《LOVENEMIES [END]》86 - Di Sini untuk Melayani
Advertisement
Hari itu, Nyonya Kim mengalami hari yang sangat menyenangkan. Tentu saja, itu tidak termasuk kejutan yang dibawakan oleh nyanyian Bae Sooji.
Karena dia terlalu bahagia, dia minum sedikit saat makan malam.
Mereka berempat minum. Kim Myungsoo minum paling sedikit sementara tiga orang lainnya minum dengan jumlah yang sama. Tuan Kim memiliki toleransi alkohol yang baik dan tidak mabuk, sementara Sooji dan Nyonya Kim, keduanya mabuk.
Menarik-narik tangan Sooji, Nyonya Kim berkata,"Apa kau tahu, bibi benar-benar ingin menculikmu saat kau masih kecil."
Sooji menjawab,"Apa bibi mau mengakuiku jika aku memanggil bibi ibu?"
Myungsoo menundukkan kepalanya dengan tawa yang tertahan. Dia menyendok semangkuk sup bebek untuk Sooji. "Jangan hanya minum. Makanlah. "
"Anjing Permaisuri, kerja bagus." Sooji terkikik saat dia mengaduk sup bebek dengan sendok porselen kecil.
Myungsoo menyipitkan matanya. "Kau baru saja memanggilku apa?"
"Anjing Permaisuri."
Myungsoo ingin menggertakkan giginya karena marah. Dia bingung bagaimana dia harus menghukum gadis itu. Saat dia melihat ke atas, dia melihat kepala ayahnya menunduk dengan terkekeh. Setelah tertawa, ayahnya berkata,"Apa begini anak-anak zaman sekarang melakukannya?"
Bahkan ayahnya, orang yang biasanya baik hati, sedang bercanda. Ayahnya pasti sudah disesatkan oleh seseorang hari ini!
Myungsoo menggertakkan giginya dan berbisik ke telinga Sooji,"Ayo kita lihat bagaimana aku memperbaikimu saat kita kembali ke asrama."
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Nyonya Kim telah memesan resor di The Garden of Morning Calm. Karena ulasannya bagus, dia memesan tiga kamar untuk membuat Sooji dan Myungsoo menikmati liburan mereka.
Tepat setelah mereka melangkah keluar dari restoran, Sooji menyampirkan lengan di bahu Nyonya Kim. Dengan bagaimana lengannya menjuntai, dia memberikan kehadiran yang sembrono dan mendominasi.
Di sampingnya, ayah dan anak tampak terguncang.
Sooji berkata,"Izinkan aku memberitahu bibi kunci seluncur cepat lintas pendek. Dengarkan baik-baik."
Nyonya Kim mengangguk. "Siap, Bos!"
Sama seperti itu, dia berbicara tentang teknik-teknik utama selama perjalanan mereka ke resor. Mereka check in dan memesan tiga kamar yang berada di lantai yang berbeda. Sebelum Nyonya Kim — yang dipapah oleh Tuan Kim — keluar dari lift, dia berbalik dan melambai pada Sooji. "Selamat tinggal, bos!"
Sooji dengan sangat ramah membalasnya dengan lambaian. "Pergilah."
Advertisement
Tuan Kim benar-benar terdiam. Memegang istrinya, dia melihat kembali putranya dan Sooji yang berdiri berdampingan. Dia membuka mulut untuk berbicara tetapi ragu-ragu.
Mengamati keraguan ayahnya, Myungsoo memegang pintu lift terbuka dan bertanya,"Ayah, ada yang ingin ayah katakan?"
"Jaga Bae Sooji dengan baik. Hm, tetap awasi dirimu." Tuan Kim membawa istrinya pergi setelah berkata demikian.
Myungsoo dapat membaca apa yang disiratkan ayahnya. Merasa terluka, dia bergumam,"Apa aku terlihat seperti binatang?"
Setelah Myungsoo mengantar Sooji ke kamarnya, dia membaringkan gadis itu di tempat tidur dan menarik selimut dengan maksud menyelimutinya.
Setelah melemparkan sepatunya ke samping, Sooji merosot ke sandaran kepala dan memeluk bantal saat dia menatap Myungsoo sambil terkikik. Kedua pipinya merah muda sementara matanya tampak sayu. Bibirnya yang tipis sedikit terbuka, memperlihatkan gigi-gigi yang rapi dan putih.
Myungsoo sedikit menyesal karena dia bukan binatang buas.
Dia membungkuk untuk mengambil selimut, menarik bantal lain dan memerintahkan,"Berbaringlah dengan benar."
Sooji memegang leher Kim Myungsoo dan dengan tiba-tiba membalik, menekan pria itu ke tempat tidur.
Myungsoo merasakan hatinya berayun. Dia berbaring di tempat tidur, kedua tangan terangkat dalam posisi menyerah. Dia menguatkan pikirannya dan bertanya,"Apa yang kau inginkan?"
Siku Sooji disangga di tempat tidur. Dia menatapnya dengan semangat. "Apa kau di sini untuk melayaniku?"
Setengah dari berat badannya bertumpu pada tubuh Myungsoo. Myungsoo merasa mulut dan tenggorokannya kering. Dia menatap mata Sooji dan bertanya,"Apa kau masih mengenali siapa aku?"
"Ya."
"Siapa aku?"
"Anjing Permaisuri."
"..."
Myungsoo menghela napas dan memutar matanya. "Dasar kau hmm–"
Sooji menciumnya. Dia menciumnya sekali sebelum mengangkat kepalanya dan menjilat bibirnya sendiri. Merasa itu tidak cukup, Sooji menundukkan kepalanya dan menciumnya lagi.
Dendam Myungsoo menghilang ke udara. Anjing Permaisuri? Biarkan saja. Saat ini, dia akan meledak, menjadi gumpalan awan atau kembang api.
Myungsoo menutup matanya untuk menyambut ciuman Sooji, membuka bibirnya dan mengulurkan lidahnya sebagai tanggapan.
Napas mereka menjadi api yang panas yang sepertinya membakar ciuman itu hingga terlupakan. Saat berikutnya, rasanya lembut, halus dan manis.
Saat Sooji juga melakukan hal yang sama, dia merasakan rasa di bibirnya berubah. Dia ingin mengangkat kepalanya dan memikirkannya sebentar tapi saat dia bergerak, Myungsoo langsung menangkap bagian belakang kepalanya dan memaksanya untuk melanjutkan ciuman.
Advertisement
Sooji mengalami kesulitan bernapas. Awalnya, dia sudah pusing. Sekarang dia tidak bisa bernapas dengan baik dan kekurangan oksigen, dia menjadi lebih pusing dan... tertidur.
Saat Myungsoo menciumnya, dia merasakan bahwa Sooji menjadi diam. Dia melepaskan gadis itu dan dan mengambil napasnya.
Sambil terengah-engah, dia menggertakkan gigi,"Dasar."
Nyonya Kim tertidur lelap. Saat dia bangun keesokan paginya, dia melihat bahwa suaminya sudah bangun dan saat ini sedang memanaskan air.
"Sayang, jam berapa sekarang?"
"Ini baru jam 7 pagi. Kau bisa tidur sebentar lagi."
"Hm, aku tidak bisa tidur lagi."
Setelah air mendidih, Tuan Kim menggunakan sebotol air mineral untuk mencampur dua cangkir air hangat. Pasangan yang sudah menikah itu menghirup masing-masing airnya.
"Bagaimana tidurmu?" Tuan Kim bertanya.
"Lumayan." Nyonya Kim berpikir sejenak. "Aku pikir aku bermimpi semalam."
"Oh? Mimpi apa?"
"Aku bermimpi bahwa kita pergi memancing."
"Mimpi bermimpi tentang ikan itu baik. Itu mimpi yang bagus."
"Tidak, dengarkan dulu. Aku bermimpi bahwa kita pergi memancing dan Sooji dan Myungsoo juga ikut. Lalu... lalu, Sooji mulai bernyanyi."
"Lalu?"
"Lalu, ikan-ikan itu mulai melayang ke atas permukaan air, menutupi danau dengan rapat. Ikan itu benar-benar banyak."
Bahkan nyanyiannya bisa membunuh ikan. Tuan Kim menyeka dahinya dengan tenang. "Sepertinya trauma yang ditinggalkan Sooji kepadamu kemarin tidaklah kecil."
"Selain buta nada, anak itu hebat di semua bidang lainnya. Tidak ada manusia yang sempurna." Nyonya Kim mengangguk sedikit sebelum menggelengkan kepalanya. "Tapi aku tidak akan bernyanyi bersamanya lagi, terutama karena dia juga membuatku buta nada."
"Sisi baiknya, di masa depan saat Myungsoo melakukan kesalahan, kita bisa menghukumnya dengan mendengarkan Sooji bernyanyi. Itu akan lebih efektif dari pada hukuman lain seperti berlutut di papan cuci."
Nyonya Kim geli mendengar ini. "Sayang, kau mengerikan."
Karena Nyonya Kim punya rencana lain di sore hari, mereka memesan kereta siang untuk pulang. Mereka menghabiskan pagi hari di dekat hotel sebelum naik kereta kembali ke rumah mereka.
Di kereta, Nyonya Kim melihat-lihat obrolan kelompok penggemar Myungsoo karena bosan. Dia menemukan mereka sedang mendiskusikan akun Instagram.
ID: Burung Kecil Terbang Terbang Terbang
Akun itu memposting konten yang sama setiap hari: Apa Kim Myungsoo dan Bae Sooji putus hari ini - tidak.
Nyonya Kim cukup tidak senang. Sambil menunjuk ponselnya, dia bertanya pada suaminya,"Ada apa dengan orang-orang ini, apa hubungannya hubungan asmara orang lain dengan mereka? Myungsoo hanyalah pemain hoki es dan bukan selebritis, tidak bisakah dia memiliki kebebasan untuk berkencan? Terlebih lagi, Bae Sooji sangat menggemaskan!"
"Mereka semua anak-anak. Jangan terlalu dipikirkan."
" Sooji juga anak-anak. Dia bahkan mungkin tidak lebih tua dari orang-orang ini."
"Baiklah, istriku, jangan marah. Semakin kau terganggu dengan orang-orang itu, semakin bahagia mereka. Selama hubungan Sooji dan Myungsoo baik-baik saja, siapa yang peduli dengan mereka?"
Meskipun hal itu benar, Nyonya Kim masih kesal. Setelah berpikir sebentar, dia membuat akun Instagram juga.
ID: Tembak Burung Kecil Terbang Terbang Terbang
Posting Instagram pertama: Apa Kim Myungsoo dan Bae Sooji menikah hari ini — segera!
Hm, mulai sekarang, dia akan masuk setiap hari untuk melawan akun itu.
Nyonya Kim memberi Sooji gelang Cartier sebagai hadiah pertemuan. Di tengah rantai emas mawar tipis, ada anggrek kecil yang diukir dari kalsedon merah muda dan di tengah anggrek itu ada berlian.
Apa gelangnya sangat cantik? Ya.
Apa gelangnya sangat mahal? Jawabannya juga ya.
Meskipun dia senang mengenakan gelang itu, Sooji merasa sedikit gugup. Dia melihat bunga anggrek kecil di pergelangan tangannya dan bertanya pada Myungsoo,"Katakan, bibi memberiku hadiah yang begitu mahal. Bagaimana jika kita putus mmhm—"
Myungsoo menciumnya.
Sooji berkedip. Dalam sekejap, dia merasa seringan bulu seperti dia menginjak permen kapas yang lembut dan manis.
Mengingat apa yang dilakukan Sooji padanya tadi malam, Myungsoo menggigit bibir gadis itu sebagai hukuman.
Sooji mengangkat kepalanya untuk menghindarinya saat dia merasa sakit. "Hei!"
Myungsoo memerintahkan,"Kau tidak diizinkan untuk mengatakan omong kosong seperti itu."
"Aku tahu, aku hanya bercanda."
"Bahkan jika kau bercanda, kau tetap tidak diizinkkan berkata seperti itu."
"Baiklah. Kekasih yang sangat ketat. "
Myungsoo meraih tangannya yang mengenakan gelang itu. Dia menggunakan jari-jarinya untuk menangkap telapak tangan Sooji dan meremasnya. Dia berkata,"Ibuku mengekspresikan kesukaannya dengan menghabiskan uang. Biasakan saja dan jangan terlalu memikirkannya."
"Eh..." Sooji sedikit bingung. "Bukankah bibi mengatakan bahwa dia menjual obat? Apa menjual obat sangat menguntungkan akhir-akhir ini?"
"Dia pemilik perusahaan farmasi. Sederhananya, 'penjual obat'."
"..." Sooji benar-benar bisa bertemu dengan seorang CEO di kehidupannya.
Advertisement
- In Serial7 Chapters
The Second Try at the Cataclysm (Apocolyptic Gamelit)
The last of the world burns around Kal, the last surviving member of humankind. The cataclysm started over twenty years ago, and today humanity lost. Being the last one to die, Kal was given a gift by the gods to go back to the start of it all and change the course of humanity.
8 79 - In Serial21 Chapters
Novu Sol (#1 in the Novuverse)
A universe where Sol Star System no longer belongs to humans, Artificial Intelligence are feared, and people now live on multiple planets among the stars. The Stellar Democracy of Novu Sol is the oldest, largest, and most powerful nation, the nation that claims to be the paragon of virtue, everything a person could ask for, with few flaws. But even they have skeletons in their closets. The Admiral is their biggest one, one which they intend to bury for good. Not if The Admiral can help it. In the turmoil of human existence, its easy to lose sight of your dreams and forget your goals. Novu Sol is a Naval Space Opera, with a hard focus on the Navy aspects of life in this universe! Updating this again! less of a schedule, more quality writing to come.
8 144 - In Serial18 Chapters
Death's Son Desire
Esried, a young man hunted by those in power, struggling to find his place in the world. A world filled with knights, elves, magic, and more. Will he survive the reality that is life? Or will he succumb to its woes and become the evil that hunts him.
8 240 - In Serial127 Chapters
The Man Who Taught The Machine
A game developer finds himself reborn into the world he created. He also made the powerful AI that controls the system, so what happens when he finds out the system created him more than once? Shane Carther works as a developer for an ambitious new AAA game. The game, Endless Veil is an open-world RPG with contextual quests and endless procedural generation powered by an AI Director of Shane's own making. The game world is populated by random events, dungeons, NPC outposts, portals, boss fights, wandering merchants, and more. Through machine learning, all of these encounters have context and backstory. Right before the game's launch, Shane wakes up inside his own game. At first, this looks like a blessing as Shane has a robust custom class that gives him many more opportunities than usual to acquire power—and exciting loot. Shane quickly learns that life in his game's world is authentic and deadly. Even though he respawns endlessly after dying, there are fates worse than death and rebirth. Fates like discovering you've already been reborn into Endless Veil many times and failed. New Chapters Posted Every Tuesday, Thursday, and Saturday! *I am now aware another author has previously used the same copyright-free cover image I am using. While their story is no longer being supported on Royal Road, I do plan on replacing my book's cover with something more custom later on!
8 286 - In Serial66 Chapters
Secrets of the Myath
In a world of unlimited bio-technology, where the races are at there pinnacle, and to most, their life is close to a utopia, there are those who do not belong. Outcast and displaced, the Myath are given little thought and even less consideration. But the world the races is in danger and no one has any idea. Sierra, a Myath, finds herself thrust into a world that she never thought she would touch and where she must watch her back. But more than that, she needs to decide if she will reveal her secrets or trust someone enough to make a difference. [participant in the Royal Road Writathon challenge] - Winner November 2021 *** Regular Upload schedule: Every-other Wednesday Here's my current project with my preferred writing style and genre. Hope you enjoy and let me know what you think! Please suggest any tags you think are missing. Book 1: Kin (Complete) Book 2: Kith (Ongoing) Book 3: ?? Book 4: ??
8 206 - In Serial14 Chapters
demon's daughter
Following the League's coup, Marinette al Ghul and her twin brother, Damian, are left on the doorstep of their father- Bruce Wayne, otherwise known as Batman.Or, the story of Marinette- the granddaughter of the Demon's Head, ex-assassin, Starling, and Ladybug.________________#1 mlxdc#3 twinsau#8 leagueofassassins
8 186

