《LOVENEMIES [END]》17 - Kehidupan Pelatih
Advertisement
Setelah melanjutkan tidurnya, Bae Sooji tertidur dengan pulas. Ketika dia bangun lagi, dia menemukan bahwa Jung Soojung telah bangun selama beberapa waktu. Aroma susu pisang dan pancake tercium di seluruh ruangan.
"Kenapa kau bangun sepagi ini?" Berbaring di tempat tidurnya, Sooji mengintip Soojung.
"Aku sedang dalam suasana hati yang bagus!" Soojung mengangkat lengannya dan memberikan sekantung pancake padanya. "Sarapan?"
Sooji mengambil satu pancake dari kantungan plastik dan segera menggigitnya. Tanpa mengunyahnya terlebih dahulu, dia bertanya pada Jung Soojung,"Apa yang membuatmu senang?"
"Tadi, gadis bernama Yeeun itu mentransfer 50 won ke rekeningku. Dia bahkan mengatakan bahwa dia ingin memberikan sarapan pada Myungsoo lagi. Ini menyenangkan. "
Sooji sedikit terkejut. "Kim Myungsoo percaya itu? Dia tidak mengatakan apa-apa? "
"Tidak."
"Hmm, sepertinya dia tidak sepintar yang kupikir. Kita bisa terus melelang kesempatan untuk mengantarkannya sarapan nanti. Kita tidak akan berhenti sampai Myungsoo meneriaki kita."
Sooji dan Soojung tidak ada kelas sore itu. Karena mereka tidak ada kelas, Soojung harus melakukan pekerjaan paruh waktunya di gelanggang es dan dia tidak bisa menemani Sooji. Merasa bosan, Sooji akhirnya mengikutinya ke gelanggang es.
Dia perlu memanfaatkan seluncur es gratisnya sebaik mungkin. Bagaimanapun, ini adalah keuntungan yang tidak bisa dilewatkan.
Menjadi anggota kru gelanggang es secara tidak langsung menuntut pekerjaan yang mengharuskan seseorang untuk menghabiskan seluruh waktunya di atas es. Bagi orang seperti Soojung yang tidak tahu cara berseluncur, pertama-tama mereka akan dilatih tentang cara berseluncur dengan baik. Namun, setelah melihat betapa lemah dan rapuhnya Soojung, manajer menugaskannya untuk merawat peralatan seluncur yang disewa sebagai gantinya.
Soojung bingung dan bertanya kepada Bae Sooji,"Katakan, mengapa kau pikir aku dipilih ketika aku jelas bukan orang terbaik untuk pekerjaan ini? Bukankah seharusnya ada persaingan ketat disini?"
Sooji mengeluarkan tebakan terbaiknya. "Mungkin karena kau cantik."
Soojung percaya padanya. Dia tidak tahu saja kalau dirinya dan Jongin dipilih karena mereka adalah pesuruh Sooji.
Gelanggang es tempat mereka berada terletak di sayap timur stadion es dalam ruangan. Stadion es dalam ruangan UNK dipisahkan menjadi dua sayap. Di sayap timur ada stadion utama dengan gelanggang es terbesar. Tempat itu bisa menampung lebih dari 1.000 penonton dan mampu menyelenggarakan kompetisi besar. Pada hari-hari tanpa acara khusus, gelanggang es terbuka untuk umum dengan pendapatan yang digunakan untuk mempertahankan operasi harian gelanggang es. Katanya, dulu, Stadion Es UNK berturut-turut berada di zona merah. Namun, sejak manajemen stadion es diambil alih oleh Klub Dauntless Dragons, laporan keuangan mereka meningkat secara drastis.
Advertisement
Kemitraan UNK dengan Klub Dauntless Dragons tidak berhenti sampai di situ saja.
Tim-tim olahraga es Klub Dauntless Dragons UNK terdiri dari tim seluncur es, tim seluncur indah dan tim hoki es. Tim hoki es adalah tim yang terakhir didirikan dan memiliki prestasi terburuk. Mereka tidak berhasil mencapai banyak prestasi bahkan setelah bertahun-tahun didirikan. Tanpa prestasi yang solid, pendanaan menjadi ketat. Lebih buruk lagi, hoki es adalah olahraga yang membutuhkan dana besar untuk bertahan. Intinya, tim hoki es kesulitan beroperasi.
Pada awal tahun akademik baru September lalu, barulah seorang siswa tahun pertama baru bernama Kim Myungsoo mendaftar di UNK.
Kemudian, sebagai siswa biasa, dia mendaftar ke tim hoki es dan menimbulkan keributan. Dia mengatakan bahwa dia ingin bergabung dengan tim hoki es dan bahwa dia sepenuhnya mampu membawa mereka ke kejuaraan.
Pelatih hoki es benar-benar tidak pernah melihat seseorang yang begitu sombong selama bertahun-tahun. Pada saat itu, pelatih sedikit bingung dan sebenarnya tidak mempercayai Myungsoo.
Dan juga, Myungsoo tidak banyak bicara. Setelah diizinkan bergabung, dia langsung berganti pakaian dan juga mengambil peralatan hoki es. Ia lalu bermain melawan anggota tim hoki es dan menang telak. Ia berhasil bergabung dengan tim hoki es hari itu juga.
Setelah Myungsoo masuk ke tim, Klub X-Dragons dengan cepat menghasilkan prestasi dan langsung menandatangani perjanjian kerja sama dengan UNK.
Kehadiran Myungsoo di Klub X-Dragons menghasilkan perubahan cepat untuk tim hoki es UNK. Januari ini, di Kompetisi Musim Dingin Universitas nasional, tim hoki es UNK berhasil mendapatkan medali emas meskipun menghadapi pesaing yang kuat. Dengan kompetisi ini saja, Myungsoo menjadi terkenal dan menjadi pembicaraan orang-orang. Setelah muncul lagi di kompetisi hoki es di bulan-bulan berikutnya, pria itu secara bertahap mulai mendapatkan beberapa penggemar. Penggemar pria berpikir bahwa dia memiliki keterampilan yang hebat sementara penggemar wanita berpikir bahwa dia seksi. Sedangkan ketua klub berpikir bahwa dia adalah pohon uang sementara manajemen kampusnya berpikir bahwa dia adalah terobosan dalam membalikkan nasib tim hoki es.
Advertisement
Semua orang memujinya.
Di konter penyewaan peralatan itulah Sooji mendengar semua gosip ini dari seorang kasir wanita.
Gadis itu hebat dalam dramatisasi dan baik Sooji maupun Soojung mendengarkan sampai mereka linglung. Sooji sedikit skeptis mendengarnya. "Dia? Benarkah? Apa kau yakin dia sebagus itu?"
"Tentu saja. Semua orang dengan hormat memanggilnya "Dewa Es". Apa kau berpikir bahwa itu terjadi tanpa alasan?"
Bibir Sooji melengkung ke atas. Dia menggelengkan kepalanya. "Aku rasa nama itu tidak cocok untuknya."
"Menurutmu, apa yang cocok untuknya?"
"Anjing."
Wajah gadis itu menjadi suram. Dia dengan kesal berkata,"Aku adalah penggemar Dewa Es. Pikirkan kata-katamu!"
"Maaf, maaf," Sooji dengan cepat meminta maaf. "Tapi, izinkan aku membocorkan sesuatu kepadamu tentang Myungsoo. Apa kau tertarik?"
"Oh? Apa?" Sepetinya gadis itu tertarik dengan tawaran Sooji.
"Aku yang membawanya ke hoki es." Sooji menunjuk dirinya sendiri. "Aku serius! Aku tidak berbohong. Aku pelatihnya."
Gadis itu tampak kagum. "Kebanyakan orang akan mengaku sebagai kekasihnya. Kau adalah orang yang pertama dan satu-satunya yang mengatakan bahwa kau adalah pelatihnya. Cara membual yang cukup kreatif. Jika ada kompetisi membual, aku pasti akan memilihmu."
Sooji tidak terlalu termotivasi untuk melanjutkan pembicaraan itu dan berjalan pergi.
Dia awalnya ingin berseluncur es, tetapi ketika dia melewati pintu di sebelah barat, dia melihat bahwa pintu itu terbuka dan di atasnya tergantung sebuah tanda yang mengatakan "tidak ada yang boleh masuk kecuali yang berkepentingan".
Biasanya, semakin banyak sesuatu yang dilarang, semakin besar rasa ingin menyelidikinya.
Pintu barat itu bukan jalan keluar tetapi mengarah ke sayap barat.
Sooji tahu bahwa hanya sayap timur stadion es yang terbuka untuk umum. Sayap barat adalah area terbatas yang disediakan untuk pelatihan para atlet. Dia sedikit ingin tahu tentang bagaimana isi dalam stadion es itu. Dia melihat ke kiri dan ke kanan, sadar bahwa tidak ada yang melihatnya, Sooji langsung menyelinap ke dalam.
Di belakang pintu itu ada lorong. Di ujung lorong, ada pintu lain.
Dia mendorong pintu itu dan melihat seorang penjaga keamanan sedang menatapnya menatapnya.
Sooji sontak terbatuk.
"Siapa yang kau cari? Kau harus mendaftar dulu di pintu masuk utama. "
"Aku... hanya melihat-lihat."
"Kau tidak diizinkan untuk melihat-lihat."
"Tidak bisakah aku mengintip sedikit?" Sooji bergumam. Melihat sikap petugas keamanan yang keras, dia baru saja akan berbalik ketika dia tiba-tiba melihat sosok yang dikenalnya di kejauhan. "Manajer Lee!" teriaknya.
Mendengar dia berteriak, Manajer Lee melirik kearahnya. Melihat bahwa orang yang memanggilnya adalah Sooji, ia tersenyum. "Oh, Sooji, apa kau ke sini untuk menemui Myungsoo?"
"Ah? Ya." Sooji mengangguk.
"Lanjutkan saja. Kebetulan pelatihannya sebentar lagi akan berakhir. Kau tahu dimana dia berada, 'kan?"
"Ya." Sooji berbohong.
Akibatnya, Manajer Lee meninggalkannya sendiri.
Sooji akhirnya berhasil melenggang ke sayap barat tanpa pengawasan.
Manajer Lee pergi untuk menyelesaikan beberapa hal di sayap timur. Ketika dia kembali ke sayap barat, dia kebetulan berpapasan dengan Myungsoo yang akan keluar dengan tas yang tersampir dibahunya. Dia melihat ekspresi percaya diri Myungsoo yang tenang dan tersenyum padanya. "Pergi ke kelas?"
"Mm."
Dia menyadari bahwa Myungsoo sekarang sendirian dan dengan penuh rasa ingin tahu bertanya,"Apa Sooji sudah pergi?"
Myungsoo berhenti. "Sooji?"
"Benar. Dia datang untuk mencarimu. Aku tadi melihatnya."
Myungsoo mengerutkan alisnya dan bertanya-tanya apa yang gadis itu rencanakan.
Dia tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran gadis itu. Merasa gelisah, dia berbalik untuk mencari Sooji.
Advertisement
- In Serial77 Chapters
The Demon Lord's Seal
Five thousand years ago Derek Thorne's namesake helped to seal the Demon Lord. For five thousand years his clan has continued to maintain the tenets of their founder. They have maintained the ways of the Demon Warrior, using holy magic and their ancestor's techniques to defeat the Demons of the Hell's Gate Mountains. They are an ancient family and they have the hubris to match. When Derek leaves the mountains, he encounters a world where ninety percent of the population believes demons to be mere myth. The rest imagine the stories to be overhyped nonsense. Cut off from clan, what will Derek make of himself in this world?This story has been dropped.Edit: Thanks to Jean D. Racc for the alternate cover. Thanks to the readers for voting on it.
8 156 - In Serial8 Chapters
Towers of the Gods
Nathan Vellenger is brought to a world of Wonder filled with magic and monsters, and he wants nothing more than to go home but life is not fair nor kind. The challenges he will face shall bring him to his knees and the power he gains shall have him soaring above the skies. What is the truth of this world and why is he there may never be known but the journey he shall take is one filled with hardship and woe but also hope and happiness for life is never fair nor kind but it is wonderful! Join me as I write this story of adventure from deserts to plains and mountains high to the ocean low this story of might and magic. I do not have a release schedule at this time so the first few months may be a bit sporadic but I have high hopes for this story as I have been wanting to write one for a long time and have many ideas to bring to the table that I hope you will all like. If things work out well I may work on making a release schedule but no promises.
8 94 - In Serial133 Chapters
Force Majeure: A web novel
In the Qursan Empire, the grey walls of the city press down on its subjects. It is a highly divided society which is based on the magical strength of its citizens. While the most powerful are trained as Mages, the majority of citizens use their limited skills with essence to power the city in their assigned jobs. Jano is pretty much the lowest of the low in the Qursan Empire. A Class Ten citizen forced into transitory work after having his power restricted. When he gets the opportunity to change all of that, he takes it with both hands. Please note this is an edited version of my story ‘city of captives’. It follows a similar structure but I’ve ironed out some of the kinks. If you read that version, much of this will be similar though there are some differences. This is a slow burning progression fantasy. Please expect at least two chapters per week. I love writing this story but I do have unfortunate things to deal with like work and life outside of writing. I may be able to write and edit more than that, but it will never be less! If you enjoy this, consider following me on Instagram by just searching Crow J Williams.
8 85 - In Serial11 Chapters
The Hero's Sidekick
Life is great when you're the hero. You're handsome, charismatic, you've got girls throwing themselves at you left and right. You're handy with a sword, you know how to lead by example, you've got a grand destiny ahead of you. Despite all of your hardships, no matter what comes your way you've got what it takes to overcome it. So what happens if you're not the hero, but his sidekick? Turns out being second fiddle to the main event isn't nearly so glamorous. But a hero only stands tall when he's got others to hold him up. This is the story of a hero and his oft-overlooked, sarcastic little sidekick...
8 200 - In Serial38 Chapters
LET ME IN (ENHYPEN FF)
Park Soojin is scouted to join the survival show I-LAND Season 2. However things spark into chaos when jealousy and rivalry stir among the applicants. What will unfold when the boys of ENHYPEN begin to take interest in Soojin? Who will she let into her heart?#1~idol#1~enhypen#1~kpopidols#1~idollife#1~debut#1~girlgroup#1~iland#1~jake#1~heesung#1~jungwon#1~beliftlab#1~belift#3~survival show#4~sunghoon#11~kpop#13~korean
8 92 - In Serial40 Chapters
The World Of Salad Fingers (Finished)
This is a puzzle like story, where YOU have to complete the story. There are tons of different endings to this salad fingers fanfic!This man wasn't just a green humanoid creature- he was your friend.. and what he called, your comrade. "Pl-please don't cry.." he said. You smiled, then hugged him. Then, you stood up. He looked up at you, then stood up also. With a huge smile on his face. "I-I have to go." You said, taking a step back. His smile turned into a frown full of confusion. "Pardon?" He questioned. You shook your head. "I-I have to leave." You slowly stepped towards the door, then opened it. "B-but-" you dashed outside before he could continue his words.Started on July 19th 2018Finished November 5th 2018
8 150

