《[Indonesian] Great world traveler》Chapter 10
Advertisement
.
Di ruangan gelap dengan sedikit cahaya. Dimana cahaya Mentari sudah menyelinap masuk lewat celah gorden tebal itu. Kasur berantakan, kain yang tak beraturan, bantal guling yang terjatuh dan kaki putih pucat yang menyelip keluar dari bawah selimut.
Nyaris sedikit lagi tubuh dibalik selimut itu yang berada di pinggir ranjang akan jatuh ke bawah. Andai bergerak ke kanan sedikit saja ke kanan itu akan menimbulkan suara 'Gedebuk' di lantai. Namun harapan untuk selamat dari itu tidak ada. Apa yang diperkirakan terjadi ketika benda itu berbunyi seperti alarm jam beker.
Kriiiiing.......
Benda bulat dengan tampilan layar jam 7 AM yang berbunyi sebagai deringan alarm. Membangunkannya dengan kejut suara, dan ia pun terjatuh.
Gedebuk
~
Felis Kelina, setelah dibangunkan oleh jam bekernya dan jatuh ke lantai kamarnya, ia tidak dapat kembali ke tidurnya lagi. Terdiam sesaat disana dengan rambut kusut, yang beberapa menempel dipinggir bibir Indah berliur itu.
Matanya sayu, telinga elfnya bergerak naik turun, dan pikirannya masih linglung. Tepatnya seperti orang yang baru bangun tidur. Mungkin ia tidak sadar bahwa ia baru saja jatuh dari ranjangnya.
"Ah... Aku hampir lupa ini adalah hari itu!"
Setelah baru saja mengingat sesuatu yang sangat penting baginya, lamunannya langsung buyar dan ia segera bangkit, lalu menuju kamar mandi. Mungkin, ia akan membuat dirinya semenarik mungkin untuk pertemuan yang dinantikannya.
~~
Academy Town, tempat apa itu? Mungkin jawabannya akan berbeda-beda menurut setiap orang dari kalangan berbeda.
Jika ditanyakan kepada rakyat kelas bawah seperti petani maka jawaban mereka akan "itu adalah kota tempat orang-orang bisa mempelajari sihir "
Jika ditanyakan kepada orang-orang berpikiran kotor jawaban mereka akan,"Itu adalah tempat yang banyak cewek cantiknya"
Jika ditanyakan kepada pedagang manusia, "Itu adalah tempat yang menguntungkan untuk memasarkan barang-barang dan biaya hidup yang rendah. namun sulit untuk dimonopoli, karena mayoritas penduduknya bukan manusia."
Jika ditanyakan kepada bangsawan manusia, "Itu adalah tanah yang kaya dan aman dari perang namun di kuasai oleh orang-orang yang berbahaya "
Dan jika ditanyakan kepada para penguasa, "itu adalah kawasan netral, yang mendukung kedua belah pihak perang dan keberadaannya merugikan kedua belah pihak dalam perang, namun juga menguntungkan bagi rakyat dari kedua belah pihak. Sebuah tempat dimana eksistensi terkuat didunia berada, dan tak dapat diusik oleh pihak lain."
Academy Town, adalah sebuah kota para pelajar yang diperuntukkan bagi ras apapun. Dipimpin oleh seorang elf paladin, Felis Kelina dan tak terikat dengan perang antar manusia dan iblis, meskipun disana Iblis dan manusia berada dalam satu kelas yang sama tidak ada permusuhan yang jelas dipermukaan.
Semua pendapat diatas adalah benar. Academy town satu-satunya kota yang sangat berbeda dengan yang ada di dunia itu, seperti sebuah negara yang berdiri sendiri.
Teknologi mereka juga tidak dapat disaingi oleh bangsa maupun kota lain. Sekalipun utusan suatu Negara bersekolah disana, tetap saja apa yang diajarkan terbatas pada hal yang disetujui oleh Felis. Dan meskipun mereka mencoba mencari tau, sistem di kota itu secara otomatis menolaknya. Sebuah sistem hukum yang hanya dapat diatur oleh adminnya, Felis.
Ada banyak sistem hukum otomatis yang diprogram disana. Demi keamanan kota dan penduduknya. Seperti saat ada seseorang yang ingin melakukan pembunuhan, ketika senjatanya atau sihirnya hampir mencapai targetnya, detik itu juga mereka diteleportasikan dalam jarak tertentu sehingga pembunuhan gagal, atau aktivasi sihir itu segera dibatalkan oleh sistem.
Advertisement
Atau saat seseorang akan melakukan pencurian, aksinya itu akan secara otomatis diketahui oleh divisi keamanan dengan, bunyi alarm dan tampilan dalam layar seperti TV.
Kekuatan itu tidak ada seorang pun yang berani berbuat jahat di Academy town. Akan tetapi, meski itu adalah kekuatan mutlak seorang penguasa, tetap saja punya kelemahan. Sistem itu berfungsi selama masih dikawasan Academy Town. Setelah diluar dinding kekuatan sistem itu akan melemah.
Kemampuan itu adalah sistem master, adalah kemampuan milik Armil yang dititipkan pada Felis. Pengertian umum sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan diantara mereka. Nah, prinsip kemampuan sistem master ini adalah untuk mengubah, membuat dan mengatur hubungan tersebut.
Contohnya dapat mengubah aturan yang berlaku di alam, seperti mengubah hukum alam air mengalir ke bawah akan berbalik ke atas selama berada di dalam wilayah sistem hukum itu aktif. Atau bahkan seperti, “seseorang akan mati jika kepalanya terpisah dari badannya”, akan diubah menjadi, “seseorang yang kepalanya terpisah dari badannya akan tersambung kembali dan kematian tidak akan menghampirinya”. Itu adalah hukum mutlak yang sudah dibuat dengan kemampuan sistem master.
Academy town.
Hingga kemarin suasana disana masih normal seperti biasa. Namun hari ini ada yang berbeda. Felis yang biasanya bersikap dingin dan hanya peduli pada tugas, kini terlihat bersemangat dan ceria. Bahkan setelah menyapa beberapa pengurus rumahnya ia melompat terjun dari jendela yang jaraknya puluhan meter dari tanah. Itu jelas membuat mereka terkejut, meskipun mereka tau ia akan baik-baik saja dengan hal itu tapi bagi akal mereka yang mengatakan itu berbahaya tidak mungkin untuk tak terkejut melihat aksi itu.
Kenyataannya, Felis dapat terbang dengan mudah diudara tanpa sayap.
"Wiii.... "
Langit pagi Academy Town, dibalik kabut pagi, elf cantik itu mengudara dengan ceria. Wajah ceria sambil meneriakkan keceriaan dan telinga yang bergerak naik turun.
Setelah berputar berkali-kali dilangit, dan ia telah puas meneriakkan kesenangannya, ia mendarat di balkon kantornya. Saat membuka pintu kaca itu, ia langsung disambut oleh seorang wanita berpakaian hitam rok panjang dengan belahan hingga kepinggang, seperti rok gadis cina. Ditangannya beberapa dokumen yang sepertinya akan diselesaikan hari ini.
"Sangat jarang anda ceria seperti pagi ini, Felis."
"Oh...? Auly? Aku sangat senang hari ini, kau tau. Aku yakin kau pasti juga akan senang mendengarnya. " [Felis]
Aulin Clotaire, sekretaris Felis dalam memimpin Academy Town, posisinya lebih seperti Perdana mentri dalam kerajaan. Wanita setengah demi-human, dari ras manusia burung. Ia tidak sepenuhnya demi-human karena ibunya yang manusia dan ayahnya yang manusia burung. Jadi parasnya sangat menyerupai manusia hanya saja memiliki sayap bewarna hitam. Andai saja ras Angel ada, maka ia hampir mirip seperti itu.
"Kalau boleh saya tau, hal apa itu, Felis? " [Aulin]
"My Honey telah kembali! "
Felis menjawab lembut dan dengan wajah merona yang tak dapat ditahan.
Yang ia maksud tentu saja adalah Armil.
...
"My Ho_?.... Tunggu apa maksudmu..... "
Kali ini Aulin tidak menggunakan bahasa formalnya, setelah rasa terkejut yang mulai keluar.
"Ya.... Armil telah kembali. " [Felis]
"Ha?...... M-Ma-Master Armil? Kembali?... Benarkah itu? Bagaimana mungkin aku bisa tidak tau? Bagaimana keadaannya? Dimana master saat ini? Apakah ia baik-baik saja? " [Aulin]
Advertisement
Aulin terkejut gembira sekaligus juga panik. Itu jelas, Aulin juga salah satu murid Armil sejak lebih dari 1 setengah abad yang lalu. Ia diselamatkan oleh Armil saat ia diusir dari desa oleh rasnya sendiri. Itu terjadi saat ayahnya sakit lalu wafat, dan ibunya yang adalah manusia dibunuh oleh ras manusia burung, sehingga ia melarikan diri dan diselamatkan oleh Armil. Apa yang terjadi beberapa tahun setelah itu adalah ia yang membantai desa tempat ia tinggal dulu, sehingga hanya ia yang tersisa dari rasnya. Yang ironisnya adalah Armil hanya membiarkan itu terjadi. Ia sebenarnya memang tidak peduli dengan konflik dendam antar mereka. Meskipun begitu, Armil telah menyelamatkannya sehingga ia akan tetap setia padanya.
Saat ini Aulin dalam penampilan pakaian hitamnya, dengan sihir tertentu ia telah menyembunyikan sayapnya cukup lama. Karena selama ini bekerja dengan Felis dan sudah lama tidak ada pertarungan yang dibutuhkan hingga ia harus membuka sayapnya.
"Tenangkan dirimu Auly. Sayangku saat ini sedang dalam perjalanan ke sini, mungkin ia akan tiba sore nanti! "
"Benarkah? maka aku akan membuat sambutan untuk master di kota kita! " [Aulin]
Aulin begitu bersemangat, untuk master tersayangnya yang telah kembali setelah 1 setengah abad, ia akan memberikan sambutan terbaik yang pernah ada. Tapi...
"Itu tidak perlu, Sayangku Armil sama sekali tidak ingin membuat banyak perhatian terhadap dirinya. Ia masih ingin keberadaannya dirahasiakan. Jadi mari kita berikan sambutan terbaik hanya cukup dari kita saja!! " [Felis]
"Oh... Aku hampir lupa sifat master, mohon maafkan aku. " [Aulin]
"Tidak apa-apa. Silahkan beritahukan kepada para resepsionis, jika ada seorang dengan ciri-ciri Sayangku Armil menemui mereka, segera temui aku diruanganku!! " [Felis]
"Baik master Felis, pasti akan aku kerjakan. Aku tidak sabar untuk menemui master. Tunggu... Bagaimana jika aku saja yang menemuinya?" [Aulin]
Aulin merasa bahwa memberitahukan keresepsionis hanya akan memperlambat pertemuan dengan master. Jadi ia berpikir untuk menemuinya lalu membawanya ke Felis.
"Tidak! Itu tidak akan menjadi kejutan yang menarik! Aku minta juga padamu untuk menemui dan juga mengajak Darkon!! Nanti. " [Felis]
"Benar juga, aku hampir melupakan si pemabuk itu. anda juga sepertinya ingin menjadi orang pertama yang menemui master... Baiklah kalau begitu aku pamit! " [Aulin]
"Eh? Y-ya... "
Setelah perbincangan itu, Felis duduk dikursinya ingin melanjutkan beberapa dokumen yang harus diisi dan diselesaikan setelah kemarin yang tersusun dimejanya. Sambil akan mengerjakan itu, ia tidak bisa menghilangkan senyum dan rona merah diwajahnya untuk beberapa saat. Ia terkadang hanyut dalam khayalannya.
"Ufufu... "
.
~~~
.
Tak menunggu lama waktu pagi telah menjadi siang, itu hanya melewati beberapa jam. Terkadang waktu berjalan begitu cepat, dan siang itu adalah sekitar pukul 2 PM jika dilihat dari jam beker Felis di kamarnya.
Disudut-sudut kota Academy, tempat yang sama sekali bukan untuk para pelajar, dimana para demi-human tua menikmati hidup mereka dengan minuman dan gadis-gadis. Sebuah tempat yang sering membuat sakit kepala bagi Felis.
Ditempat itu seorang peminum langganan disalah satu bar, meneguk minumannya sambil menyembunyikan setengah wajah dengan topi bundarnya. Setelah satu tegukan dan mengembalikan botol kemeja, ia masih memainkan topi di wajahnya itu. Terkadang ia memutarnya atau meniup dengan nafasnya.
"Apa aku membuat kesalahan lagi? "
"Seingatku aku hanya menghabiskan minumanku, dan terkadang bertukar pukulan dengan beberapa orang..."
Glup Glup
Ia meneguk minumannya lagi. Itu sudah hampir tegukan terakhir sebelum minuman alkohol di botol itu habis.
(Baru seminggu yang lalu aku menemui Felis, dan sekarang burung seksi itu memintaku menemuinya lagi. Apa mungkin akan ada ceramah? Atau mungkin...)
"Jangan bilang ini ada hubungannya dengan pilar cahaya itu?. "
Entah karena lelah dengan memainkan topinya, ia membuka dan meletakannya disamping botol.
Kini wajah merah kasar bersisik dan beberapa bagian yang menyerupai tanduk mengarah kebelakang dan rambut putih dibaliknya, terekspos cukup jelas dibawah remang-remang ruangan. Itu wajah seorang dari ras naga.
Tap tap tap,
Suara beberapa orang berlarian dijalanan Batu, lalu masuk dengan membanting pintu bar, membuat seisi bar terkejut.
"Pak Darkon! Darurat, Wofleo barat diidentifikasi telah dihancurkan! "
"Apa?!!! "
Dan si wajah naga itu tidak bisa menahan rasa terkejutnya. Meja dan kursi disana sempat bergetar kuat saat ia berdiri spontan. Dialah yang dipanggil sebagai Darkon.
(Jadi ternyata masih ada yang ingin menantangnya untuk kesekian kalinya. Apa pilar cahaya itu ulahnya juga? Apa mungkin itu hanya provokasi saja? )
"Bagaimana keadaan disana sekarang? " [Darkon]
"Beberapa magical beast yang menghadang juga telah dibersihkan, kini pasukan divisi-1 sedang dalam perjalanan"
"Baik kalau begitu aku juga akan segera kesana. "
Setelah mengatakan itu, ia kembali mengenekan topinya. Postur tegapnya dapat dilihat oleh semua orang. Kulit naga bersisik merah dibalik pakaian yang menyerupai seragam militer cina, dan pedang katana merah yang tergantung di pinggangnya. Setelah sekian lama waktu yang ditunggu pun tiba.
(Huhu... Sudah lama aku tidak mendapatkan lawan yang tangguh. Aku tidak bisa mengatakan ini di depan tuanku, Felis tapi aku senang)
Itu adalah keinginan para pecandu bertarung. Disana tidak ada yang lebih kuat atau setara dengannya selain Felis dan Aulin. Ia suka pertarungan tapi mereka berdua tidak. Dengan munculnya seorang yang kuat, itu membuat jiwa petarungnya bangkit. Meski dalam kesimpulannya orang tersebut datang untuk menantang Felis. Jelas sebagai bawahan Felis ialah yang akan lebih dulu mengatasi orang itu.
"Darkon!! Semoga kau berhasil!! Aku menunggumu kembali dan minum di barku untuk hari-hari berikutnya!! "
Si pemilik bar yang saat itu sedang mengelap gelasnya dengan sapu tangan, mengatakan hal itu kepada Darkon. Bukan hanya ia, tapi semua orang sebenarnya juga mengharapkan itu. Andai saja Darkon tidak ada mungkin tempat-tempat disana telah lama digusur atas keputusan Felis.
Mereka para bajingan tua dalam artian.
"Haha... Tentu saja aku akan kembali. " [Darkon]
Darkon begitu semangat akan pertarungan. Hanya saja ini akan menjadi alur yang sedikit berbeda dengan yang diharapkan. Karena ia tidak tau siapa sebenarnya 'orang' itu.
Kemudian, Divisi keamanan Academy Town, menuju pertempuran.
~~~
Advertisement
- In Serial55 Chapters
KINGDOM RISE, CASTING CROWNS: Your Way Called Peace (ACT I)
***THANK YOU TO MY FAITHFUL FOLLOWERS. THERE HAVE BEEN SOME EDITS AND ACT I IS COMPLETED AT THIS TIME. ACT II DOES NOT HAVE A DATE OF RELEASE YET BUT IT IS BEING WORKED ON WITH LOVE!!!*** Check out the book trailer with the original soundtrack I composed for the story HERE!!! QUOTE FROM TRAILER: "A tale that was hushed and concealed by the heavens during the final days of the seven warring states of China. Here, in plain words, resonates a love with such fleeting beauty like that of a plum blossom, and fellowship with such force in grace and perseverance like that of a heron." The novel is written in third person in the views of Ying-tai and Xiu Juan who are lovers. Both descendants of Qin, they are separated by the unfortunate events that take place during the 7 Warring States of China and they fight from opposite ends of the world to reunite. In their trials, they are tested against all that they know and the fine line that once divided mankind disintegrates as camaraderie is found amongst the known enemy. OST Track 1: Prayer *PLEASE NOTE: The illustrations in the story do not belong to me. They were artworks done by other amazing artists that inspired me to write what I wrote and to create the characters in the story. Most of the photos shown in the chapters were done by one of my favorite illustrators, Ibuki Satsuki (CHECK OUT THIS PERSON'S WORK! THEY'RE ALL AMAZING!!!) I greatly appreciate and enjoy all of their beautiful pieces of work!*
8 154 - In Serial15 Chapters
Tales of the Dragon God
Synopsis: House Vjorn is one of the founding Houses of the City of Trênt - The Final Frontier of North. Skye, the heir of the House lived a sheltered life until one day everything changed. He was fated by the dragons, a fate that only occurs once in a millenia and rivals the mythical creatures themselves. But the constant threats of a shadow organization that hunts people like him forces him on a long and arduous journey . Assasination, wide scale war, fights to the death, battle of wits, legendary duels and more await him on his travels as he tries to reach the pinnacle of existence. Let the Tales of the Dragon God begin- Prolouge: A dragon spanned his wings in full length furiously to propel himself further. Faster, he needs to be faster. A glowing black ring with runes etched in golden light appeared and hovered through his back as if a halo of an angel."Curse of Speed" he muttered under his breath and he zoomed through the horizon in a fashion no other dragons may dream of. "I need more speed or that damned thing might catch up to-" he said with a loud growl but before he could finish he saw a golden ring flash by only to stop at a few feet in front of him. A boy with black hair stood in front of him. Darkness enveloped his whole body, while the robes he was wearing was somewhat darker than the darkness. It was like he was staring to an abyss only to be swallowed by a void, an endless one at that. The only tinge of light came from the golden ring above his head. He looked at his face but he can't see any features that he could describe. Then his eyes wandered at the golden ring above his head. His sky-blue draconic eyes glowed with a golden hue. Looking closer, the ring was actually a crown embroided in sophisticated runes that even him a hundred thousand year old dragon cannot comprehend. "A million year old ring. It can't be that you killed-" but again, before he could finish dark ice formed in his snout gently crawling to his eyes. He retaliated by breathing his icy breath but even the absolute ice was frozen by the abyss black ice magic that was crawling through his body. And like the color of ice, darkness came upon him to never awake an eternal slumber. Death took over and a golden ring etched with black colored runes hovered above his corpse. Author's note: Hi! Xiaoma here, thanks for checking out my story. I am new to writing fictions but im excited to work my magic on my very first novel. I've currently set my goal at 10,000 words per week but I might increase that when my schedule allows me to do so. Hope y'all enjoy! Warning: Planning to add BL (similar to Yaoi minus the sex scenes) and Yuri (girls liking girls) contents ahead. Read at your own violition.(Do not read if you're extremely homophobic)
8 173 - In Serial12 Chapters
The Earth Daughter
Jane Everwood, Girl of questionable fortune. Seemingly abandoned by her mother and left to try and survive in the clutches of the evil blob of meat that is her father, Life did not deal her an easy hand. She managed to get by with her friends, but between her constantly drunk parent, and the refined but clearly evil thug-friend that her father keeps around, it has been a constant chore. However, this is all about to change in one grandiose day. Whisked away from her life, her planet, and everything she ever knew, she is thrown into a maelstrom of activity, where everyone seems out for number one, even with the most kind of acts. Jane is at the centre of all this activity, however, nobody cares to explain why, exactly, and so she is left to blunder. It becomes obvious that she is meant to do something important, maybe along the lines of 'fight the monster get the girl save the day' but nobody tells her exactly what monster, or which day. And as for getting the girl, well that is an entirely different kettle of fish...
8 135 - In Serial29 Chapters
Safe? : A Lost Boys fanfiction
You know the drill, teen runs away, falls into a group of vampires, hijinks ensue. But there's a lot on the line when it comes to giving up humanity for the sake of family, and sometimes the price is just too high. Sleep all day, party all night, never grow old, and never die, it's fun to be a vampire.POST-movie (in short, David is alive according to the end scene in the book, set next gen)
8 151 - In Serial8 Chapters
Love or Obsession
This is an Asano × Nagisa. They have an odd relationship. Well Nagisa thinks they do. Asano loves Nagisa to a point of obsession. Asano would do anything for Nagisa. Asano won't let anyone take Nagisa away from him. There will be swearing and some inappropriate stuff. Don't read if you are a innocent little muffin. The cover was made by 'ISpeakOtaku'.
8 113 - In Serial10 Chapters
The Winter Festival
As the weather gets colder, so do our relationships with our "loved" ones. Nagito Komaeda is stuck in an abusive relationship with a notorious exterminator. Until one night, when a special festival rolls around in the wintry snow, and Komaeda meets someone who would forever change his life. But the question is, will it change for the better? Or for worse?Updates every Friday uwu
8 143

