan ke arah hadirin. Tentu saja, fokusnya masih pada penonton Korea.
Penonton Korea mengibarkan bendera di tangan mereka ke arahnya dengan penuh semangat.
Stand-stand dipenuhi orang-orang. Menyapu matanya dari kejauhan, Sooji tidak bisa membedakan siapa itu siapa.
Namun, kepala seseorang menarik perhatiannya.
Cerah, terlalu terang...
Itu adalah kepala botak tanpa rambut sehelaipun. Kepala berwarna terang itu menonjol di sekelilingnya seperti kacang kedelai kuning yang masuk ke tumpukan kacang hitam. Terlebih lagi, kepala botak itu juga memantulkan cahaya... Itu memberi kesan bahwa meskipun banyak kepala di sana, kepalanya beberapa kali lebih terang dari pada yang lain.
Itu adalah pria yang datang dengan efek cahaya sucinya sendiri!
Sooji tidak bisa menahan dirinya untuk tidak kembali memberikan perhatian penuh pada si kepala botak.
Dengan pandangan kedua ini, dia tertegun.
Kim Myungsoo duduk di tribun, pandangannya jelas dan lembut.
Sooji melihat ke arahnya dan tiba-tiba menangis dalam diam. Dia tidak bisa menghentikan air matanya untuk jatuh dan dua garis air mata yang jelas tampak mengalir di wajahnya.
"Apa yang terjadi?" Staf yang bekerja di siaran televisi bingung. Ketua memerintahkan juru kamera,"Cepat, putar kamera ke arah itu untuk melihat apa yang dia lihat."
Kameramen secara akurat menangkap kepala botak di kerumunan. Ini bukan karena pengalaman profesionalnya. Sebaliknya... kepala botak itu terlalu mencolok...
Saat ini, saluran televisi sudah tidak menampilkan komentar pasca-pertandingan. Saat mereka mendengar apa yang sedang terjadi, mereka segera memotong acara ke adegan langsung.
Saat komentator melihat si kepala botak di tribun, dia bertanya dengan suara tidak pasti,"Apa itu Kim Myungsoo? Aku rasa itu dia..."
Setelah mengkonfirmasi, komentator melihat rak IV di samping Myungsoo. Dia menekan kecurigaan di hatinya dan menghela napas dengan sepenuh hati. "Dia masih sangat tampan bahkan tanpa rambut."
Sooji kembali sadar, menyeka air matanya dan meninggalkan arena. Setelah menerima hadiahnya, dia bergegas ke ruang tunggu dengan tergesa-gesa.
Myungsoo memang ada di sana.
Dia duduk di kursi roda dengan satu tangan di sandaran tangan. Pergelangan tangannya terhubung ke infus dan ada rak infus di sampingnya.
Sooji berjalan ke arahnya dengan hati-hati. Dia sangat takut bahwa dia tidak sengaja akan menghancurkan sosok di depannya. Saat pria itu berada di depannya, dia mengulurkan tangannya dan menyentuh wajahnya.
Hm, ada kehangatan. Dia nyata.
Mata Myungsoo penuh kasih sayang saat dia mengangkat kepalanya dan menatap Sooji.
Sooji menangkupkan wajahnya dan mengamati kepalanya. Kepalanya utuh tanpa tanda-tanda luka yang dijahit.
Dia sedikit bingung. "Apa kau tidak menjalani operasi?"
"Dokter mengatakan bahwa aku tidak perlu di operasi."
"Baguslah. Aku takut mati. Tadi malam, aku bermimpi bahwa kau mengalami kerusakan otak."
Advertisement
Myungsoo merasa sangat tersentuh dengan kalimat pertama Sooji. Saat dia mendengar bagian terakhir, dia tergagap dan mengangkat tangannya untuk mencubit tangan gadis itu.
Sooji mengambil medali emas dari lehernya dan mengumpulkan pitanya sebelum menyerahkannya pada Myungsoo. Tindakannya pelan, seperti siswa sekolah dasar yang sedang menyerahkan pekerjaan rumahnya.
Ini adalah medali terpenting yang dia menangkan sejak dia memulai karirnya sebagai atlit. Myungsoo memasukkan medali ke sakunya dan memberi isyarat padanya dengan jari. "Kemarilah."
"Untuk?" Sooji membungkuk dan menatapnya.
"Lebih dekat."
Sooji membungkuk sedikit lagi. Myungsoo lalu membungkuk dan menciumnya.
"Hadiahmu." Dia tersenyum.
Hati Sooji berdenyut manis. Dia menegakkan tubuh dan menyentuh bibirnya. Tiba-tiba mendengar gerakan di pintu, dia berbalik ke arahnya dan menemukan beberapa kepala mengintip mereka. Dia mengenali beberapa dari mereka tapi tidak semuanya.
Wajahnya langsung memerah. "Paman, bibi..."
Nyonya Kim berseri-seri. "Tolong lanjutkan saja. Jangan pedulikan kami."
Setelah dia berkata demikian, semua orang menarik kembali kepala mereka.
"..."
Myungsoo mengangkat suaranya ke arah pintu. "Kembalilah dulu."
Sooji tidak memiliki kompetisi lagi hari itu. Dia menelepon Pelatih Kim untuk meminta izin sebelum kembali ke rumah sakit bersama Myungsoo. Dalam perjalanan kembali, Nyonya Kim memberi tahu Sooji,"Apa kau tahu hal pertama yang dia katakan saat dia bangun?"
Sooji melirik Myungsoo dan membuat tebakan logis. "Dimana rambutku?"
"Hahaha!" Nyonya Kim tertawa terbahak-bahak.
Semua orang di mobil juga tersenyum. Namun, mereka menahan tawa karena pertimbangan untuk pasien.
Myungsoo merasa bahwa dua wanita paling penting dalam hidupnya bergiliran menusuk hatinya. Tidak ada makna yang tersisa untuk hidup.
Dia memberi Sooji tatapan paling kejam.
Sooji tahu bahwa dia salah menebak. Dia bertanya pada Nyonya Kim,"Apa yang sebenarnya dia katakan?"
"Dia berkata..."
Myungsoo menghentikannya. "Ibu tidak diperbolehkan untuk mengatakannya."
"Baik, baik, ibu tidak akan mengatakannya." Nyonya Kim menenangkan. Dia terus berlari ke telinga Sooji dan mengangkat tangan untuk melindungi mulutnya.
Myungsoo menekankan lagi,"Ibu tidak diperbolehkan untuk mengatakannya."
"Astaga, jangan khawatir. Ibu hanya ingin berbagi sesuatu dengan Sooji." Saat Nyonya Kim berkata demikian, dia berbalik dan berkata kepada Sooji secara diam-diam,"Hal pertama yang dia katakan saat dia bangun adalah 'dimana Sooji?'"
Kembali ke rumah sakit, Myungsoo kembali ke ranjang rumah sakit dengan patuh. Saat hanya mereka berdua yang tersisa di ruangan, dia menatap kekasihnya dengan tenang sejenak. Lalu, dia tiba-tiba berkata,"Punya dua anak, yang lebih tua bernama Telur dan yang lebih muda bernama Telur Nomor 2?"
"..."
Sooji berkedip tanpa sadar dan pura-pura bingung. "Ah?"
"Sudah bertahun-tahun dan caramu membuat nama belum membaik sama sekali."
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan."
"Caramu gugup karena merasa bersalah juga tidak berubah sama sekali."
Sooji mengangkat alis. "Aku belum berubah tapi kau sudah berubah."
"Oh? Bagaimana aku bisa berubah?"
"Kau sekarang botak."
"..."
K.O.
Ekspresi cemberut Myungsoo membuat Sooji melunak. Bagaimanapun, dia masih belum stabil. Dia mengulurkan ranting zaitun dan bertanya,"Kau sudah bangun?"
"Tidak."
"Lalu bagaimana kau bisa mendengar apa yang kukatakan?"
Myungsoo berpikir sejenak dan melengkungkan bibirnya. "Aku pikir aku sedang bermimpi. Aku sedang mengujimu."
Wow, betapa lancangnya kau, anak muda.
Sooji mengertakkan gigi dan menatapnya dengan mata menyipit.
Myungsoo merasa bahwa kekasihnya sangat menggemaskan seperti ini. Dia menarik tangannya. "Jangan marah."
"Kim Myungsoo, aku akan menampar kepala anjingmu saat kau sudah pulih."
"Aku berbeda darimu untuk hal ini."
"Oh?"
Myungsoo tersenyum penuh arti. "Ketika aku sudah pulih, aku akan menghujanimu dengan cinta."
Myungsoo membuat pemulihan yang cepat. Dia siap untuk keluar setelah dirawat selama seminggu. Pada minggu yang sama, Sooji menyelesaikan estafet 3000 meter putri dan memenangkan medali emas lagi.
Foto kepala botak Myungsoo diposting ke internet. Foto itu diterima dengan baik dan netizen merasa bahwa penampilan Kim Myungsoo sangat luar biasa sehingga bisa menahan apa pun.
Setelah menyelesaikan relai 3000 meter, Bae Sooji menganggur. Dia akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Myungsoo setiap hari. Dia mengambil banyak foto dirinya sebagai kenang-kenangan dan mengedit foto-foto itu setelah selesai. Dari laki-laki ke perempuan dan tua ke muda, dia memfoto semua jenis gaya rambut di kepala Myungsoo yang botak.
Myungsoo secara tidak sengaja melihatnya dan merasa tekanan darahnya naik.
Suatu hari, Sooji memposting foto botak yang sedang melihat ke cermin di Instagram. Dia melampirkan keterangan berikut:
—Cermin cermin di dinding. Siapa orang botak terseksi di antara semua orang?
—Tentu saja itu adalah Kim Myungsoo!
Komentar dibanjiri dengan tawa dan semua orang sangat terhibur. Banyak orang meniru format posting ini dan mengirim postingan serupa mereka sendiri. Ungkapan "Botak Terseksi Kim Myungsoo" bahkan menjadi tren.
Myungsoo diam-diam mencatat semua hal 'baik' yang dilakukan Sooji pada buklet kecil di hatinya. Hanya dia yang menunggu. Saat dia menjadi lebih baik, dia akan menyelesaikan semua 'tagihan' dengan gadis itu.
Pada hari ia meninggalkan rumah sakit, orang tua Myungsoo sudah kembali. Sooji menemaninya pulang dan mereka kembali ke hotel.
Kim Sunggyu mengakhiri kompetisi hari itu lebih awal. Saat ini, dia berada di kamar mandi hotel. Saat itu masih siang dan sinar matahari cerah. Dengan demikian, dia tidak memasukkan kartu kunci hotel.
Sooji dan Myungsoo tidak melihat Sunggyu dan berpikir bahwa tidak ada seorang pun di ruangan itu.
Sunggyu sedang bermain dengan ponselnya saat dia duduk di toilet. Dia mendengar pintu kamar terbuka dan suara langkah kaki, diikuti oleh suara Sooji.
"Biarkan aku menyentuhnya sebentar."
"Tidak." Suara Myungsoo tegas.
Sial! Sunggyu merasa ini terlalu menarik. Seolah-olah seorang narator berbicara di telinganya: Selamat datang, ke Dunia Orang Dewasa.
Sooji bertahan,"Biarkan aku menyentuhnya sebentar. Tidak ada seorang pun di sini. Tidak perlu malu-malu."
Mata Sunggyu melebar. Kakak ipar sangat berpikiran terbuka!
Myungsoo masih menolak. "Tidak."
Heh, Kim Myungsoo, kenapa kau tidak menyerah saja...
"Ayolah, Kim Myungsoo. Kumohon." Sooji mulai membujuk dan menghidupkan pesonanya.
Myungsoo akhirnya menyerah. "Hanya satu sentuhan."
Sunggyu mengangkat tangannya dan menutup mulutnya. Jangan dengarkan, itu tidak sopan. Jangan lihat, itu tidak sopan...
Suara Myungsoo terdengar lagi. "Cukup."
"Sedikit lagi, sedikit lagi! Jangan bergerak! Hm, rasanya enak sekali!"
"Kau seperti orang mesum sekarang."
Keingintahuan itu membunuh Sunggyu. Kenapa Myungsoo tidak mau? Apa yang dilakukan kakak iparnya?
Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi bahkan dengan pengalaman menonton video biru.
Maaf, Kim Myungsoo Aku hanya akan melihat sekali untuk memuaskan rasa ingin tahuku. Sunggyu meminta maaf diam-diam pada dua orang di luar. Kemudian, dia membersihkan diri dan naik ke bak mandi. Dengan diam-diam menarik salah satu sudut tirai kamar mandi, dia melihat ke kamar tidur melalui dinding kaca.
Saat ini, baik Myungsoo dan Sooji sedang duduk di tempat tidur. Myungsoo memiliki ekspresi kayu di wajahnya sementara wajah Sooji merasa sangat puas. Adapun tangan gadi itu, tangannya berada di atas lapisan bulu hitam yang baru tumbuh di kulit kepala botak Myungsoo.
Sooji terus menggosok dan menggosok.
"..."
Dia merasa ingin mengajukan keluhan terhadap sepasang kekasih itu ke Asosiasi Konsumen.
Advertisement
- In Serial135 Chapters
A Snail's Wisdom
"To cultivate is to become one with the world, achieving a higher plane of existence." What the hell? No, it isn't. "Through diligent meditation and introspective enlightenment, one will be able to bridge the gap between himself and the center of the universe, achieving Immortality." Where did you get this crap? Such nonsense! Come, come, disciple. Follow your Snail-sensei here, and I will show you the quickest path to Immortality! It isn't all meditation and enlightenment like you imagine. If you aren't willing to risk your life, what makes you think you can avoid death? But don't worry! You have the Supreme Me. Your success is guaranteed! Now just put this dress on and let's go. What? Why are you looking at me like that? Don't point that sword at me!!!
8 252 - In Serial10 Chapters
Reincarnated as a Warlock with zero skill
My previous life was just as boring as yours. I was a marketing manager for a flooring company. The biggest challenge? Would the latest colour be called "Grey Oak" or "Oak Grey". Then, tragedy. I was struck down in the prime of my life by a negligent delivery driver and a pallet of laminate flooring - which is significantly heavier than you think. So there I was, smeared on the floor, absorbed in my own self pity. Where would I go? Heaven? Hell. Did I care? Apparently that was not what fate had in store for me. Reborn in a world of dragons and fantasy, I became a Warlock. A pretty darn important one too. The problem, I had little to no affinity to magic and I spent most of my time doing my best to avoid danger. Danger however, would not avoid me. So, with my new life as an amazing Warlock you'd think it would be easy street right? Wrong. Forces gather to move against the Kingdom I am sworn to protect and, whilst my inward allegiance is to whomever is the victor, outwardly I must lead the resistance against the invaders. With my skilled companions Asha - a mage that can actually do magic and Torg - a swordsman sworn to protect me, I can only hope that they distract the enemy long enough for me to run away.
8 117 - In Serial38 Chapters
Mark of the Mountain [formally : the masked queen (drottingr)]
Lyssia - the masked Drottine of Ilvana - has to discover the strength of her own voice and uncover the dark secrets that threaten to undermine the safety of her people while maintaining her own secret, a struggle that may force her to choose between her kingdom and her life. * * * * * * * * * * Participant in the Royal Road Writathon challenge! * * * * * * * * * * Armed with an uncontrollable talent for premonition and a dangerous secret that could cost her her life, Lyssia - the masked Drottine of Ilvana - has to learn to survive in a land designed to weed out the weak. Lyssia always thought her survival at court depended upon her identity as the greatest pretender of all. But when Magnor - the newly crowned King of Dunival - arrives unannounced and threatens the tenuous peace between their two kingdoms, Lyssia soon realizes that he carries secrets even more dangerous than her own. As Lyssia struggles to discover the true intentions behind Magnor's visit, she is faced with an impossible choice: Sacrifice her secret - her freedom - her life to save a dying land... or allow Ilvana to be overcome by what lies hidden in the shadows. Can Lyssia find the strength to stand and fight for her people, or will the lies she has hidden behind her entire life prove too strong to be overcome? * * * * * * * * * * A kongdomr of warriors, though rusted their swords A kongdomr of voices, raised in hopeful song A kongdomr of drakuns, forsaken, forgotten A kongdomr of masks, neither young nor old A kongdomr of faces, expectantly raised To this new chance, a new age A new Drottingr Ilvana of legend Rise, Warriors, Rise * * * * * * * * * * CAST, DEFENITIONS, PLAYLIST CAST Ilvanian (the three-pointed mountain) Lyssia (Lys) - Drottine of Ilvana, heir, present day 22YO Dizean - Kongr of Ilvana, Lyssia's father Azerian (Az) - Lyssia's maternal cousin, present day 22YO Carryn - Lyssia maternal aunt, Azerian's mother Roakev (Ro) - Lyssia's paternal cousin, present day 24YO Eindre - Lyssia's paternal uncle, Roakev's father and Drengr Nimeah - Eindre's wife, Roakev's mother Seaka - old Lach and Lyssia's former caretaker Bjarke - Master Skald, employed the Kongr of Ilvana Aturnel (the guardian) - highest mountain point on Ilvania-Listoria border Thivness (the wildness) – dangerous, impassable cliff between eastern forest and sea Vatn – Lesser mountain named after the lake found at its feet Arvid – Lyssia’s Dubkir horse, named after her great grandfather Sikurd – Roakev’s Dubkir horse, named after an old hero from a Lay Isi - girl Lyssia meets on road to Steiner Mart Diyana - Lyssia's songbird, also Rilken's wife Ofrid - Lyssia's maternal cousin, close to Roakev's age Reeza - Lyssia's older maternal cousin, has a oat named OdilHoney - good natured mare rode by Lyssia Hanne – village representative’s niece celebrating her wedding Ardbon - Karl involved in Steiner Mart fight Liefer - Karl involved in Steiner Mart fight, his son’s name is Nurik Rilken - the last Drakun Kongr of Ilvana Steiner Mart - Eda-Yute Mart held every year in Steiner Field, also called the crossroads Gavin Brinson – young western Jarl, not allied with Halvor, his family crest is a raven Sidne – Gavin’s wife, very pregnant and very helpful Halvor - outspoken jarl from western stead Sorev – Halvor’s son, family crest is a bear in mid-maul, one of eight Jarlsons present, but the only one hailing from the west Fulrik – sonless western Jarl allied with Halvor Calvin – one of the Jarlsons atttending the peacemeet, the oldest and tallest of the lot Angar – eastern Jarl in possession of the Dubkir herd, family crest is a shield painted with bright green and yellow stripes Dubkir heir – Angar’s son…when will Lyssia learn his name? Ingar – former Kongr of Ilvana and Lyssia’s grandfather Scyftan River – the unofficial divide between eastern and western Ilvana Listorian (the five-pointed flower) Andev - Kongr of Listoria Igone (of the green thumb) - Andev's wife, Drottingr of Listoria Thisska - Listorian Drakun, bonded to Igone Linea - Drottine of Listoria, Murel's twin, heir, present day 20YO Murel - Drottine of Listoria, Linea's twin, heir, present day 20YO Ansev - Kongre of Listoria, twin's younger brother Sundric - Kongre of Listoria, twin's younger brother Giall - Jarl that travels to Ilvana with royal party Dunival (the spinning dustdevil) Magnor - recently crowned Kongr of Dunival, present day 25YO Tirne - Kongre-Slad of Dunival, younger son of Rijek, present day 22YO V???? - Magnor’s self-proclaimed “second”…another name Lyssia can’t seem to learn! Deceased Erina - Lyssia's mother, deceased Rijek – former Kongr of Dunival, deceased Anitra – former Drottingr of Dunival, Magnor and Tirne’s mother, deceased The Five Kongdomren - Ilvana, Dunival, Listoria, Sinnet, Nukrevn Aonta...Definition and Cast to be discovered DEFINITIONS Kongr/Kongre - King/Prince Drottingr/Drottine - Queen/Princess Kongdomr (Kongdomren) - Kingdom (Kingdoms) Jarl/Karl - landowner/non-landowner, may be beholden one particular Jarl Lach – healer Fyr/Slad - heir/none Middig/Dreg - master/apprentice Skald - historian and musician Drengr – champion Drakuns - Dragons, the Ancient Ones Bjurn – bear Elke(Elken) – gigantic, majestic elk, native to Ilvana Ban-maudr – “executioner thorns”, found in the eastern forest, very painful and hard to remove Yute - Thanks yearly celebration between cold and growing seasons Urd/Eda/Aon(-Yute) - past/present/future, two weeks each Lay - Ilvanian historical songs Laikari - Listorian historical plays Ridineig - fast-paced dancing tune Drigneig – type of song, a dirge, “opposite” of ridineig Lur - long trumpet like instrument Bowed lyra – larger version of hand lyra, played with a bowed stick Jorki – similar to a pan flute, jokingly called “child’s flute” Drakuns - Dragons, the Ancient Ones Diyana - songbird Wulv – wolf, native to Dunival Wulvken – umm…we’re still not sure Volvstot/wulvstot – “witchbrew/wolfbrew”, dark beer that Magnor brings from Dunival Fovk - fox Vas Morginnen - Good Morning Vas Heill - Good Health Vas Daginnen – Good Day Adhuil - prosperous, prosperity Ami - genderless term of endearment Dunga - insulting way of saying someone is stupid Saedas - sweetness, another way of saying happinessSaedhirte- sweetheart Hviss - an (improper) oath Slegrl – sly Standa – stop An-rivic – be still! Brudpar – “bridal pair”, bride and groom Dubkir – famous Ilvanian horses, half-wild and bred for the hunt * * * * * * * * * * Playlists: https://youtube.com/playlist?list=PLcaiTcdQkK6nXrjYq29srJ7GMsebdd-Sp https://youtube.com/playlist?list=PLcaiTcdQkK6msFQiYhbaYhZ0VqFJ0mROi Lyssia character portrait by @soretoothproductions!
8 355 - In Serial6 Chapters
How a Skeleton Became The Ruler Of The World
A game and anime geek dies and ends up in a fantasy world as an undead. Upon awakening, he hears a voice:"[Mission - conquer over 80% of the world]," read and experience along with the hero his adventures on his way to world domination. The MC is intelligent and can be cruel. You will see the change he goes through after being reborn and who he will become to dominate the world. It will be a combination of fantasy and kingdom building, but there will be no shortage of adventures as he will have to raise his levels to advance his kingdom. The world in this novel is huge as you will find out in the book itself. I ask all readers to leave comments, ratings and followers. I respect and expect constructive feedback but it's worth reminding you that like some, I'm just a novice writer.
8 109 - In Serial28 Chapters
Necromancer Kaius
The king of a small kingdom, Kaius, was on the verge of transcending his mortal limits and becoming a higher being through his mastery of necromancy. Feeling threatened, the demigod Diamund ordered his forces to annihilate Kaius and his kingdom. Before his death, Kaius managed to cast a transcendent magic spell that allowed him to have a second chance at life. The next time Kaius opened his eyes, he seems to have transmigrated into a planet that is currently experiencing a zombie apocalypse! The name of this planet happens to be called Earth…
8 202 - In Serial10 Chapters
Toxic love - Central Cee
Central Cee x female poc
8 62

