《mine and my destiny (minyoon)》Possessive Park
Advertisement
Ruangan kecil itu terasa hening tanpa suara walaupun ada beberapa orang sedang melakukan pekerjaan mereka disana. Ruangan khusus untuk memeriksa kandungan ibu hamil tersebut terasa suram terlebih dokter yang sangat berhati-hati mengoleskan gel di atas perut buncit sang calon ibu.
Sang dokter sesekali melirik ke arah calon ayah yang tengah memandangnya tajam disana.
"Berhenti melihat dokter seperti itu!! Kau membuatnya takut!!" Tegur Yoongi sambil menyentuh telapak tangan sang pendamping.
Sang pendamping yang tak lain adalah Jimin mendengus keras membuat sang dokter semakin gugup.
"K-kandungan anda baik-baik saja tuan muda" katanya tidak bisa menyembunyikan suara nya yang gemetar.
"Benarkah??" Kata Yoongi tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.
Jimin yang mendengarnya kemudian mendekat berusaha memahami arti dari gambar yang terlihat di monitor tersebut.
Walau tidak mengerti tetapi dia tidak bisa menyembunyikan senyum bahagia walau hanya terlihat sekilas dari wajah tampannya.
Usia kandungan Yoongi yang sudah menginjak 5 bulan tersebut membuat siapapun
berjaga- jaga tak terkecuali para maid yang bekerja di rumah mereka.
Setelah kejadian beberapa bulan lalu yang menimpa sang calon ibu membuat Jimin tidak bisa meninggalkan Yoongi barang sebentar pun. Tak terkecuali saat dia pergi ke kantor, Jimin akan membawa Yoongi ikut bersamanya.
Yoongi juga tidak keberatan karena mood hamil membuat dia ingin selalu di samping jiminnya.
Jimin membuka pintu membantu Yoongi memasuki mobil lalu menutupnya begitupun juga dengan nya ikut memasuki mobil. Mobil mereka melaju perlahan meninggalkan halaman rumah sakit tempat Yoongi memeriksa kandungannya.
Belum lama melaju tiba-tiba Jimin menghentikan mobil mereka di sebuah taman yang cukup luas hingga membuat Yoongi keheranan.
"Kenapa berhenti?" Tanya Yoongi sambil memandang Jimin yang kini membuka seatbeltnya dilanjutkan membuka seatbelt Yoongi.
Sang dominant memandanginya dalam beberapa saat kemudian mencium bibir tipis miliknya dengan lembut. Yoongi yang mendapat serangan tiba-tiba refleks menjerit kecil tetapi tidak mendorong Jimin menjauhinya.
Tetapi ini membuat Yoongi semakin gelisah karena Jimin tidak berniat menghentikan ciuman mereka. Jangan bilang-
"Mmhh!!!" Gumam Yoongi berusaha mendorong Jimin tetapi tidak bisa karena Jimin kini berpindah menuju kursinya sambil menurunkan jok kursi secara perlahan.
"Apa yang kau lakukan" bisik Yoongi pelan takut orang-orang melihat kegiatan mereka.
Jimin tidak menjawabnya malah memberi ciuman singkat pada dagu kecilnya.
"Apakah efek orang hamil menjadi semakin cantik" tanya Jimin sambil menelusupkan wajahnya pada leher mulus pasangannya tersebut.
"Ahhh!!! Jimin stop!!!" Yoongi bahkan tidak bisa menyembunyikan desahannya karena kini Jimin mengisap lehernya lembut.
Jari-jari Jimin berusaha membuka kancing kemeja Yoongi. Astaga, Jimin pasti sudah gila karena menginginkan Yoongi saat ini.
Dengan sekuat tenaga Yoongi mendorong Jimin membuat sang dominant melepas ciumannya dari dada Yoongi.
Suara nafas bersahut-sahutan terdengar begitu jelas dari bibir Yoongi membuat Jimin tersenyum tampan.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Yoongi masih berusaha menetralkan nafasnya.
"Jiminnn!!!" Panggil Yoongi kesal karena Jimin tidak menjawabnya malah semakin dalam memandanginya.
Jimin tertawa mendengar nada kesal dari orang yang dicintainya itu lantas menyentuh perut buncit Yoongi semakin membuat Yoongi kesal.
"Aku sangat mencintaimu Park Yoongi" kata Jimin dengan nada yang terdengar berat membuat Yoongi gelagapan.
Jangan bilang Jimin ingin bercinta sekarang? Di sini? Dan di dalam mobil?? NO!!! Yoongi tidak mau. Bagaimana Kalau ada yang melihat mereka? Tidak! tidak! Yoongi harus menghentikan Jimin sekarang!!!
"Tunggu sebentar!!" Yoongi menahan wajah Jimin yang berusaha menciumi telinganya.
Jimin memundurkan wajahnya dan Yoongi dapat melihat wajah seksi juga deru nafas Jimin terdengar berat disana.
"Jangan sekarang!! Kita sedang di luar sayang!! Yoongi berusaha membujuk Jimin.
Ayolah, Yoongi merasa tidak nyaman bercinta di dalam mobil selain tempatnya kecil juga Yoongi tidak bisa mendesah dengan puas karena takut menarik perhatian orang-orang disekitar taman.
Lagipula Jimin itu gila, dia akan melakukan foreplay lebih lama dari pada kegiatan inti.
Dan Yoongi harus menahan desahannya dalam waktu yang lama. Yoongi tidak mau!!
Advertisement
"Wae?? Kita tidak pernah melakukannya disini. Mungkin menyenangkan sayangku.."
Yoongi menggeleng brutal tidak menyetujui perkataan Jimin barusan membuat Sang dominant tertawa karena Yoongi terlihat menggemaskan.
Jimin melepas kancing baju Yoongi sambil menciumi tubuh mulus pasangannya itu dan meninggalkan banyak tanda disana.
Jangan lupakan nipple Yoongi kini tengah menggoda Jimin agar segera menghisapnya kuat.
Yoongi akhirnya tidak bisa menahan desahannya saat Jimin menghisap nipple merah mudanya. Bahkan kini dia menekan kepala Jimin agar semakin menghisapnya.
Kondisi Yoongi kini sudah dalam keadaan telanjang. Entah bagaimana cara Jimin melepas pakaiannya karena Yoongi tidak menyadarinya.
Kedua Kaki Yoongi kini mengangkang dengan telapak kakinya menyentuh dashboards mobil dan jangan lupakan kepala Jimin berada diantara kaki mulusnya.
"Ughhh Jimin!!" Desahan Yoongi membuat Jimin semakin cepat mengisap bagian bawah Yoongi dan tak lama kemudian mendapatkan pelepasan di dalam mulut sang dominant.
Jimin menelan habis sisa-sisa pelepasan sang submisiv kemudian naik menuju bibir manis Yoongi. Ciuman yang sedikit kasar membuat Yoongi refleks menarik rambut lebat Jimin berusaha mengingatkan Jimin kalau mereka sedang berada di dalam mobil.
Sang dominant menarik diri kemudian membuka celana bahannya membuat Yoongi menggigit bibir tipisnya sendiri berusaha menahan libidonya yang sudah di ubun-ubun.
Jimin memeluknya dan dengan pelan membalikkan posisi mereka membuat Yoongi kini berada diatas pangkuan Jimin.
Sungguh Yoongi tidak bisa menahan dirinya lagi. Jadi diangkatnya tubuhnya agar Jimin bisa memasukinya dengan mudah. Namun nyatanya Jimin malah beralih menciumi leher jenjangnya membuat Yoongi gemas ingin mencakar wajah tampan pasangannya itu.
"Jiminnnhh!!!"
Bisa Yoongi rasakan Jimin tengah tersenyum di perpotongan lehernya karena dirinya merengek seperti anak kecil.
"Astaga, sabar sayang. Yang ini lebih menarik!!" Kata Jimin sambil mengendusi leher Yoongi membuat si manis menjambak rambut Jimin dengan kesal.
Tetapi tak lama setelah itu Yoongi merasakan bokongnya terangkat dan,
"Akhh!!!"
Jimin memasukinya dengan pelan masih dengan mengendusi leher mulusnya.
Tubuh Yoongi refleks naik turun karena Jimin sendiri yang mengangkat serta menurunkan bokongnya.
Kini Yoongi yang membalas perbuatan Jimin tadi yaitu menggigit leher Jimin sedikit kuat.
Suara meringis terdengar dari bibir Jimin menandakan kalau Yoongi menggigitnya tidak main-main.
Yoongi yang kesal memang mengerikan.!
Bersyukurlah karena situasi saat ini sangatlah sepi karena hanya ada beberapa mobil yang melintas di jalan.
Tentu saja karena memang hari sudah mulai gelap dan matahari tengah berpulang pada rumahnya.
Adegan panas itu berlangsung tidak lama. Ya, kira-kira 15 menit pasangan itu mendapatkan pelepasan masing-masing.
Yoongi menyingkirkan keringat dari kening Jimin dan memberi ciuman singkat disana lantas berkata,
"Kau menyebalkan!!"
Membuat Jimin tertawa senang.
Kalau biasanya sesi percintaan mereka di akhiri dengan kata cinta berbeda saat ini karena Yoongi sangat kesal pada Jimin.
Jimin menciumi wajah kesal Yoongi membuat sang submisiv tertawa kegelian karena Jimin menggesek gesek hidungnya disana.
"Haha...Jimin berhenti haha..."
"Jangan marah lagi!! Hmm!!" Jimin berusaha membujuk Yoongi.
Kini gantian Yoongi yang tertawa melihat wajah memelas Jimin meminta belas kasihan darinya.
Yoongi mengganti posisi duduknya menjadi menyamping karena kelelahan menahan berat di perutnya. Menyandarkan diri pada dada kekar sang dominant otomatis membuat Jimin memeluk pinggangnya.
Jimin mengambil jas yang di lemparnya pada kursi untuk menutupi tubuh telanjang Yoongi agar tidak kedinginan.
" kalau kau memenuhi permintaanku mungkin aku tidak akan marah lagi" jawab Yoongi mengangkat kedua alisnya diikuti senyum smirk andalannya membuat Jimin mendesis.
Permintaan Yoongi bukanlah hal yang mudah untuk Jimin. Bukannya Jimin tidak mau membeli apapun tapi nyatanya permintaan pasangannya itu bukanlah soal materi tetapi hal yang akan membuat Jimin ingin membunuh orang lain.
Ditambah lagi Yoongi sekarang sedang hamil, permintaannya akan semakin menjadi lebih aneh lagi.
"Hal aneh apa lagi yang kau inginkan nyonya Park?" Tanya Jimin datar.
"Mmmm.... yang ini harus di kabulkan. Pokoknya harus!!!!" Rengek Yoongi tidak karuan.
Advertisement
Kata "harus" yang keluar dari mulut Yoongi membuat Jimin was-was diikuti penasaran yang mendalam. Apalagi kalau Yoongi akan mengatas namakan baby mereka agar Jimin mengabulkan permintaannya.
"Ini juga permintaan baby sayang"
Nah kan!!!!
Alasan itu membuat Jimin ingin membotaki kepala jung Hoseok sekarang juga karena sangking jengkelnya.
Poor Jung Hoseok!!!
"Katakan dulu mau apa??"
"Katakan iya duluuu" Yoongi membalas perkataan Jimin dengan cepat.
Astaga kenapa jadi begini sihh?? Tak ada yang mau mengalah.
Jimin menghelas nafas pasrah sambil memejamkan mata berusaha menyiapkan hatinya juga kepalanya atas permintaan calon ibu dari anaknya itu.
"Baiklah!!! Akan aku penuhi permintaan mu!"
Kata Jimin setengah hati.
Yoongi tersenyum lebar menampakkan
gigi- gigi kecilnya disana membuatnya semakin menggemaskan.
"Bagaimana kalau kita-
Jimin mengangguk menanti kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut manis kesayangannya itu.
Bahkan Yoongi terlihat gugup saat ini.
"Kalau kita lepaskan saja Kai, hmm....!!"
Raut wajah Jimin yang tadinya penasaran berubah datar seketika. Dia benci nama itu!!
Rahang tegasnya kini terlihat mengeras dan jangan lupakan sorot matanya menjadi menajam seperti bilah pisau seolah bisa menembus kepala Yoongi.
"Ta-tadi kau sudah berjanji akan-
"Kita pulang sekarang!!!" Datar sekali membuat Yoongi tidak bisa atau tidak ingin melanjutkan kata-katanya.
Sang dominant memasang kembali pakaian Yoongi tanpa merubah sedikitpun raut wajahnya. Dan Yoongi hanya bisa bungkam sambil berusaha mengartikan wajah mengeras kekasih hatinya itu.
Setelah membantu Yoongi memakaikan pakaiannya, Jimin melanjutkan perjalanan mereka tanpa ada pembicaraan. Benar-benar hening seperti mereka baru saja melakukan pertengkaran hebat padahal hanya karena satu nama dan itu membuat mood Jimin rusak parah.
••••••••
Jam dinding yang berukuran lumayan besar itu menunjukkan pukul 10 malam menandakan sebahagian orang sudah menjemput mimpi mereka masing-masing. Tetapi lain halnya dengan pemuda manis yang tengah berbadan dua tersebut yang dengan gelisah membolak-balikkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Semenjak kepulangan mereka dari taman tadi sore, Jimin tidak mengatakan apapun padanya. Terlebih saat makan malam Jimin hanya makan tanpa mengatakan apapun terkait pembicaraan mereka saat di dalam mobil tadi sore.
Hingga sekarang Jimin bahkan masih menyibukkan diri di ruang kerjanya tanpa ada niat menghampiri Yoongi yang masih belum tidur.
Karena tidak bisa menahan diri pada akhirnya Yoongi bangkit dari tempat tidur berjalan keluar dari kamar dan mendapati Bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar mereka.
"Tuan perlu sesuatu?" Tanya Bodyguard itu.
Yoongi menggaruk kepalanya bingung karena tidak tau harus mengatakan apa padanya.
"Aku akan ke ruangan Jimin"
Sang Bodyguard mengikuti langkah pasangan majikannya itu berjalan pelan menuju ruang kerja Jimin.
Yoongi mengetuk pintu dengan ragu dan terdengar suara seseorang menyuruhnya agar masuk. Pemuda manis itu membuka pintu dengan pelan dan menemukan Jimin sedang duduk sambil mengetik sesuatu di atas keyboard laptop.
Jimin melihatnya sebentar kemudian melanjutkan kesibukannya yang tertunda. Dia sedikit terkejut karena mengira Yoongi sudah tertidur lelap.
"Kau sibuk?? Belum mengantuk?" Tanya Yoongi sambil melangkah menuju Jimin.
Jimin hanya bergumam menjawab perkataan Yoongi tanpa ada niat mengalihkan perhatiannya.
Karena merasa tidak memiliki cara lain Yoongi pada akhirnya melakukan hal yang pastinya akan menghambat kesibukan Jimin saat ini.
Dengan pelan Yoongi membungkuk melewati tangan kanan Jimin kemudian mendudukkan diri di atas pangkuan Jimin membuat Jimin refleks memegang pinggang Yoongi.
Si manis menyamankan posisinya disana berbeda dengan Jimin yang terdengar mendengus karena Yoongi mengganggu pekerjaannya.
"Kau marah?" Tanya Yoongi sambil menghirup aroma tubuh Jimin.
"Aniyo!!" Jawab Jimin datar kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
"Kenapa belum tidur? Harusnya ibu hamil sudah waktunya untuk tidur!!" Kata Jimin lagi.
"Aku tidak bisa tidur!! Anak mu minta di peluk oleh daddynya!!" Kata Yoongi sedikit manja.
Terdengar helaan nafas pelan dari bibir tebal Jimin membuat Yoongi menaikkan sebelah alisnya seakan tersinggung karena Jimin seperti tidak nyaman atas kedatangannya.
"Hah... sebaiknya aku kembali ke kamar" kata Yoongi pelan sekali sambil beranjak dari pangkuan Jimin menuju pintu keluar. Jimin bahkan tidak menghentikannya seakan benar kalau Yoongi benar-benar telah mengganggu kesibukannya.
Jimin?? Pria itu menatap lekat pintu yang sudah tertutup barusan lantas menutup laptop dengan keras sehingga menimbulkan suara nyaring. Memijat kepalanya pelan merasa bersalah karena terlalu bersikap berlebihan sehingga membuat kesayangannya kini merajuk.
"Harusnya aku membunuhmu sejak awal Kai sialan!!" Desis Jimin.
Karena tidak bisa lagi memfokuskan diri untuk melanjutkan pekerjaannya, Jimin memutuskan untuk tidur sekaligus melihat apakah Yoongi sudah tidur atau masih terjaga.
Krieett!!!
Suara pintu kamar yang Jimin buka menimbulkan bunyi membuat Jimin berhenti membuka pintu lebih lebar lagi karena takut mengganggu pria manisnya yang tampak nyaman bergelung dengan selimut.
Jimin menghampirinya, mengelus pelan pipi tembem Yoongi kemudian tersenyum karena Yoongi terlihat lebih imut dari sebelumnya. Mungkin ini karena Yoongi yang sedang hamil sehingga berat badan Yoongi bertambah.
Itu tidak masalah!! Jimin tetap menyukainya.
Karena Jimin terlalu mencintai pria itu apapun keadaannya.
Cukup tetap sehat tanpa ada luka sedikitpun sudah membuat Jimin bahagia.
Park Yoongi, kekasih hatinya pasangan hidupnya dan ibu dari anaknya.
Dan di kehidupan selanjutnya, Jimin akan tetap meminta pada Tuhan agar Yoongi tetap menjadi pasangan hidupnya lagi.
Jimin merebahkan diri di sebelah Yoongi dengan gerakan pelan tak ingin membuat Yoongi terbangun lantas menyentuh perut buncitnya dengan lembut sebelum kantuk menghampirinya dan akhirnya terlelap menyusul Yoongi.
•••••••
"Rose ayo kita keluar! Aku bosan di rumah. Sepertinya aku harus belanja untuk mengobati rasa bosanku!!" Gerutu Yoongi dengan wajah cemberut membuat Rose tersenyum gemas.
"Kalau begitu saya akan memberitahukan pada tuan kalau-
"Tidak perluuu!!!" Sahut Yoongi cepat
"Dia juga sepertinya tidak perduli!! Ayoo!!"
Maid muda itu tidak bisa berkata-kata lagi karena takut membuat mood majikannya rusak lantas mengekor mengikuti Yoongi memasuki kamar untuk mempersiapkan keperluannya.
Karena merasa sudah siap Yoongi keluar dari kamar diikuti Rose bersama seorang Bodyguard berjalan menuju pintu keluar dan memasuki mobil mewah untuk membawa mereka menuju pusat perbelanjaan yang berada di pusat kota Seoul.
Tidak memakan waktu lama karena jarak rumah ke sana tidak lah jauh. Mereka memasuki mall dan Rose yang senantiasa memperhatikan langkah Yoongi karena takut majikan nya itu tersandung sesuatu.
Sementara di dalam gedung pencakar langit dua orang manusia sedang sibuk melakukan pekerjaan mereka tanda ada pembicaraan yang berarti.
Lebih tepatnya yang lebih tua sibuk memperhatikan yang lebih muda terlihat menyibukkan diri tanpa ada niat melihatnya sebentar.
Suara ponsel berbunyi membuat yang lebih tua dengan cepat mengangkatnya dan,
"Kenapa tidak kau beritahu dari tadi?? Dasar bodoh!!" Maki pria itu yang tak lain Jung Hoseok membuat yang lebih muda mari kita sebut Park Jimin mengalihkan perhatiannya dari laptop yang senantiasa menemaninya sedari tadi.
"Pastikan tuan muda dalam keadaan baik-baik saja. Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu!!"
Mendengar kata tuan muda membuat Jimin memandang Hoseok tajam seakan minta penjelasan.
"Mmm... Yoongi sedang berada di daerah pusat kota untuk berbelanja bersama-
"Kenapa tidak ada laporan padaku?" Tanya Jimin datar.
"Mereka bilang Yoongi-
Jimin berdiri tiba-tiba lantas berjalan cepat menuju kursi kerjanya mengambil jas dan memakainya berjalan cepat menuju pintu keluar. Jung Hoseok otomatis mengikuti langkah kakinya.
Yoongi pergi belanja di hari sore seperti ini bukanlah hal wajar untuk Jimin. Hati pria tampan itu tidak tenang takut terjadi apa-apa pada pasangan hidupnya itu.
Jimin tidak akan pernah lagi membiarkan Yoongi pergi sendirian tanpa dirinya. Kejadian beberapa bulan yang lalu akan menjadi pelajaran berharga untuk nya agar tetap berada di sekeliling Yoongi.
Jimin memasuki mobil dan memerintah supir untuk membawanya pada Yoongi. Begitupun dengan Hoseok membawa mobilnya sendiri mengikuti mobil Bos sekaligus sepupunya itu.
Kembali pada Yoongi yang kini sedang melihat barang-barang mahal yang terpampang elegan seakan menggodanya agar membeli barang tersebut.
"Aku mau itu!!" Tunjuk Yoongi pada tas kecil bermerek GUCCI membuat para pelayan toko cepat- cepat mengambil tindakan.
Ayolah, siapa yang tak kenal Park Yoongi?? Pasangan sah pengusaha konglomerat itu
tiba-tiba datang membuat manager toko bermerek GUCCI tersebut yang langsung turun tangan melayani segala permintaan Yoongi.
"Mmm!! Ini juga menarik!!" Bungkuskan untukku" tunjuk Yoongi lagi pada sebuah gelang emas putih polos namun elegan.
Karena terlalu asik memilih Yoongi bahkan tidak menyadari Jimin sudah memasuki toko tempatnya berbelanja membuat para pelayan toko terkejut untuk yang ke-2 kalinya. Jimin Memandang punggung sempit milik pasangannya itu kemudian memilih untuk duduk di sofa menunggu Yoongi selesai berbelanja.
Namun nyatanya Yoongi bahkan tidak berhenti memilih barang dan tetap melanjutkan kegiatannya. Kini pria manis itu tengah memilih beberapa pasang sepatu dan masih belum menyadari kehadiran Jimin disana.
Tak ingin menunggu lebih lama, Jimin memberi kode pada Hoseok. Hoseok yang entah mengapa bisa mengerti membisikkan sesuatu pada manager toko dan membuat sang manager kebingungan.
"Tuan muda kami meminta maaf
sebesar-besarnya karena toko kami akan segera tutup" kata sang manager toko dengan gugup.
Yoongi menaikkan alisnya heran dan melihat jam tangannya masih menunjukkan pukul 7 malam. Bukannya mall akan tutup pukul
10 malam?? Tetapi kenapa-
Advertisement
- In Serial8 Chapters
Zoomchard: The Battle of Dominance(Cancelled)
The planet "Metalet" was wrecked by an episode of a destructive war that is still ongoing and had its 1000th anniversary. It was a war of dominance that got out of hand and became a struggling battle for life as many nations with the appearance of a humanoid robot divided by the colour of their eyes join aside the two nations that began this endless war; Green-eyed robots named Province of Conaire and yellow-eyed robots named The Tretse Federation. On the other hand, a fearless shopkeeper named Zoomchard had an average life, besides the fact that he was born with "The Unchosen Illness." An illness where the melanin coding failed and gave the eyes an appearance of a grey colour. It was a rare illness that only affected the 1% quadrillionth inhabitant planet. The illness never stopped him from living a normal lonely life with only one friend that saved him from the death of his parents that were bombed in their home city while Zoomchard explored the southern borders of Conaire. Zoomchard one day had contact with a friend who is a medic and both were excited to see each other again, but that never lasted like three days after the reunion party - Zoomchard's friend's home city was bombed and they went missing. This affected Zoomcharrd and it changed his mindset entirely, he went from a peaceful guy that hated the idea of revenge because it will ruin his mind to a guy that needed the most revenge he can grab hold of. So he was recruited for The Conaire Army and had his first-ever mission, the mission to save all the soldiers imprisoned behind enemy lines. This is a journey of a Rookie Soldier exploring the war while searching for a way to revenge his family and locate his missing friend.
8 93 - In Serial6 Chapters
Legends of Adora, This Halfryta's Garden
For six long generations war, waged in the lands of Adora Halfryta. It all began during the reign of 2nd Cleric. With the passing of the Temple's edict - The colonies across the continents of Halfryta, fought. In order to establish their own power, dominion, territories & place in history, for six generations honourable battle raged across these holy lands. In the face of the Holy Temple, and its' counter part Halfryta's Scions, it would be after the fighting that the lords of Halfryta fully emerged a third ruling faction. This happened when the fighting was brought to an end by 6th generation Scion, bearer of fire, Azure King Aohd Egan. Few non-human settlements remain in open sight near civilization after experiencing much indiscriminate torment. Peace came at a cost. Eight years since the end of The Lords' War: the divide between the Adora Temple, The Lords, and The Scions is clearer than ever. Now, King Aohd's son Marise Egan, the soon to be crowned, 7th generation scion of fire and his friends must find for themselves destiny is choice as is truth. The stench of chaos lingers still, and it is why the scions exist. Has a new age of order truly begun? Or will chaos tip the scales yet? Only The Goddess Halfryta knows.Follow the journey of 7th generation scions Marise Egan, Eurus Clover, Maralah Clover, and Fenris Benebarakk in their early youth as they learn and grow together at Adora Templum, the temple monastery and a home and school to believers and followers the Goddess Adora and her teachings, following their coronation as bearers of the scions’ duty learning live with their new-found powers.Journey with young Fenris as he settles the deep inner conflicts between his conscience and his obligation to his family and nation. Torn by the actions of his father, a powerful and violent king in support of seceding from the holy teachings – siding with the lords seeking to militarize the whole continental world on the heels of the Lord’s War. Fenris, a boy far too mature for his age tasked too early with drawing the line between personal duty, and destiny – while participating both in campaigns of war, and teachings of peace.
8 157 - In Serial19 Chapters
Bug-Hunting as a Heretic
Reincarnation. A new world to explore. You might see it as a second chance to fix things. To become someone else. To finally be the person you always wanted to be. Daniel does not see it that way. He does not need to be fixed and he does not want to be someone else. Whatever else changes, he at least has confidence that he can remain himself. Sadly for Daniel, no one cares what a little kid thinks. Fortunately for Daniel, no one cares when a little kid makes a fool out of themselves.
8 112 - In Serial262 Chapters
The First Mage
There was a point in history when we didn't have magic. It had always been there, hidden under the surface, but we didn't know. Until a boy discovered how to tap into it and changed the world. A story about a teenager who gets thrown into a situation beyond his understanding and the question of how magic was discovered in this fantasy world. Join the main characters on their path to unearth what lies behind the rituals that give people abilities, a language that can be used to produce magical effects, and the dangers that roam the world. New chapters three times a week. Monday, Wednesday, and Friday, at around 1pm CET / 7am EST / 4am PST.
8 121588 - In Serial67 Chapters
Day-to-Day Kindred
Wailing; destructive creatures that threaten humanities lifestyle and progress, and Venators; warriors trained to take them out for good. Julia wanted to be one ever since she was young, Harley’s been training for this her whole life, Wess needs to prove herself right, Sola doesn’t know what she wants, and Essex plans to finish the Wailing Conflict once and for all. It’s a rough industry for those unprepared for its dangers, but united as a team, our Venators-in-training will face the hardships of conflict, and come out stronger together. The Wailing won’t just sit still… So, care to join me on this intrepid adventure?
8 86 - In Serial11 Chapters
Reincarnate: Avolved (ABANDONED)
Artificial Intelligence? Not a problem when John Hiltz the genius of the trailer park takes on the case. When he actually succeeds, he gives the new life his own memories and therefore, his personality. But then the guns of the government take action, sending him to his death in his trailer. But is that really the case?[Foul language, violence, and sex jokes will be seen and read, but not heard]
8 158

