《Sharing Materi with IWF》Pedoman Tanda Baca
Advertisement
Assalamualaikum wr wb.
Selamat malam semua. Aku di sini mau sharing materi KBBI V/PUEBI yaitu pedoman tanda baca yang aku dapat dari Wikipedia yang sebagian besar disesuaikan dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Semoga bermanfaat.
Ada beberapa tanda baca yang nanti akan dijelaskan yaitu;
-Tanda Titik (.)
-Tanda Koma (,)
-Tanda Titik Koma (;)
-Tanda Titik Dua (:)
-Tanda Hubung (-)
-Tanda Pisah (–,—)
-Tanda Elipsis (…)
-Tanda Tanya (?)
-Tanda Seru (!)
-Tanda Kurung((…))
-Tanda Kurung Siku ([…])
-Tanda Petik ("…")
-Tanda Petik Tunggal ('…')
-Tanda Garis Miring (/)
-Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
Cukup banyak, ya.
Tapi, di sini aku cuma mau jelasin beberapa tanda baca yang sering digunakan saat menulis cerita, soalnya kalau dijelasin semuanya bakalan panjang banget. Takutnya kalian gumoh membacanya.
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh: Saya suka makan nasi.
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
Irwan S. Gatot
George W. Bush
Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh: Dwiki Halla
3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
Dr. (doktor)
S.E. (sarjana ekonomi)
Kol. (kolonel)
Bpk. (bapak)
4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
dll. (dan lain-lain)
dsb. (dan sebagainya)
tgl. (tanggal)
hlm. (halaman)
5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Contoh:
Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.
7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.
8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh:
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
SMA (Sekolah Menengah Atas)
PT (Perseroan Terbatas)
WHO (World Health Organization)
UUD (Undang-Undang Dasar)
SIM (Surat Izin Mengemudi)
Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
rapim (rapat pimpinan)
9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
contoh:
Cu (tembaga)
52 cm
l (liter)
Rp350,00
10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
contoh:
Latar Belakang Pembentukan
Sistem Acara
11. Tanda titik tidak dipakai pada pertengahan kalimat tanya. Apabila memakai tanda titik, maka kalimat sebelum titik menjadi kalimat pernyataan. Bentuk yang benar adalah dengan menggunakan tanda koma.
contoh:
Kalau saya tidak membantu, bagaimana Anda dapat menyelesaikannya?
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh: Saya menjual baju, celana, dan topi. [Catatan: dengan koma sebelum "dan"]
Contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan. [Catatan: tanpa koma sebelum "dan"]
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Advertisement
Contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:
Oleh karena itu, kamu harus datang.
Jadi, saya tidak jadi datang.
5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
contoh:
O, begitu.
Wah, bukan main.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: Kata adik, "Saya sedih sekali".
7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
Medan, 18 Juni 1984
Medan, Indonesia.
8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.
9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
contoh: Rinto Jiang, S.E.
11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:
33,5 m
Rp10,50
12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.
13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
contoh: "Di mana Rex tinggal?" tanya Stepheen.
1. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan
Tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.
2. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:
p-e-n-g-u-r-u-s
8-4-1973
3. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
Bandingkan:
ber-evolusi dengan be-revolusi
dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000).
Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
4. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, (d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (e) nama jabatan rangkap.
Contoh:
se-Indonesia
hadiah ke-2
tahun 50-an
ber-SMA
KTP-nya nomor 11111
sinar-X
Menteri-Sekretaris Negara
5. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
di-charter
pen-tackle-an
6. Tanda hubung digunakan menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Contoh:
Ayahku bekerja di rumah sa-
kit.
Guru itu sedang me-
Advertisement
nulis di depan kelas.
1a. Tanda pisah em (—) membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
Contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar.
1b. Tanda pisah em (—) menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
Contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
2a. Tanda pisah en (–) dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti 'ke', atau 'sampai'.
Contoh:
1919–1921
Medan–Jakarta
10–13 Desember 1999
2b. Tanda pisah en (–) tidak dipakai bersama perkataan dari dan antara, atau bersama tanda kurang (−).
Contoh:
dari halaman 45 sampai 65, bukan dari halaman 45–65
antara tahun 1492 dan 1499, bukan antara tahun 1492–1499
−4 sampai −6 °C, bukan −4–−6 °C
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus, misalnya untuk menuliskan naskah drama.
Contoh: Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.
2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan, misalnya dalam kutipan langsung.
Contoh: Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
Contoh: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati ....
1. Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
Contoh:
Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?
Penggunaan kalimat tanya tidak lazim dalam tulisan ilmiah.
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:
Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
Bersihkan meja itu sekarang juga!
Sampai hati ia membuang anaknya!
Merdeka!
Oleh karena itu, penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau ensiklopedia. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama.
1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:
"Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!"
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia."
2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
Bacalah "Bola Lampu" dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.
Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul "Rapor dan Nilai Prestasi di SMA" diterbitkan dalam Tempo.
Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.
Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai".
4. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh: Kata Tono, "Saya juga minta satu."
5. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh:
Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".
Bang Komar sering disebut "pahlawan"; ia sendiri tidak tahu sebabnya.
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:
Tanya Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
"Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, 'Ibu, Bapak pulang', dan rasa letihku lenyap seketika," ujar Pak Hamdan.
2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh: feed-back 'balikan'
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contoh:
Ali 'kan kusurati. ('kan = akan)
Malam 'lah tiba. ('lah = telah)
1 Januari '88 ('88 = 1988)
Sebaiknya bentuk ini tidak dipakai dalam teks prosa biasa.
📝📝📝
(?)Tanda koma nomer 8 itu gimana maksudnya?
(+)Tanda koma nomor delapan itu sama kayak pembuatan daftar pustaka. Biasanya nama penulisanya dipisah pake tanda koma
Iya, jadi ada tanda koma untuk menceraikan nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Misal,
Rosida, Hilda, 1998. Cara pengguanaan tanda baca yang benar. Jilid 1 dan 2. Bandung: PT Idiot Watty Fams
(+)kalau dalam daftar pustaka itu, nama si penulis ya misalnya. namanya itu dibalik. yang harusnya Hilda Rosida, jadi Rosida Hilda..
(?)kalo namanya tiga kata?
(+)Onong Uchjana Effendi.
Effendi, Onong Uchjana. 2001
(+)Kalo namanya panjang jadi disingkat
Misal: Ananda Haji Nasution.
Nasution, A. H. 2000
(?)Koma nomor 4?
(+)@DIELL untuk nomer 4 setelah kata "oleh karena itu" "jadi" "lagi pula' meskipun begitu' "akan tetapi" itu ada tanda koma.
Jadi setelah kata - kata tersebut, itu diwajibkan ada tanda koma
Contoh:
Setelah kata "jadi"
-Jadi(,) besok kita harus bagaimana?
Setelah kata "lagi pula"
-Lagi pula(,) besok kau libur, bukan?
(?)Tanda penghubung nomor tiga ada yang bisa bantu?
(+)Sama 1×25000 =
Jadi kayak di eja gitu kak @DIELL
(?)1a. Masih bingung sama 1 b aku kurang ngerti yang tanda pisah
(+)Bantu jawab ya
1a. Itu kayak kita nambahin kata sendiri di luat kalimat itu
Kalo 1b itu kayak kalimat lebih ringkas gitu aturan kan 'Rangkaian penemuan evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta
(?)Gapaham sama no 2 yang (....)
(+)no dua itu kayak, si tokoh itu ragu mau mengatakan sesuatu. misal
Andi bergumam lirih, "Aku, aku … hamil."
(?)Tanda elipsis itu kayak nge-jeda ya?
(+) Iya Kak Sab.
(?)Bisa juga karena ada bagian yg dihilangkan, kan?
(+) iya, bisa anggia
(?)hmm, waktu itu aku pernah baca. kalo di dalam dialog, abis titik tiga dipakeiin koma(?)
(+)iya, itu buat mengakhiri kalimat kak cha. misal
"Aku, aku pusing…," lirihnya.
Nadi bergumam, "Aku, lelah…."
(?)Itu setelah kalimat harus ada spasi baru tanda elipsis ya ka?
(+)iya kak win, dalam KBBI begitu
(?)tapi aku sering liat penulis-penulis, nulisnya gini,
Tapi, kelakuan gadis cantik itu... sangat buruk.
(+)bisa juga kayak gitu, asal penulisannya harus konsis begitu dari awal sampai akhir cerita.
(?)Ooo jadi kalo ga pake spasi, harus dari awal sampe akhir konsisten gitu ya?
(+)iya kak win, tapi setelah elipsis mesti dispasi
(?)Berarti kalau di akhir ga perlu pake spasi?
(+)di akhir juga kalau menurut kbbi mah pake spasi
(?)Ka, kadang kalo lagi nulis kalimat yang kaya bener bener teriak gitu, ku pake 2 tanda seru
Itu kelebihan atau gimana?
"Pergi kamu!!" teriak mama.
Kaya gitu
(+)aku malahan 3. biar kerasa bener benr marah, ahaha. tergantung nyamannya penulis sebenernya, kalau nyaman liat tanda seru banyak gitu yaudah tulis gitu pun ga papa hehe
(?)Mksd tanda penyingkat?
(+)tanda penyingkat, jadi yg pake tanda itu adalah kata yang disingkat. cmiiw
(?)kalau misalnya,
Iya, 'kan?
itu pake apostrof gak?
(+)'iya, 'kan?' itu sama aja kayak 'iya, bukan?" itu kan kata yang disingkat, jadi pakai menurutkumah. cmiiw
(?)Aku bingung contoh yg
Ali 'kan kusurati. ('Kan=akan)
(+)maksudnya itu, Ali akan kusurati.
mungkin, si ali ini akan diberi surat. cmiiw.
📝📝📝
Cukup sekian materi yang saya share untuk malam ini. Semoga bermanfaat 🙏
Maaf jika ada kesalahan yang disengaja mau pun tidak 🙏
Terima kasih juga pada Kakak-kakak yang sudah membantu menjawab pertanyaan 🙏
Terima kasih dan selamat malam.
Cr: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca
📝📝📝
Advertisement
- In Serial42 Chapters
Yagacore: The Dungeon that Walks Like a Man
The Dungeon System is breaking. Now the mutant cores will rise. Zaria was just a normal woman, living a simple life, right up until demons burst down her door and ate her heart. Normally that would be the end of the story, but Zaria was reborn as a dungeon core. Except nothing is normal for her. Due to instability throughout the universe, Dungeon Core generation is experiencing some unique bugs and glitches. Most of these mutant cores just explode after only a few hours of life. Zaria is one of those cores. Luckily for her, there’s a way to prevent her detonation - she must find and form a bond with a human witch to create a striga. Only then will she be stable enough to survive. Normally, this would be a death sentence anyway, but Zaria’s mutation gives her an ability no other dungeon core has had before: Legs. Now a walking house, Zaria sets off to find her striga, fight demons and monsters, build up a dungeon worthy of being run by the greatest heroes in the lands…and feed the insatiable appetite of her mimic mobs. Life sure isn’t simple anymore.From the author of Dinosaur Dungeon, Factory of the Gods, and others! Plus part of the same universe as those books as well as Roots and Steel and Block Dungeon!
8 464 - In Serial17 Chapters
A Virtual Invasion
An invasion from another dimension is shut down by an Empire's traitor and the world has a scant few decades to build the strength to resist a multidimensional Empire. How will the world fair when no one even knows its doom is one barred gate away? Fortunately, the traitor has a plan. Maybe with a bit of luck and planning, he can build a force to defend the world without anyone realizing it. Author's Thoughts: What is litRPG (From wikipedia) - LitRPG, short for Literary Role Playing Game, is a literary genre combining the conventions of MMORPGs with science-fiction fantasy novels.[1] LitRPG is a literary genre where games or game-like challenges form an essential part of the story. A LitRPG work simultaneously narrates the story of characters inside and outside of the game-world. At least some of the characters in a LitRPG novel therefore understand that they are playing a game: they are 'meta-aware'. So, while Tolkien's Lord of the Rings is a fantasy novel, a book about people creating avatars and interacting in a Lord of the Rings MMORPG would be a LitRPG novel.Why do I read them? You know, I am not too sure. I love MMOs. I played them, quit them, joined up and repeated the cycle. They are fun! They are a massive waste of time but so are most games. Do I want to read about someone else playing them? Sort of?The advent of VR and the possibility of VR someday becoming so immersive that you can't tell them from reality sets the imagination on fire. What if this could be life? But most stories fall short. At the end of the day the protagonist hangs up his VR helmet and goes to have dinner with his mom and dad or other family and it becomes meaningless. It's like the story that ends because the main character woke up and nothing you read matters.There have been some books that explore the concept of the intersection of reality and total immersion VR. Enders Game is a classic. There were a few others that escape me but they exist, however, the cross between the game and reality is weak.So what if the game was real? The technology needed for total immersion VR is so advanced that by the time we reach that goal technology should have naturally evolved to include several items. You must have direct neural input. You simply can't have a total immersion (all senses and perfect presence) experience without this basic prerequisite. If you have direct neural access, you can probably do neat things like feed knowledge and skills directly to that person. You can undoubtedly do many horrible things as well. Muscles are controlled by the brain. If you control the brain why would you let the body just sit there and rot? A person that sits unmoving for 24 hours a day will have their body whither away just like a coma patient. However, if you control the brain you could control the muscles. On a basic level, this would be isometric impulses, working muscle group against muscle group to avoid atrophy. Taken to its logical conclusion you would be able to gain muscle mass and program muscle memory. The flip side is that you could remote control their body... but let's not go there. So what would people do if it were real? Well, they would probably limit and regulate it since the drawbacks are very obvious. Even if you look at the basic aspects of this you can see some negative possibilities. Look at the Sword Art Online anime. Personally, I think they missed the boat by putting a bomb in the VR helmet. Do you really need a bomb when you have direct access to the brain?So what kind of events would you need to have a situation where the obvious drawbacks haven't been explored? Maybe a society where the advancement of technology has so far outstripped the explorations of its applications that ignorance was truly bliss? Okay, so I had to put in an alien invasion to kickstart the premise, but that was just one of the possibilities.
8 128 - In Serial10 Chapters
Power Fighters
The world is filled with people who have powers. They are called 'Power Fighters'. They compete with each other in friendly fights and tournaments and 'Power Fighting' has become an international sport. Join a band of power fighters as they navigate their way through the world of strong fighters to reach to the top.
8 180 - In Serial39 Chapters
Modded Magic
Just another day in magic class. Sadly this isn't just some kind of class that most people would think it to be. Follow 24th Arc's and his classmates during their classes. Discover what it means to be a magic born while trying to deal with stresses of their adventure. Magic isn't what it seems to be in this new age following the fall of Polarity.
8 158 - In Serial6 Chapters
STEEL ABYSS
A new era is upon Kailsh. Floating above the waves of her endless oceans, the great cityships of humanity are undergoing a revolution. Ancient flotillas and sailing boats, once the lifelines of a dying race, have been transformed into towering metropolises and mighty vessels of steel through the ancient salvage upon the sea floor. It is a time of war. From once disparate tribes are born nations, fighting over the remains of dead gods deep in the abyss. Battleships sail across elysian seas and fighter jets carve trails upon a pale blue sky: a world turning upon itself in the throes of conflict. And one Coalition Warship to save it all: the battleship Archipelago. Crewed by an emergency crew of raw cadets and an artificial mind salvaged from the ruins of ancient civilizations beneath the waves, the Archipelago will face not only the enemies of the Coalition, but of humanity’s very existence on Kailsh. For some secrets are better left undiscovered, and in the embrace of the STEEL ABYSS.
8 147 - In Serial37 Chapters
anybody else | wilbur soot fanfiction
they could only ever be best friends. that is until one night they want to be pretend to be somebody else. anybody else in the whole world, and they choose lovers."do you ever just want to be somebody else for a night?" I ask him as he takes another sip of his drink. He makes a face as the alcohol slides down his throat. "All the time, why?""Right now I don't really want to be me." I sigh."Then pick someone else," he shrugs, "Anybody else in the whole world and be them tonight."
8 121

