《LOVENEMIES [END]》39 - Sedikit Imajinasi yang Tersisa
Advertisement
Bae Sooji sebenarnya melewatkan kelas pagi untuk latihan. Saat dia kembali ke asramanya, Jung Soojung sudah kembali dari kelas bersama dengan dua teman sekamar mereka.
"Aku hampir mati karena kelelahan." Ketika Sooji memasuki ruangan, dia melemparkan tasnya ke samping dan duduk di kursi. Soojung melihat ujung rambut dan kemeja gadis itu basah karena keringat. Dengan demikian, dia berjalan di belakang Sooji dan mulai memijat bahunya. "Rajaku, aku akan memijat pundakmu."
Sooji memutar bahunya dengan nyaman. "Selir Jung, kau yang terbaik."
Park Jiyeon sedang mengerjakan tugasnya. Saat dia melihat Sooji kembali, sekali lagi penuh kelelahan, dia mengesampingkan tugasnya dan mendorong kursinya ke arah Sooji. Sambil memegang bagian belakang kursi, Jiyeon melihat ke atas.
Soojung mengambil sebuah wadah kecil dari mejanya. Wadah itu berisi makanan khas lokal yang dikirimkan ibunya —kue kuning telur goreng.
"Rajaku, apa kau mau memakan ikan kering ini?" Soojung bertanya.
Masih memegang bagian belakang kursi, Jiyeon tertawa. Dia berkomentar,"Kau terdengar seperti sedang memelihara kucing."
Kue kuning telur goreng yang diletakkan di dalam wadah itu digoreng hingga renyah dan berwarna keemasan untuk menghasilkan rasa yang menyenangkan dalam setiap gigitan. Dari aromanya saja, hal itu sudah menggugah selera Sooji.
Dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menelan air liurnya.
Tekadnya membunuhnya!
Sooji berusaha untuk menahan seleranya. Wajahnya menunjukkan ekspresi sedih. Akhirnya, dia mendorong wadah itu ke samping dan berkata,"Selir Jung, makanlah cemilan itu untuk menambah energimu. Lagi pula, ada benihku di janinmu. "
Jiyeon merasa ngeri hingga rasanya ia ingin mati melihat Sooji dan Soojung sedang bermain peran. Dia ingat bahwa Soojung sangat normal ketika dia pertama kali mengenal gadis itu. Setelah bergaul dengan Sooji untuk waktu yang singkat ini, karakter gadis itu sudah seperti ini. Jika mereka bergaul untuk waktu yang lebih lama lagi... Jiyeon tidak bisa membayangkan akan seperti apa Soojung!
Lee Jieun sedang menjemur pakaiannya di balkon. Dia menoleh dan bertanya,"Bae Sooji, apa kau benar-benar berencana untuk kembali ke seluncur cepat?"
Advertisement
"Ya, lain kali, kalian bisa memanggilku 'Si Cepat di Atas Es'."
Nama panggilan itu adalah sesuatu yang Sooji buat sendiri. Dia belum mengumumkannya. Bagaimanapun, penampilannya sejauh ini hanya biasa-biasa saja dan tidak bisa dianggap sebagai "Si Cepat di Atas Es". Palingan dia hanya bisa dianggap sebagai "Kura-kura Kecil di Atas Es".
"Apa tidak sulit memaksakan dirimu seperti ini setiap hari?" tanya Jieun.
"Ya," Park Jiyeon mengangguk setuju dan melanjutkan,"Melatih sampai tubuhmu terlalu berotot juga tidak terlihat bagus."
"Kalian berdua terlalu khawatir." Soojung menarik dagu Sooji dan memalingkan kepalanya. "Lihat, lihat, dengan wajahnya yang seperti ini, apa dia masih memerlukan otot?"
Sooji terdiam. Apakah itu bisa dianggap sebagai pujian?
Dia menepis tangan Soojung dan menggoyang-goyangkan jarinya pada Jiyeon. "Kalian semua salah. Sebenarnya, semua otot terlihat bagus. Hanya lemak saja yang membuat tubuh terlihat mengerikan."
Jiyeon menunduk dan menatap canggung pada perutnya yang sedikit menonjol. "Bisakah kita mengganti topik lain? Membahas ini membuat hatiku sakit."
"Aku mengatakan bahwa lemak yang terlihat mengerikan, bukan dirimu. Selama kau menyingkirkannya, kau akan terlihat lebih baik! Bagaimana kalau begini saja? Apa kau ingin berolahraga denganku?"
Jiyeon segera memutar tubuhnya dan kembali sibuk dengan tugasnya. Ketika dia berbuat demikian, dia bergumam,"Aku lebih baik fokus belajar agar aku bisa menghasilkan uang yang banyak dan membeli pil penurun berat badan terbaik nantinya."
Sooji membalas, "Apa kau masih perlu menurunkan berat badan kalau penghasilanmu banyak? Cari saja pria muda."
"Dasar!" Jiyeon hampir saja jatuh dari kursinya karena kata-kata Sooji. "Guru bahasamu pasti akan sedih melihat bagaimana caramu menggunakan kata-kata benda."
"Maka dari itu aku mengambil jurusan ilmu kedokteran hewan." Saat Sooji berbicara, dia memutar kepalanya untuk melihat Soojung dengan wajah datar. "Kita harus menghormati jurusan kita."
Soojung mengangguk dengan semangat. "Benar!"
Keduanya tampaknya lupa bahwa Sooji baru saja melewatkan kelas umumnya.
Advertisement
Selesai menggantung pakaiannya di balkon, Jieun masuk ke kamar, duduk dan mulai mengutak-atik ponselnya. Dengan ponsel di tangan, dia nyaris tidak duduk dan langsung menjerit ketakutan, menyebabkan tiga teman sekamarnya melompat ketakutan.
Sooji bertanya,"Apa kau duduk di atas paku?"
"Tidak..." Jieun tampaknya kesulitan berbicara. Dia ragu-ragu sejenak sebelum menatap Sooji dengan hati-hati. "Bae Sooji, kau... Kau harus menguatkan dirimu sendiri."
Sooji menatap Jieun dengan kebingungan. Jieun pun segera memberikan ponselnya pada Sooji.
Benar-benar bingung, Sooji mengambil ponsel itu. Di layar ponsel itu ada pasangan yang tak tahu malu sedang berbaring di rumput. Eh, tunggu sebentar!
Bukankah itu Kim Myungsoo?!
Bukankah itu dirinya?!
Siapa yang mengambil foto ini?!
Dari sudut pengambilan gambar, Myungsoo terlihat tampak sepenuhnya menekan tubuhnya sambil menciumnya. Sudut pengambilan "luar biasa" ini telah mengambil gambar yang ambigu. Fotografernya pasti adalah orang yang berbakat dan pasti bisa menjadi sutradara film dewasa yang luar biasa.
Sooji mengklik gambar dan melihat bahwa itu adalah postingan panjang dengan beberapa foto dilampirkan di postingan tersebut. Foto itu juga menangkap gambar dimana ia sedang mengejar Myungsoo. Wajah mereka bahkan bisa terlihat jelas.
Klimaksnya adalah gambar GIF yang diproses secara hati-hati. Dalam GIF itu, Myungsoo menekannya ke rerumputan, pinggul pria itu membuat gerakan memutar sedikit, membuatnya tampak seperti mendorong Sooji ke depan dengan lembut. Daya tarik gambar GIF ini terletak pada adegan yang tidak akan berakhir. Ini berarti bahwa meskipun Myungsoo hanya mendorong pinggulnya ke depan sekali, GIF itu akan membuat tindakannya menjadi serangkaian gerakan terus menerus yang diputar berulang-ulang.
Hm, hanya ada sedikit imajinasi yang tersisa.
Sooji tertegun. Butuh beberapa saat sebelum dia pulih dari keterkejutannya.
Dengan ekspresi suram, dia meletakkan ponsel itu. Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat bahwa tiga teman sekamarnya yang sebelumnya juga menundukkan kepala untuk menonton layar ponsel itu kini sedang menatapnya.
"Kalau aku mengatakan bahwa ini adalah kesalahpahaman, apa kalian akan percaya?" Sooji menunjuk ponsel dan bertanya.
Tiga teman sekamar Sooji menggelengkan kepala secara serentak.
"Apa tidak ada orang di sekolah ini yang akan mempercayainya?" tanyanya lagi.
Tiga teman sekamar Sooji kembali mengangguk serentak.
Sooji menarik rambutnya sebelum tiba-tiba membanting tinjunya ke meja.
Bang!
Ketiga teman sekamarnya bergidik ketakutan.
"Kim. Myung. Soo." Kata demi kata, Sooji menyebutkan nama pria itu dari sela-sela giginya yang terkatup. Setelah menyebutkan namanya, Sooji bangkit berdiri.
Ketakutan, ketiga teman sekamarnya mundur selangkah.
Sooji meraih tasnya dan melangkah keluar. Soojung sedikit khawatir. Dia mengejar gadis itu dan bertanya,"Bae Sooji, kau mau ke mana?"
"Aku akan membantai Kim Myungsoo untuk makan malamku malam ini!"
Kim Myungsoo: "Aku mendengar bahwa kau ingin memakanku?" *Perlahan membuka kancing baju* "Ayo~"
Bae Sooji: "..."
Advertisement
- In Serial43 Chapters
Blood Born
A world torn by war, and death. A people brought from the mists of time to throw themselves into the fray, and a new born, whose fate is to die for his people. Will he fight it, or will he follow fates twisted web to his death.... ------------------------------------------------------------- Bard -------------------------------------------------------------- Follow the young warrior born for war, and death as he journeys through the world. Battlefield to battlefield at the behest of those more powerful, all the while gaining power himself to break his chains and experience freedom in all its glory. Join him as he grows, learns how to feel through pain induced situations, and traumatic exchanges that should, and very well may break him. See those he loves, those he hates, those he kills, and those he spares. His journey shall span centuries, and only time will tell if he shall fall to the fate placed before him, or overcome it. This is the tale of Rage, and his small Pride of Berserkers, and Soldiers....A tale thought lost.
8 198 - In Serial178 Chapters
The Oddity: The One Who Does Not Belong
A purple ball descended from the sky, a gift from the primordial dragons, granting many races of the world access to magic. Unfortunately, humans were not one of those. During the great war, the magicless humans were nothing more than fodder, meat shields. Until one day, their powers awakened. After the war, with the ability to now wield, fire, water, earth, wind, or lightning, powerful magicians gathered to build a safe haven for humans, the Kaldora Empire. Before the humans had magic, other races prospered with it. But, within their midst, there were... oddities. People with an affinity for two elements. Each one leaving some sort of disaster in their wake. Each one, not quite fit for this world. A young boy's family, killed in an accident, only he and his sister survived the night. After that, they were split up, each taken in by a different relative. It has been eight years since the flames engulfed his home and most of his family. With his magic powers finally showing itself, he goes off to a magic academy to better learn about his newfound powers. But as he grows, something else does as well. The voice inside his head, the thing that influences his thoughts, the monster that he wish was gone, the devil inside his heart. This is a tale about connections. NOTE: The story will be slow for many of the chapters and the time will also match it, ex: goes by day by day. The time mostly will be used for introducing and adding to characters. It won't pick up until somewhere in the twenties but there will be action and events earlier on such as the missions. Just a fair warning. Order of Phantasmal Architects
8 203 - In Serial9 Chapters
Shatter
Inke is a Shatter: a high-tier adventurer focused on hunting down and destroying rogue dungeon cores. When she's given her oddest assignment yet, to secretly supervise the growth of a unique young dungeon, she doesn't know what to expect. Especially since her task is to prevent people from destroying it. Except that quite literally everything about this dungeon is abnormal, from its monsters to their loot, and Harin, the unusual adventurer in her party. ...Not that she's starting to form a bond with Harin or anything like that. And then Inke runs into the dungeon fairy. A dungeon core novel, but one told from the perspective of a dungeon slayer. Currently participating in NaNoWriMo, so updates are either daily 1.5k chapters or longer 3k/4.5k chapters with gaps in between. Also participating in the Royalroad Writathon.
8 88 - In Serial6 Chapters
Skeptic Loyalties
Loyalties Where do they lie? With your loved ones With your leaders perhaps your friends Maybe yourself doesn't matter, sit and listen. A story of trust, betrayal and lies. This is just a past time so don't expect too much. Ps This does not have a set chapter release schedule. Maybe Weekly?
8 162 - In Serial12 Chapters
Pennywise the Dad!
I decided to do this story because a lot of my friends say that I look like pennywise and that he's my dad(which i can see and okay with) and i thought if this story.There's a bit of a spoiler if you haven't read the book: Pennywise in his spider form gives birth to his off spring but finds out only 1 lived. Pennywise and all his horror friends all help raise his little clown baby and teach her how to use her powers. What could go wrong with horror villains who kill children trying to help raise an alien demonic shapeshifter clown baby spawn?
8 212 - In Serial20 Chapters
If I Fall // Fantastic Beasts
"My biggest mistake was not falling for you. It was me thinking you had fallen for me too"- Fantastic Beasts and Where to Find Them -(Book one - First Priority)(Book two - If I Fall)(Book three - Dear Happy)>> obviously I don't anything involving Fantastic Beasts. All right reserved to JK Rowling and all that good stuff
8 204

