《Didalam Dunia Raja Iblis》Chapter 04 : Malam Pertama
Advertisement
"Hmm, sepertinya aku ketiduran lagi. Untung saja tidak ada hal yang aneh. Tapi dimana ini?"
"Huh! Kau berada dikamarku sekarang. Ma-Maksudku kamar kita."
Sudah kuduga, kamar ini benar-benar mirip dengan kamar mewah di kisah negeri dongeng. Luas kamar ini sekitar 10 Meter2 atau lebih. Ferda, ternyata dia sedang duduk didekat jendela besar yang disinari bulan dan bintang.
Gaun pestanya sudah berganti menjadi baju tidur ternyata.
Tu-
Tunggu dulu.
"Ferda, apa maksudmu dengan semua ini?"
"Bu-bukankah kita sekarang sudah resmi menjadi suami istri? Ini semua ulahmu, tahu!!!"
"Hehehe, maaf aku lupa." Kataku santai sambil menghampirinya yang masih duduk menghadap jendela.
Tenang, aku harus tetap tenang. Aku tidak boleh jatuh cinta dengan dia.
Akupun segera duduk disampingnya.
"Lagipula, kenapa kau bisa secara tiba-tiba tertidur tadi?"
"Ahh, maaf. Sepertinya aku kurang tidur kemarin."
Maaf jika aku berbohong. Alasan sebenarnya adalah karena aku selalu memforsir tubuh terutama pikiranku secara berlebih.
"Jadi, sekarang apa yang akan kau lakukan padaku.?"
Dia menoleh ke arahku.
Wajah cantiknya, lekuk tubuhnya yang sempurna. Ba-Bagaimana ini?
Aku masih belum siap untuk menjadi seorang ayah.
Rencana, aku butuh rencana.
Rencana untuk menghindari bencana besar ini.
"Ahem. Sebelum itu, Apakah kau tidak penasaran dengan apa yang aku lakukan kepada Tuan Girrin?"
"Ahh, tentu. Karena kau mengingatkanku, maukah kau menjelaskan padaku?"
"Dengan senang hati. Dengan syarat kau harus melakukan apapun yang aku mau."
"Ka-Kau ini!!! Baiklah, aku setuju."
"Secara garis besar, Tuan Girrin dan aku membuat beberapa kesepakatan. Salah satunya ialah aku menyuruhnya untuk memungut upeti dengan syarat ia harus memberi para penduduk pekerjaan yang layak. Dia juga harus membuat laporan yang ku inginkan setiap bulan, dan beberapa hal lain yang jika aku jelaskan kau sendiri akan menderita sakit kepala yang berat."
"APA MAKSUDMU!!!" Kata Ferda sambil menggebrak meja di depannya.
Advertisement
Huh~
Sudah kuduga kesalahpahaman ini pasti terjadi.
"Tenanglah. Pertama, aku ada dipihakmu. Kondisi kerajaan ini seperti kerajaan mati setelah ditinggal oleh raja sebelumnya, benar bukan?"
Dia diam.
"Alasan kenapa kau menutupi kereta kuda yang aku tumpangi adalah karena kau tidak ingin aku melihat kondisi wilayah di kerajaan ini."
"Selain itu, para bangsawan juga mulai memberontak. Ini semua terlihat jelas saat mereka menolak upacara pernikahan kita."
"Lantas, kenapa kau tidak berpihak kepada Tuan Girrid? Bukankah itu lebih mudah bagimu untuk menguasai kerajaan ini!!!"
"Tuan Girrid dan para bangsawan yang dipihaknya terlalu serakah hingga lupa bagaimana cara menggunakan hati dan pikiran mereka. Tapi, tujuanmu sendiri juga terlalu mulia sedangkan kau tidak tau bagaimana cara mewujudkan tujuan itu sendiri. Tapi, karena aku disini, aku bisa mewujukan impianmu."
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi!? Bagaimana aku bisa mempercayaimu!?"
"Di dunia asalku...
Di dunia asalku, aku tidak bisa melakukan apapun untuk melawan mereka yang serakah itu.
Setiap hari yang kulihat hanyalah berita tentang pembunuhan yang merajalela karena kemiskinan dimanana.
Manusia yang terbutakan hatinya lebih mengerikan dari pada iblis. Namun...
Aku tidak bisa melakukan apapun...
Aku belum bisa membantu untuk merubah kondisi itu...
Karena itu, setidaknya... Jika aku bisa merubah kondisi seperti itu dimanapun aku berada.
Aku akan melakukannya, apapun resikonya!!!"
"Z-Zam, Kenapa kau tiba-tiba menangis???"
"Hiks, maaf. Aku terbawa oleh suasana."
"Setidaknya, minumlah ini dulu. Aku percaya pada kata-katamu tadi."
"Terimakasih."
Ehh, kenapa kepalaku pusing??
Kenapa badanku tiba-tiba terasa panas??
"I-Itu sejenis minuman anggur khusus. Sudah menjadi tradisi disini meminumnya bagi pengantin baru, aku juga penasaran...Ehh, Zam kenapa kau menatapku dengan aneh?"
"Tch, ini semua salahmu."
"Tenang-Tenanglah Zam. Li-lihat aku akan meminum ini juga."
Sial, apakah dia tidak tau kalau itu minuman untuk merangsang-
"A-A-Apa yang barusan kau lakukan."
Dia menciumku. Aku juga tidak bisa menolaknya.
Ini pasti pengaruh minuman barusan.
"Bodoh, kenapa kau juga meminumnya!"
"Ciuman pertamaku! Aku juga tidak tahu kenapa aku tadi ingin sekali menciummu...Ta-tapi Zam..."
"A-Apa lagi? Jangan melakukan hal yang aneh. Kita sudah sepakat,bukan?"
"Aku sudah tidak tahan... Zam kau akan bertanggung jawab kan?"
AHHH, kenapa dia malah membuka bajunya.
Jangan mendekat Zerda.
Ta-tapi...
Ayah, Ibu, aku akan menjadi pria dewasa malam ini...
Advertisement
- In Serial38 Chapters
Luck Lockyer
Luck Lockyer was the type of man to smirk in the dark, the expression not for anyone but himself. One of perpetual amusement. The bright side of things were hard to find in the shade yet his amber eyes were always searching. The smirk was his default, he knew it, his friends knew it, his family knew it. It was his most natural state. But the death of everyone close to you can affect a downwards curve on the mouths of even the most stoic people. Without purpose, without anyone to do the job for, Luck Lockyer found himself inside an empty forgotten church. The perpetual smirk on his face had slipped to a thin line, his scar more noticeable now than ever before. His amber eyes, the windows to his soul, dull and lifeless. To anyone who knew him, it was the clothing that gave away his mental state, denim pants and a plain black t-shirt. If that wasn't enough, the tears running down his face certainly would, the echoing sobs of a broken man rang across the rundown church. It was on a whim, but Luck Lockyer prayed, he prayed for many things, for death, revenge, friends, but the one prayer dominating his thoughts, a second chance for his family. That was all he wanted. Simple. It was then, on the outskirts of a polluted city, in an abondoned lot, in a forgotten church that Luck Lockyer, the Devil of the Cards, the Bloodless Hand, the Amber Demon, the Broken, was answered by a being from another world and one from his. *found the picture online
8 77 - In Serial11 Chapters
A Sun of Ice
When Verdandi, the Norn of the Present, fell in love, she couldn't have known that, by giving birth to her five daughters, she was dooming the whole cosmos.Now, centuries have passed, and Verdandi's last twelve descendants hold the key to stop the destruction of all the worlds.
8 158 - In Serial71 Chapters
A Side Villain’s Ballad.
Reincarnated as a meager villain in a swords and magic novel. It is as much as one would expect. Perhaps less. On Hiatus
8 125 - In Serial245 Chapters
Winterborn
There are many worlds in the cosmos. Many of them have rules and laws that are utterly alien to the world that we know. Most never leave the world they were born into, never even know or suspect that other worlds even exist. Their souls simply go through the cycle of reincarnation again and again, always forgetting their past lives, and living as they please. But some few are given the gift of Transfering after death, to live their next life in a different world, with memories of their past lives to enrich the world they go to with new concepts and new ideas, and bringing back those same from the world they visited when it is time for their next cycle in their old world. A young woman suffers a tragic fate, and is granted the ability to Transfer. She is reincarnated into a new world, full of monsters and magic, things that would be mere myths and legends to her in her old life. This time, she promises, will be different. She doesn't have to be weak here. She doesn't have to be a victim. She can be strong, and no one will ever control her again!
8 195 - In Serial18 Chapters
The Rift : Kindling (Book One of the Rduptägon)
The world is still. Old times have turned into new legends, and there is silence disrupted only by the breeze. Just not entirely. Fractions once owned and employed by the Kingdoms are rumored to have split into there own paths. Assassins ride now in the daylight, and Grims storm the world in search for reasons to cause genocide. And Kuxalo lives in a warm house, with orphans, and a greatly competitive older brother. But when his outlawed gift becomes exposed, and his only brother becomes a lie, he must sprint into the world of silent pain and mystery to grow as a man and in power. And avoid the unforeseen consequences.
8 81 - In Serial12 Chapters
Idolized Love|| Kim Namjoon✅
Just read it!!
8 119

