《mine and my destiny (minyoon)》Bahaya dan kabar gembira
Advertisement
Hal itu terjadi lagi untuk kesekian kalinya dimana orang-orang kuat berkumpul melakukan kegiatan di bawah tanah tanpa diketahui banyak orang. Park Jimin kembali melakukan transaksi dengan orang yang sama pula yang menghianatinya kemarin. Seakan tak jera sudah sering kali di tipu oleh lawan di depan nya saat ini, Lee jaehyun. Pria yang terakhir kali hendak menipu Park Jimin tapi berakhir tragis dimana seseorang menembaknya tepat di lengan.
"Aku masih belum bisa melupakan kejadian hari itu Tuan Park" kata jaehyun dengan suara sarkas mengingat tembakan di tangannya kala itu yang masih ada bekasnya hingga sekarang.
"Dan aku bukanlah pelakunya" kata Jimin datar tidak mengerti jalan pikiran orang di depannya yang sembarangan menuduh kalau orang yang menembak jaehyun adalah bawahannya.
Jimin bukan pengecut!!
"Dan kau pikir aku percaya? Jelas-jelas dia hanya menyerang kelompok ku. Tidak dengan kelompokmu" katanya lagi tak ingin percaya begitu saja pada ucapan Jimin.
"Jadi, apa tujuan kita malam ini adalah berperang?" Tanya Jimin dengan senyum smirk andalannya membuat jaehyun sadar kalau Jimin sedang menganggapnya remeh saat ini.
Jelas saja, dia pikir bisa menghabisi Jimin dan bawahannya malam ini tapi nyatanya Jimin hampir membawa setengah bawahannya untuk memenuhi gedung ini. Dan itu jelas akan membuatnya kalah. Jadi salah satu cara dia adalah mengulur waktu berusaha menjalankan rencananya setelah mendengar suara dari airpords di telinganya. Dan itu membuatnya tertawa sangat keras.
"Dan aku pikir kau akan kalah malam ini Park Jimin yang terhormat" kata jaehyun kemudian mengatakan sesuatu yang membuat Jimin dan bawahannya kebingungan
"Seret dia ke sini"
Seorang pria membawa pria lainnya yang lebih kecil darinya menuju Lee jaehyun. Pria yang merupakan bawahan jaehyun menyeret pria kecil itu hingga jatuh berlutut di hadapan mereka. Pria kecil itu mengangkat tangan diatas kepala dengan telapak tangan berbalut sarung tangan berwarna hitam. Jangan lupakan masker hitam yang menutupi hampir seluruh wajahnya dan hanya menyisakan mata sipit miliknya.
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Jimin bahkan tidak bisa bernafas dengan baik saat ini. Tentu saja, karna dia mengenal betul sosok pria yang saat ini tengah berlutut di hadapan si brengsek jaehyun. Pria kecil dengan kulit seputih susu itu memakai masker diwajahnya membuat Jimin masih bisa mengenalnya dengan baik. Dia Park Yoongi pasangan yang sangat dicintainya.
Pasangan??
Ya, mereka menikah dua bulan yang lalu dihadiri banyak tamu selain dari pihak Jimin juga dari pihak Yoongi. Walau hanya beberapa orang dari pihak Yoongi tidak membuatnya kecil hati. Park Baekhyun ibu mertuanya sangat menyayanginya seperti seorang anak kandung. Dan itu sudah sangat membuat suasana hatinya bahagia. Saat itu Taehyung memegang tangannya erat membawa Yoongi berjalan menuju Jimin yang sudah menunggu di depan sana bersama seorang pastor di atas altar. Jimin bahkan menangis ketika melihat Park Yoongi yang sebentar lagi menjadi istrinya itu berpenampilan sangat cantik seperti Dewi aphrodite.
Di hadapan pastor dan undangan para tamu mereka mengikat janji satu dengan yang lain untuk hidup semati sampai maut memisahkan. cincin emas putih telah tersemat di jari manis Pasangan itu. Diakhiri dengan ciuman bibir yang membuktikan pada orang lain kalau tidak ada yang boleh merebut salah satu dari mereka. Karena mereka telah bersatu baik di hadapan Tuhan juga para tamu undangan.
Advertisement
Dan Jimin tidak menyadari kalau pada saat pesta itu berlangsung ada seseorang yang mengawasi mereka. Ingin mencari tahu siapa sebenarnya sosok yang membuat Park Jimin seorang pria konglomerat itu pada akhirnya menikah. Dan mereka sudah mengetahuinya seorang pria manis yang masih dalam bangku kuliah sekaligus seorang penembak jitu. Jelas itu membuat DIA terkejut bukan main. Pasangan Park Jimin bukan orang biasa tentu saja dan itu membuatnya semakin iri. DIA bahkan menyuruh bawahannya mengawasi pasangan Park Jimin itu kemana pun dia melangkah. Dan DIA adalah Lee Jaehyun, orang yang saat ini sedang menyentuh wajah pria didepannya bermaksud membuka masker.
"Jangan sentuh bajingan" kata Jimin penuh penekanan membuat Lee jaehyun menghentikan kegiatannya.
Jaehyun tertawa keras mendengar perkataan Jimin barusan. Membuat Jimin semakin naik darah.
"Wae? Apa dia suruhanmu?" Tanya Lee dengan senyum smirknya.
Jimin tidak bisa menahan gejolak di dadanya, hendak berlari menghampiri pria kecil itu dan membawanya kedalam pelukannya.
Dan jaehyun dengan cepat membuka masker hitam itu dan menampilkan wajah cantik dengan hidung mancung kecil disana.
Ya, dia Park Yoongi pasangan sah Jimin yang sudah genap 2 bulan ini sedang bersujud di hadapan Lee brengsek yang sangat ini ingin dia bunuh. Dan mengapa Yoongi ada dsini? Bukankah tadi pagi sebelum mereka berpisah Jimin mengantar tepat di depan pintu ruang kelasnya. Dan itu membuat Yoongi malu setengah mati sebab sudah banyak orang yang tau tentang pernikahan mereka dan tentang siapa Jimin sebenarnya.
Awalnya dia menolak tindakan Jimin itu, dan berakhir tidak akan mengizinkan Yoongi berangkat kuliah. Dan Yoongi membiarkan pasangannya berbuat sesuka hatinya. Tidak semudah itu mengubah sifat posesif Jimin padanya. Setelah menyelesaikan urusannya Jimin pergi meninggalkan gedung tempat pasangannya itu menuntut ilmu. Tanpa sepengetahuannya Yoongi kembali keluar gedung mengikuti Jimin menggunakan taksi yang ternyata tujuannya tidak ke kantor melainkan sebuah gedung kosong yang sudah kotor. Sejauh ini Yoongi mengikuti Jimin terlihat dari langit yang tadinya cerah kini sudah menggelap menampakkan cahaya bulan.
Melihat sekelilingnya dan mendapati banyak orang berpakaian hitam menyambut Jimin. Bersembunyi adalah tujuan Yoongi agar tidak ketahuan. Niat hati hendak mengawasi Jimin dari orang-orang jahat yang hendak menyerangnya tetapi gagal karena seorang pria tiba-tiba mengacungkan pistol padanya kemudian menyeretnya menuju dalam gedung dan berakhir di sini. Ditengah-tengah orang banyak dan jangan lupakan tatapan khawatir pasangannya disana.
"Woowww... cantik sekali" puji jaehyun melihat secara langsung pasangan Park Jimin dalam jarak sedekat ini. Hendak menyentuh wajah cantik itu sebelum sebuah suara menghentikan tindakannya,
"Jangan berani-berani kau sentuh pasanganku dengan tangan kotor mu itu brengsek" kata Jimin sedikit menaikkan nada suaranya.
Lain halnya dengan Yoongi yang bersikap biasa saja. Dia punya ide untuk melarikan diri omong-omong. Jadi,
"Biarkan Jimin pergi dari sini" kata Yoongi tiba-tiba membuat Jimin,
"PARK YOONGI" berteriak kuat bahkan hampir berlari kemudian langsung berhenti melihat jaehyun menempelkan senapan tepat di pelipis Yoongi.
"Jangan mendekat, atau ku habisi pasanganmu Park" kata Lee dengan penuh ancaman.
"Apa maumu?" Tanya Jimin berusaha menetralkan suasana hatinya yang tidak karuan. Menghirup udara terasa sangat sulit bagi Jimin saat ini. Di depan sana pasangannya sedang dalam bahaya tetapi dia tidak bisa melakukan apapun dan itu membuat dia sangat marah.
Advertisement
"Nyawamu tentu saja Park" kata Lee tanpa senyuman bergerak hendak melepaskan peluru pada Jimin tapi di tepis Yoongi dengan kaki kecilnya membuat peluru itu meleset.
Jimin yang melihat hal itu bergegas berlari hendak menarik Yoongi dari sana. Tidak jauh berbeda dengan Yoongi berusaha berlari hendak mendekati Jimin melihat seseorang yang mengarahkan pistol dari atas sana. Menyambut pelukan Jimin kemudian memutar tubuh mereka dan berakhir tembakan mengenai bahu kiri Yoongi.
Jimin merasa udara di sekitarnya berhenti sejenak. Pasangannya itu memeluknya erat dan masih sempat bertanya bagaimana keadaannya. Jimin jatuh terduduk di lantai dengan Yoongi di pelukannya mengeluarkan banyak darah dari bahunya yang terluka.
"Sa-sayang aku disini, kau dengar aku? tetap buka matamu ku mohon!!" Suara bergetar Jimin bahkan masih bisa Yoongi dengar
di ambang kesadarannya.
Para bawahannya mengelilingi mereka berdua berusaha melindungi dari tembakan lawan. Para bawahannya melepaskan banyak tembakan dan menewaskan semua kelompok Lee jaehyun tidak termasuk yang melarikan diri. Jaehyun bahkan sudah tak bernyawa di depan sana.
Mobil hitam mewah itu melaju sangat cepat tidak memperdulikan makian dari orang-orang di jalan raya. Di dalam mobil terlihat Jimin memeluk erat Yoongi pasangannya. Jas hitam mewahnya kini sudah dipakai Yoongi berusaha menghentikan pendarahannya.
"Sayang, ku mohon!!" Lirih Jimin dengan air mata yang tidak bisa dibendung lagi.
Yoongi sudah tidak sadarkan diri dipelukan hangat Jimin.
Sesampai di hospital, Jimin bahkan tidak membiarkan dokter membawa Yoongi dengan bangkar rumah sakit. Tetapi mengendongnya langsung menuju ruang VVIP di lantai 2.
Ini hospital miliknya omong-omong. Jadi biarkan sang pemilik melakukannya sesukanya termasuk memilih dokter kepercayaannya sendiri. Kim Seokjin berlari kesetanan setelah mendengar pasangan sepupunya itu terluka tidak sadarkan diri. Sesampai di ruangan Yoongi, bisa Seokjin lihat Jimin memeluk erat Yoongi dan tidak membiarkan para dokter melakukan tugasnya.
"Hyung, tolong Yoongi ku" lirih Jimin membuat Seokjin bertindak cepat menyuruh semua orang pergi kecuali Jimin dan beberapa perawat.
"Kau juga harus diperiksa" kata Seokjin pada Jimin setelah menyelesaikan pengobatan Yoongi.
Jimin menggeleng mengatakan kalau dia
baik-baik saja. Mengatakan ingin menunggu Yoongi siuman.
"Ada yang ingin ku katakan" kata Seokjin sambil merapikan rambut Jimin yang berantakan. Jimin tidak menjawab tetap memandang ke arah Yoongi yang belum sadarkan diri.
"Yoongi hamil" kata Seokjin pelan membuat Jimin mengalihkan perhatiannya berpusat pada Seokjin.
"A-apa?" Tanya Jimin gagap
Seokjin mengangguk dengan senyum manis melihat wajah blank sepupunya itu.
"Selamat kau akan jadi ayah, ini baru dua minggu. Sebentar lagi kau akan sering mendengar suara muntahan setiap pagi dari pasanganmu itu"
Jimin yang sudah sadar dari blanknya itu tersenyum lebar kemudian memeluk Seokjin tanpa sadar mengeluarkan air matanya. Hal yang sudah lama ditunggunya akhirnya datang juga. Walaupun bersamaan dengan kejadian mengerikan tetap membuat dia bahagia.
••••••
Pukul 6 pagi hari Yoongi terbangun dari tidurnya. Hal pertama yang dia lihat adalah gelap. Hendak bergerak tapi badannya merasakan sakit luar biasa terlebih di bahu kirinya.
"Ji-Jimin" panggilnya parau membuat orang yang sedang istirahat di sofa masih bisa mendengar di tengah-tengah kantuknya. Dia tidak bisa tidur tadi malam karna ingin melihat Yoongi siuman.
"Sa-sayang kau sadar?" Kata Jimin senang kemudian menekan tombol bermaksud memanggil dokter.
"Ha-us" kata Yoongi pelan sekali
Jimin mengambil minum dan memberikannya pada Yoongi menggunakan sedotan agar memudahkan pasangannya itu minum. Tak lama Seokjin datang dengan beberapa perawat kemudian memeriksa keadaan Yoongi.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Seokjin pelan pada Yoongi.
"Bahuku sakit hyeong" kata Yoongi meringis membuat jimin khawatir.
"Sebentar lagi tidak akan sakit" bujuk Seokjin menenangkan Yoongi kemudian beranjak pergi keluar meninggal ke-2 insan itu.
Jimin duduk dipinggir kasur membawa tangan mulus Yoongi mendekat dan mengecupnya lembut.
" kau terluka?" Tanya Yoongi dengan suara cemas.
Jimin menggeleng masih dengan tangan Yoongi melekat di bibir tebalnya.
"Kau hamil" kata Jimin pelan takut membuat Yoongi terkejut.
Tapi nyatanya Yoongi malah tersenyum membuat Jimin mengernyit kebingungan.
"Kau sudah tau? Tapi tidak memberitahukannya padaku?" Tanya Jimin sedikit kesal Karna tidak mengetahuinya sejak awal.
Yoongi tau Jimin pasti akan marah ditambah kejadian yang tidak terduga semalam pasti membuat Jimin semakin marah. Jadi di angkatnya tangannya menyentuh wajah tampan pasangannya itu dan berkata,
"Maafkan aku, aku berencana mengatakannya semalam tapi....."
"Tapi kau malah membahayakan diri bersama dengan anakku?" Potong Jimin kesal.
Yoongi menarik wajah tampan itu mendekat padanya kemudian mencium bibir tebal itu pelan.
"Jangan marah! aku hanya tidak bisa membiarkan orang lain melukaimu, sayang" bujuk Yoongi.
"Dan kau pikir bagaimana keadaanku melihat kalian terluka semalam, hah? Aku nyaris mati Park Yoongi" Kata Jimin penuh penekanan.
Yoongi mengulum senyum kemudian mencium bibir tebal Jimin berusaha menghentikan percakapan mereka yang mengintimidasi dirinya. Jimin berusaha menolak karna belum puas memarahi pasangannya itu tetapi tidak bisa karna Yoongi beralasan kalau itu kemauan anak mereka.
Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi lebih agresif karna Yoongi menyapa mulut Jimin dengan lidah mungilnya membuat Jimin menarik lidah itu masuk kedalam mulutnya kemudian menghisapnya kuat. Jimin bahkan tidak membiarkan Yoongi menjauh sedikitpun. Anggap saja ini hukuman untuk anak nakal yang tidak penurut. Dan Yoongi berusaha mendorong Jimin menjauh tapi tidak bisa karna tubuhnya masih lemah.
"Mmhhh" gumam Yoongi berusaha membujuk Jimin sambil menyentuh telinga Jimin pelan. Dan itu berhasil!! Yoongi menarik nafas
kuat-kuat sambil mencekram rambut Jimin berusaha melimpahkan kekesalannya.
Jimin tidak merasa kesakitan, sedikit puas bisa menghukum pasangannya itu dengan caranya.
Dihapusnya saliva di sudut bibir Yoongi yang berceceran sambil berkata,
"Ini terakhir kalinya kau membuat aku khawatir seperti ini. Kalau terjadi lagi kita akan benar-benar pindah ke London" ancam Jimin membuat Yoongi mengerucutkan bibirnya panjang.
Jimin sangat mencintai pasangannya itu. Setelah kehamilannya yang ditunggu-tunggu , Jimin akan melarangnya keras untuk bekerja lagi. Titik tidak pakai koma. Tidak peduli kalau nanti Yoongi menangis memohon padanya. Sekarang tanggung jawabnya bukan hanya Yoongi tetapi juga cabang bayi dalam perut Yoongi. Dan itu membuatnya Semakin mencintai pasangannya itu. Orang yang sangat dia cintai tidak peduli jika nanti harus banyak membuat orang terbunuh dengan tangannya sendiri.
Luka sedikit di tubuh Yoongi adalah alarm kematian dari Jimin bagi pelakunya.
Masih lanjut yaaaa!!!!!!!
Ikutin terus yaaa
Terima kasihhhh......
Advertisement
- In Serial162 Chapters
Tides Of Protomis
(Updates are back, now every Friday) In 2006, The third world war began. What followed was a devastating conflict, were over a billion met their end. Only ending Seven years later, in the year 2013... It has been three years since it's end. In much of the world, things seem peaceful, as mankind begins to heal the wounds inflicted upon itself, though some conflicts continue, the scale is much smaller. Allowing for many of those involved to live somewhat peaceful lives. Enter Arctaius Corde, once a young boy thrust into life or death battles, connected to this very war, surviving with abilities gained as he became a proto-human. Today, he lives in the Tokyo. Though a troubled student at best, with a large amount of fights under his belt. They were nothing compared to those previous, and his life had become a more peaceful one. However, this would soon end. As a mysterious group that appeared during his childhood resurfaces, and begins to take action. Now, He begins his pursuit. (Desc is for Arc 1, currently on Arc 2. Make sure to comment your opinions, and discuss with other readers! Really enjoy seeing that kind of stuff, and it helps me improve my writing.)
8 91 - In Serial11 Chapters
Starlight Assassin
Set in the city of Valeris, the Starlight Assassin is a fantasy adventure following a young man and his adventures with strange occurrences and people in the city. Dark things lurk around every corner; not everyone is strong enough to survive unscathed. Edit: Short Permanent hiatus. Author's note: Traumatizing content tag exists for creative freedom in future chapters and because I don't know exactly what content is traumatizing. Blood and swearing will be present. No sexual content whatsoever. I really have no idea how to sum up everything properly, and even if I could, I feel I would rather have you dive in without any expectations.
8 159 - In Serial7 Chapters
A Journey Through The Realms
From the bottom, up to the top. This was the philosophy of the Realities, the Great Continent, and Beyond. The System encouraged it.Everybody was mandated to follow it. But nobody could seriously make it all the way from down there to all the way up there... But maybe... One day... the Journey will be made. (New Chapter... sometime, idk when)
8 152 - In Serial11 Chapters
Hell in Us
The different factions of supernatural creatures have been at war for millennia. After the most recent massacre, a prophecy of doom is foretold. Death must find a way to bring about an era of peace before it is too late. Teamed up with Lorelei, a powerful Fairy, they forge ahead in hopes that their shared knowledge will lead them down the right path. Will they be able to reach their goal, or will personal vendettas get in the way?This story was marked as horror and flagged for gore for things that will come later in the plot.
8 148 - In Serial38 Chapters
Amaryah's Awakening
Join Amaryah as she discovers new worlds, new species and a new love in this sci-fi adventure! *****It's been 400 years since World War III's radioactive fallout poisoned Earth and crippled mankind. The remaining population on the globe exists within Bio-domes to protect them from what lies beyond. Noone is allowed to grow sick for fear of spreading their illness throughout the dome - at the first sign of disease persons disappear without a trace. ******* *******Amaryah's been hiding her sickness for a while now and exists solely to survive and hide from the government. When someone she trusts outs her secret, she flees for her life and finds herself outside the dome for the first time in her life.Prepared to meet her end as she faces the unknown charred lands of the place humanity once called home, she soon realizes that she is not alone and more so that WE are not alone.#1 in Aliens 4/8/21🎊👾#10 in Romance 7/8/21 💕--------------------------------------------------Copyright © 2018 - La Shon RichardsonAll rights reserved. No part of this book may be reproduced or used in any manner unless permission is given by the author.This is the original story with the original characters written by the author.
8 81 - In Serial4 Chapters
Rosewood x Station 19
What if the worlds of Rosewood and Station 19 collided?
8 210

