《GULAKU | Yoongi X BTS | Namgi | JinGa | Sope | Minyoon | Taegi | KookGa》Istri Dari Surga (JinGa)
Advertisement
Entah sudah keberapa kali Seokjin menghela nafas kasar. Berkas-berkas berceceran di lantai tak terapikan. Ponsel di banting kasar di meja. Beruntung ponsel mahal jadi tak mudah pecah begitu saja.
Longgarkan kasar dasi, singsingkan lengan kemeja tampilkan otot keras di kedua lengan. Pijat pelipis tampak sangat frustasi.
Hingga ketukan pintu mengalihkan atensinya. Seorang wanita cantik dengan balutan kemeja membungkus tubuh sexynya.
"Hyunjin-ah"
"Presdir, maaf mengatakan ini tapi saya ingin mengajukan resign" Seokjin terbelalak, menatap tak percaya pada wanita didepannya.
"Apa maksudmu hyun?"
"Saya ingin mengajukan resign presdir"
Brakk... satu berkas dibanting kasar didepan wanita itu. Membuatnya terlonjak dan beringsut mundur.
"Jadi kau mau meninggalkanku? Setelah semua yang telah ku berikan padamu? Kamu mau bercanda denganku?"
"Maaf presdir, saya juga butuh uang. Kalau presdir bangkrut begini saya mau makan apa?"
"Hah! Jadi selama ini kau hanya mengincar uangku saja?"
"Seharusnya anda tahu presdir, dan tidak membawa ini dengan perasaan. Lagipula anda juga sudah punya istri" Hyunjin enteng menyahuti, abai pada raut amarah sang presdir. Ah mungkin bisa disebut mantan presdirnya.
Kim Seokjin seorang CEO perusahan otomotif terbesar di Korea, harus menahan amarah dan frustasi karena pailit yang membelit perusahaannya sejak beberapa minggu lalu. Entah apa yang terjadi, tapi produk yang akan di lounching perusahaan tiba-tiba bocor kepublik tepat sehari sebelum launching. Beberapa bawahannya korupsi bermilyar-milyar tanpa ia tahu.
Bagaimana ia bisa tahu jika selama hampir 6 bekerja, ia tergoda dengan sekretaris barunya yang sexy dan pandai menggoda baik ranjang maupun lisan. Berbagai rayuan manis dan godaan sok polos gadis itu berikan bertubi-tubi pada sang presdir yang notabenenya tengah beristri.
Meskipun tak dipungkiri, Seokjin sama sekali belum mencintai istrinya karena mereka di nikahkan karena perjodohan 2 tahun lalu. Awalnya semua nampak baik-baik saja, meski sedikitpun Seokjin tak pernah menyentuh maupun memberi cinta layaknya suami. Ia masih bisa bekerja dengan baik, dengan makanan tersaji setiap hari, pakaian yang selalu disiapkan sang istri, bahkan hingga air hangat untuknya mandi.
Sedikitpun sang istri tak pernah mengeluhkan apapun akan sikap acuhnya. Semua berjalan baik-baik saja, bahkan bisa dibilang perusahaannya makin berkembang semenjak bekerjasama dengan perusahaan mertuanya.
Hanya saja mungkin roda tak selalu diatas, sedikit saja hembusan angin akan mampu merotasikan lajunya. Kini ia terjerembab, ditinggalkan para sahabat dan kekasihnya yang rencananya akan ia nikahi setelah menceraikan sang istri bulan ini.
Segalanya, kepercayaan, cinta harta dan lembaran sertifikat properti ia telah berikan pada kekasih barunya. Akan tetapi, semesta tak mendukung sepertinya. Sudah jatuh tertimpa gedung. Habis sudah.
Seokjin memilih pulang kerumah dengan raut yang amat kusut. Buka pintu rumah dengan enggan, sebelum sesosok wanita cantik menyambutnya dengan senyum.
"Oppa sudah pulang, mau kusiapkan makan malam dulu apa mandi dulu?"
Seokjin masihlah acuh seperti biasa, meskipun ia sempat tertegu dengan senyuman manis sang istri.
Ia memilih menaiki tangga rumahnya menuju kamar. Membaringkan sebentar tubuh lelahnya.
"Aku sudah siapkan air hangat untuk oppa mandi" seruan kembali terdengan dari wanita yang sama.
"Lusa kau harus pergi dari sini"
Seokjin berujar tak ramah. Kening istrinya berkerut bingung.
"Apa tak ada kesempatan untukku memiliki hatimu oppa?" Min ah Kim Yoongi istri sah Kim Seokjin sejak 2 bulan lalu, wanita cantikz cerdas pilihan keluarga Kim untuk anak semata wayang mereka sebelum mereka meninggal.
"Tidak!"
"Kenapa oppa? Apa tak bisa sekali saja oppa melihatku? Tak apa, tak masalah aku tak memiliki hatimu, asalkan masih bisa disisimu.. hiks..." tak kuasa, wanita yang selalu terlihat kuat itu luruh dilantai dengan isakan memilukan.
Tanpa perduli dengan tangisan istrinya, seokjin bangkit dari tempat tidurnya. Berjalan ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi cukup keras.
"Jika kau tau aku sudah tak punya apa-apa, apa kau akan tetap mengemis cintaku?" Seokjin tertawa hambar, bayangan ditinggalkan para rekan dan kekasih yang dicintainya membuatnya menertawai hidup miris.
Advertisement
Tak ingin terlalu lama menangisinya, Yoongi memilih menyiapkan makan malam untuk sang suami. Hitung-hitung bakti terakhir untuk suaminya. Suami yang bahkan tak sudi memandangnya.
"Oppa makanlah" setelah menulis post it di meja makan, ia langkahkan kaki menuju ruang studionya yang kerap ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang produser musik.
Seokjin menikmati makan malamnya. Sesekali senyuman getir menghiasi wajahnya. Baru kali ini ia benar-benar menikmati masakan istrinya, disaat ia akan melepaskan sang istri. Menceraikannya!
"Masakanmu selalu enak, duduklah" titahnya kala melihat Yoongi berjalan menunu dapur, sepertinya ia hendak mengambil air minum.
"A-apa tak apa?" Tanyanya tergagap
"Hmn.. temani aku makan"
"Baiklah"
"Kau sudah dengar berita kan?" Seokjin bertanya tanpa mengalihkan atensi pada makanannya.
"Tentang?"
"Jangan pura-pura tak tahu, sekarang suamimu ini sudah bangkrut. Kau pasti sudah tau kan?"
Yoongi mengangguk kemudian, baru paham akan arah pembicaraan suaminya.
" Minggu depan rumah ini akan dilelang bank, jadi sebaiknya kau pergi sebelum terusir. "
"Jadi oppa menyuruhku pergi bukan karena ingin menceraikanku, tapi karena tak ingin aku terusir?" Binar harap terpancar jelas dimanik serupa kucing itu, membuat Seokjin yang menatapnya mengernyit heran.
"Tidak, aku akan tetap menceraikanmu!"
"Wae? Kenapa oppa menceraikanku? Apa selama ini aku masih kurang untukmu oppa? Tidak bisakah aku tetap bersamamu?"
Harap, Yoongi hanya berharap. Sedikit saja hati sang suami terbuka untuknya setelah sekian lama.
Awalnya pernikahan mereka hanya sebuah perjodohan bisnis bagi kedua orang tua mereka. Tapi, Yoongi bukanlah wanita yang menganggap pernikahan hanya alat bisnis. Baginya pernikahan adalah tanggung jawab, komitmen dan kasih sayang. Untuk itulah, sejak janji pernikahan terucap dengan itu pula ia berjanji akan menjadi istri yang baik, belajar melayani, belajar mencintai dan melengkapi pasangannya. Tak peduli sikap acuh suaminya, ia tak peduli. Ia hanya akan melakukan kewajibannya sebagai istri.
Tapi jika pada akhirnya kalimat perpisahan terucap dari bibir sang suami, runtuhlah sudah harapannya. Seberapapun kuatnya ia bersikap, seberapa kuatnya ia berdiri akan luruh juga jika dipaksa pergi.
"Kenapa kau masih berharap bertahan denganku yoon? Tidakkah kau merasakan sakit karena sikapku? Perselingkuhanku? Dan sekarang aku bangkrut tak punya apa-apa, buat apalagi kamu masih mau bertahan?"
"Karena kamu suamiku oppa, kita bahkan sudah berjanji didepan Tuhan untuk terus bersama dalam suka dan duka bukan?"
Yoongi melirih, terisak kembali dalam tundukannya. Tak kuasa menatap manik tajam suaminya. Yang ia tak ketahui, Seokjin suaminya justru menatapnya dengan sendu.
"Aku bangkrut yoon! Aku tak punya apa-apa sekarang. Jangan jadi wanita naif!" Seokjin menaikkan suaranya, sedkiti membentak dan membuat wanita mungil istrinya terlonjak mendongak menatapnya penuh luka.
"Bolehkah aku jadi naif saja? Asalkan itu bisa selalu bersama oppa?"
"Kenapa kau keras kepala yoongi!"
"Oppa, dari awal aku menerimamu menjadi suamiku dari saat itulah aku mulai bertekad untuk belajar mencintaimu, berusaha jadi istri yang baik untukmu, meskipun pernikahan kita karena bisnis, tapi aku tak bisa nenganggap janji didepan Tuhan adalah bisnis. Kau suamiku, aku telah berjanji didepan Tuhan untuk mencintaimu, menjadi istri yang berbakti untukmu, menemanimu saat susah maupun senang saat sakit maupun sehat. Tak bisakah pernikahan ini bukan hanya bisnis belaka, yang mana jika kontrak berakhir akan berakhir pula?"
Seokjin terpaku setelahnya, menatap wajah istrinya yang dipenuhi air mata. Menatap manik bening penuh cinta yang selalu ia abaikan, tatap lamat betapa cantik istrinya yang tak pernah ia sentuh. Menyesal? Iya! Ia menyesal, kenapa baru sekarang ia sadari jika ia adalah pria beruntung didunia mendapatkan wanita luar biasa indah paras dan hatinya seperti Yoongi, istrinya...
"Tak bisakah oppa memberiku kesempatan untuk berbakti dan disampingmu? Aku tak perduli jikapun oppa tak punya apapun, setidaknya oppa masih mau disisiku. Dan oppa punya aku, jangan paksa aku pergi oppa? Hiks.. hiks..."
Advertisement
Tangis Yoongi kembali pecah, kala ia rasakan rengkuhan hangat menyelimuti tubuh mungilnya. Aroma maskulin yang biasanya hanya ia cium di bekas baju suaminya kini terasa sangat nyata kala tubuh itu kini menempel dengannya merengkuhnya menenggelamkannya dalam dekapan beruang hangatnya.
"Maafkan aku" air mata penyesalan turun lancar dari pelupuk Seokjin.
Yoongi dapat merasakan bahu lelakinya bergetar, ia menangis dan Yoongi tau. Yang tak ia tahu adalah mengapa ia menangis.
"Maafkan aku, aku suami yang buruk untukmu. Maafkan sikapku yang selalu mengabaikanmu, maafkan aku yang tak bisa bertanggungjawab pada istriku sendiri, maafkan aku Yoongi kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku" seokjin masih terisak disela ucapannya. Yoongi menggeleng ribut dalam dekapannya.
"Tidak oppa, kumohon. Aku ingin tetap bersamamu. Kumohon.. oppa aku mencintaimu, bukan karena status kedudukanmu. Kumohon" Yoongi eratkan pelukannya, tak ingin jika berpisah.
Jika kekasihnya yang ia berikan segalanya justru meninggalkannya saat susah, sahabatnya berpalingkan muka seolah tak tahu, Yoongi istrinya yang selalu ia abaikan bahkan memohon tetap bersamanya, menemaninya. Seokjin tercubit hatinya sebab sesal, kenapa ia begitu buta akan bidadari yang Tuhan pasangkan untuknya, kenapa ia justru memilih mengabaikannya dan memenuhi nafsu semata dengan kekasihnya atau mungkin simpanannya lalu menyakiti hati istrinya.
"Maafkan aku yoongi-ah, maafkan semua perlakuanku, maafkan suamimu yang bodoh ini" isaknya masih merengkuh tubuh mungil sang istri.
"Oppa jangan minta aku pergi lagi"
"Ne, tetaplah bersamaku istriku" satu kecupan Seokjin layangkan pada dahi mulus sang istri yang tertutup helaian surai coklatnya. Lepaskan rengkuhannya, lalu genggang kedua tangan Yoongi menciumnya lembut.
"Maukah kau memulai lagi denganku Kim Yoongi? Menjalin rumah tangga bersamaku mulaindari awal lagi? Kali ini aku akan berjanji memberikan seluruh hatiku untukmu" Yoongi mengangguk, air mata kembali tak terbendung kali ini air mata bahagia yang ia tampilkan.
"Ya oppa, aku bersedia"
Bagai oase di tengah sahara, ia menemukan cinta sejatinya ditengah kepalsuan hidup yang mengitari, ia temukan sosok pemberi kehangatan dalam dingin dunia menusuk relungnya. Yoongi nya, ia berjanji dalam hati akan mencintai wanita ini, memberikan seluruh hidup jiwa dan raganya.
Chup... ia layangkan satu ciuman lembut dibibir sang istri, melumatnya pelan merasakan bibir istrinya yang ternyata jauh lebih manis dari wanita manapun yang pernah disentuhnya. Bagai racun candu, ia sesap lebih dalam enggan melepaskan. Membawa pagutan bibir itu kedalam ciuman yang lebih panas. Membiarkan gairah memenangkan pilihan. Malam ini, sesuatu yang baru dimulai. Sentuhan pertama untuk Yoongi nya sebagai penanda awal kisah cinta dalam rumah tangganya. Semoga, segera diberikan makhluk mungil pelengkap kebahagiaannya.
Hangat mentari pagi menerobos masuk membias jendela kaca yang tak tertutup kain. Membangunkan penghuninya yang kebetulan tak memakai sehelai kainpun dalam tubuhnya sedang terbelit lengan kokoh yang juga sama polosnya.
Ia kerjapkan mata membiasakan cahaya masuk. Tatapannya terpaku pada sosok pria tampan dihadapannya. Senyum terulas dengan diiringi semburat merah muda di kedua pipinya mengingat kejadian sebelumnya. Ia bahagia, akhirnya bisa mendapatkan hati suaminya. Tekad diperkuat dalam hatinya, akan mendedikasikan seluruh pengabdiannya pada keluarga.
"Morning dear..." sapaan dengan suara yang masih serak menyapa telinganya. Senyuman diulas lebih lebar.
"Morning oppa"
Satu kecupan Seokjin layangkan di ranum merah muda sang istri yang ternyata sangat menggemaskan saat tersenyum ceria. Tak pernah ia rasakan pagi sehangat ini sebelumnya bahkan dari wanita-wanita sebelumnya. Senyuman manis yang sangat menggemaskan dari paras cantik sang istri yang dihiasi semburat merah muda mampu membuat paginya begitu ceria, seolah lupa pada masalah yang membelitnya.
"Mau kemana sayang?" Seokjin tarik kembali tubuh istrinya kedalam pelukan ketika merasakan pergerakan sang istri yang hendak bangkit.
"Mandi oppa, ini sudah siang"
"Mau mandi bersama?" Seokjin bersmirk menggoda membuat Yoongi menunduk dengan semburat merah muda yang kembali menghiasi. Mengangguk dengan malu teredam.
"Kyaaa... opppaa..." Yoongi terpekik kala tubuhnya tiba-tiba diangkat oleh suaminya. Membawa kekamar mandi untuk membersihkan diri, hemn mungkin akan lebih lama. Yukk pergi jangan ganggu orang mandi... hehehhe
"Sayang kenapa kita kesini?"
"Aku ingin berterimakasih pada Tuhan karena oppa mau menerimaku"
Seokjin bukanlah orang yang religius, tapi bukan pula ia orang yang atheis. Ia hanya mengabaikan Tuhan karena kehidupan dunianya. Melihat sang istri yang begitu khusyu berdoa, membuat senyuman terulas bawa kedamaian. Ia katupkan kedua tangannya, pejamkan mata untuk lantunkan doa dalam hati.
"Terimaksih Tuhan telah hadirkan wanita terbaikmu untukku. Kumohon eratkan kami dalam rumah tangga yang penuh kasih. Aku berjanji akan menjaga dan mencintainya dengan seluruh hidupku"
1 year Later
"Morning sayang"
"Morning oppa, duduklah"
"Gak mau"
"Oppa ish, nanti makanannya gak selesai-selesai" tak menggubris permintaan Yoongi, Seokjin justru semakin eratkan pelukan di pinggang istri mungilnya, letakkan dagu di bahu sempit itu dan telusupkan wajah lebih dalam menghirup ceruk leher istrinya yang menjadi aroma favorit.
"Bagaimana kabar baby pagi ini? Apa ia nakal disini?" Seokjin usap perut datar sang istri yang menyimpan calon bayinya.
"Baik daddy..." jawab Yoongi sembari melepas tangan suaminya. Menggiringnya ketempat duduk agar tak terusan mengganggunya.
"Morning kiss dan aku akan duduk manis disini" Yoongi tak bisa untuk tak terkekeh menghadapi tingkah manja suaminya. Semenjak memulai hidup baru Yoongi baru tau kalau sang suami yang lebih tua 5 tahun darinya itu sangat manja.
"Aku akan menemui investor pagi ini. Doakan lancar ya?"
Yoongi layangkan ciuman di dahi lebar suaminya lancar karena posisinya ia berdiri dan suaminya duduk dengan membelit pinggangnya.
"Tentu oppa, aku akan berdoa untukmu. Kamu sudah berusaha dengan keras, semoga semua usahamu tidak sia-sia."
"Terimakasih sayang"
Selama setahun sejak awal kebangkrutannya, Seokjin memboyong istrinya pindah ke apartemen sederhana miliknya sewaktu kuliah dahulu. Hampir semua harta kekayaannya raib karena pailit yang melandanya. Mansion mewah, belasan properti di berbagai kota, koleksi mobil mewah pun turut serta menjadi jaminan hutang perusahaan. Hanya sebuah properti apartement sederhana di dekat Seoul Universitas lah yang masih bersisa, satu-satunya tempat bernaungnya tinggal kini.
Beruntung ia memiliki istri yang mau diajak susah dengannya. Meskipun hidup bak tuan putri, nyatanya sang istri mau menerima kehidupan sederhananya. Tangan yang biasanya tak pernah menyentuh detergent kini harus terelakan kasar karena seringnya terkontaminasi zat aktif detergen. Tuam puteri yang bahkan tak pernah menyentuh sapu itu kini rela berteman dengan seperangkat alat kebersihan guna menjaga kenyamanan dan kebersihan tempat tinggalnya. Ia tak pernah mengeluh, bahkan selalu menyambut dengan senyuman akan kepulangan sang suami yang entah membawa berita baik atau buruk hari itu. Merelakan waktu tidurnya berkurang untuk melayani kebutuhan biologis suaminya, menjadi pendengar yang terbaik akan kisah harian lelaki kesayangannya.
Jika ada yang pertama apa ia bahagia, jawabnya IYA! Ia bahagia bisa menjadi istri dari lelaki setangguh Kim Seokjin. Yang tak pernah menyerah akan kegagalannya, yang membuatnya menjadi ratu dalam rumah tangganya saat ini. Ia bahagia meski terkadang harus berhemat untuk uang belanja sehari-hari. Merelakan hidup nyamannya dengan bakti untuk suami
Seokjin bertekad akan membahagiakan istrinya menjadikannya sebagai ratu dalam hidupnya. Maka ia tak akan menyerah akan kegagalan yang pernah menimpanya. Dengan berbekal skill yang ia punya, tabungan yang tersisa ditambah donasi tabungan istrinya ia kembali merintis usaha yang pernah digelutinya dulu dibidang otomotif. Bukannya sang mertua tak mau membantu, tapi Seokjin cukup tau diri untuk tak melibatkan mertuanya dalam urusan rumah tangganya. Ia yakinkan untuk mandiri dan bertanggung jawab sepenuhnya pada keluarga kecilnya.
Banyak rintangan dan batu sandungan, tapi berkat tekad, usaha doa dan dukungan istrinya ia bisa bangkit kembali. Bukankah ia juga beruntung memiliki istri sebaik Kim Yoongi? Tentu saja, tak ada wanita sebaik Yoonginya. Yoongi dan calon bayi mereka adalah hidupnya, nafasnya. Sedikit bocoran saja, Seokjin kini adalah bucin Yoongi sejati!!!
Klik....
Bunyi pintu terbuka membuat atensi Yoongi yang sebelumnya sedang sibuk menulis lirik di ruang tengah menolehkan pada pintu utama, menampilkan Seokjin dengan tampilan kusut, dasi di biarkan melonggar, lengan kemeja dilipat, dan jas yang menggantung. Rautnya tampak sedikit murung.
"Oppa kenapa murung seperti itu? Apa meeting nya lancar?"
Yoongi hampiri sang suami, raih tas dan jas kerjanya.
Greb.. Seokjin tarik tubuh mungil istrinya kedalam pelukan, ciumi pucuk lembut wanita tercintanya.
"Tak apa, oppa sudah berusaha yang terbaik. Besok pasti akan ada investor yang lebih baik" Yoongi balas pelukan Seokjin erat, tepuk pelan punggung lebar suaminya berikan ketenangan. Inilah salah satu alasan Seokjin semakin mencintai istrinya, Yoongi itu bukan sosok penuntut tapi pendukung dan penyemangatnya.
"Sayaang..."
"Hmnn?"
"Meeting berjalan lancar dan kontrak bahkan sudah ditandatangani"
"Benarkah?" Yoongi kendurkan pelukannya tatap lamat wajah suaminya. Yang ditatap hanya mengangguk mantap dan ulas senyum tampan.
"Terus kenapa cemberut begitu?"
"Hehehhe... aku lapar sayang, sedari tadi aku menunda makan karena tak berselera. Pingin dimasakin sup ikan tapi sepertinya kamu sedang sibuk"
"Akh... kok aku dicubit sih,." Seokjin meringis rasakan cubitan dipinggangnya.
"Habis pasang muka gitu kirain kenapa, ternyata cuma mau makan"
"Hehehehehe... habisnya wajah seriusmu tu lucuuuu"seokjin gemas, mencium pipi istrinya gemas. Digigitnya buntelan daging yang semakin mengembang itu karena hamil justru rambah imut saja.
"Oppaaaa" rengek si manis yang ditanggapi kekehan renyah Seokjin.
"Oppa mandi dulu gih, ku masakin sup nya"
"Siappp.... makasih sayang. Kamu tau, aku sangat bersyukur memilikimu. Aku cinta Yoongi-chi banyaaak" Seokjin mencium singkat bibir istrinya gemas. Lumat sedikit salurkan rindu seharian tak bertemu. Buat rona merah penuhi wajah putih istrinya.
Advertisement
- In Serial205 Chapters
HP: A Magical Journey
[A Harry Potter Fanfiction]Follow Quinn West, who finds himself in the world of Harry Potter, but are things as they seem, is the world he has landed in the same as the one he once read about.Will Quinn able to find his way in this new world? Will he ever be able to feel like he belongs here?What opportunity would the magic of this world provide him? Will it lead him to the light or drown him in the dark?Tag along as Quinn makes his way into the world of magic as he discovers the secrets behind the infinite potential behind the magic that is within his grasp.****This novel is my escape from the burnout that I suffered from my other novel. I have no solid plotline planned, there will be no definite release schedule. The reason for me writing is to improve my writing skills, light my brain cells.As you know that there are so many Harry Potter Fanfictions out there, it is the largest FanFiction community out there, and as I write this novel, I don't have anything in my mind that isn't already out there, but I am trying to create a piece of transformative work that would pick up ideas from that wide community and create a work that would be enjoyable to read.So, give this content a chance, and I hope that this novel would stand up to your expectations.
8 463 - In Serial77 Chapters
Goddess of Computation
Doing a coding assignment last minute, Ada Newth, a computer science student, fell asleep and woke up in a different world where she was informed by the System that she was randomly selected from an infinite number of universes to be a Goddess of Computation.The trouble is that she's barely passing her first class and now she's meant to be a Goddess? Worse, she can't understand why she's needed in this world where the technology level is about equivalent to that of Earth's Middle Ages. Clearly, most people can barely read or count and even the other gods are of no help. In fact, most of them are rather dangerous idiots. If she can't convince them to help her change the status quo, she'll just have to gather her allies and followers and make some major changes to the system. 21 NOV 2020:I may update all the systemshelper interface to match better with a programming language already out there. I'm thinking either C++ or Python. 20 SEP 2020: I update at least once a week - typically on the weekend. When I have more time, I'll update more. Also, note that I added a few more Tags that I thought was relevant.
8 648 - In Serial7 Chapters
Library of Knowledge - A tale across worlds
This is a story of power and knowledge. El is a mysterious being living in the Library of Knowledge whose only purpose in life is to learn. Connected to many worlds she appears to help all she deems deserving in exchange for knowledge.Stories and knowledge of the past and future from many worlds, the library has it all. The doors to this library are hard to find, but reality is stranger than fiction.-*-*-*-*-Author: It's hard to categorize such novels properly, so I recommend my novel to those who like stories with many elements woven together to form an engaging world where things happen not because the author wills it, but because the story wills it from the author. Even though I have quite a few chapters written already, if they aren't well received I will stop posting them. The content of the story may be mentally traumatizing for some, please read at your own risk.
8 159 - In Serial18 Chapters
The Forgotten Love
Hi, I love to read the Harry Potter series and watch the movies! And I love fan-fiction. Also, I'm in the LGBTQ+ family. Add that all together and you get... A Gay/Lesbian/Bisexual Harry Potter fan-fiction writer! This is my first series. I thought of Drarry first but now I think I should write a Hon / Rarry / candyshipping story.
8 173 - In Serial11 Chapters
Childish ~ Richie Tozier x Fem Reader
"You're so childish, Richie.""You know you like it, just admit it." ◈☆Can you get past the phaze of a trashmouth?☆◈*COMPLETED*[ BOOK ONE ]
8 180 - In Serial22 Chapters
The Demon and The Avenger (Sasuke Love Story)
I am loved but hated. I am kind yet blood thirtsy. I'm sweet but poisionous I am your deepest and most darkest fear. I am many things but what I am...is a demon. But the question is... can a demon ever fall in love?
8 166

