《Little Yeol [Chanbaek]✔》11. LY 🐘
Advertisement
Don't be a Silent Reader gaes!⚠^^
Happy Reading!
Author pov
Seorang namja tinggi yg tidak lain adalah Kris—Tuan Yi. Tengah membabi buta memukul seorang namja kecil yang tak berdosa itu, walau sudah meminta ampun atas kesalahanya yg mungkin namja itu pernah lakukan, namun dirinya tidak merasa kalau punya salah kepada namja tinggi yg berstatus Kakak tirinya.
Lantas kenapa dirinya selalu diperlakukan seperti ini? Kalau waktu bisa di ulang maka, Chanyeol kecil tidak akan pernah mau menerima dan bersama keluarga gilak itu.
Tapi disisi lain dirinya juga bersyukur bisa di pertemukan dengan seorang namja manis dan berhati malaikat yang sekarang menjadi kakak tirinya(Baekhyun). Ya walau tidak epik karna di pertemukan nya dengan keadaan gelandangan.
Untung kau masih piyik yeol jadi gemess🐷
CTARR!
"AKH!! SAKIT! Hiks... A-ampunn hyung yollie mohon hiks hiks."Lirihnya, yg sudah terasa mati rasa di sekujur tubuhnya.
Bugh!
"DIAM SIALAN! SEKARANG RASAKAN INI, KAU TIDAK BISA MEMINTA TOLONG KEPADA MEREKA LAGI, TERMASUK KAKAK MANIS MU ITU!! HAHA."
Bugh!
Namja kecil itu sudah berpasrah diri dengan keadaan terlentang dan sangat kacau, kaos yg sudah lepek karna darah yang keluar dari hidung nya, lebam ungu di bagian pipi dan rahang, perut yg sudah membiru terlebih punggung nya yg sudah tersayat panjang karna cambukan keras. Terisak, meminta pertolongan kepada Tuhan untuk bisa tetap bertahan walau keadaan tak memastikanya.
Uhuk uhuk
"K-kris H-hyung... Salah yollie apa hyung? Hiks hiks... Kaulah yg mengadopsi yollie, dan kau yg meminta ku keluar d-dari rumah ini hiks. aku menyayangimu hyung... T-tapi kau selalu menyiksaku layaknya binatang hiks apa kau ti—
CTARR!
AKH!! sss.... Hiks.. Ap-pa yollie harus mati eoh? Baru kau puas hiks hiks." Lirinya..
"Memang itu yang aku ingin kan. Kau hah- bocah pembawa sial, yg selalu merebut perhatian orang tuaku, kakaku, teman ku bahkan namja manis yg menjadi kakamu. Aku selalu sendirian di rumah. keluarga, temanku selalu saja membedakan ku dengan anak kecil hiks.." Kali pertama untuk Chanyeol kecil melihat hyung nya menangis. Terduduk lemas di depan dirinya dengan kedua tangan yg menutupi matanya.
Advertisement
Chanyeol kecil mulai merasa bersalah. Karna inikah hyung nya membenci dirinya. Tapi itu tidak masuk akal karna dia hanya anak kecil dan hyungnya itu sudah dewasa, bukan anak kecil lagikan.
Dengan sekuat tenaga yg terdapat di diri Chanyeol kecil, dirinya meraih tangan hyungnya yg masih menempel di kelopak matanya itu karna menangis. Sedikit meringis karna sangat sakit di tubuhnya,
Hap!
Berhasil ia dapatkan. Tangan bantetnya Mengelus tangan besar dan kokoh hyung tirinya dengan lembut, hingga sang empu terdiam.
"Hyung, yollie minta maaf ne karna itu... hyung membenci yollie. Kalau hyung bilang dari awal pasti yollie bisa menghindariinya–" Chanyeol mengigit bibir bawahnya untuk tidak menangis.
"Hyung tau.. Ini rasanya s-sangat sakit hyung. Kehidupan yollie selalu buruk. Tapii Tuhan selalu memberi yollie kekuatan untuk bisa b-bertahan hiks hiks.."Lepas Chanyeol yg tak bisa menahan nya. Kris merasa luluh, namun sedetik kemudian...
BRUKK
BUGH!
Tubuh Chanyeol di dorong kerasa oleh kriss dan menonjok nya di area perut hingga mengeluarkan banyak darah dari mulutnya
"ARGH! KAU TETAPLAH ANAK PEMBAWA SIAL!!. AKU TIDAK MENYUKAI ANAK KECIL! AKU AKAN MEMBUNUH—ARGH!
••••
Diruangan bernuansa putih dan ramai. Dua orang namja manis tengah berlari kecil dengan menangis dan satu nya lagi tengah berteriak keras dengan raut panik dan terisak hingga atensi semua orang menuju kepadanya.
"DOKTERR DOKTER!! CEPAT BAWA ADIKKU KERUANG PEMERIKSAAN!! SUSTER! CEPATLAH! SIALAN!." Namja mungil itu berlari kecil sambil membantu dorong Brankar yg terdapat orang tertidur pulas alias pingsan dengan luka di sekujur tubuh kecilnya.
Ya Tuhan, kumohon buatlah yollieku bertahan jeball- baekhyun terus membatin. Dengan rasa kalutnya.
Seorang dokter dan suster sudah menanganinya dengan cepat, dan mulai masuk keruangan. Perawat itu mendorong pelan tubuh Baekhyun agar tidak ikut masuk kedalam ruangan tersebut.
"Mohon tunggu diluar nak. pasien akan segera di periksa, karna keadaan sangat tidak memungkinkan saat ini. Berdoa lah agar adikmu bisa bertahan. Permisi." Perawat itu menutup pintu kaca nya dan masuk.
Advertisement
Namja mungil itu tetap menangis sejadi-jadinya dengan berdiri di depan pintu ruang UGD. atas kejadian yang tak terduga beberapa jam yg lalu, dirinya benar-benar menyesal.
Maafkan aku Chanyeollie. ketakutan mu, bahasa tubuhmu tidak menyadari ku sejak di taman bermain. Kumohon bertahan lah maafkan aku. -Baekhyun membatin, mulutnya tidak bisa berbicara tetapi hatinya selalu berbicara.
Puk
"Baek... Sudahlah. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini, kau tidak salah hanya saja kau tidak tau orangnya yg mana bukan. Pasti yollie memakluminya." Ujar Luhan dengan lembut untuk memberi semangat kepada temanya ini.
"Baek, berdoalah dari pada terus menangis, apa kau mau yollie ikut bersedih kalau mengetahui kakaknya menangis seperti ini eoh? Tidak kan. Berhenti menangis." Tegas kyungsoo, walau dirinya sehabis menangis jg.
Namja mungil itu menggeleng kepala nya dengan lesu kemudian tersenyum kearah dua sahabatnya. "Terimakasih Lu kyung."
Mereka bertiga berpelukan
••••
Di tempat lain dengan waktu yg sama
"Cepat bawa orang ini pak. Dia mempunyai penyakit jiwa, dan sangat terobsesi dengan seorang anak kecil. Diadopsi dan di buang dengan cara di bunuh olehnya." Ujar Sehun, yg sudah di depan pintu namja tinggi yg sekarang sudah terkapar lemas akibat tembakan yg mengenai tangan dan betisnya.
Para polisi dan dokter sakit jiwa tersebut melakukan intruksi ucapan Sehun. lalu membawanya langsung kerumah sakit jiwa dan mengobati nya disana.
Sehun dan Jongin. Mengatasi semua nya dengan bukti yg kuat selama dirinya mulai curiga akan bau busuk yg berada di belakang rumah namja itu. Dan benar saja kalau temannya itu mempunyai gangguan kejiwaan dan Obsesi terhadap anak kecil.
Ternyata Ga hanya Chanyeol yg pernah di jadiin Adopsi di keluarga WU. Puluhan Anak kecil yg seumuran Chanyeol atau di bawah nya sudah pernah dan itu mati semua di tangan kriss, hingga keluarga nya pun termasuk. Untuk penguburan nya tidak ada hanya di simpan di sebuah gudang belakang rumahnya....
Dan Park Chanyeol termasuk anak yg beruntung untuk bisa bertahan, walau nyawanya di ambang hidup dan mati.
Kita bisa menyebut nya Psychopath, karna tidak hanya Terobsesi namun dirinya juga bisa membunuh.
Ingetkan yg Chap ke dua, Chanyeol merasa ragu untuk ikut ke kota bersama keluarga WU. Dan kerguannya ternyata benar.
Tbc
21 VOTE & 40 KOMEN SABII GAK?!!
INI CHAP TERAKHIR! Rahasia Kris dan keluarga nya udah terbongkar. Jadi readers ku pahamkan? Pinter pd paham:v
MAKASIHH YANG UDAH SEMANGATIN LIA🤧❤lopp yuu banyak banyak!!❤
Advertisement
- In Serial17 Chapters
The Friendly Neighborhood Dungeon
A magical dungeon in a not so magical world. _____________________ This story is my attempt at NaNoWriMo 2017. Unlike my other story, this one is more family friendly ;) I'll be posting it as I write, usually after a rudimentary edit so any critique or suggestions are welcome as I'm doing this to improve my writing skills. Enjoy :D *I do not own the image. It was taken from google and will remove it if the creator asks.
8 291 - In Serial29 Chapters
Red Souls
In a world where Superheroes and villains exist, the conflicts that can not be solved by mere words will inevitably rise.Jack Mercer, a 17 year old high school student, becomes a victim in an unavoidable tragedy - but it also becomes the catalyst for an incredible change in him which will either lead him down the path to unparalleled greatness, or towards the cycle of the madness and darkness. Please note: The early draft/WIP chapters can be found in the Novel Updates Forums. Also, the chapters can be found on the Fantasy-Books.live as well.
8 180 - In Serial10 Chapters
Banned From Existence
You appear in an infinite white room with nothing but yourself and a piece of paper saying "You have been banned from existence"
8 139 - In Serial7 Chapters
Hope beyond the Horizon
What would you do if you had a fatal disease and only one more year to live?Doing all the fun things life can still offer to you or would you think about how to take care of your family the best way?What would you do if you were offered 10 Million to take part in a test that will take this last year of time you would have with your family?Would you take the money or the time with your family?Xiang Xinya was asked these questions. Bravely moving on, knowing that her body will fail her any time soon.Taking up the offer she ignores all the resistance of her family and her friends. To make sure that her parents are taken care of, to make sure not to leave behind anything unsettled.But the heavens don't want her gone yet, the cards of her destiny were played again. What might wait for her when she activates the unstable prototype of a VR-implant?Follow her to explore a new world with new dangers, and new friends. No regular release - I write whenever I find the time in my busy shedule so please bear with it.
8 190 - In Serial23 Chapters
An Account of Humanity
It has been 50 years since humanity has made its mark on the galaxy. Before that, humans were a simple species, living in isolation in their own little part of the galaxy. But times have changed, and so have the views of the humans that have now spread across the stars. Some see them as challengers of their galactic dominion, others look at them with eyes of envy and reluctant gratitude, and others find them merely interesting. Regardless of their opinions, the one thing that they can all agree on is that they are here to stay. Perhaps, by chronicling the effect these humans have had upon the galaxy can they figure out the mysteries of humanity themselves. These are their accounts.
8 192 - In Serial146 Chapters
Notes in My Locker
When Natalie James Arthur, goes with her brother to the gym, someone catches her eye. As the weeks go by, Natalie decides to join the gym to be around him more. As the day finishes, she opens her locker to see a note in it. A Javon "Wanna" Walton FF Started: February 15th, 2022 Ended: March 3rd, 2022
8 93

