《Little Yeol [Chanbaek]✔》BonChap(2) 👨👩👧👦
Advertisement
Ini BonChap Terakhir ya guys, jadi beneran end hehe.
Btw, Makasih Banyak Buat Read yang udah nyampe 3k lebih nya di ff iniಥ‿ಥ Vote nya aja nih yg baru mau otw 1k :( tapi komenya buat aku terharu banget. Ada yg gk rela, ff ini end nya cepet banget, chap nya cuma sedikit. Dan masi banyak lagi🤧
Pagi nya, di keluarga Chanbaek sedang menyiapkan keperluan yang ingin dibawa oleh mereka. Jam sudah menunjuk pukul 8 pagi dan mereka sudah rapih karena ingin piknik bersama keluarga sahabat-sahabat mereka.
Kai-Kyungsoo, Sehun-Luhan. Mereka sudah menjadi sepasang kekasih, dan di karuniai anak tetapi Luhan masih tengah mengandung, sedangkan Kyungsoo ia sudah memiliki tiga anak yg dua masih berusia balita sedangkan satu nya setara dengan anaknya Baekhyun.
"Daddy!! Ayok cepetan kata mamih ihh lelet banget si dandan nya, mamih aja ngga!!." teriakan anaknya membuat Chanyeol turun dengan grasa grusuh.
"IYA, BAWEL BANGET SII KEK MAMIH!!." sahut Chanyeol. kan Baekhyun dibawa-bawa:)
Beginilah sikap anak ke ayah nya, dan sikap ayah ke anaknya. 11 12 selalu menyangkut pautkan dengan nama mamih Baekhyun. haha
🐣🐣🐣
-HunHan- di jam yang sama.
"Sayang, udah siap hm?." Tanya Sehun. ia berjalan mendekati sang istri yg lgi di tangga menuju turun ke bawah.
"Pelan-pelan."kata Sehun. ingat luhan tengah mengandung.
Kalo kalian tanya diantara mereka bertiga siapa yg terakhir menikah, jawab pastinya Sehun, Luhan lah yg menikah terakhir. Lihat ia mengandung anak yg berusia 7 bulan. Tentu saja Sehun selalu waspada dan kewalahan dengan segala ngidam dan perlakuan istri cantiknya ini. kkk.
"Sehun, aku sudah terlihat manly belum? Kamu cantik sekali Sehun,aku jadi makin cinta hehe." kata luhan. dengan senyuman manisnya,
Inilah yang sehun sabarkan, Luhan selalu berkata manly sedangkan dirinya(Sehun) di bilang cantik. Sungguh terbalik dan terdengar Aneh. tapi ia Sabar, itu kuncinya.
Sehun mengangguk seraya tersenyum. "Tentu, ayok berangkat nanti takut macet." Lembutnya. Luhan tersenyum senang. sambil mengangguk lucu.
🐣🐣🐣
-KaiSoo- di jam yang sama.
Di rumahnya lagi ribet banget, karena dua baby mereka menangis tentu saja sangat repot sedangkan yang satu lagi, yang sudah besar diam saja sambil menatap eomma dan Appa nya dengan kasihan karna kesusahan.
"Eomma, sini sama Jisung aja dedek bayiknya, eomma pasti capek."Kata anak 3 tahun itu. Ia beralih ke sofa dimana Kyungsoo duduk.
"Tidak apa-apa sayang, eomma bisa sendiri kok. Kai! Ayok berangkat, aku sudah rindu sekali sama mereka." Kata kyungie. Ia menampilkan senyum manisnya, agar si anak tidak berpikir yg aneh.
Advertisement
"Yey, kita piknik!!. Appa, jisung mau bertemu dengan anak teman-teman eomma pasti seru!!." Jisung seneng mereka berdua jadi tersenyum sama anak pertama nya itu.
Jongin dan Kyungsoo, keluarga yang sangat berkecukupan alias kaya raya. Namun hidup sederhana itu yang mereka jalani bersama anak-anaknnya. beda Luhan beda Baekhyun, Luhan juga berkecukupan tapi ia belum bisa memanjakan anak yg tengah ia kandung, sedangkan Baekhyun Ia selalu memanjakan anaknya tetapi selalu di didik displin waktu dan keadaan.
🐣🐣🐣
Sekarang mereka sudah berkumpul ria, mereka terlihat sangatt bahagia dengan nikmat Tuhan yang diberikannya. Anak-anak nya bermain dengan senang, yang sudah berkepala 3 pun tertawa ria.
"Kyungie. baby jiwon lucu bangett si, aku bawa pulang yah hehe." Kata Baek. ia exited sama bayik kyungsoo yg kedua. mata belo dan hidungnya seprti kyungsoo, bibirnya seperti Kai dan warna kulit putihnya menurun ke Kyungsoo.
Fyi: Dua Baby nya Kyungsoo masih berumur 9bulan. Cowok Cewek. Kim Jiwon dan Kim Eunha. kembar tak seiras.
mereka tertawa, mendengar penuturan Baekhyun. "Hei Baek, kau buat lagi saja yang lucu bersama Chanyeol haha." Kata Kai. Dengan terbahak-bahak.
Kyungsoo,Luhan mengangguk. "Bener Baek."sahut Luhan.
Baekhyun udah merona banget kek cabe merah yang di pasar. Chanyeol? Dia mah senyum-senyum aja pas ngeliat Istri mungil nya menunduk malu. Lucu bangett kaya minta di polosin, eh udah ya. Wkwk
"Ah, itumah pasti Kai hyung, Bikinya juga langsung banyak haha."Sahut Chanyeol, dengan tawa yang menggelegar.
Sial. Baekhyun makin merona plus malu banget sama temen-temen nya karena suami bongsornya ini kalo ngomong asal jeplak. Bego!! Kalau kata Baek.
"Chanyeol~" Rengek Baek. Sambil menggoyang manja lengang Chanyeol dengan tatapan mata pupynya.
"Apa sayang. Mau buat sekarang? Haha." goda nya.
"YAK! CHAN–" ucapan Baek terpotong dengan anaknya sendiri.
"MAMIH!! Jisung nya ngeledekin Jeris Jelek teruss ihh sebel, Jeris kan cantik kaya mamihh!!."kata Jeris. ia sudah menghentakan kakinya di rumput sebal. Jisung hanya tertawa ngakak sampe tiduran.
Orang dewasa mah geleng-geleng kepala doang, sambil tersenyum bahagia. Baekhyun udah tepok jidat dah dia, ama suara cempreng anak cantiknya ini.
"Jisung, minta maaf sama Jeris, eomma tidak sukak kamu kaya gini. Cepat minta maaf." mutlaknya Kyungsoo. kalian pasti taukan kalau namja owl itu sudah berkata ini maka akan tetap ini.
Apasi njirr gua, ngelibet betdh-_-
Jisung mengangguk paham dan langsung meminta maaf. "Maafin Jisung ya Jeris, Jeris Cantik kok bener deh." kata nya dengan memelas. Jerisca tersenyum senang. hihi
🐣🐣🐣
Advertisement
Setelah ke Taman hingga petang, malamnya mereka ke suatu tempat spesial yang sudah Tiga lelaki dominan itu boking, untuk acara makan-makan keluarga. Yang berarti ada Eomma Appa mereka atau Nenek dan Kakek.
(Maaf banget kalo Realitanya kaya gini ya)
Sudah ada nyonya dan Tuan Byun-Park, Do- Kim, Oh-Xi. Mereka tengah bercakap sambil menunggu masakannya datang. Duduknya ada yang bertiga dan ada yang berempat tetapi mereka berdekatan mejanya, ya pokoknya ceritanya deket gak jauh ky yg digambar ya:)
Tidak ada kata sepi yanga ada suara berisik dari si kecil mungil anak mereka. Tangisan dua bayik Kyungsoo, tertawa teriakk dari Jisung dan Jerisca membuat nuansa nya semakin bahagia. tidak ada amarah yang ada hanya kebahagiaan dan tertawa senang dari yang lebih dewasa dan Tua.
"Kyung, sini aku bantu gendong baby Eunha nya kasihan Kai nya dari tadi gendongin terus."kata Baek. Yang sudah siap mengambil Bayik perempuan lucu di tangan Kyungsoo. sedangkan jiwon di tangan Kai.
Oeeekkkk oooeeeekkk
Suara tangisan itu makin pecah, dengan cepat Baekhyun membawa Eunha ke gendong nya. Dan mengempuk- empuk pantat si bayi dengan pelan sambil berbicara seperti bayik. melihat Bayik itu terdiam dan meraung lucu seperti ingin menangkap wajah mungil Baekhyun, membuat mereka semua gemass.
"Baek, kau hebat sekali dalam masalah nenangin bayik ternyata." Kata Luhan. ia cukup kagum dengan interaksi Baekhyun.
"Baekhyun kan sudah berpengalaman menjaga anak gembul yang manja dulu, haha makanya dia terbiasa." Sahut eomma Taeyeon. Eomma Baekhyun ya. Sedikit menggoda Chanyeol yang merasa kaget, dan menyengir konyol menampilkan deretan gigi putihnya.
"Chanyeol memang sangat manja dulu. Dan aku tidak menyangka anak yang sangat bongsor dan menyebalkan itu, sekarang menjadi namja tampan yang menggagahi Kakak angkatnya sendiri ck ck ck." Nyosor Sehun. Yang sudah membuat mereka disana tertawa.
Chanyeol pakabar? wkwkw dia cemberut lucu. Menahan malu juga pasti. "Kenapa kalian jadi membahas ku sih heuh!!."sarkasnya. Baekhyun tertawa lucu seraya mengelus punggung suaminya dengan sabar.
"Sudah-sudah, makananya sudah datang tuh. Jangan berisik." mutlak eomma Do.
.
.
Setelah selesai makan mereka semua berbincang, dan waktunya para nenek dan kakek menggendong dan menjaga cucu manis nya. yang dewasa bergantian berbagi cerita nya selama beberapa tahun mereka tidak bertemu.
Ia karena sibuk dan jarak rumah mereka sangatt jauhhh, kaya hatiku ke dia yang gapernah sampe haha. Canda gess^-^
"Sehun hyung, bagaimana keadaan Luhan? Apa kau kewalahan? Haha." Kata Chanyeol. maksutnya tentang kehamilan dan ngidam nya Luhan.
Sehun menggaruk rahangnya yang tak terasa gatal sambil tersenyum kikuk. gimana yaa ceritanya, dia bingung gess Kalau di inget-inget lagi ya kasian aja si dan miris banget pas Luhan bilang dia Cantik.
"Aa, sebelum kau menjawab aku sudah tau jawaban mu hun."sahut Kai. benar saja Sehun malah nyengir dan ketawa maksa.
"Kamu kenapa hun? Aneh sekali tingkahnya. Ada masalah kah?." Kata Baek.
Sehun menggeleng kemudian mengangguk lucu. Luhan mah masih anteng-anteng aja dan sekarang ia lagi memakan Cup eskrim besar rasa vanila dengan lahap.
Tiba-tiba ada suara dari si namja cantik yang tengah mengandung, yg membuat mereka tertawa lepas.
"Aku hanya bilang kepada nya, kalau aku itu selalu manly dan dia sangat cantik. Masalah kah? tadinya Sehun memang protes, tapi sekarang sudah tidak karena dia bilang memang aku cantik dan kau manly Gitu." Polosnya Luhan.
"Astagaa hunn, Istrimu saat ngidam terdengar aneh saat dia bilang kalau dia itu Man-Aww sakitt Baek..." Kata nya terpotong saat Baek mencubit pinggang Chanyeol dengan gemas.
Kalau dilanjutkan ucapannya itu bisa-bisa Luhan mengamuk nanti. Karena orang ngidam itukan sikapnya bisa berubah-ubah. Sensitif.
"Dulu saat Kandungan Jisung, Kyungsoo ngidam nya membuat aku pusing dan bergidik ngeri. karena dia memintaku untuk menyisir kan bulu Buaya. Dan aku langsung menolak itu, yang benar saja Buaya kan tidak punya bulu, nanti saat aku sisirin bulu Buaya, yang ada aku dimakan duluan olehnya."Jelas Kai, dengan sedikit melas. Kyungsoo yang mendengar itu langsung terlihat malu dan kasian kepada suaminya.
Njirr kasian bangett. tapi ngakak.
Mereka semua terbahak-bahak, Chanyeol sudah jatuh dari bangkunya. Seketika tubuh Chanyeol menegang saat ia mengingat masa ngidamnya Baekhyun. Baek udah takut aja tuh, apa Chanyeol bakalan ngasih tau ke mereka atau tidak.
apakah lebih menstream dari kedua temanya itu? hmm..
"Kalo Baekhyun Chan bagaimana?." Tanya Sehun.
"Kalo Baekhyun ngidam nyaa gak kaya kalian sii tapi...."
"Aihh tapi Apa Chan." Sahut Kyungsoo.
"Ngenyotin susu Sapi 🐄 dua hari sekali. Tapi...Langsung dari nenen sapinya kaga di kures dulu tuh susu!!."
Gk kebayang kan njir kek gimana tuh rasanya gileek.
"WHAT?!! /ANJIRR!!!/WAW/SHIT!!." Teriak mereka, dengan kaget bersamaan namun katanya beda.
"Hehehe" Kekehan Baekhyun. yang malu.
"HAHAA" Chanyeol.
TAMAT.
AKHIRNYA BENER-BENER SELESAI NIH CERITA, SENENG BANGET ASLI😭 WALAUPUN GAJE TAPII GAPAPA GES:)
MAKASIH SEMUANYA❤
JANGAN LUPA MAMPIR KE WORK CHANBAEK AKU YANG BARU YA AYOK DI VOTE AND KOMEN YANG BANYAK BANYAK GUYSS. BYE!
Advertisement
- In Serial50 Chapters
Across the Realms [Dropped]
Disclaimer: I'll leave this on here for anyone to read. The last time I uploaded a chapter was nearly a year ago, and to all the readers who still kept their trust in me after I came back from my umpteenth hiatus, I am sorry. I will not carry on writing this; I started off without the correct foundations of a novel, nor commitment to fully finish it and I do not want to lie to you all once again. Maybe one day, I may decide to re-write the novel, with a new basis or at least a comprehensive starting point with many of the narrative errors cleared up; but, till then, this is goodbye. And, once again, thank you for the motivation you gave me. Even now, I see many emails come through with people commenting. Goodbye. A child blessed by the Astral. An unprecedented destiny. Watch his path, as he marches up the stairway of Heaven. A March of a Sovereign. [Adventure, Wuxia, Martial Arts, Fantasy] This is a Qihuan novel; it has eastern and western fantasy elements. More often than not in Xianxia or Xuanhuan there is a severe lack of character development, being a western writer I'm changing that. My characters, from my totally unbiased view, feel fleshed out and actually have emotions. This is my first attempt at a novel, I'm writing as a means to better convey my thoughts. I will, hopefully, steadily improve chapter-by-chapter. I'm very open to feedback and constructive criticism. As one can see this is a cultivation novel, so you know how this goes. I've decided to jump-start the whole rags-to-riches scenario. He is strong from the start and is given the utility to do so. *The cover art is not my own, all rights reserved to the owner. I will take it down if necessary. *The style of the recent chapters is comparatively different than Chapter 1.
8 98 - In Serial98 Chapters
Flight of the Cosmic Phoenix
The galaxy is at war. Always has been, always will be. The methods may change, but the results are always the same. Harmony is not, and never will be, an option. Until his parents are killed and he's kidnapped, Xaleyp Vah'Aris had been living a normal enough life. Making matters worse, he is forced into an army he wants nothing to do with. Mixed in with all this are visions of syringes and knives, and a prophetic sword forged by the gods. Maybe Xaleyp is not so normal after all. Now, he battles shifting alliances -- and himself -- to keep those he cares about safe. The odds are stacked against Xaleyp when the largest empire in the galaxy wants him dead. How is he supposed to protect his friends when he's in constant danger himself? Follow Xaleyp Vah'Aris as he hunts for power around the galaxy, makes startling new friends, and faces enemies he never imagined. (Starts slow, then picks up in later chapters) (Updates planned for Friday, maybe more often if I feel like it. Previously posted as Interstellar Genesis/Phoenix Song)
8 208 - In Serial6 Chapters
Jalan Suram : The 100 Fire Holders
"Why us?" Still staring at the unusually stationary fire of the candle he was holding, Agung voiced the questions in our mind. "Out of 2 million people living in this city, why are we the chosen ones?" As if on cue, the eerie laughter of children could be heard above us. Holding our own candle tightly, we resolved to ignore them and continued our discussion. It was a matter of life or death after all. More than half of the initial participants had fallen and the building became more crowded as the result. There were now more ghosts than the living and each step was filled with danger from the unknown. Either we solved all the questions now or we would become another addition to the ghost camp. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- There was one thing Novita found out after she accepted an invitation to a suspicious event from a seemingly legal company. Crowded didn't exactly mean safe. As more and more variables were added to the dangerous ritual, the higher the risk of death. At the same time, the higher the risk was, the better the rewards for it. But in the end, was it worth it? Note : This series was posted on scribblehub.com under the same name. Jalan Suram : The 100 Fire Holders | Scribble Hub
8 207 - In Serial24 Chapters
New World
This is a story about a delinquent boy and his sister who are evicted from their house and gets transported to a RPG simulated world where he has to fight to live in a society and a country that discriminates him.MAY CONTAIN TORTURE, MINDBREAK AND GORE SCENES. Other Mature content may be depicted as well.
8 191 - In Serial15 Chapters
In Pursuit of Bark's Finest
On the frontiers of transhumanity’s expansion into the galaxy thousands of light years from the light of Sol, things can get rather chaotic. There are countless millions of nascent interstellar nations securing their interests, pirate ships prospering off plunder and deniable mercenary work, dissidents setting up their own civilizations, and other groups all trying to push an agenda. When these groups crash into each other, the results can become extremely messy and convoluted. Recently, a frontier nation calling itself the Red Star Union has found itself at the focal point of one such complication. A freighter under their protection has been sabotaged, hijacked in interstellar space, and robbed of its cargo. This would be bad enough even if all it were carrying was luxury goods, but the freighter Nebula Plow was carrying more than just normal trade goods. Indeed, her cargo of Non-Orientable Wormholes for use in starship power plants was both very expensive and very, very dangerous. Now the Red Star Union has to worry about a pirate crew running around with several extra devices capable of converting matter into antimatter with negligible energy cost. With those, the pirates could be capable of inflicting untold damage if allowed to leverage their ill-gotten gains into a stronger position, a possibility the Union finds completely intolerable. Unfortunately, all that the Red Star Union has to go on for evidence is two names; that of the captain, and that of the ship. The Captain is going by the possible pseudonym of Fuller, while the ship is named Bark’s Finest. And thus the orders came down to the Union’s Bureau of Starforce Intelligence: find more information on these pirates, conclusively identify them, and figure out where exactly they’ve gone to ground so that the fleet can crush them before they get established. Of the many agents that the bureau assigned to this mission, one would happen to play an important role: Field Agent Madeline Zargosty. This is her story. This story is entirely pre-written, and will have one chapter released per week. If you want to read it all ahead of schedule and get access to some premium-exclusive bonus content, the entire book is available for purchase; links to the appropriate storefront pages will be posted at the end of each chapter. This story is also being posted to Scribblehub.
8 92 - In Serial8 Chapters
The Tale of a RunAway (Peterpan x reader)
Your abuisve mother has been treating you awful for years. After skillful planning you finally snuck onto the Jolly Roy, but is that really the ships name?
8 201

