《LOVENEMIES [END]》65 - Bukan Orang yang Baik
Advertisement
Keesokan harinya, Bae Sooji pulang ke rumah dengan banyak makanan. Ada daging bebek asin, tendon sapi, sup beku dan juga telur puyuh rebus. Neneknya bahkan mengambil sisa kue beras ketan labu yang berharga yang dia simpan dan seperti seorang penjual, wanita tua renta itu bersikeras bahwa Sooji harus mengambil dua kue beras itu pulang. Sooji mencoba menolak tanpa daya.
Nyonya Bae ada di rumah sakit dan hanya Kepala Sekolah Bae yang ada di rumah. Dia sedang membaca majalah militer. Saat Sooji memasuki rumah, Kepala Sekolah Bae meliriknya sejenak. Sebelum Sooji bisa melihat ayahnya meliriknya, pria paruh baya itu dengan cepat mengalihkan pandangannya dan berpura-pura sangat asyik dengan majalah itu.
Sooji memasukkan makanan ke lemari es. Saat dia memasuki ruang tamu, dia hanya melirik ayahnya. Ayah dan anak perempuannya tidak bermaksud menjadi yang pertama berbicara.
Kemudian, Sooji mengambil sepasang sepatu roda yang ditinggalkannya di ruang tamu kemarin malam dan bersiap untuk pergi dengan tasnya.
Kepala Sekolah Bae tidak bisa menahannya lagi. Dia berseru kepada sosok Sooji yang pergi,"Kau mau pergi kemana?" Nada suaranya aneh, sedikit canggung dan kaku karena dia terperangkap di antara keharusannya untuk bersikap keras dan tidak mampu sepenuhnya menguatkan hatinya.
"Aku akan kawin lari dengan Kim Myungsoo," kata Sooji.
Kepala Sekolah Bae tersenyum geli. "Lanjutkan. Setelah kau pergi, aku akan menggunakan maharmu untuk membeli peternakan babi. Memelihara babi jauh lebih baik dari pada membesarkan anak. Itu tidak terlalu merepotkan dan aku bahkan bisa makan daging."
Sooji berbalik untuk melihat ayahnya dan berkata dengan sedih,"Ayah, ayah bisa merendahkan siapa pun di dunia kecuali aku."
"Oh?"
"Aku dibawa ke dunia ini dan juga dibesarkan oleh ayah dan ibu. Jika ayah merendahkanku, itu sama saja dengan merendahkan diri ayah sendiri dan oh, juga setara dengan merendahkan ibu."
Kepala Sekolah Bae mendengus,"Kau memiliki keterampilan luar biasa dalam menuduh orang-orang." Saat dia berbicara, dia meletakkan majalah itu di tangannya. "Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?"
Advertisement
Sooji meletakkan sepatu dan berbicara saat dia berjalan. "Pertama, terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk menjelaskan diriku sendiri. Aku berharap bahwa saat kita melanjutkan percakapan ini, kita berdua akan dapat tetap tenang dan saling percaya satu sama lain."
"Baik, baik, cepat jelaskan apa yang terjadi."
Sooji duduk dan berkata,"Ayah, apa ayah ingat bagaimana aku pernah melukai kepalaku saat memungut dahan pohon saat masih kecil? Kim Myungsoo juga ada di sana."
Mata Kepala Sekolah Bae melayang saat dia mencoba mengingat kejadian itu. Setelah beberapa saat, dia mengangguk dan berkata,"Ayah ingat. Setelah melihat sarang murai di pohon, kau sangat iri padanya dan ingin membuat sarang sendiri, itulah sebabnya kau pergi mengumpulkan dahan pohon. Ayah tidak salah ingat, 'kan?"
Sooji memutar bola matanya mendengar perkataan ayahnya.
"Ayah juga ingat bahwa ibumu harus memeriksamu selama setengah hari sebelum kau mau mengakui apa yang terjadi." Wajah Kepala Sekolah Bae sangat bingung saat dia menggelengkan kepalanya. "Bisakah kau memberitahu ayah apa sebenarnya yang kau pikirkan? Seorang manusia yang tinggal di sarang burung? Haruskah ayah memanggilmu manusia burung saja?"
Ia terbatuk. Sooji sangat malu. "Ayolah, jangan memusingkan hal-hal kecil."
"Hm, lanjutkan penjelasanmu."
"Insiden itu meninggalkan bekas luka dan Kim Myungsoo masih mengingatnya. Hari itu, dia hanya ingin melihat apa bekas luka itu masih ada di sana. Kebetulan seseorang mengambil foto kami saat dia mendorong rambutku ke belakang."
Pada titik ini, Kepala Sekolah Bae merasa ada sesuatu yang mencurigakan,"Bagaimana mungkin semua ini terjadi secara kebetulan?"
"Ayah tidak mengerti. Kim Myungsoo terkenal di kampus kami. Ini, aku akan menunjukkannya kepada ayah." Sooji berbicara dan mengambil ponselnya. Dia mengklik ke dalam akun 'Kumpulan Informasi dan Gosip Kim Myungsoo' dan menunjukkannya kepada Kepala Sekolah Bae. "Lihatlah jumlah orang yang menonton video ini."
Kepala Sekolah Bae membaca artikel-artikel itu dan merasa bahwa anak-anak zaman sekarang benar-benar kurang kerjaan.
"Itulah sebabnya selalu ada orang diam-diam mengambil foto dirinya. Aku terlibat dengannya."
Kepala Sekolah Bae merenungkan ini untuk sementara waktu dan bertanya,"Jadi, apa kau berkencan dengan Kim Myungsoo atau tidak?"
"Tidak mungkin!" Sooji dengan cepat melambaikan tangannya.
Kepala Sekolah Bae menggerutu,"Mendorong seorang gadis yang tidak memiliki hubungan dengannya di tanah di siang hari bolong? Dia bukan orang yang baik. "
"Kebetulan sekali, aku juga bukan orang yang baik," batin Sooji.
Advertisement
- In Serial76 Chapters
ANNO: 1623
This is a tale. One of Life, Of Death, And of the unnatural disregard for the rules that govern both. This story arguably begins at this climax, just after the death and reincarnation of a random eccentric. In a turbulent world experiencing a forceful, remorseless revolution, we follow the saga of a possessed young noble and the world around him. Follow Levi, a slightly crazy (Laughs), psychopathic, possibly apathetic yet apt youth... Possessing dual souls, and the memories that come with them, He challenges head-on the complicated political structure and social-economic hurdles that plague a budding, war-stricken civilization. Come along, oh dear traveller... To Anno, a world hiding legendary secrets worthy of your exploration. For it is the year 1623 S.T. The year it all began. ... [participant in the Royal Road Writathon challenge]
8 130 - In Serial6 Chapters
Return To Palelight
A journey to Palelight
8 157 - In Serial9 Chapters
In the Temple of Glass
Jarv Messim had one simple job: to infiltrate and conquer the realm of Earth. He was given every advantage. Three employees. A base underneath a shady hotel. The harnessed soul of an elder god. So what exactly is taking him so long? A modern world reverse-isekai fantasy invasion story.
8 89 - In Serial33 Chapters
Cross Roads: God's Reminder (Book Two)
The constant power struggle within the Dark Nebula Coalition has spilled throughout world. Particularly, New York City. The Crux Nexus aren't the only ones fighting for acceptance and change, as many are willing to protect what is sacred to them. With the Dark Nebula Coalition going into flames (both figuratively and literally) it's up to many others like "Memento" to give everyone a reminder: No matter how rich or smart or powerful you become, no one is above judgement.
8 175 - In Serial28 Chapters
Aino and Eien
Luckless Eien is stuck surviving with his former sociopathic squad leader, Aino, after their city burns to the ground during a rebellion against the government. They are pursued by government agents, and Aino seems to know what she is doing, but can Eien really trust the woman who kills without remorse? His survival depends on it.
8 173 - In Serial56 Chapters
float with me | IT
Lara Lewis moves to Derry at the wrong time. Not only does she catch the attention of the infamous Patrick Hockstetter, children are disappearing and a dark entity that takes the form of your deepest fear is terrorising the town. Can Lara and the Losers Club take down Pennywise before it's too late, Or will they float too?
8 85

