《[Indonesian] Great world traveler》Side story 1
Advertisement
Hero Pov
Semuanya terjadi secara tiba-tiba, andai saja aku tak mampu menahan rasa terkejut ini, mungkin aku sudah jantungan di tempat.
Seingatku, hanya beberapa menit yang lalu aku mulai berteman dengan Rafa Trafalgar, yang ternyata tak seperti dalam gambaranku. Ia tidak sombong, itulah kesimpulan yang dapat kubuat untuk saat ini.
Namun, sesuatu yang melebihi batas akal sehat muncul tiba-tiba hingga membuatku tak dapat bergerak. Dan dengan cahaya yang menyelimutiku aku di kirim kemari, bersama lima orang lainnya. Tapi ada yang salah, dimana Rafa? Aku masih ingat melihatnya yang juga diselimuti cahaya,... aku ingat cahaya yang menyelimutinya meredup, setelah pandanganku menghilang. Setelah fungsi Indraku kembali aku telah berada disini.
(Jadi hanya kami ber-6 yang terpanggil kemari kah?)
(Suasana seperti ini sangat cocok sekali dengan novel-novel yang kubaca, sial. Aku sudah dapat melihat niat mereka!)
Tatapan marah pun ku tujukan pada orang bermahkota disana.
~
Ke-6 siswa sekolah SMA biasa, telah terpanggil ke sebuah tempat asing yang biasa disebut dunia lain.
Di tengah ruangan besar, berupa Aula berbentuk segi 8, berdiri 6 pahlawan yang telah di panggil. Lalu disetiap sudutnya orang-orang berjubah ungu sedang berlutut tampak bahwa mereka sangat kelelahan. Dan dihadapan para pahlawan, seorang Raja duduk di kursinya juga seorang gadis yang tampak seperti Putri berdiri di sampingnya dengan senyum yang hanya tampak di bibir mereka.
"Selamat datang para pahlawan, di kerajaan Hyugland..."
".. Saya Putri kerajaan Hyugland, Himria Syrofath Hyugland mengucapkan terimakasih kepada anda semua, para pahlawan"
Ujar Himria lancar tanpa penjedaan, ia berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan kesan terbaik para pahlawan. Karena harapan mereka ada di tangan pahlawan, jadi tentu bagaimana pun mereka tidak boleh membuat kesan terburuk untuk pahlawan.
"Hei, apa maksudnya ini, atas maksud apa kami di panggil kemari?!"
Laki laki berambut pirang itu protes.Tampaknya seorang emosional mulai menunjukkan ketidaksenangannya terhadap sesuatu yang tiba-tiba ini. Karakter seperti ia biasanya cocok untuk memimpin squad para idiot dengan nasionalisme tinggi.
"Saya mohon maaf atas ketidaksenangan anda Pahlawan. Saya akan menjelaskan semuanya kepada anda-"
"Tidak! Himria! Biar ayah yang menjelaskannya "
Mendadak pria tua bermahkota disana berkata ia akan menjelaskan beberapa hal untuk pahlawan. Entah ada maksud lain ia mengambil tempat menjelaskan hal itu, kemungkinan takut putrinya membocorkan hal yang tak perlu.
"Baiklah para pahlawan sekalian, perkenalkan saya, Raja Hyugland Robert Syrofath Hyugland III. Sebagai yang memanggil anda semua kemari, saya minta maaf atas kegelisahan anda semua. "
"Lalu apa yang kau inginkan, membunuh Raja Iblis? "
"Sepertinya anda punya tebakan yang tepat Pahlawan" [Robert]
"Seigi! kamu seharusnya tidak boleh bicara seperti itu dengan raja, Seigi."
Seorang gadis rambut coklat panjang menegur pria emosional itu langsung. Mereka berdua adalah teman yang sangat akrab, karena sudah saling mengenal sejak kecil. Tapi hubungan mereka tampak lebih dari sekedar teman
"Uhm, baiklah Minami aku akan mencoba berlaku sopan"[Seigi]
Aura pink pun terpancar oleh mereka berdua, para pahlawan lainnya, menatap mereka seolah berkata 'hentikan itu' , bukan saatnya untuk membuat suasana semacam itu. Mereka seakan tidak pandai melakukan sesuatu pada tempatnya, dan mereka berhenti.
"Sebelum itu bolehkah, kita pindah keruangan yang lebih nyaman? sehingga anda semua bisa duduk santai dan menikmati pembicaraan "
"Y-ya"
Maksud dari kata raja itu memang mengajak mereka untuk berbicara dengan nyaman. Seperti halnya negosiasi.
Tanpa rasa curiga, mereka mengikuti raja tersebut, 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Dan Putri mengikuti dari belakang bersama para pengawal. Tapi ekspresi salah satu pahlawan yang terpanggil, benar-benar menunjukan ekspresi negatif. Karena tidak selalu menjadi pahlawan adalah hal yang baik. Jika seandainya negeri yang mereka selamatkan dari iblis, berkelakuan lebih dari iblis jika iblis lenyap, maka ia benar-benar akan mengutuk dirinya sendiri karena sudah menjadi pahlawan. Itulah yang dipikirkan oleh pahlawan muda itu.
Advertisement
Melihat ke sekitar, akan kebesaran tempat mereka berada saat itu, dan jauhnya langit-langit. Masih belum tergambar di kepala mereka wujud besar istana tempat mereka di panggil. Tapi kemudian area sekitar mulai berukuran normal.
Setelah mengikuti raja itu, mereka pun akhirnya tiba, di sebuah ruangan yang masih cukup besar tapi jarak langit-langit nya normal. Meja melingkar disertai kursi, menjadi interior pada ruangan itu.
"Silahkan duduk, " [Robert]
Mendapat undangan baik itu, mereka segera menerimanya dan duduk di kursi masing-masing.
"Akan saya ceritakan tentang perdamaian yang hilang dari dunia ini, 100 tahun yang lalu... "
Dahulu, negri ini damai dan tentram. Namun dengan kemunculan Iblis di benua Utara 100 tahun lalu, wabah penyakit mulai menyebar dari tanah yang dihuni manusia di pinggiran kerajaan-kerajaan manusia. Kemudian kerajaan mulai mengirim tentaranya untuk berperang melawan ras Iblis. Tapi hasil tidak seperti yang diharapkan, ras iblis begitu kuat, dan kejam, menhabisi semua tentara manusia dengan sadis. Hingga saat ini peperangan antar benua Utara dengan timur dan barat tidak pernah berhenti. Kerajaan Hyugland di barat dan kekaisaran Teramus di Timur selalu berperang melawan ras Iblis yang menduduki benua Utara.
Semua orang kecuali para pahlawan memasang wajah suram setelah raja bercerita. Mereka seakan bersedih. Dan para pahlawan merasa iba dengan hal itu. Tapi sekali lagi tidak, untuk satu pahlawan muda itu ia berprasangka 'mereka pandai bersandiwara'. Prasangka negatif, akan tetapi tidak dapat dikatakan bahwa sepenuhnya itu, 'benar'.
"Oleh karena itu,.. kami meminta bantuan anda para pahlawan untuk melawan ras Iblis dan memperoleh perdamaian sejati bagi seluruh manusia" [Robert]
"Melawan? Bagaimana mungkin kami bisa melakukannya. "
Gadis berambut hitam pendek sebahu dengan potongan ala Jepang dan mata hitam, menyanggah dengan tegas. Ia cukup merinding saat mendengar kata 'melawan'.
Tentu saja, mereka sebelumnya hanya pelajar biasa yang berperang menggunakan pena dan otak. Lalu tiba-tiba mereka diminta untuk berperang secara nyata, melawan ras Iblis. Itu hanya seperti mempercepat kematian mereka saja.
"Tenanglah, pahlawan, kekuatan sihir dan fisik kalian jauh lebih besar dari kami, kemudian ksatria kami juga akan mengajarkan caranya melawan iblis. Dengan kekuatan pahlawan dan latihan dari kami, kalian akan menjadi kekuatan besar untuk melawan kerajaan iblis.”
“... untuk melihat kekuatan pahlawan, kalian bisa melihatnya... di alat sihir ini...”
Kemudian seorang pelayan raja datang membawakan alat sihir berupa batu kristal sebesar kepala manusia bewarna biru. Sepertinya alat itu akan menunjukan tingkat status bagi seseoarang yang menyentuhnya.
“Silahkan para pahlawan...”
Akahiro Seigi
Ras : Manusia
Usia :17 tahun
Level :1
•HP :1400/1400
•MP :1350/1350
•SP : 1320/1320
•Fisik: 340
•Sihir : 330
•Atribut : Api, Angin, petir, cahaya, Langit
Reina Minami
Ras : Manusia
Usia : 17 tahun
Level : 1
HP :1300/1300
•MP :1260/1260
•SP : 270/270
•Fisik : 200
•Sihir : 340
•Atribut : Api, Tanah, angin, es
Kakihara Souri
Ras : Manusia
Usia : 16 tahun
Level :1
• HP :1280/1280
•MP :1390/1390
•SP : 1127/1127
•Fisik : 120
•Sihir : 350
•Atribut : Angin, Air, cahaya, Tumbuhan
Hebihime myuka
Ras : Manusia
Usia : 16 tahun
Level :1
• HP :1280/1280
•MP :1280/1280
•SP : 900/900
•Fisik : 110
•Sihir : 310
•Atribut : cahaya, air, angin, Ruang
Higiya Toriko
Ras : Manusia
Usia : 19 tahun
Level : 1
• HP :2010/2010
•MP :1290/1290
•SP : 2040/2040
•Fisik : 520
•Sihir: 250
•Atribut : Api, Bumi
Katsuragi jio
Ras : Manusia
Usia : 17 tahun
Level 1
• HP :1300/1300
•MP :1420/1420
•SP : 1330/1330
•Fisik : 305
•Sihir : 320
•Atribut : Api, petir, kegelapan, cahaya,
"Whoa... Ini memang seperti game, aku adalah Hero! " [Seigi]
"Ya.. Ini seperti status di game, bagaimana denganmu Souri" [Minami]
"Luar biasa... aku tidak pernah menyangka akan melihat statusku sendiri seperti di game RPG... ini seperti mimpi "
Mereka bertiga adalah gamer sejati didalamnya. Tidak sadar akan kenyataan di depan mata, mereka menganggap fenomena yang terjadi pada diri mereka bukan sesuatu yang berbahaya. Mereka buta terhadap kenyataan.
Advertisement
"Sepertinya ini akan jadi menyenagkan, bukan begitu?" tanya Seigi pada tiga yang lainya.
Sayangnya tanggapan mereka tidak seperti yang diharapkannya. Apa yang dilihat Seigi adalah seorang gadis SMA biasa yang menangis minta di pulangkan setelah di tahan oleh sekelompok penjahat.
"...aku tidak ingin bertarung, aku mau pulang!! Aku mau pulang!!, uwaa... hiks... Hiks... “
Dia adalah Hebihime Myuka, anak perempuan normal yang tidak paham akan kondisi saat itu dan seorang yang tidak terkontaminasi oleh game. Ia menangis saat melihat status miliknya, membayangkan apa yang akan dilaluinya dengan segala keabnormalan dihadapannya.
"Myuka, tenanglah aku disini akan melindungimu, kita pasti akan menemukan jalan pulang..." [Higiya]
Lalu Higiya, pasangan kekasih Myuka, memelototi Seigi sekilas kemudian beralih ke Raja.
"Hei raja! Bagaimana cara kami bisa pulang, kau harus bertanggung jawab memulangkan kami!! karena telah memanggil kami kesini!!! Kami bukan petarung yang akan mempertaruhkan nyawa kami hanya demi orang-orang yang tak kami kenal, kami hanya manusia biasa yang hidup demi mempertahankan diri dan orang yang kami cintai! Kutanya sekali lagi, apa kau bisa memulangkan kami?!!!" [Higiya]
Para pengawal istana dan bawahan raja diruangan itu tersentak mendengar perkataan tidak sopan yang diarahkan kepada raja mereka. Mereka maju mengangkat tombak mereka dan berniat menjatuhkan Higiya. Kesetiaan mereka terhadap kerajaan dan raja negeri ini tidak bisa dipatahkan sehingga mereka menghancurkan siapapun yang merendahkan raja, sekali pun itu adalah pahlawan.
Namun raja menghentikan mereka dengan isyarat tangannya.
"Uhm, bisakah kau tenang dan menikmatinya? " dan Seigi berusaha menenangkannya
"Diam kau!! Maniak Game! "
Hebihime Myuka, gadis itu menangis dalam pelukan Toriko. Tubuh kecilnya seperti boneka yang bersembunyi di tubuh besar berotot, Toriko. Dengan hanya melihat, yang lainnya tau bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Mereka tidak memahami, hal yang disebut 'status' mereka sendiri. Wajar, mereka berdua bukan maniak game seperti kelompok Seigi. Mereka hanya siswa SMA yang menjalani kehidupan normal, dan aktivis.
Saat atmosfer sudah semakin berat, laki-laki yang dari tadi hanya diam merenungkan banyak hal akhirnya berbicara.
"Oi Raja! Apa kau bisa mempertimbangkan kata-katanya? "
Dan sekali lagi para ksatria pengawal raja tersentak.
~~
Jio pov
(Whoah... Aku tak percaya, kegelapan dan cahaya? Hal ini sangat aneh, dua atribut yang berkebalikan? Aku merasakan firasat aneh untuk masa depanku nanti)
Aku sibuk berpikir merenungkan data diriku yang ditampilkan di panel jendela ini. Awalnya aku tak memperdulikan ocehan mereka, Seigi dan dua wanitanya. Mereka hanya berpikir bahwa dunia ini hanyalah game, kurasa itulah efek menjadi seorang gamer tanpa memahami kenyataan. Aku juga gamer, tapi aku tak separah dia.
Aku mengambil acuh saat mendengar tangisan si gadis boneka Hebihime Myuka, kenapa aku memanggilnya begitu? Krena menurutku ia memang imut seperti boneka.
"Hei raja! Bagaimana cara kami bisa pulang, kau harus bertanggung jawab memulangkan kami!! karena telah memanggil kami kesini!!! Kami bukan petarung yang akan mempertaruhkan nyawa kami hanya demi orang-orang yang tak kami kenal, kami hanya manusia biasa yang hidup demi mempertahankan diri dan orang yang kami cintai! Kutanya sekali lagi, apa kau bisa memulangkan kami?!!!" [Higiya]
Itu..., pernyataan dan pertanyaan yang bagus. Kupikir ia hanyalah otak-otot. Aku berpikir kira-kira apa jawaban raja. Aku sudah yakin ia takkan mampu untuk memulangkan kami. Dan aku juga, ingin menikmati dunia ini sesaat. Tapi menjadi Pahlawan yang slalu dipuji di percaya dan dikagumi sama sekali bukan keinginanku. Ah, aku jadi ingat dengan Rafa Naulan, ia bahkan sudah lelah dengan hal seperti itu. Aku sama sekali tidak ingin sepertinya.
Baiklah aku akan membantu si otot ini.
"Oi Raja! Apa kau bisa mempertimbangkan kata-katanya? "
~
Taak
Ksatria di belakang raja itu menghentakkan tombaknya, ada apa? Apa dia marah karena aku memanggil rajanya dengan tidak sopan. Yah biarlah, aku hanya ingin raja itu bertanggung jawab.
"Hm... Saya, tidak... kami mohon maaf wahai Pahlawan. Kami tidak bisa memulangkan anda semua, bahkan untuk pemanggilan... Kami sudah menggunakan sihir gabungan dari 50 penyihir tinggi kerajaan. Dan kami belum menemukan cara untuk memulangkan para pahlawan. Saya... mohon maaf " [Robert]
(Sudah kuduga)
"Jadi kalian hanya tau cara membawa kami kemari tanpa tau cara memulangkan kami?!!!! "
Bruak
"Dasar Bodoh!!!"
Tepat setelah aku mengucapkan kalimatku, si otot itu langsung melontarkan kata kotornya...
( Oi! Kau hampir menghancurkan mejanya)
Aku ingin memperingatinya.
Si otot ini berdiri dan meluapkan emosinya pada raja yang duduk diam sambil menahan ksatrianya bergerak. Dan si gadis boneka masih menangis menyembunyikan wajah dibalik baju belakang si otot.
Tekanan udara jadi terasa semakin kuat, apa perlu aku cairkan?
"... Tapi ada cara lain, di wilayah Iblis terdapat peralatan-peralatan sihir tingkat tinggi dan perkamen-perkamen kuno. Ada kemungkinan kita bisa mendapatkannya dan membuka jalan bagi kalian untuk pulang. " [Robert]
Uhm, ia sudah duluan bicara.
“... Dan itu akan menjadi hubungan kerjasama yang baik, Kerajaan kami akan terselamatkan dari ancaman iblis, dan kalian juga dapat pulang ketempat asal kalian.” Lanjutnya.
(Siapa yang menjebak kami ke dunia ini??)
Aku ingin mengatakannya saat emosiku sendiri sudah mulai memuncak. Mereka seenaknya menjebak kami ke dunia ini, lalu memaksa kami untuk bekerja dengan mereka. Jaminan bagi kami untuk pulang adalah hanya pada perkamen sihir yang dimiliki oleh kerajaan iblis, yang belum pasti kebenarannya. Nasib kami memang burur.
"Pada akhirnya kami harus melawan ras Iblis, untuk dapat pulang. " kata Higiya dengan nada suram.
"Tidak ada pilihan lain, pahlawan."
Tampilan si otot semakin suram. Aku tau apa yang di pikirkan olehnya, tapi aku tak dapat memahamj perasaannya, ia kuat untuk apa takut? Oh, mungkinkah karena si gadis boneka? Ya itu pasti, perasaan ingin melindungi orang yang di cintai. Aku tak dapat membayangkan apa yang terjadi padanya jika gadis itu menghianatinya. Itu pasti sakit sekali.
"...hiks... Hiks" dan gadis boneka itu tidak berhenti menangis. Ia benar-benar anak yang cengeng.
"Myuka, kita pasti akan baik-baik saja percayalah padaku. Kita akan tetap hidup. " Higiya berusaha untuk menenangkannya, sebagai kekasihnya.
"Un... Ya, "
Dari yang terlihat, cinta diantara mereka berdua begitu besar, tapi itu belum semuanya. Kehidupan mereka sebelumnya hanyalah kehidupan anak sekolahan yang damai tanpa pernah mempertaruhkan nyawa sekalipun. Namun sekarang tidak, mulai saat ini cinta mereka benar-benar akan diuji dengan nyawa sebagai taruhannya. Aku tidak sabar melihat.
"Okey, jadi bagaimana dengan tempat tinggal kami? " aku menyanyakan kepada raja itu tentang dimana rumah kami mulai sekarang.
Tentunya tempat tinggal adalah hal yang utama. Jika ada pelatihan tempur nantinya ada kemungkinan bahwa kami akan tinggal di kerajaan. Tapi aku tak bisa menganggap akan seperti itu.
"Hm... Trimakasih sudah bertanya. Anda semua akan tinggal di asrama kerajaan dan akan mengikuti pelatihan mulai besok. Silakan nikmati penyesuau diri anda di kerajaan untuk satu hari ini" [Robert]
Oh, jadi ternyata memang di kerajaan, tebakanku benar... baiklah aku akan berkeliling untuk satu hari ini. Mencari informasi tentang dunia ini adalah hal pertama yang harus kulakukan.
...........
Dan untuk beberapa menit ruangan ini senyap, termenung? Bahkan Seigi dan wanitanya.
"Jadi... Bisakah kami menuju kamar kami sekarang? "
Setelah itu sang Putri pun mengantarkan kami ke kamar masing-masing.
"Hm.... Saatnya berkeliling... "
Pov end
~~~
Note :
HP = point darah / daya hidup / nyawa.
•MP = point mana / daya sihir
•SP = point stamina / tenaga
•Fisik = Tingkat kemampuan atau kekuatan fisik seseorang
•Sihir = Tingkat atau level kemampuan sihir seseorang
......
Tbc.
Advertisement
- In Serial9 Chapters
Magic-Farming
A thought experiment gone out of control, inspired by kosnik4's popular story, Magic-Smithing. What would life be like for someone else who was transported to the world inside Magic-Smithing? Someone who wasn't as prone to encounter incresasingly dangerous people, whose life was a little less chaotic? What if this person was content with a simple life of farming? Tending to the plants, sowing seeds, and reaping a great harvest at the end of the year. Of course, he's also a data scientist, so he can't help but squeeze out the maximum possible efficiency of his time and the potential of his attributes. Who doesn't make excel spreadsheets in their spare time? This is a slightly more "Slice of Life" esque version of kosnik4's story. Hopefully lighthearted, funny, and as enjoyable to read as it is thinking of increasingly ridiculous skill progressions. Thanks to kosnik4 and Magic-Smithing for providing fertile grounds for creativity to thrive. NOTE: THIS IS A FAN FICTION, AND ALL INTELLECTUAL RIGHTS BELONG TO KOSNIK4. I'm a patron of his story, and love reading about what happens next in his story. I've tried my best to be as accurate to his canon science as possible, though it's not 100% feasible. Afterall, the story isn't even done yet! My plan for the releases is to release a single chapter a day until 3/7, and then release 4 chapters a week on M, W, F, & Sat. P.S. If anyone can figure out what the EXACT formula for Level XP is, I'd love to hear it. I'm starting to doubt my math and excel capabilities. I have an equation that is fairly accurate and stays close to his values, but not exactly the same.
8 217 - In Serial94 Chapters
This is the Wrong World! (Beta Version)
It's not her fault she was born with a face that screams arrogance and villainy! Maybe, she should have controlled her temper and not called the Goddess a slut. But after being cursed, ten years later, Izo finally defeats the Demon King and is sent home. Except there is one small problem, it's the wrong world!
8 380 - In Serial214 Chapters
Parasitic Sword Monarch.
Cultivators rule the multiverse, this is an indisputable fact, their ability to control the various elements and concepts grant the mightiest among them the right to stand tall above creation, dominating man and beast alike. Countless legends and mighty figures are spread throughout the multiverse, but none of this matters to the young boy born into a slowly declining clan in one of the larger universes. To him, all that matters is the safety of his clan and his family members, to reach that end, he would even wield the world itself as his sword and point the tip right at the throat of the heavens.
8 236 - In Serial72 Chapters
An Un-Ideal Eternity
An Un-Ideal Eternity is about a man named Desmond, who is killed, revived, and then finds himself immortal in a post-apocalyptic society. Just because it’s a society doesn’t mean that either he or “they” have to be civilized. And just because a gentleman has become immortal does not mean that he has no dangers to be wary of. The good news is that he’s been afforded some very kind and very generous ministrations from his future-self. The bad news is that all those efforts might still not be enough, to allow our hero, to live in as untroubled and as un-tumultuous a manner as he’d prefer.
8 114 - In Serial52 Chapters
The Zodians - Book 1: The Outlander
"The past is written by the future. The king shall fall off his throne by thirteen men who have not been born." He is the mad king who tears a whole continent into two pieces without mercy. He wielded the dark magic from an arcane source, from just no one to The Supreme Emperor. His reign lasts for nearly two hundred years, and no one knows exactly how many dead bodies are lying under his throne. But this is not the story of him. His reign is over, and now comes an epic of The Thirteen Knights, who sent the death sentence to the Emperor. Who are they? And above all, what they have lost to become such a symbol? Blood. Love. Duty. Comes power, comes responsibility, a wise man used to say. Victory does not create a man, tragedy does. Each chapter is around 700 - 2000 words to make the reading more efficient. The main timeline takes place in 2000 years later from the battle in beginning chapters, when magic is no longer available.
8 197 - In Serial35 Chapters
Consequences [BxB] (Edited)
Hunter, the next in-line Alpha, is your typical bully. He constantly taunted and intimidated the weak ones in his pack, to such an extent, making them hate their very own existence. He hid his insecurities behind his need to impose his strength on weaker ones. Especially targeting a young wolf who always seemed to bring out the rage in the young Alpha. Drew, the Beta's son, grew up being bullied by the soon -to -be Alpha. He had always been told he was a powerful Beta and a special breed of a wolf, and yet Hunter always made him feel weak. Hunter always only bullied him and was always angry with him him. He never understood just what it was that he had done. No sooner did an accident happen between the two causing him to go away and live with his uncle in a neighboring pack. Years later, he comes back on his eighteenth birthday to celebrate it with his family and find his mate, whom he has been in love with since he was a child. However as fate would have it.. he ends up being mated to someone he least expected.. Will they accept their fate, or will they end up being eachother's worst nightmare ?NOTE: This is a BL book... which means there is intimacy between males. If you do not like it...please refrain from reading..Thank youTRIGGER WARNING!!⚠️ Non-Consensual sexual encounter in this book.
8 122

