《CURSE OF LOVE》Apologize |Pt. 43
Advertisement
"I am sorry Karen for everthing that I've done to you..but kau tidak harusnya melakukan ini..." ucap Travis untuk meyakinkan. Ana menatap lurus pada Hunter dan Ayahnya.
"Aku sangat mencintaimu Trav...tapi kau malah memilih wanita itu dan memiliki anak dengannya...kau tau Trav seharusnya aku juga memusnahkan wanita sialan itu..." tunjuk Karen pada seorang wanita hamil yang berdiri tidak jauh dari Ken.. Ya,Grace VinderVall kekasih Travis ikut dengannya karena kebetulan Grace sedang memeriksa kandungannya dengan Travis...mereka berpapasan dengan Ken dan Rhodes saat memasuki rumah sakit.
Travis menoleh pada Grace dan berusaha tetap tenang dan tidak terbawa emosi dengan kata kata Karen... Saat Hunter melihat fokus Karen terpaku pada Travis dan terlihat ia meregangkan pisaunya,ia memerintahkan salah satu sniper yang sudah bersiap di atap salah satu gedung melalui interkom di telinganya.
"Dia sedang lengah,tembak bahunya tapi jangan membunuhnya..." perintah Hunter sendiri..hal tersebut membuat Jaime dan Ken menoleh pada Hunter.
"Aku hanya akan meminta Arnold untuk melumpuhkannya dad.." ucap Hunter dengan tatapan tetap lurus menatap Ana.
Sniper yang tidak lain adalah Arnold asisten pribadi Jaime,sudah siap membidik targetnya...
"Akkhhh!!!! Sial kau Hunter.." Karen memegang bahunya yang berdarah.
Bidikan Arnold tepat mengenai bahu Karen--- Karen meringis kesakitan seraya berjalan mundur,tanpa sadar hingga tubuhnya melewati tembok pembatas dan pegangannya pada Ana merenggang,membuat tubuh Ana terlepas... Ana menoleh pada Karen seraya mencoba mengulurkan tangannya,namun ia telat karena tubuh Karen langsung terjun bebas kebawah. Tak lama Ana jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Hunter berlari menuju Ana yang tak sadarkan diri. Ia menahan kepala Ana dan menepuk pelan pipinya.
"Ana please wake up!!.." teriaknya pelan dengan perasaan penuh kekhawatiran.
"Hunt..bawa dia kembali kekamar,aku akan memanggil Steve.." ucap Jaime berlari menuju lift diikuti James. Ken,Travis dan Grace berjalan mendekati ujung atap seraya menoleh kebawah.
Advertisement
Terlihatnya Rhodes dan Daniel serta beberapa polisi setempat. Tampak juga tubuh Karen yang terkena tembakan dengan keadaan tidak sadarkan diri. Rhodes memberi isyarat oke pada Ken dan Travis.
"Thanks Trav kau sudah mengalihkannya..maafkan aku melibatkau dalam hal ini.." ucap Ken.
"No problem Ken...Karen itu wanita yang sulit untuk dikendalikan,aku juga memiliki peran dalam alasan kenapa wanita itu melakukan hal ini..." balas Travis. Ken menepuk bahu Travis seraya tersenyum pada keduanya,lalu meninggalkan keduanya untuk menemui Hunter.
"I'm really sorry Grace.." ucap Travis menatap kekasihnya itu.
"It's okay Honey...I'm proud of you,kau menyelamatkan nyawa orang lain..." ucap Grace seraya mencium lembut Travis.
*****
Five
Diruangan kecil tampak seorang wanita duduk sendiri menatap gelas diatas meja. Ia menoleh saat namanya dipanggil, dengan wajah lelah sedikit tirus serta baju oranye yang digunakannya,,ia bangkit dari duduknya saat kedua petugas mendatanginya.
"Ms. Karen ada yang ingin menjenguk anda.." ucap salah satu petugas wanita seraya memborgol kedua tangan wanita itu.
Karen McDevon sudah lima bulan ini mendekam di county jail khusus wanita di Massachusetts, Amerika serikat---Ia divonis hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan. Raut wajahnya tampak datar dan tidak melakukan pemberontakan,bisa dibilang ia terlihat lebih tenang sekarang.
Tak lama langkahnya terhenti saat ia berada di depan pintu ruangan jenguk para tahanan. Ruangan yang dilapisi kaca transparan dengan telepon yang berada disetiap biliknya
Karen sedikit terkejut saat ia mengenali seseorang yang sedang duduk menatapnya. 'Hunter...mau apa dia menjengukku?' ucapnya pelan.
"Hei..kau baik baik saja Karen?kau terlihat sehat kali ini.." tanya Hunter dengan santai.
"Aku baik baik saja Hunt...untuk apa kau kesini?" tanya balik Karen sedikit datar.
"Ahh ya,aku hanya ingin meminta maaf padamu...kau tau,aku belum sempat meminta maaf padamu waktu dipengadilan,,karena apa yang kau lakukan waktu itu berawal dariku juga..I'm really sorry Karen." ucap Hunter menatap lurus pada Karen.
Advertisement
"Tidak apa Hunt..aku sudah memaafkanmu---aku juga minta maaf padamu dan Ana.." ucap Karen dengan mata sedikit berkaca menatap Hunter. Sungguh ia tidak percaya Hunter yang meminta maaf padanya terlebih dahulu,padahal ia sudah melukai wanitanya Ana.
"Aku dan Ana sudah memaafkanmu dan sebentar lagi akan ada yang menjengukmu..aku sudah meminta petugas memberiku waktu lebih banyak untukmu dan mereka--ah ya aku meminta banding ke pengadilan untuk mengurangi masa tahananmu menjadi 6 tahun...maafkan aku tidak bisa berlama Karen.. Take care of yourself Karen.." ucap Hunter seraya bangkit dan tersenyum pada Karen tanpa menunggu balasan dari Karen,,Karen merasa bingung dengan ucapan Hunter...'mereka siapa' ucap Karen sendiri.
Tak lama setelah Hunter keluar,masuk tiga orang yang sangat dikenali Karen dan tentu saja dirindukannya.
"Mom.. Dad.. Katy.." ucap Karen terkejut,air mata keluar dan membasahi pipinya.
********
Hunter tampak serius menatapi layar monitor laptopnya..seulas senyuman terpatri diwajah tampannya.. Saking seriusnya Hunter tidak sadar saat Ken masuk dan berjalan menuju meja Hunter. Ia berdiri tepat dibelakang Hunter yang masih serius menatapi foto seorang wanita yang menaiki sepeda,yang tidak menyadari kehadirannya.
"Dia terlihat bahagia Hunt..." ucap Ken tiba tiba dari samping telinga Hunter. Hunter dengan tingkah gugupnya langsung menutup layar laptopnya dan memasang ekspresi datar pada sahabatnya itu.
"Shit!!kau mengagetkanku saja...ketuk pintunya Ken saat kau ingin masuk.." ucapnya sedikit salah tingkah.
"Calm down dude...aku sudah mengetuknya beberapa kali tapi tak ada jawaban,yasudah aku masuk saja dan ternyata aku mendapati sahabatku ini sedang menatapi foto gadis cantik rupanya..." ucap Ken sedikit mengejek.
"Kau berhasil membujuk Ellen tentang keberadaan Ana,Ken?" tanya Hunter tiba tiba pada Ken.
"Ah iya soal itu,kau tau dia sangat keras kepala...ia mengancam akan memberitahu grandpa soal mobil Lamborghini Veneno Roadster yang kubeli dengan uang perusahaan jika aku terus bertanya tentang Ana.." tuturnya.
"What??kau dalam masalah besar Ken jika grandpa Marco mengetahui itu..." ejek Hunter.
"That's why,I never ask her anymore about Ana..my grandpa will be kill me then.." ucap Ken.
Hunter berjalan kearah kaca pembatas..memandangi kota New Jersey,dengan rasa penuh kerinduan pada seorang wanita bernama Anastasia Ashford.
"Where are you Ana?should I come to Brimingham to reach you?" ucap Hunter sendiri.
*****
>>>>Next part....
Advertisement
- In Serial43 Chapters
The Urge to Devour
Dracula retelling, in a way. Vampire Alastair frequents a bookshop kept by a young woman named Eleanor. He lusts after her, but cannot keep himself from her.
8 130 - In Serial47 Chapters
The Ravening
I had no idea why the panicked witches marked me at first.But it didn't take me long to realize I'd been sacrificed to assuage the hunger of an insatiable incubus.A man sentenced to haunt the Earth as a demon with a ravening hunger for human women.He won't leave me alone.How can I escape someone whom I can't even see until he's inside me. I can't touch until he's already feeling me.No one can see him but me.I can't make him stop.And the longer this goes on the less sure I am that I want it to.
8 215 - In Serial116 Chapters
The Final Project
Aaron Kristensen and Ivy Blake are sworn enemies, both competing to be valedictorian, but what happens when they have to work together for the final project? Can they overcome their hatred, or will it be their downfall?All credits to the artist of the cover: Minamiliste (image found on Pinterest)
8 154 - In Serial6 Chapters
★A little bit too much★ Soviet Russia
so.... I've had some friends in Amino that said yes! that I should do a USSR(Soviet Union) x Russia story! I'm sorry if this Incest @[email protected] also- I ship this too- so... don't judge me please qwq
8 135 - In Serial39 Chapters
Forbidden Love (Book One)
"Are you mine?" I asked."I don't know." She replied.Without thinking I pushed her back against the bed and spread her legs apart as I fit myself between her. I captured her surprised mouth in mine as I kissed her with every breath I possessed. I wanted her to belong to me. My hands slowly massaged their way up her legs as I increased the intensity of the kiss. I heard her moan into my mouth and her back arched a bit off the bed as I slipped my fingers inside her already soaking folds."Tell me what I want to hear Roni."THIS IS A GIRL ON GIRL BOOK, SO PLEASE BE ADVISED.
8 123 - In Serial63 Chapters
The Healer | ✔
Important:- You Need To Read The Heartbreaker to understand the plot. Away from everyone, Rivaah is content living a life of single mother and a successful Advertising Head. Her love story didn't had that sappy happy ending, but the little bundle of joy she received was all worth it. She has it all set. Spending her whole life making her son's life better is her ultimate goal. But it seems God doesn't love her enough. When two choices land her in a state of either everything or nothing, she definitely goes for the first one. After all, her son is all she has. But the price she has to pay to make her son's life better, is huge. Will she get her sappy happy ending this time? Or will she be left the same, alone and all on her own. ______"Isn't he my daddy?""He is.""I wanna meet him.""He don't want us.""Why? Was I a bad boy?""No, darling. You're the best.""Mommy, please.""He doesn't remember us, son."He is definitely God's favourite. After ruining three lives, he forgot everything and is happy. He remembers nothing about the past, only the others affected are carrying the scars he inflicted.
8 206

